Share

Hinaan

Author: Sedap Malam
last update publish date: 2026-10-16 23:41:18

"Sari, bangun ... aku dan Pak Suseno ke sini," bisik Wati ke telinga Sari yang masih tertidur. Sari menggeliat, ia membuka mata dan terkejut sebab miliknya masih berdenyut dan kini Wati masuk ke ruangannya. "Mbak Wati, kok bisa masuk? Aduh, mana celanaku?" ujar Sari gusar, ia merapatkan selimut untuk menutupi area pribadinya. "Kamu habis berfantasi ya?" tanya Wati sambil menggelengkan kepala, Sari tak menjawab. Dia segera berpakaian dengan benar, lalu menata rambut yang semrawut.

"Pak Suseno me
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Hinaan

    "Sari, bangun ... aku dan Pak Suseno ke sini," bisik Wati ke telinga Sari yang masih tertidur. Sari menggeliat, ia membuka mata dan terkejut sebab miliknya masih berdenyut dan kini Wati masuk ke ruangannya. "Mbak Wati, kok bisa masuk? Aduh, mana celanaku?" ujar Sari gusar, ia merapatkan selimut untuk menutupi area pribadinya. "Kamu habis berfantasi ya?" tanya Wati sambil menggelengkan kepala, Sari tak menjawab. Dia segera berpakaian dengan benar, lalu menata rambut yang semrawut."Pak Suseno meminta kamu bekerja di sana," lanjut Wati."Kerja apa? Aku juga baru dipecat," dengus Sari."Aku dengar kamu pandai memasak, jadi bagaimana kalau kamu kerja di tempatku? Kebetulan aku akan membuat mess bagi para pekerja penagihan hutang, ada empat orang pria dan satu wanita. Aku ingin lebih serius mengelola usaha ini," Suseno yang tadi berada di luar segera masuk tanpa mengetuk pintu."Di tempat ini enggak ada yang bisa jadi pesaing Kardi, dia punya modal tak terbatas dalam urusan simpan pinjam.

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Sari lagi pingin

    Plaaak!Sari melayangkan telapak tangan ke wajah Arman, pemuda itu langsung kaget dan pusakanya layu."Mbak, kok kamu marah? Kan kamu yang masuk ke kamar tanpa ijin," protes Arman. "Apa kamu anggap aku ini perempuan murahan?" Sari makin emosi, dia langsung mencengkram kerah baju Arman dan melemparkan pemuda itu dari ranjang ke lantai hingga menimbulkan suara berisik. Arman langsung ketakutan, dia tidak menyangka jika ucapannya benar-benar membuat Sari merasa marah."Ini keterlaluan, seharusnya aku yang marah Bukan sebaliknya. Jika Ibu tahu, kamu bisa dipecat!" ancam Arman, dia langsung memakai celananya kembali. Di saat kericuhan itu berlangsung, tiba-tiba Bu Wardah muncul di sana."Sari ... Arman, kalian sedang apa? Kenapa harus ribut-ribut begitu?" selidik Bu Wardah. "Bu, dia masuk kamar tanpa izin saat aku berganti pakaian," sela Arman mendahului sebelum Sari sempat berbicara. "Salah besar, ini namanya fitnah. Aku datang ke sini untuk bekerja namun kondisi di luar sangat sepi sehin

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Arman Yang Panas

    Ratna mencengkram tangan bapaknya yang hampir menanmpar Sari. "Aku sudah muak sama ulah bapak dan ibu, memalukan!" ujar Ratna. "Orang ini bikin masalah di desa kita, kemarin saat Yudha tak ada di desa, semuanya aman. Apa enggak curiga jika dia lha otak dibalik perampokan itu?" tanya Kardi."Bapak jangan asal tuduh! Kalian punya banyak musuh, harusnya intropeksi diri agar jadi orang yang disenangi. Eh, malah bertindak semaunya!" Ratna yang kesal mendorong tangan Kardi, ia kemudian beralih Sari yang masih terguncang. "Pak, sebaiknya kita pergi dulu," anak buah Kardi menarik lengan Kardi untuk menjauh. Mereka semua meninggalkan tempat tersebut, kecuali Ratna yang memapah Sari berdiri dan membawa masuk ke dalam gubuk."Maafkan keluargaku, Mbak. Aku kira sumber dari kekacauan ini berasal dari mereka, aku hampir gila memikirkan ulah mereka, ada saja gebrakannya," ungkap Ratna. "Bukankah kamu juga benci kami?" Sari mendongak, ia menatap dalam-dalam wajah Ratna. "Aku benci ketika tahu Yudha t

