Share

RUMAH IBU

Author: Rania Arkana
last update publish date: 2026-10-09 15:17:15

Kamis, 30 Januari 2003

“Mak Su, Pak.”

Ahin mengangguk dan membawa Land Cruiser melewati persimpangan. Nadya sempat melihat jalan menuju rumah Lina melalui kaca sampai tertutup deretan rumah, kemudian kembali duduk menghadap depan. Januar tidak menanyakan alasannya. Beberapa menit kemudian rumah Mak Su muncul di belakang kebun lada, hampir tidak berubah dari yang tersimpan dalam ingatan Nadya.

Riko sudah keluar sebelum mobil berhenti sempurna. Tubuhnya sekarang

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Nadya di Antara Dua Dunia   YANG DITINGGALKAN

    Minggu, 9 Februari 2003Koper Nadya sudah tertutup sejak pagi, tetapi Mak Su masih menemukan barang yang harus ikut ke Jakarta. Sekantong kerupuk, beberapa bungkus makanan, lalu satu wadah yang menurutnya harus langsung dimasukkan kulkas begitu Nadya sampai. Nadya sempat mengingatkan ada batas bagasi, tetapi Mak Su hanya menjawab bahwa dulu orang naik kapal tidak seribet itu. Riko yang berdiri dekat pintu tertawa sampai akhirnya Nadya menyuruhnya membantu membawa koper ke depan.Anak itu kemudian bertanya kapan Nadya akan pulang lagi. Nadya tidak bisa memberi jawaban. Kuliahnya kembali berjalan, pekerjaan menunggu, dan Jakarta sudah mempunyai terlalu banyak hal yang tidak bisa ditinggalkan lama-lama. Ia hanya berjanji akan lebih sering menelepon, lalu kembali mengingatkan agar Riko tidak terlalu sering pulang malam dari halaman timbang.Selama lebih dari seminggu di Belinyu, Nadya sudah beberapa kali datang ke warung Lina. Pada hari Imlek ia bahkan membantu hamp

  • Nadya di Antara Dua Dunia   SEBELUM JAKARTA

    Minggu, 2 Februari 2003Rumah Bu Rahma berada di jalan yang cukup tenang di Pangkalpinang. Bangunannya satu lantai dengan pagar besi setinggi dada dan halaman yang cukup untuk dua mobil. Tidak semegah yang sempat dibayangkan Nadya, tetapi jelas lebih besar dan terawat dibanding rumah Mak Su maupun Lina. Sebuah sedan Toyota warna gelap terparkir di samping rumah, sementara satu motor berada dekat pintu samping.“Mobil siapa?” tanya Nadya ketika Januar membawa Land Cruiser masuk ke halaman.“Pak Ridwan.”“Ayah tiri Abang?”“Iya.”Nadya memastikan tas kecil dan bungkusan makanan dari Belinyu tidak tertinggal. Januar baru mematikan mesin ketika pintu rumah terbuka. Perempuan yang keluar membuat Nadya langsung mengenali wajah yang dua hari sebelumnya dilihatnya dalam foto di rumah Januar. Rambutnya sebahu, pakaiannya sederhana tetapi rapi. Di belakangnya muncul lelaki sekitar lima puluhan dengan kau

  • Nadya di Antara Dua Dunia   RUMAH YANG MASIH SAMA

    Jumat, 31 Januari 2003Motor Januar berhenti dekat teras menjelang pukul sepuluh. Nadya melepaskan tangannya dari pinggang lelaki itu dan membuka helm sambil memandang rumah besar yang hampir tidak berubah.Dalam perjalanan tadi ia sempat mengenali tikungan yang pernah dilewatinya malam 22 Juni 2001. Waktu itu ia datang sendirian dengan sepeda, setelah berbohong kecil kepada Mak Su bahwa masih ada urusan keberangkatan dan Riko yang harus dibicarakan. Padahal tiket sudah selesai dan soal Riko tidak membutuhkan pembicaraan lagi.Ia tetap mengayuh sampai rumah ini muncul dalam gelap.Hampir dua tahun kemudian, Nadya kembali dengan tangannya melingkar di pinggang lelaki yang malam itu dipilihnya.Perempuan paruh baya yang sedang membersihkan teras langsung mengenalinya.“Anaknya Lina, kan?”Nadya tersenyum. “Iya.”“Yang di Jakarta.”“Masih.”“Lina masih buka warung

