แชร์

Emas Palsu

ผู้เขียน: Sedap Malam
last update วันที่เผยแพร่: 2026-08-17 21:07:20

"Coba periksa lagi, jangan akali aku!" bentak Karsono.

"Apanya yang mau diperiksa? Dilihat dari mata telanjang aja udah jelas," balas pelayan toko.

"Apa jangan-jangan kamu mau nipu?" pelayan itu memicingkan mata, menatap ragu pada Karsono yang awalnya ia layani sepenuh hati sebagai seorang pelanggan. Pandangan pelayan toko perhiasan seketika berubah.

"Jangan asal bicara! Mentang-mentang penampilan aku kaya gini!" Karsono tampak murka, mereka saling menjaga jarak satu sama lain. Canggung dan he
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Emas Palsu

    "Coba periksa lagi, jangan akali aku!" bentak Karsono."Apanya yang mau diperiksa? Dilihat dari mata telanjang aja udah jelas," balas pelayan toko."Apa jangan-jangan kamu mau nipu?" pelayan itu memicingkan mata, menatap ragu pada Karsono yang awalnya ia layani sepenuh hati sebagai seorang pelanggan. Pandangan pelayan toko perhiasan seketika berubah."Jangan asal bicara! Mentang-mentang penampilan aku kaya gini!" Karsono tampak murka, mereka saling menjaga jarak satu sama lain. Canggung dan hening di dalam toko yang sejuk oleh hembusan kipas angin gantung, seorang pelayan pria berkaus pendek dan berkalung kain lap kaget setengah mati. Ia langsung menutup hidungnya begitu bau tengik menyengat masuk bersama Karsono."Maaf, Tuan, kalau mau minta-minta di luar saja!" seru pelayan itu dengan nada galak sambil mengibas-ngibaskan tangannya dari balik etalase kaca yang penuh perhiasan emas berkilau."Pengemis? Ngaco sekali kamu, aku ini bukan pengemis!" suara Karsono parau, tenggorokannya ba

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Mahluk buas dasar samudera

    Keadaan kini terbalik, mereka yang tadinya datang kini justru tersudut di ambang pantai menghadap lautan luas. Ratusan perempuan berlari dengan kecepatan tinggi, puluhan tombak dilempar ke udara menciptakan suara gemuruh seperti hujan.Jleeeb!Seorang pria terkena empat tombak sekaligus pada bagian kaki dan paha, dia tak bisa berlari. Tiba-tiba pasukan perempuan misterius itu berhenti dan mengepung."Lelaki dengan wajah sangar seperti ini hanya berani pada perempuan? Hahaha! Di sini, perempuan memiliki daya tarung lebih baik dari kalian!" Seorang perempuan langsung menghampiri dengan pedang terhunus."A--ampuuun! Tolong jangan sakiti saya!" ujar pria tersebut sambil memohon dan mencoba melepaskan tombak yang menancap di kakinya.Craaash!Satu tebasan memutus tangan pria tersebut, darah segar mengucur deras. Lalu di lengan yang terputus itu menjadi rebutan para prajurit wanita dari pulau kabut, hanya dalam hitungan menit tangan itu berubah menjadi tulang belulang. Pria tadi gemetar, ia

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Prajurit Kerajaan Laut

    Di tempat itu Karsono hidup mewah, penuh kesenangan dan kebahagiaan. Dia bahkan melupakan kehidupan di luar pulau misterius yang dia tempati sekarang. Di tempat yang disebut sebagai Pulau Kabut, para perempuan bekerja. Mereka mencari ikan, membuat bangunan serta bertani. Suatu hari terbesit sebuah pemikiran di benak Karsono tentang ke mana perginya kaum lelaki di desa ini?Sangat aneh jika sebuah wilayah yang memiliki kaum pria, orang-orang tua ataupun anak-anak. Yang ada di tempat itu sebenarnya para perempuan berusia sekitar 18 hingga 25 tahun. Sangat mudah dan cantik, mereka bekerja dari pagi hingga sore lalu saat malam tiba mereka berkumpul membicarakan banyak hal.Rumah-rumah sederhana terbuat dari kayu, dengan atap dari rumbai jerami. Setiap satu orang memiliki satu rumah berukuran kecil yang difungsikan hanya sebagai tempat tidur, sementara untuk mandi dan keperluan lainnya mereka menuju ke tengah hutan yang terdapat sebuah sungai jernih, telaga dan air terjun. Makanan tidak di

