Share

Pertanda Sesuatu

Author: Sedap Malam
last update publish date: 2026-08-09 23:53:50

Sesosok makhluk menyerupai ikan dengan badan separuh manusia tertangkap oleh jaring para nelayan, juragan Kardi sampai mendatangi tempat itu demi untuk mengetahui makhluk apa yang sedang mereka lihat.

"Ini monyet laut mungkin, dari bentuknya menyerupai monyet tapi memiliki kaki yang menyatu seperti ikan," Juragan Kardi mengambil sebatang ranting kecil lalu digunakan untuk menakut-nakuti makhluk tersebut.

"Kalian tidak boleh menyiksanya, biarkan makhluk itu lepas!" Yudha tidak menyukai ketika me
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Prajurit Kerajaan Laut

    Di tempat itu Karsono hidup mewah, penuh kesenangan dan kebahagiaan. Dia bahkan melupakan kehidupan di luar pulau misterius yang dia tempati sekarang. Di tempat yang disebut sebagai Pulau Kabut, para perempuan bekerja. Mereka mencari ikan, membuat bangunan serta bertani. Suatu hari terbesit sebuah pemikiran di benak Karsono tentang ke mana perginya kaum lelaki di desa ini?Sangat aneh jika sebuah wilayah yang memiliki kaum pria, orang-orang tua ataupun anak-anak. Yang ada di tempat itu sebenarnya para perempuan berusia sekitar 18 hingga 25 tahun. Sangat mudah dan cantik, mereka bekerja dari pagi hingga sore lalu saat malam tiba mereka berkumpul membicarakan banyak hal.Rumah-rumah sederhana terbuat dari kayu, dengan atap dari rumbai jerami. Setiap satu orang memiliki satu rumah berukuran kecil yang difungsikan hanya sebagai tempat tidur, sementara untuk mandi dan keperluan lainnya mereka menuju ke tengah hutan yang terdapat sebuah sungai jernih, telaga dan air terjun. Makanan tidak di

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Nyai Ratu

    Flash back kisah ayah Yudha.Karsono pingsan, ia berhari-hari terombang-ambing di lautan tanpa arah tujuan. Haus dan lapar, bahkan ia melihat fatamorgana berulang seolah ada daratan yang ada sekitar papan apung miliknya."Kalau aku lepaskan papan ini, tentu nasibku akan berakhir di sini. Tapi di tempat ini pun aku enggak menemukan kehidupan," ratap Karsono, dalam keputusan asaan itu ia melihat kepulan asap tebal seperti badai namun tenang, sekeliling tempat ia berdiri terlihat gelap dan pekat. Lalu setelah melewati awan atau asap gelap itu sebuah pulau yang tiba-tiba muncul di depan dengan jarak sekitar satu kilometer, anehnya papan apung yang tempati tersedot ke arah pulau tersebut."A---apa ini?!" Karsono ketakutan ia mendayung dengan tangan dan kaki agar menjauhi pulau berbentuk tengkorak itu. Namun usahanya sia-sia, papan apung itu melaju dengan kecepatan tinggi meski tanpa ada dorongan angin dan ombak.Braaak!Papan itu hancur, tubuh Karsono terpental ke tanah berbatu. Bukan tana

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Legenda Dewi Lanjar

    Yudha berlayar menuju sebuah tempat misterius yang disebut Pulau Kabut, dulu pulau itu sering diceritakan oleh para nelayan tua pada anak-anak mereka, ada pula yang mengatakan jika Pulau Kabut hanya sebuah cerita yang tak pernah terbukti kebenaran."Yudha, apa kamu yakin dengan perjalanan ini?" tanya Sari yang menghampiri Yudha di ruang kemudi kapal."Aku yakin, jika kita tak menyusul mereka ... aku takut mereka tak akan pernah kembali dengan selamat," jawab Yudha dengan suara lirih, ia takut jika yang lain mendengar maka semangat mereka dalam menemani misi Yudha akan memudar."Tapi, jika tempat itu berbahaya kenapa kita harus ke sana? Toh bisa kita biarkan saja Kardi dan anak buahnya tewas dimangsa mahluk tersebut?""Enggak sesederhana itu, Mbak. Anak buah Juragan Kardi juga warga desa kita, mereka memiliki istri dan anak yang harus dinaikkan. Jika ayah atau suami mereka tak pernah kembali, maka akhirnya yang menderita juga anak dan istrinya," imbuh Yudha.Suasana menjadi hening bebe

