Share

Obrolan Intens

Author: Dek ita
last update publish date: 2026-04-20 12:47:15

“Kenapa kamu sekaget itu?” tanya Darren, sambil memandanginya.

Bila sebelumnya Fiona merasa takut saat bicara Darren, ciut ketika ditatap, atau mungkin tak bisa berkutik saat berhadapan. Kali ini, ia tak merasakan itu lagi. Ada ruang nyaman saat berada di dekat Darren, dengan badan polosnya.

“Bukan, maksudku… itu, aku..”

Fiona terbata saat hendak memberikan jawaban. Ia tahu semua rumor yang beredar.

Darren mulai berubah posisi dengan tiduran miring di sebelah Fiona, dan kini tangannya menyentu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • NIKMAT PENGANTIN PENGGANTI   Maju, Lawan Dia

    Senyum Darren tak berubah. Dia memegang tangan Fiona yang merangkul, mengusap dengan perlahan punggung tangan, sembari memberikan tatapan bersinar.Roy justru terpaku mendengar ucapan Darren. Ia disindir di depan matanya, dengan rekan-rekan bisnis yang masih berada di sana. Helen hanya bisa kaget dengan cara bicara Darren.“A- wah, astaga, Nak. Bukan begitu!” tawa Roy menggelegar sambil menepuk bahu Darren.Pria tua itu bahkan tertawa kecil melihat para rekannya, mencoba mengklarifikasi mengenai situasi. Fiona masih tak paham kemana arah pembicaraan yang dibawa Darren.“Helen hanya belum siap dengan dunia pernikahan, Fiona lebih siap, jadi dia yang meminta agar menggantikannya,” ujar Roy.Fiona makin terkaget. Ucapan ayahnya benar-benar sebuah kebohongan besar. Ia mencoba menyangkal ucapan sang ayah. Namun, Darren dengan sekali tarikan kecil membuat keinginan Fiona tertunda.“Lalu kenapa tak ada yang datang ke rumah untuk menjelaskan? Apa orang tuaku maklum soal ini? Apa para tamu mak

  • NIKMAT PENGANTIN PENGGANTI   Jamu Perusahaan

    “Lagipula, Ibu, aku yakin, Fiona takkan pernah bisa bahagia dengan Darren. Pria itu terlalu naif. Dipeluk saja menolak!” kesal Helen.“Hmmm, mungkin gosip yang beredar benar adanya. Bahwa dia mungkin menyukai sesama jenisnya,” balas Hanna.Helen sedikit melipat bibirnya ke dalam. Ia sesalkan karena gagal membuat Darren bucin agar bisa diperas. Pria itu terlalu kaku bagi Helen yang suka kebebasan.Saat situasi hening sejenak, Helen mendapatkan sebuah ide cemerlang.“Oh iya! Malam ini, ada jamuan perusahaan, kan?!”“Lalu?” tanya Hanna sambil meneguk tehnya.“Darren pasti datang! Aku ingin mencemooh Fiona lagi! Aku yakin, dia takkan bisa datang!” seru Helen.Hanna, sebagai seorang ibu tak pernah melarang apapun yang dilakukan Helen selama itu membuatnya bahagia. Sambil tersenyum lebar, Hanna mengiyakan.“Tapi, kamu tak masalah? Kamu terhitung baru saja kabur dari pernikahanmu,” ujar Hanna.“Halah, santai saja, Ibu. Nanti aku sebar saja gosip lagi kalau Fiona yang merebutnya,” balas Hele

  • NIKMAT PENGANTIN PENGGANTI   Obrolan Intens

    “Kenapa kamu sekaget itu?” tanya Darren, sambil memandanginya.Bila sebelumnya Fiona merasa takut saat bicara Darren, ciut ketika ditatap, atau mungkin tak bisa berkutik saat berhadapan. Kali ini, ia tak merasakan itu lagi. Ada ruang nyaman saat berada di dekat Darren, dengan badan polosnya.“Bukan, maksudku… itu, aku..”Fiona terbata saat hendak memberikan jawaban. Ia tahu semua rumor yang beredar. Darren mulai berubah posisi dengan tiduran miring di sebelah Fiona, dan kini tangannya menyentuh perut Fiona dengan lembut mengusap.“Katanya aku tidur dengan banyak wanita?” celetuk Darren.Fiona sontak menoleh. Tatapan santainya menimbulkan rasa bersalah di dalam mata. Fiona mengikuti posisi Darren dengan saling menghadap, dan pria itu mengubah tangannya menjadi mengelus paha.“Kamu tahu semua rumor buruk itu? Lalu kenapa diam saja? Bukankah itu akan mencoreng namamu?” tanya Fiona, kini penasaran.Darren tersenyum tipis. Ia memandangi Fiona selayaknya lawan main dan sebagai pasangannya

