共有

5.Menunggu balasan pesan

作者: Zizizaq
last update 公開日: 2022-08-24 13:43:11

Begitu Bu Tiara meninggalkan kamarnya, Emili memutar otak. Bagaimana caranya agar segera mendapatkan uang itu? Ia tidak ingin adik-adiknya putus sekolah karena biaya, ataupun dirinya sendiri. Ia bertekad memperbaiki kondisi keuangan keluarganya melalui pendidikan.

Kepalanya sedikit berdenyut mengingat perkataan ibunya barusan tentang berutang. Ibunya selalu berpikir secara instan dengan harapan nanti pasti bisa diganti. Ia berpikir sambil memijat-mijat kepalanya yang terasa pening.

Tiba-tiba terbesit di ingatannya tentang bosnya, Pak Danil Fernando, dan tawaran Alex yang ia tolak beberapa waktu lalu. Ia merasa telah menemukan ide untuk mendapatkan uang yang banyak. Namun, ia segera mengurungkan niatnya sambil mengetuk-ngetuk kepalanya.

“Apa yang aku pikirkan?” ucapnya sedikit frustrasi.

Tapi semakin ia berpikir, semakin ia merasa kalau itu satu-satunya jalan untuk mendapatkan uang lebih cepat. Ia pun kembali memantapkan niatnya. Tanpa pikir panjang lagi, ia langsung menyambar ponselnya dan mengutak-atik keyboard demi merangkai huruf demi huruf. Setelah berkali-kali merangkai huruf menjadi kata, akhirnya ada juga kalimat yang berhasil terketik di layar ponselnya.

Ia mengetik, "Bisakah kita bertemu besok, Pak Alex?" Kalimat pendek itu terkirim ke kontak Alex. Setelah pesan yang ditulisnya itu terkirim, barulah ia merasa sedikit lega, walaupun itu membuat harga dirinya runtuh secara bersamaan. Ia berharap jalan keluar yang ia tempuh ini bisa sesuai dengan harga yang telah ia bayar.

Ia pun bisa memicingkan matanya setelah mengirim pesan itu. Meskipun hanya sebuah pesan yang sangat singkat, tapi cukup menguras waktu dan tenaganya. Mungkin waktu yang habis bisa digunakan seorang novelis untuk menciptakan ribuan kata dalam satu bab novel.

Keesokan harinya, ia bangun lebih awal dan langsung buru-buru melihat ponsel. Seandainya Alex belum membaca pesannya, ia berniat untuk menghapus pesan itu. Namun, jika pesan itu sudah telanjur dibaca oleh Alex, maka ia juga tidak menyesalinya. Itu artinya ia harus bersiap menghadapi konsekuensinya nanti. Dan ternyata ada dua centang biru di layar ponselnya. Jempolnya tanpa sadar mengetuk-ngetuk layar HP. Tiap satu menit, layar ia nyalakan. Gelap. Nyalakan lagi. sambil menunggu balasan dari Alex, walaupun mustahil mendapat ketenangan di keadaannya sekarang.

Sudah lumayan lama ia menunggu balasan itu, tapi tidak ada notifikasi apa pun dari kontak Alex. Ia bahkan melakukan persiapan dengan matang untuk menyambut isi pesan itu, mulai dari mengisi daya ponselnya, memastikan sinyal ponselnya kuat, tidak ketinggalan memaksimalkan volume deringnya juga.

Saat di kantor pun ia tidak terlihat fokus saat melakukan tugasnya. Air di kain pel yang ia pakai membasuh lantai masih sangat becek, atau sebagian sampah tidak tersapu dengan benar, karena tangan dan matanya terus memeriksa ponselnya.

Saat masuk kuliah pun sama, ia masih terus memperhatikan ponselnya, sampai-sampai mendapat teguran secara tidak langsung dari dosen pengajar.

“Tolong ponselnya disingkirkan dulu,” tegur dosen. Meski tidak melihat ke arah Emili, tapi itu jelas menegur Emili.

“Iya, Pak,” ucap Emili dengan lirih sembari meletakkan ponselnya. Meski begitu, matanya tetap mengawasi benda pipih itu.

Seusai kuliah, Emili memeriksa ponselnya sekali lagi tapi tak kunjung ada balasan dari Alex. Akhirnya ia menyerah dan tidak lagi berharap. Ia merasa agak kecewa, tapi ia juga tidak memaksa. Bisa saja Alex mengabaikan pesannya karena ia sudah menyatakan penolakan secara terang-terangan. Lagipula, lelah juga saat dunianya teralihkan kepada benda kotak nan pipih yang bernama ponsel itu.

