Beranda / Rumah Tangga / No Marriage is Perfect / "Dia tidak seburuk itu."—Anya Valerie.

Share

"Dia tidak seburuk itu."—Anya Valerie.

Penulis: NonaAquarius
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-10 09:08:56

Anya hanya menyaksikan hal yang terjadi di depannya karena wanita itu tidak berdaya. Menyoal Felix, Anya tidak akan pernah bisa menentang pria itu. Lohan masih mengepalkan tangan sedari tadi. Ia sangat sadar telah memukul seseorang yang sangat berpengaruh, bahkan pria itu beresiko dipecat dari pekerjaannya jika saja Felix mengadu nantinya.

"Anda masih menggilnya istri saat anda bahkan tidak menghargainya? Suami macam apa anda? Jangan salahkan jika ada seseorang yang ingin melindungi istri anda karena sikap anda saja tidak seperti seorang suami!" sindir Lohan.

Felix terkekeh mendengar Lohan yang berbicara kepadanya dengan sangat berani. Pria itu beralih menatap Anya dengan tatapan yang sulit diartikan wanita itu. Hanya saja, Felix sangat kesal dan kecewa kepada Anya.

"Akan aku pastikan pria ini kehilangan pekerjaannya!" tegas Felix kepada Anya.

Anya langsung menggeleng dan berusaha memohon tapi Felix pergi begitu saja tanpa memedulikan Anya. Rowan yang baru sampai tidak mengerti de
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • No Marriage is Perfect   Sahabat

    Mereka kini berada di pantai. Anya duduk di tembok besar yang menjadi penghalang antara pantai dan jalan raya. Lohan sedari tadi menatap Anya yang fokus menatap matahari yang sebentar lagian akan terbenam. "Kak Lohan ingin cerita apa?" tanya Anya penasaran sedari tadi. "Aku selalu bertanya-tanya kapan bisa bertemu denganmu dan berbicara dengan santai dan ternyata tanyaku itu di balas Tuhan dengan kajadian sekarang ini. Betapa senangnya aku bisa bertemu lagi denganmu seperti ini, Anya tanpa rasa canggung karena batasan pekerjaan," ucap Lohan dengan nada lirih. Anya terdiam sejenak. Jujur saja, hari ini Anya cukup senang karena merasa bebas meski hanya sebentar. Perasaan yang menumpuk dan ditanggung Anya sendiri perlahan membuat wanita itu bisa menerima. "Aku beruntung karena memiliki sahabat seperti Kakak." Anya menghela napas. "Anya, jika dia tidak memperlakukanmu dengan baik dan selalu menyakitimu, katakan saja padaku. Aku akan membuatnya membuka mata telah menyakiti siapa. Seor

  • No Marriage is Perfect   "Dia tidak seburuk itu."—Anya Valerie.

    Anya hanya menyaksikan hal yang terjadi di depannya karena wanita itu tidak berdaya. Menyoal Felix, Anya tidak akan pernah bisa menentang pria itu. Lohan masih mengepalkan tangan sedari tadi. Ia sangat sadar telah memukul seseorang yang sangat berpengaruh, bahkan pria itu beresiko dipecat dari pekerjaannya jika saja Felix mengadu nantinya. "Anda masih menggilnya istri saat anda bahkan tidak menghargainya? Suami macam apa anda? Jangan salahkan jika ada seseorang yang ingin melindungi istri anda karena sikap anda saja tidak seperti seorang suami!" sindir Lohan. Felix terkekeh mendengar Lohan yang berbicara kepadanya dengan sangat berani. Pria itu beralih menatap Anya dengan tatapan yang sulit diartikan wanita itu. Hanya saja, Felix sangat kesal dan kecewa kepada Anya. "Akan aku pastikan pria ini kehilangan pekerjaannya!" tegas Felix kepada Anya. Anya langsung menggeleng dan berusaha memohon tapi Felix pergi begitu saja tanpa memedulikan Anya. Rowan yang baru sampai tidak mengerti de