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Nyai Ratu

    Flash back kisah ayah Yudha.Karsono pingsan, ia berhari-hari terombang-ambing di lautan tanpa arah tujuan. Haus dan lapar, bahkan ia melihat fatamorgana berulang seolah ada daratan yang ada sekitar papan apung miliknya."Kalau aku lepaskan papan ini, tentu nasibku akan berakhir di sini. Tapi di tempat ini pun aku enggak menemukan kehidupan," ratap Karsono, dalam keputusan asaan itu ia melihat kepulan asap tebal seperti badai namun tenang, sekeliling tempat ia berdiri terlihat gelap dan pekat. Lalu setelah melewati awan atau asap gelap itu sebuah pulau yang tiba-tiba muncul di depan dengan jarak sekitar satu kilometer, anehnya papan apung yang tempati tersedot ke arah pulau tersebut."A---apa ini?!" Karsono ketakutan ia mendayung dengan tangan dan kaki agar menjauhi pulau berbentuk tengkorak itu. Namun usahanya sia-sia, papan apung itu melaju dengan kecepatan tinggi meski tanpa ada dorongan angin dan ombak.Braaak!Papan itu hancur, tubuh Karsono terpental ke tanah berbatu. Bukan tana

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Legenda Dewi Lanjar

    Yudha berlayar menuju sebuah tempat misterius yang disebut Pulau Kabut, dulu pulau itu sering diceritakan oleh para nelayan tua pada anak-anak mereka, ada pula yang mengatakan jika Pulau Kabut hanya sebuah cerita yang tak pernah terbukti kebenaran."Yudha, apa kamu yakin dengan perjalanan ini?" tanya Sari yang menghampiri Yudha di ruang kemudi kapal."Aku yakin, jika kita tak menyusul mereka ... aku takut mereka tak akan pernah kembali dengan selamat," jawab Yudha dengan suara lirih, ia takut jika yang lain mendengar maka semangat mereka dalam menemani misi Yudha akan memudar."Tapi, jika tempat itu berbahaya kenapa kita harus ke sana? Toh bisa kita biarkan saja Kardi dan anak buahnya tewas dimangsa mahluk tersebut?""Enggak sesederhana itu, Mbak. Anak buah Juragan Kardi juga warga desa kita, mereka memiliki istri dan anak yang harus dinaikkan. Jika ayah atau suami mereka tak pernah kembali, maka akhirnya yang menderita juga anak dan istrinya," imbuh Yudha.Suasana menjadi hening bebe

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Di Antara Para Wanita

    Yudha menuju perahu tua miliknya, beberapa bagian rusak dan mungkin jika digunakan berlayar tak akan bisa menahan ombak. Meski sudah menyiapkan kayu, cat anti air untuk bagian kiri kapal dan beberapa peralatan namun sepertinya benda itu tetap akan membawa masalah jika dipaksa untuk mengarungi lautan."Huft!" Yudha menghela nafas kasar, ia duduk bersandar di lambung perahu. Sinar matahari yang begitu terik ia abaikan, yang ada dalam pikirannya cuma satu yaitu bagaimana ia menyusul para nelayan desa pergi ke Pulau Kabut. "Sepertinya sia-sia saja," ia meletakkan palu ke pasir, tangannya sudah kapalan karena sedari tadi menggergaji dan memalu beberapa bagian yang perlu perbaikan."Mau apa dengan rongsokan itu, Yudha?" tanya Bakri, anak buah juragan Kardi."Ah, sepertinya dia ingin menggunakan perahu tua itu untuk mencari kepiting di perairan dangkal," sahut teman Bakri."Dia tumbuh dewasa tanpa pendampingan seorang ayah, mana mungkin dia paham cara berlayar dengan benar. Jika dulu dia per

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status