  • NIKMAT PENGANTIN PENGGANTI   Malam Pertama

    Napas panas mereka saling bersahut. Bahkan Fiona merasakan debar jantung Darren begitu kencang di atas dadanya.“Kenapa kamu mau menyentuhku? Meski penasaran, aku perlu alasan yang kuat,” tanya Fiona sambil berusaha mengatur napas.Darren menatap cukup lama wajah Fiona, sebelum akhirnya dia terkekeh kecil. Ia pandangi wajah sang wanita yang melihatnya dengan tatapan penuh tanda tanya.“Kenapa, Fiona? Apa kamu takut aku akan melukaimu?” Darren tertawa mencengkam.Fiona menelan ludahnya. Ia pandangan dengan sorot mata ke bawah melihat dada bidang Darren yang hanya berjarak beberapa senti darinya.“Kamu membenciku. Bahkan sudah memakiku,” sebut Fiona.“Ya. Aku memang benci kamu. Tapi, selayaknya hubungan kita yang sudah resmi, kamu milikku, seutuhnya,” ucap Darren.Dengan begitu kasar, Darren melumat bibir Fiona dengan cara yang cukup menyakitkan. Tubuh besar yang menimpa tubuh mungilnya membatasi ruang gerak Fiona.Saat ia mencoba melawan dengan mendorong tubuh Darren, pria itu menahan

  • NIKMAT PENGANTIN PENGGANTI   Tak Berdasar

    Darren yang keluar mengejar sang mama itu buru-buru menghampiri. Ia pegang tangan wanita itu sebelum langkah kakinya sampai di lantai bawah.Spontan Delia menoleh ke belakang. Sebagai seorang ibu, ia mengetahui sekarang sang anak tengah berada di emosi yang paling tinggi dari yang pernah ia lihat sebelumnya.“Kenapa Mama masuk ke kamarku seenaknya?!” pekik Darren.Ia ingat betul, bahwa pintu sudah dikunci. Tak sekalipun Darren pernah memberikan kunci cadangan pada orang lain. Jadi, saat melihat sang mama berhasil masuk, Darren marah besar.Mata Delia berair parah. Bukan sebuah kesenangan atau rasa malu yang ia lihat saat membuka pintu kamar sang anak. Melainkan sakit hati tak terkira.“Kamu memaksa wanita itu, kan? Kamu memaksanya membuka baju di depanmu?!” tuduh Delia.Darren tersentak. “Apa? Tidak! Kami begitu karena sama-sama mau!” tegas Darren.Delia menepis tangan Darren. Sudah banyak simpang siur mengenai sikap Darren yang sudah Delia dengar. Meski ia sempat bergurau membawa pa

  • NIKMAT PENGANTIN PENGGANTI   Percobaan Pertama...

    Fiona menatap sayu mata Darren yang memandanginya. Ada sebuah semangat yang menggebu, dan emosi yang berpadu menjadi satu. Perlahan, pria itu mendekatkan wajahnya, dan kini mendaratkan bibir di wajah Fiona.“Eunghhh,” Fiona merasakan gejolak dari dalam tubuhnya saat Darren menyentuh wajahnya.Endusan Darren begitu tajam seperti menemukan mangsa. Tangannya mulai meraba setiap jengkal tubuh Fiona. Rasa penasaran yang kian membesar, membuat Darren mulai agresif.“Kamu wangi sekali,” bisik Darren di telinga Fiona.Wajah Fiona terasa panas membara setelah bisikan penuh gairah Darren melalui. “Kamu…. yakin mau melakukan ini?” tanya Fiona, dengan napas memburu.Senyum smirk Darren tak terlihat. Tetapi, suara kecilnya membuat Fiona menerka. Sebelah tangan Darren memegangi leher Fiona, ototnya yang berurat membuat Fiona semakin merasa membara.“Mungkin? Tapi aku akan pelajari dulu setiap jengkalnya, sebelum aku nikmati puncaknya,” balas Darren.Ciuman Darren kini berpindah ke leher Fiona, mem

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status