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
コメント (3)
goodnovel comment avatar
Ros Rosmah
kasiannya sabarlah kau
goodnovel comment avatar
Nuniee
partnya dikit dikit sekali yaaa.... kann akhirnya wasap Alex,,,tpi dicuekin atau emang sengaja ...
goodnovel comment avatar
Rita Septiyanti
namanya juga anak2. pikir emily bahwa semua keinginannya bisa dikabulkan jika dia ingin. itu namanya pola pikir anak kuliahan yg masih labil
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Sembilan Puluh Enam

    Matahari telah berada di puncak peraduannya ketika sebuah mobil mewah yang membawa keluarga kecil melesat memasuki rumah bak istana. Iya, itu mereka Danil, Emili dan putri kecilnya Dania, ada juga Bu Eni yang telah resmi jadikan oleh Danil sebagai pengasuh tetap untuk putri kecilnya Dania.Akhirnya Emili kembali lagi ke rumah itu, rumah yang dulu pernah menjadi saksi perjalanan singkat tentang hubungannya, hubungan yang tercipta dari sebuah ide gila Danil untuk melakukan sebuah pernikahan kontrak yang memakan korban yaitu Emili, yang kemudian menumbuhkan rasa cinta di antara mereka, yang satu karena ambisi yang satu karena keterpaksaan yang di sebabkan faktor ekonomi.Kini keduanya bersatu kembali dengan hubungan yang sehat dan terkontrak tanpa syarat sepanjang hidup mereka.Emili mau ikut Danil setelah meyakinkan segala urusannya yang harus di selesaikan telah beres, Danil dapat melakukan itu dalam waktu singkat.Demi agar lebih cepat berkumpul dengan keluarga kecilnya ia bahkan rela

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Sembilan Puluh Lima

    Danil tiba di rumahnya, ia tau bertemu dan memohon pada Nenek Marita tidak akan memberi solusi, ia ke ruang kerjanya menghubungi Alex untuk mengumumkan tentang hubungannya dengan Emili dan kehadiran Dania sebagai putrinya di semua aplikasi Sosial media, tak lupa memintanya menghubungi stasiun tv juga supaya mertuanya yang agak gaptek soal sosial media tidak ketinggalan berita."Saya ingin membaca berita ini dalam waktu tidak lebih dari tiga puluh menit, jangan lupa kau juga harus memberinya judul sedramatis mungkin, Oke" Jelas Danil antusias."Iya Pak Danil, tapi tolong bisakah kamu membiarkan saya berbulan madu dengan santai?" Alex berbicara sebagai sahabat."Sory, tapi kali ini kau harus membantuku karena ini penting" Danil agak sedikit bersalah dengan sahabatnya."Oke Aku akan membantumu" ucap Alex."Thank's bro, selamat bersenang-senang" Danil mengakhiri peanggilannya lalu menyandarkan tubuhnya ke kursi sambil memejamkan mata, ia sepertinya tidak sabar menunggu sebuah berita viral

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Sembilan Puluh Empat

    "kesayangan Ayah sudah wangi" Danil berdiri menyambut putrinya."Apa katamu?" Nenek Marita kaget mendengar Danil."Ini putri Danil Nek, Saat Nenek mengusir Emili dia sedang mengandung anakku, Ah Nenekku sungguh keterlaluan! Mengusir cucu menantu yang sedang hamil tapi menampung wanita hamil lainnya" Ucap Danil membuat nyali Neneknya menciut dan tampak bersalah, sebenarnya ia sudah menunggu momen ini dari tadi."Apa benar dia putrimu?" Ekspresi Nenek Marita berubah sembilan puluh derajat, yang tadinya dingin menjadi hangat. Ia bertanya demi memastikan pendengarannya. Matanya terpaku pada Dania."Iya Nek, apa Nenek meragukannya? padahal dia begitu mirip denganmu Nek" Ucap Danil. Fakta itu juga yang membuatnya tidak bertanya saat pertama kali melihat putrinya, Dania begitu mirip Neneknya yang juga mirip dengan dirinya sendiri."Betul Kamu hamil saat pergi dari rumah?" Nenek beralih pada Emili, kebenciannya pada menantunya itu agaknya berangsur hilang."Iya Nek, tapi Emili juga tidak tahu

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Sembilan Puluh Tiga

    Danil benar-benar menginap di rumah keluarga Emili, ia tidak memberitahu hal itu pada siapapun, karena itu ponselnya berdering beberapa kali entah itu panggilan dari asistennya Alex, klien bahkan ada panggilan juga dari Neneknya.Ia terbangun dan mengucek matanya, ia sadar sedang berada di kamar orang lain, namun sedetik kemudian ia tersenyum karena menyadari ia sedang menginap di rumah orang tua istrinya. Ia pun meraih ponsel dan memeriksanya.[Apakah kamu bersama sahabat istriku? Aku bingun harus menyebutnya apa, Nenek Marita mencarimu dan ku beri tahu Kamu bersamanya, mungkin Nenek sedang ke sana sekarang, jadi siapkan alat untuk bertempur, dia terdengar tidak senang karena panggilannya di abaikan cucu kesayangannya, Oh iya aku rela mengorbankan masa cuti bulan maduku untuk menggantikanmu mengurus klien, jadi fokus saja bertempur dengan Nenek Marita] tulis Alex panjang lebar. Danil hanya membacanya dan tidak bermaksud membalas."Aku akan menyambutnya" Ucap Danil tersenyum menyering

