Share

Kesalahpahaman

Author: NonaAquarius
last update Last Updated: 2026-01-09 17:00:09

Anya dan Lohan tengah menatap patung kecil yang berbentuk guci yang hancur. Apapun yang terpajang di pameran seni tersebut memiliki makna.

"Kupikir kali ini kamu tertarik untuk membelinya," ucap Lohan saat melihat Anya menatap patung kecil itu.

Anya menghela napas. Sepertinya bagus diletakkan di atas nakas," jawab Anya tersenyum.

Lohan mengangguk. Tawa pria itu memudar saat menyadari betapa cantiknya Anya hari ini. Bagaimana bisa wajah itu terlihat sangat sempurna. Hingga Lohan hampir lupa memberitahu Anya tentang permintaan ayah wanita itu.

"Anya, Tuan Dalbert memintamu untuk menjadi model bulan ini untuk produk terbaru yang akan launching," ucap Lohan langsung ke inti.

Anya cukup terkejut dengan permintaan itu. Tentu saja ini kali pertama Ayahnya memintanya menjadi model.

"Model? Aku? Tidak! Banyak wanita yang lebih menarik," jawab Anya langsung menolak.

"Kamu tidak sendiri. Tuan juga memberi undangan untuk suam
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • No Marriage is Perfect   "Dia tidak seburuk itu."—Anya Valerie.

    Anya hanya menyaksikan hal yang terjadi di depannya karena wanita itu tidak berdaya. Menyoal Felix, Anya tidak akan pernah bisa menentang pria itu. Lohan masih mengepalkan tangan sedari tadi. Ia sangat sadar telah memukul seseorang yang sangat berpengaruh, bahkan pria itu beresiko dipecat dari pekerjaannya jika saja Felix mengadu nantinya. "Anda masih menggilnya istri saat anda bahkan tidak menghargainya? Suami macam apa anda? Jangan salahkan jika ada seseorang yang ingin melindungi istri anda karena sikap anda saja tidak seperti seorang suami!" sindir Lohan. Felix terkekeh mendengar Lohan yang berbicara kepadanya dengan sangat berani. Pria itu beralih menatap Anya dengan tatapan yang sulit diartikan wanita itu. Hanya saja, Felix sangat kesal dan kecewa kepada Anya. "Akan aku pastikan pria ini kehilangan pekerjaannya!" tegas Felix kepada Anya. Anya langsung menggeleng dan berusaha memohon tapi Felix pergi begitu saja tanpa memedulikan Anya. Rowan yang baru sampai tidak mengerti de

  • No Marriage is Perfect   Kesalahpahaman

    Anya dan Lohan tengah menatap patung kecil yang berbentuk guci yang hancur. Apapun yang terpajang di pameran seni tersebut memiliki makna. "Kupikir kali ini kamu tertarik untuk membelinya," ucap Lohan saat melihat Anya menatap patung kecil itu. Anya menghela napas. Sepertinya bagus diletakkan di atas nakas," jawab Anya tersenyum. Lohan mengangguk. Tawa pria itu memudar saat menyadari betapa cantiknya Anya hari ini. Bagaimana bisa wajah itu terlihat sangat sempurna. Hingga Lohan hampir lupa memberitahu Anya tentang permintaan ayah wanita itu. "Anya, Tuan Dalbert memintamu untuk menjadi model bulan ini untuk produk terbaru yang akan launching," ucap Lohan langsung ke inti. Anya cukup terkejut dengan permintaan itu. Tentu saja ini kali pertama Ayahnya memintanya menjadi model. "Model? Aku? Tidak! Banyak wanita yang lebih menarik," jawab Anya langsung menolak. "Kamu tidak sendiri. Tuan juga memberi undangan untuk suam

  • No Marriage is Perfect   Menyusul Anya

    Felix yang tengah menandatangani beberapa berkas di atas mejanya mulai berhenti. Pria itu menghela napas karena sedari tadi Anya mengganggu pikirannya. "Apa aku pergi menjemputnya saja? Dia bahkan tidak menelponku. Apakah ajakan semalam batal?" gumam Felix kesal sendiri. "Sial! Kenapa belakangan ini dia tidak mengejarku?" tanya Felix berpikir. Belakangan ini Anya tidak mengejar Felix seperti biasanya. Bahkan wanita itu abai tadi pagi, apa karena ada Casey? Felix berdiri dari duduknya dan berusaha berpikir keras. Antara logika dan hatinya beradu. Felix ingin segara menemui Anya akan tetapi logika pria itu menolak. Pada akhirnya pria itu pergi meninggalkan berkas yang menumpuk demi memastikan apakah Anya masih ingin pergi bersamanya je pameran seni yang dikatakan wanita itu tadi malam. Di perjalanan, Felix singgah saat melihat toko bungan yang cukup ramai. Pria itu melihat-lihat beberapa bunga yang terpajang di sana. "Apa anda ingin?" tanya penjual dengan senyum ramah. Felix han

