分享

3. Keluarga dan keuangan

作者: Zizizaq
last update publish date: 2022-08-24 13:37:31

“Arghh... Bagaimana ini? Aku pasti membuatnya marah. Sepertinya aku bakal dipecat. Oh, Tuhan! Sekaratlah dompetku," gumam Emili sambil memukul-mukul kepalanya pelan saat mengingat kejadian di kantor.

Sebenarnya ia tidak setegar kelihatannya saat berargumen dengan bosnya tadi. Begitu keluar dari ruangan Danil Fernando, lututnya gemetar ketakutan dan tubuhnya terasa tidak berdaya.

Ia masih meratapi nasibnya di saat pintu kamarnya dibuka.

“Eh, Ibu. Kenapa belum tidur?” Emili membenarkan posisinya dan mencoba mengabaikan pikiran yang sejak tadi mengganggunya.

“Ibu mau bicara, Em. Tapi jangan dianggap beban, ya.” Bu Tiara tahu, apa pun yang akan keluar dari mulutnya hanya akan menjadi beban untuk anak gadisnya itu. Namun, setidaknya ia memberi tahu Emili sejak awal.

“Kenapa memangnya, Bu? Bicara saja. Bicara itu bukan beban, Bu,” Emili agak bercanda.

“Ibu mau bicara serius, bukan sembarangan pembicaraan ini, Em,” kata Bu Tiara terlihat agak canggung dan ragu.

“Bicara saja, Bu, ada apa, sih?” ucap Emili dengan senyum hangat. Ia mempersiapkan diri untuk menjadi pendengar yang baik.

“Adikmu Mila sudah ditagih uang kelulusan, Em. Dia sebentar lagi SMA. Emil juga begitu, dia akan segera masuk SD dan kamu sebentar lagi juga skripsi. Kalian semua butuh biaya yang besar. Ditambah lagi biaya _check up_ Ibu yang entah kapan berakhirnya. Kita memang sudah banyak utang, jadi tambahin saja sekalian. Tentang Ayah, jangan bebani Ayah lagi. Ibu kasihan,” jelas Bu Tiara dengan nada sesantai mungkin.

“Emili tahu, Bu. Emili sedang mengusahakannya sekarang,” ucap Emili masih dengan senyum hangatnya.

“Gajimu ‘kan nggak akan cukup, Nak. Warung Ibu juga nggak mungkin membantu keuangan kita. Ibu berencana untuk berutang dulu, bolehkah?” kata Bu Tiara. Sepertinya tujuan utamanya tersampaikan.

“Kita pikirkan matang-matang dulu ya, Bu. Masih ada waktu kok. Kita masih bisa mengusahakan yang terbaik. Semoga ada rezeki yang lain,” Emili mencoba menghibur, meski dirinya sendiri tidak yakin.

“Iya, tapi ngumpulin uang dalam waktu singkat, mau dapat di mana, Nak? Ibu juga tidak enak kalau kamu harus ikut bekerja membantu keuangan kita.” Ibu Tiara menjadi tampak muram.

“Tidak apa-apa, Bu. Dan bukannya Emili nggak mau ngutang ya, Bu. Emili mending cari-cari dulu. Kita masih bisa usahain kok, Bu. Resikonya besar kalau ngutang terus apalagi kalau jumlahnya besar. Utang yang sekarang saja belum dikembalikan, kan?” Emili berharap ibunya mau menerima alasannya.

“Iya, Ibu tahu. Tapi kan, kita sudah membutuhkannya dalam waktu dekat, Em.” Bu Tiara masih ngotot.

“Tidak apa-apa, Bu. Yang penting masih ada waktu. Ngutang bukan solusi. Emili yakin kalau kita semua berusaha lebih keras, uang bisa terkumpul,” kata Emili tegas.

“Ya sudah kalau begitu. Sebenarnya Ibu sudah menimbang berkali-kali untuk tidak mengatakan ini, tapi Ibu takut mengambil keputusan ini sendirian. Bagaimana kalau Ibu ngutang lalu terjadi sesuatu pada Ibu atau Ayah? Otomatis utang ini akan menjadi bebanmu, Nak. Pasti kamu yang akan bertanggung jawab sebagai anak tertua di keluarga kita. Jadi tolong jangan terlalu dipikirkan, ya.” kata Bu Tiara mencoba lebih santai lagi, agar putrinya tidak merasa terlalu terbebani.

“Iya, Bu, Emili ngerti,” Emili menatap ibunya penuh sayang.

“Oh iya, Ibu baik-baik saja, ‘kan? Ibu seperti ini bukan karena merasa sakit, ‘kan? Atau jangan-jangan Ayah berulah lagi? Jangan menyembunyikan apa pun dari Emili.” Emili memindai wajah ibunya untuk memastikan.

“Tidak, Nak. Ayah dan Ibu baik-baik saja,” ucap Bu Tiara.

“Ya sudah, Ibu istirahat ya sekarang.”

“Kamu juga istirahat.”