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Di Antara Para Wanita

    Yudha menuju perahu tua miliknya, beberapa bagian rusak dan mungkin jika digunakan berlayar tak akan bisa menahan ombak. Meski sudah menyiapkan kayu, cat anti air untuk bagian kiri kapal dan beberapa peralatan namun sepertinya benda itu tetap akan membawa masalah jika dipaksa untuk mengarungi lautan."Huft!" Yudha menghela nafas kasar, ia duduk bersandar di lambung perahu. Sinar matahari yang begitu terik ia abaikan, yang ada dalam pikirannya cuma satu yaitu bagaimana ia menyusul para nelayan desa pergi ke Pulau Kabut. "Sepertinya sia-sia saja," ia meletakkan palu ke pasir, tangannya sudah kapalan karena sedari tadi menggergaji dan memalu beberapa bagian yang perlu perbaikan."Mau apa dengan rongsokan itu, Yudha?" tanya Bakri, anak buah juragan Kardi."Ah, sepertinya dia ingin menggunakan perahu tua itu untuk mencari kepiting di perairan dangkal," sahut teman Bakri."Dia tumbuh dewasa tanpa pendampingan seorang ayah, mana mungkin dia paham cara berlayar dengan benar. Jika dulu dia per

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Pulau Misterius

    Melihat kejadian menyeramkan, Yudha langsung berlari sekuat tenaga menuju balai desa. Dia membunyikan bedug sebagai alarm namun baru setengah jam kemudian warga mulai berdatangan."Yudha, ada apa? Kami kira ada kebakaran atau musibah," tanya seorang pria tua Seno."Bocah ini gila, dia kira bedug itu mainan!""Heh, Yudha ... tolong jelaskan pada kami kenapa kamu membunyikan tanda bahaya? Kami ini kerja tau, bukan pengangguran seperti kamu!""Mungkin dia frustasi karena warungnya sepi!"'Begitu orang mencecar Yudha, namun pemuda itu tetap tenang menunggu gemuruh suara orang-orang yang berkerumun mereda."Mahluk yang kalian tonton kemarin membawa petaka bagi desa kita, terbukti seseorang tewas disantap oleh puluhan duyung," kata Yudha."Kalau kamu benar, coba sebut siapa yang tewas? Tak ada warga kita yang meninggal dunia,""Sudah aku bilang, dia itu depresi karena jualannya sepi. Ayo pergi, kembali bekerja seperti biasa." Orang-orang mulai membubarkan diri."Yang aku katakan itu benar,

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Pertanda Sesuatu

    Sesosok makhluk menyerupai ikan dengan badan separuh manusia tertangkap oleh jaring para nelayan, juragan Kardi sampai mendatangi tempat itu demi untuk mengetahui makhluk apa yang sedang mereka lihat."Ini monyet laut mungkin, dari bentuknya menyerupai monyet tapi memiliki kaki yang menyatu seperti ikan," Juragan Kardi mengambil sebatang ranting kecil lalu digunakan untuk menakut-nakuti makhluk tersebut."Kalian tidak boleh menyiksanya, biarkan makhluk itu lepas!" Yudha tidak menyukai ketika mereka memperlakukan makhluk tersebut sesuka hati."Ya kamu ini berisik sekali, Yudha. Makhluk ini tidak ada hubungannya denganmu!" herdik anak buah juragan Kardi."Aku bilang sebaiknya lepaskan saja, bisa jadi mengundang makhluk lain yang lebih besar dan berbahaya menyerang desa kita. Kita tidak mengetahui makhluk apa ini, jangan sampai ada bencana yang tiba-tiba terjadi!" ujar Yudha sekali lagi.Bruuuuk!Seorang pria berbadan besar mendorong Yudha hingga terjatuh. "Aku bilang sebaiknya jangan ik

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status