  • No Marriage is Perfect   Pameran Seni

    Anya telah lengkap dengan gaun berlengan panjang selutut dengan warna baby pink dengan kancing depan. Rambut bergelombangnya ia biarkan terurai dengan make up tipis yang menghiasi wajahnya. Ia ingat terkahir kali Felix mengatakan agar Anya memakai riasan tipis karena ia lebih cantik daripada harus memakai riasan tebal. Wanita itu mengirim pesan kepada Lohan agar segera menjemputnya. Tentu saja Anya berniat untuk menenangkan diri atas apa yang terjadi semalam dan juga tadi pagi. Hatinya masih terasa sakit tiap kali mengingat wanita yang bernama Casey itu, apalagi perlakuan Felix kepada Casey sangat berbeda kepadanya. Terlihat jelas bahwa Felix menyayangi Casey. Anya menghela napas. Padahal seharusnya ia pergi bersama Felix akan tetapi pasti pria itu sibuk dengan selingkuhannya. Tak lama, akhirnya Lohan menelpon. Tentu saja wanita itu turun tergesa-gesa. Poppy yang melihat Anya berjalan cepat langsung angkat bicara. "Apa Nyonya akan keluar?" tanya Poppy penasaran karena Anya jarang k

  • No Marriage is Perfect   Undangan

    Lohan cukup terkejut dengan pesan yang dikirim Anya. Sudah lama mereka tidak bertemu secara langsung, jika membahas bisnis hanya di telpon. 'Ada apa, Nona Anya?' tulis Lohan bertanya. Jika mengenai pekerjaan, Lohan akan sangat sopan kepada Anya. Dia tidak akan berani berbicara non formal jika bukan wanita itu yang memintanya karena bagaimana pun, Anya adalah putri tertua dari bos perusahaan tempat dia bekerja. 'Temani aku ke suatu tempat,' tulis Anya. 'Ke mana?' tulis Lohan bertanya. 'Ke pameran seni. Sepertinya aku harus menenangkan diri di sana,' tulis Anya membalas. 'Saya senggang hari ini, tidak ada pertemuan penting juga. Anda ingin pergi jam berapa?' tanya Lohan. '20 menit ke depan kalau bisa,' jawab Anya. 'Baiklah saya akan menjemput anda nanti,' balas Lohan. Lohan tersenyum karena merasa senang dengan ajakan Anya. Ia tidak tahu apa yang terjadi, tapi perasaannya terhadap Anya masih sama sampai sekarang. Sebelum Anya menikah, mereka cukup dekat bahkan sering jalan bers

  • No Marriage is Perfect   Rasa Kesal

    Anya hanya melihat kepergian Felix yang mulai hilang dari pandangannya. Wanita itu menatap berbagai makanan yang sudah ia masak di atas meja makan, entah kenapa hari ini ia lebih sensitif padahal ini bukan pertama kalinya Felix mengabaikannya. Apa karena Anya malu karena Felix bersikap seperti itu di depan orang lain terlebih orang tersebut adalah selingkuhannya. Tentu Anya sedih. Padahal semalam hubungan mereka berdua sedikit lebih baik. Bahkan mereka berencana jalan-jalan, apakah pada akhirnya semua akan kembali seperti biasa? Diam dan sunyi. Poppy yang menyaksikan semua itu hanya diam di pojok. Tentu saja ini pertama kalinya Felix secara terang-terangan melakukan hal seperti ini. Para pelayan tahu bahwa Felix memiliki banyak kekasih akan tetapi mereka abai karena ia tahu kalau citra Felix adalah suami yang sangat mencintai istrinya. Para pelayan pikir, para kekasih tersebut hanya mainan saja tapi melihat sekarang, entah kenapa di mata Poppy, Felix lebih memilih Casey daripada Any

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status