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Tuduhan

    Dua orang perampok bertopeng bersenjatakan parang dan golok menghadang pintu, salah satu dari mereka mengamati semua barang hasil perampokan sementara yang satunya membuka akses jalan untuk melarikan diri."Tahan dia!" Kardi berseru, namun tak satupun dari anak buahnya yang berani maju."Tidak bisa satupun dari mereka yang kamu andalkan, Kardi? Kenapa tidak maju sendiri, apakah kamu takut mati?" ujar perampok itu seperti mengejek orang paling kaya di desa nelayan tersebut"Kardi, kamu menjebakku!" Tuan Budi yang terluka coba bangkit, namun salah satu perampok menyangka jika Tuan Budi akan memberikan perlawanan sehingga secara spontan perampok tersebut mengayunkan golok tepat menghujam bagian dada hingga mendapatkan luka yang serius."Aaaakh!" Budi berteriak keras, teriakannya iris juga menandakan bahwa ajalnya telah tiba, istrinya yang berpakaian seadanya segera menghambur memeluk jasad suaminya yang perlahan mulai kaku dan dingin."Kalian semua jahat! Ternyata ini berangkat yang kali

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    perampokan di siang hari

    "Aaaakh!" Sumiyati mendesah, ia sempat menggeliat namun ketika membuka mata melihat Tuan Budi tersenyum lebar, Sumiyati justru tak bergairah."Mundur sedikit," pinta Sumiyati, ia merasa risih apalagi gigi Tuan Budi kotor dan berwarna kuning. "Ayolah, kamu juga harus melayani aku, di kamar berbeda istriku sedang bercumbu dengan suamimu," bisik Tuan Budi. Sumiyati mengambil kain tipis berbahan sutra, ia gunakan untuk menutupi kedua matanya. Dia sebenarnya ingin berhenti tapi denyutan itu terlanjur menguasai dirinya."Sekarang lakukan," ucap Sumiyati, ia berbaring dengan kaki melebar. Sementara Tuan Budi mulai mendekatkan wajahnya pada area hutan rimba milik Sumiyati, lidah pria itu terjulur menggapai setiap sisi gua berlendir yang wangi. "Uhmm, ternyata permainan lidahmu lumayan," Sumiyati bergerak kasar, ia sampai mengangkat pinggulnya ke atas karena rasa geli yang luar biasa. Tuan Budi mengimbangi dengan remasan lembut di area gunung kembar, jemarinya bermain di ujung gunung yang ber

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Tukar Pasangan

    Malam itu di rumah Kardi, sepasang suami istri baru saja turun dari kapal dan langsung menuju ke rumahnya. Cantik dan tampan, cara berpakaian Mereka terlihat jika mereka ini bukan orang sembarangan melainkan dari kalangan bangsawan atau pejabat."Tuan Kardi, rumahmu besar juga. Pantas kamu sangat dihormati di tempat ini," si pria langsung menyalami Kardi yang menyambutnya di pintu masuk."Tuan Budi bisa aja. Apa yang aku miliki ini tidak ada apa-apanya dengan kekayaan Tuan Budi. Bahkan separuhnya pun tidak," Kardi merendah.Mereka kemudian masuk ke ruang tamu, sajian anggur dan buah-buahan menghampar di meja besar. Para pelayan langsung mundur membiarkan mereka bertiga mengobrol panjang lebar."Jadi seperti yang kita sepakati, malam ini kita akan tukar pasangan ... kamu tidur dengan Romlah, istriku ... sedangkan aku dengan Sumiyati. Begitu bukan?" tanya Tuan Budi."Ya, benar ... istrimu sangat cantik, dia masih terlihat muda. Bahkan jika tidak kamu perkenalkan sebagai istri, tentu aku

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status