“Emili masih ada tugas, Bu. Sedikit lagi selesai.” Emili hanya beralasan.

“Baiklah,” kata Bu Tiara beranjak dari duduknya lalu keluar dari kamar itu.

“Ibu tutup pintunya, ya?” tanyanya sebelum benar-benar meninggalkan kamar putri sulungnya. Dibalas anggukan yang diiringi senyuman oleh Emili.

在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
評論 (6)
goodnovel comment avatar
Ros Rosmah
walau bagaimanapun jangan perna mengabaikan ibumu
goodnovel comment avatar
Ira Bach
baru mulai baca tp cukup menarik perhatian.........
goodnovel comment avatar
Nuniee
Semuda itu sdh terbebani biaya hidup ,,pasti ayahnya gilaaa judi nihh... mentok2 palingan diterima nikah kontrak dgn Bos Danil
查看全部評論

最新章節

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Sembilan Puluh Enam

    Matahari telah berada di puncak peraduannya ketika sebuah mobil mewah yang membawa keluarga kecil melesat memasuki rumah bak istana. Iya, itu mereka Danil, Emili dan putri kecilnya Dania, ada juga Bu Eni yang telah resmi jadikan oleh Danil sebagai pengasuh tetap untuk putri kecilnya Dania.Akhirnya Emili kembali lagi ke rumah itu, rumah yang dulu pernah menjadi saksi perjalanan singkat tentang hubungannya, hubungan yang tercipta dari sebuah ide gila Danil untuk melakukan sebuah pernikahan kontrak yang memakan korban yaitu Emili, yang kemudian menumbuhkan rasa cinta di antara mereka, yang satu karena ambisi yang satu karena keterpaksaan yang di sebabkan faktor ekonomi.Kini keduanya bersatu kembali dengan hubungan yang sehat dan terkontrak tanpa syarat sepanjang hidup mereka.Emili mau ikut Danil setelah meyakinkan segala urusannya yang harus di selesaikan telah beres, Danil dapat melakukan itu dalam waktu singkat.Demi agar lebih cepat berkumpul dengan keluarga kecilnya ia bahkan rela

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Sembilan Puluh Lima

    Danil tiba di rumahnya, ia tau bertemu dan memohon pada Nenek Marita tidak akan memberi solusi, ia ke ruang kerjanya menghubungi Alex untuk mengumumkan tentang hubungannya dengan Emili dan kehadiran Dania sebagai putrinya di semua aplikasi Sosial media, tak lupa memintanya menghubungi stasiun tv juga supaya mertuanya yang agak gaptek soal sosial media tidak ketinggalan berita."Saya ingin membaca berita ini dalam waktu tidak lebih dari tiga puluh menit, jangan lupa kau juga harus memberinya judul sedramatis mungkin, Oke" Jelas Danil antusias."Iya Pak Danil, tapi tolong bisakah kamu membiarkan saya berbulan madu dengan santai?" Alex berbicara sebagai sahabat."Sory, tapi kali ini kau harus membantuku karena ini penting" Danil agak sedikit bersalah dengan sahabatnya."Oke Aku akan membantumu" ucap Alex."Thank's bro, selamat bersenang-senang" Danil mengakhiri peanggilannya lalu menyandarkan tubuhnya ke kursi sambil memejamkan mata, ia sepertinya tidak sabar menunggu sebuah berita viral

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Sembilan Puluh Empat

    "kesayangan Ayah sudah wangi" Danil berdiri menyambut putrinya."Apa katamu?" Nenek Marita kaget mendengar Danil."Ini putri Danil Nek, Saat Nenek mengusir Emili dia sedang mengandung anakku, Ah Nenekku sungguh keterlaluan! Mengusir cucu menantu yang sedang hamil tapi menampung wanita hamil lainnya" Ucap Danil membuat nyali Neneknya menciut dan tampak bersalah, sebenarnya ia sudah menunggu momen ini dari tadi."Apa benar dia putrimu?" Ekspresi Nenek Marita berubah sembilan puluh derajat, yang tadinya dingin menjadi hangat. Ia bertanya demi memastikan pendengarannya. Matanya terpaku pada Dania."Iya Nek, apa Nenek meragukannya? padahal dia begitu mirip denganmu Nek" Ucap Danil. Fakta itu juga yang membuatnya tidak bertanya saat pertama kali melihat putrinya, Dania begitu mirip Neneknya yang juga mirip dengan dirinya sendiri."Betul Kamu hamil saat pergi dari rumah?" Nenek beralih pada Emili, kebenciannya pada menantunya itu agaknya berangsur hilang."Iya Nek, tapi Emili juga tidak tahu