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Sembilan Puluh Dua

    "Kenapa Emili lama sekali? Kemana pula perginya Nak Danil?" Ucap Bu Tiara merasa tidak senang, ia sudah bersusah payah masak untuk mereka tapi justru mereka yang tidak hadir di meja makan."Tidak apa Bu, biarkan saja" Pak Feri masih setia menghibur sang istri."Mungkin lagi melepas rindu, Bu" Celetuk Bu Eni asal, sebenarnya ia hanya bercanda karena dirinya sendiri tidak tau kemana kedua orang itu berada, Pak Feri yang memahami langsung tersedak."Ayah, hati-hati dong makannya" Kata Mila yang dari tadi menyuapi Dania yang tampak asyik dengan mainannya."Iya, ayah akan hati-hati" Ucap Pak Feri gelagapan."Itu sama sekali tidak boleh dibiarkan, mereka baru saja bertemu setelah berpisah selama tiga tahun" Seru Bu Tiara menanggapi candaan Bu Eni ia segera bangkit dari duduknya, ia hendak melabrak Emili."Ibu mau apa?" Pekik Pak Feri, ia juga berdiri untuk mencegah sang istri.Bersamaan dengan itu Danil keluar dari kamar Emili dengan penampilan yang lebih cerah dari sebelumnya, ia tampak sep

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Sembilan Puluh Satu

    Setelah selesai merapikan mainan Dania, seluruh orang berkumpul di ruang keluarga, karena memang tidak ada lagi ruangan yang lebih luas dari tempat itu, kecuali Bu Eni dan Bu Tiara yang sedang sibuk di dapur, demi menyambut menantunya yang tiba-tiba datang dan tampaknya tidak berniat untuk pergi, dan juga Emili yang sedang membersihkan tubuhnya di kamar mandi."Apa rencana kalian kedepannya?" Pak Feri memulai obrolan, ia bertanya pada Danil sebagai kepala keluarga dari pernikahan kontrak putrinya."Saya ingin tetap melanjutkan pernikahan Kami Yah, tidak ada lagi kontrak atau apapun itu, tolong restua hubungan kami" Danil berbicara sungguh-sungguh, ia menatap kedua mata mertuanya."Bagaimana dengan keluargamu, mereka tidak menerima Emili lagi, Nyonya Marita bahkan mengusirnya dari rumahmu" "Nenek melakukan itu karena terpengaruh omongan setan, informasi yang dia dapatkan tidak sesuai dengan kenyataan" Danil membahas soal Alea. Tampak kebencian dari raut wajahnya."Apa yang membuatmu m

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Lima puluh

    Dikamar.Emili bolak balik di depan pintu kamar sambil memikirkan cara menghadapi Danil, ia berdoa dalam hati semoga Danil menghindari kamarnya. Benar saja ia menunggu sejam lalu dua jam dan seterusnya hingga malam datang Danil tidak juga muncul. Memang itu yang ia harapkan tapi hatinya berkata lain.

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Empatpuluh Delapan

    Beberapa hari telah berlalu...Emili melalui harinya tanpa Danil, walaupun rindu sedikit menyusup ia tidak mau peduli dan menarik diri untuk fokus mempersiapkan wisuda Sarjananya. tapi kadang-kadang ia mengirim pesan pada Danil saat benar-benar merasa bosan, walaupun hanya menanyakan kabar atau seda

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   empat puluh dua

    Beberapa jam kemudian..."Lo kenapa? lagi berantem ya?" Cecar Maya mengekor sahabatnya memasuki rumah Evan, ternyata Emili sudah memberitahu Evan sedikit tentang masalahnya dan untuk sementara minggat ke rumah Evan, karena hanya Evan yang paling tahu keadaannya,setelah Evan tau Emili mau minggat ia m

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   tigapuluh delapan

    Emili terbangun, padahal tadinya hanya bermaksud untuk bermalas-malasan tapi malah berakhir tertidur, ia mengecek ponsel ada puluhan panggilan tak terjawab dari beberapa menit yang lalu, dan pesan masuk secara beruntun."Ayah ibumu di kampus" Hana, matanya melotot membaca pesan Hana."Cepat kesini sep

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status