  • Nadya di Antara Dua Dunia   RUMAH IBU

    Kamis, 30 Januari 2003“Mak Su, Pak.”Ahin mengangguk dan membawa Land Cruiser melewati persimpangan. Nadya sempat melihat jalan menuju rumah Lina melalui kaca sampai tertutup deretan rumah, kemudian kembali duduk menghadap depan. Januar tidak menanyakan alasannya. Beberapa menit kemudian rumah Mak Su muncul di belakang kebun lada, hampir tidak berubah dari yang tersimpan dalam ingatan Nadya.Riko sudah keluar sebelum mobil berhenti sempurna. Tubuhnya sekarang lebih tinggi, bahunya mulai melebar, tetapi langkah cepatnya menuju mobil masih sama. Nadya baru membuka pintu ketika adiknya sudah menarik koper dari belakang.“Ce, berat juga.”“Makanya jangan sok kuat.”Riko tetap membawanya. Nadya tertawa kecil lalu menoleh ketika Mak Su muncul dari teras. Perempuan itu berhenti beberapa langkah di depannya, memandang wajah Nadya cukup lama sebelum akhirnya menariknya ke dalam pelukan.“Kurus.”

  • Nadya di Antara Dua Dunia   JALAN PULANG

    Kamis, 30 Januari 2003Nadya mengenali Toyota Land Cruiser VX100 hitam milik Januar bahkan sebelum melihat Ahin berdiri di sampingnya.Mobil itu terparkir di depan Bandara Pangkalpinang, bagian bawahnya berdebu setelah perjalanan dari Belinyu. Hampir dua tahun lalu mobil yang sama beberapa kali membawanya melewati jalan antara Belinyu dan Pangkalpinang ketika Jakarta masih sebatas rencana. Sekarang ia kembali dari kota itu dengan koper beroda, kuliah yang masih berjalan, dan tiket pulang-pergi yang dibayar PT Bumi Lintas Persada.Ahin menyambut mereka dengan senyum lebar dan langsung mengambil koper Nadya.“Lama baru pulang.”“Baru setahun lebih, Pak.”“Buat Linalama.”Nadya tidak membantah. Sebagian isi koper itu bahkan bukan miliknya. Yuli tidak bisa pulang karena baru mendapat libur beberapa hari setelah Imlek. Malam sebelumnya ia menitipkan pakaian untuk Mak Su, kemeja untuk Riko, beberapa

  • Nadya di Antara Dua Dunia   BISNIS DAN YANG LAIN

    Sabtu, 23 November 2002Ginza sudah ramai ketika Nadya selesai berganti pakaian. Dari lorong terdengar suara karaoke yang bocor dari beberapa pintu tertutup, bercampur tawa laki-laki Jepang dan tepuk tangan yang sesekali meledak dari dalam room. Seorang staf lewat membawa ember es dan sebotol whisky, sementara dua perempuan keluar dari salah satu ruangan sambil merapikan rambut sebelum berpindah menemani tamu lain. Beberapa jam sebelumnya, saat masih berdiri di depan Yamamoto, Nadya sudah mengatakan kepada Sato bahwa ia bekerja malam ini. Lelaki itu hanya menjawab akan datang.Nadya baru hendak masuk ke room tempat dua pelanggan langganan menunggunya ketika seorang staf memanggil. Sato sudah ditempatkan di salah satu private room yang lebih kecil. Lagu Jepang lama berjalan pelan dari televisi karaoke ketika Nadya membuka pintu. Lelaki itu duduk di sofa panjang dengan jas masih terpakai dan dasi sedikit dilonggarkan. Di meja rendah tersedia whisky, ember es, air mineral

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status