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Sembilan Puluh Tiga

    Danil benar-benar menginap di rumah keluarga Emili, ia tidak memberitahu hal itu pada siapapun, karena itu ponselnya berdering beberapa kali entah itu panggilan dari asistennya Alex, klien bahkan ada panggilan juga dari Neneknya.Ia terbangun dan mengucek matanya, ia sadar sedang berada di kamar orang lain, namun sedetik kemudian ia tersenyum karena menyadari ia sedang menginap di rumah orang tua istrinya. Ia pun meraih ponsel dan memeriksanya.[Apakah kamu bersama sahabat istriku? Aku bingun harus menyebutnya apa, Nenek Marita mencarimu dan ku beri tahu Kamu bersamanya, mungkin Nenek sedang ke sana sekarang, jadi siapkan alat untuk bertempur, dia terdengar tidak senang karena panggilannya di abaikan cucu kesayangannya, Oh iya aku rela mengorbankan masa cuti bulan maduku untuk menggantikanmu mengurus klien, jadi fokus saja bertempur dengan Nenek Marita] tulis Alex panjang lebar. Danil hanya membacanya dan tidak bermaksud membalas."Aku akan menyambutnya" Ucap Danil tersenyum menyering

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Sembilan Puluh Dua

    "Kenapa Emili lama sekali? Kemana pula perginya Nak Danil?" Ucap Bu Tiara merasa tidak senang, ia sudah bersusah payah masak untuk mereka tapi justru mereka yang tidak hadir di meja makan."Tidak apa Bu, biarkan saja" Pak Feri masih setia menghibur sang istri."Mungkin lagi melepas rindu, Bu" Celetuk Bu Eni asal, sebenarnya ia hanya bercanda karena dirinya sendiri tidak tau kemana kedua orang itu berada, Pak Feri yang memahami langsung tersedak."Ayah, hati-hati dong makannya" Kata Mila yang dari tadi menyuapi Dania yang tampak asyik dengan mainannya."Iya, ayah akan hati-hati" Ucap Pak Feri gelagapan."Itu sama sekali tidak boleh dibiarkan, mereka baru saja bertemu setelah berpisah selama tiga tahun" Seru Bu Tiara menanggapi candaan Bu Eni ia segera bangkit dari duduknya, ia hendak melabrak Emili."Ibu mau apa?" Pekik Pak Feri, ia juga berdiri untuk mencegah sang istri.Bersamaan dengan itu Danil keluar dari kamar Emili dengan penampilan yang lebih cerah dari sebelumnya, ia tampak sep

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Sembilan Puluh Satu

    Setelah selesai merapikan mainan Dania, seluruh orang berkumpul di ruang keluarga, karena memang tidak ada lagi ruangan yang lebih luas dari tempat itu, kecuali Bu Eni dan Bu Tiara yang sedang sibuk di dapur, demi menyambut menantunya yang tiba-tiba datang dan tampaknya tidak berniat untuk pergi, dan juga Emili yang sedang membersihkan tubuhnya di kamar mandi."Apa rencana kalian kedepannya?" Pak Feri memulai obrolan, ia bertanya pada Danil sebagai kepala keluarga dari pernikahan kontrak putrinya."Saya ingin tetap melanjutkan pernikahan Kami Yah, tidak ada lagi kontrak atau apapun itu, tolong restua hubungan kami" Danil berbicara sungguh-sungguh, ia menatap kedua mata mertuanya."Bagaimana dengan keluargamu, mereka tidak menerima Emili lagi, Nyonya Marita bahkan mengusirnya dari rumahmu" "Nenek melakukan itu karena terpengaruh omongan setan, informasi yang dia dapatkan tidak sesuai dengan kenyataan" Danil membahas soal Alea. Tampak kebencian dari raut wajahnya."Apa yang membuatmu m

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Tujuh Puluh Tiga

    Hari demi hari berlalu begitu saja, Kehamilan Emili sudah berusia tiga bulan, ia sudah melalui masa-masa yang paling tidak nyaman semasa kehamilan, mulai dari nafsu makan menurun, badan yang selalu lemas, perasaan yang selalu berubah-ubah sangat cepat, penciuman yang sangat sensitif, dan banyak lagi

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Enam Puluh

    Tiba di ruang kerja, tampaknya semua orang membahas tentang berita yang sedang viral tak terkecuali Dian yang memergoki dirinya memasuki ruangan. "Mau kemana buru-buru sekali?" tanya Dian yang menyadari gerak gerik Emili."aku mau balik duluan Di, sedang terjadi sesuatu dirumah""Oh gitu, Eh, mana pak

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Lima Puluh Sembilan

    Keesokan harinya Emili tampak bersiap-siap untuk masuk kerja, tadinya ia ingin benar-benar menunggu kedatangan Danil seperti seorang permaisuri yang menantikan kehadiran rajanya, tapi ia tidak terbiasa seperti itu, semakin ia berdiam saja di rumah, semakin hatinya gundah gulana memikirkan arah hubun

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Lima puluh

    Dikamar.Emili bolak balik di depan pintu kamar sambil memikirkan cara menghadapi Danil, ia berdoa dalam hati semoga Danil menghindari kamarnya. Benar saja ia menunggu sejam lalu dua jam dan seterusnya hingga malam datang Danil tidak juga muncul. Memang itu yang ia harapkan tapi hatinya berkata lain.

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status