  • No Marriage is Perfect   Kesalahpahaman

    Anya dan Lohan tengah menatap patung kecil yang berbentuk guci yang hancur. Apapun yang terpajang di pameran seni tersebut memiliki makna. "Kupikir kali ini kamu tertarik untuk membelinya," ucap Lohan saat melihat Anya menatap patung kecil itu. Anya menghela napas. Sepertinya bagus diletakkan di atas nakas," jawab Anya tersenyum. Lohan mengangguk. Tawa pria itu memudar saat menyadari betapa cantiknya Anya hari ini. Bagaimana bisa wajah itu terlihat sangat sempurna. Hingga Lohan hampir lupa memberitahu Anya tentang permintaan ayah wanita itu. "Anya, Tuan Dalbert memintamu untuk menjadi model bulan ini untuk produk terbaru yang akan launching," ucap Lohan langsung ke inti. Anya cukup terkejut dengan permintaan itu. Tentu saja ini kali pertama Ayahnya memintanya menjadi model. "Model? Aku? Tidak! Banyak wanita yang lebih menarik," jawab Anya langsung menolak. "Kamu tidak sendiri. Tuan juga memberi undangan untuk suam

  • No Marriage is Perfect   Menyusul Anya

    Felix yang tengah menandatangani beberapa berkas di atas mejanya mulai berhenti. Pria itu menghela napas karena sedari tadi Anya mengganggu pikirannya. "Apa aku pergi menjemputnya saja? Dia bahkan tidak menelponku. Apakah ajakan semalam batal?" gumam Felix kesal sendiri. "Sial! Kenapa belakangan ini dia tidak mengejarku?" tanya Felix berpikir. Belakangan ini Anya tidak mengejar Felix seperti biasanya. Bahkan wanita itu abai tadi pagi, apa karena ada Casey? Felix berdiri dari duduknya dan berusaha berpikir keras. Antara logika dan hatinya beradu. Felix ingin segara menemui Anya akan tetapi logika pria itu menolak. Pada akhirnya pria itu pergi meninggalkan berkas yang menumpuk demi memastikan apakah Anya masih ingin pergi bersamanya je pameran seni yang dikatakan wanita itu tadi malam. Di perjalanan, Felix singgah saat melihat toko bungan yang cukup ramai. Pria itu melihat-lihat beberapa bunga yang terpajang di sana. "Apa anda ingin?" tanya penjual dengan senyum ramah. Felix han

  • No Marriage is Perfect   Pameran Seni

    Anya telah lengkap dengan gaun berlengan panjang selutut dengan warna baby pink dengan kancing depan. Rambut bergelombangnya ia biarkan terurai dengan make up tipis yang menghiasi wajahnya. Ia ingat terkahir kali Felix mengatakan agar Anya memakai riasan tipis karena ia lebih cantik daripada harus memakai riasan tebal. Wanita itu mengirim pesan kepada Lohan agar segera menjemputnya. Tentu saja Anya berniat untuk menenangkan diri atas apa yang terjadi semalam dan juga tadi pagi. Hatinya masih terasa sakit tiap kali mengingat wanita yang bernama Casey itu, apalagi perlakuan Felix kepada Casey sangat berbeda kepadanya. Terlihat jelas bahwa Felix menyayangi Casey. Anya menghela napas. Padahal seharusnya ia pergi bersama Felix akan tetapi pasti pria itu sibuk dengan selingkuhannya. Tak lama, akhirnya Lohan menelpon. Tentu saja wanita itu turun tergesa-gesa. Poppy yang melihat Anya berjalan cepat langsung angkat bicara. "Apa Nyonya akan keluar?" tanya Poppy penasaran karena Anya jarang k

  • No Marriage is Perfect   Undangan

    Lohan cukup terkejut dengan pesan yang dikirim Anya. Sudah lama mereka tidak bertemu secara langsung, jika membahas bisnis hanya di telpon. 'Ada apa, Nona Anya?' tulis Lohan bertanya. Jika mengenai pekerjaan, Lohan akan sangat sopan kepada Anya. Dia tidak akan berani berbicara non formal jika bukan wanita itu yang memintanya karena bagaimana pun, Anya adalah putri tertua dari bos perusahaan tempat dia bekerja. 'Temani aku ke suatu tempat,' tulis Anya. 'Ke mana?' tulis Lohan bertanya. 'Ke pameran seni. Sepertinya aku harus menenangkan diri di sana,' tulis Anya membalas. 'Saya senggang hari ini, tidak ada pertemuan penting juga. Anda ingin pergi jam berapa?' tanya Lohan. '20 menit ke depan kalau bisa,' jawab Anya. 'Baiklah saya akan menjemput anda nanti,' balas Lohan. Lohan tersenyum karena merasa senang dengan ajakan Anya. Ia tidak tahu apa yang terjadi, tapi perasaannya terhadap Anya masih sama sampai sekarang. Sebelum Anya menikah, mereka cukup dekat bahkan sering jalan bers

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status