首頁 / Mafia / Nona Incaran Ketua Mafia / Bab 133 Keterkejutan Rico.

分享

Bab 133 Keterkejutan Rico.

作者: SanASya
last update publish date: 2026-05-08 22:14:15

Bella menjelaskan, “Ayah pasti tahu kalau aku memiliki beberapa mata-mata untuk mengawasi beberapa tempat. Salah satu mata-mata yang mengawasi di pelabuhan melaporkan ada beberapa kontainer mencurigakan yang datang bersama kontainer yang dikirim untuk pemerintahan.”

Bella kemudian menceritakan pengejaran truk yang membawa kontainer itu sampai ia mengaitkannya dengan pekerjaan pejabat di bidang ekonomi.

“Bukankah Tuan Barna memiliki hak akses penuh atas transaksi di sana? Aku juga baru tahu kala
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 180 Membawa banyak hadiah.

    Begitu Bella melangkah keluar ruangan, sosok tegap dan tinggi pria itu tampak sedang berdiri membelakanginya. Ada suatu perasaan berkecamuk yang tidak bisa Bella jelaskan saat melihatnya kembali setelah sekian lama, dua minggu ternyata terasa cukup lama bagi Bella. Banyak sekali pertanyaan yang ingin ia tanyakan kepada pria itu. Saking banyaknya, Bella sampai bingung harus memulai dari mana ketika pria itu perlahan berbalik dan menatap tepat di manik matanya dalam-dalam.Sedetik kemudian Bella tersentak sadar. Ia menunduk sejenak untuk menata hatinya, lalu kembali mengangkat wajah dengan ekspresi yang sudah normal dan tenang. Di saat yang sama, ia mendengar suara langkah kaki beberapa orang yang mendekat dari arah belakang. Itu pasti Chiara dan teman-temannya yang penasaran dengan sosok misterius yang tiba-tiba mengirim hadiah."Astaga... banyak sekali barangnya!" bisik salah satu teman bangsawan Bella.Pertama-tama mereka tercengang melihat jumlah barang yang dikirim menggunakan bebe

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 179

    Keadaan di pusat medis hari itu terasa begitu tenang, seiring dengan kondisi semua pasien yang semakin hari semakin membaik. Sebagian tenda posko kesehatan yang sebelumnya dibangun di dekat gedung pusat medis kini bahkan sudah mulai dibongkar. Anak-anak di posko kesehatan juga sudah dalam keadaan sehat semua, dan rencananya hari ini mereka semua akan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.Maka dari itu, Bella mengajak teman-temannya yang lain, selain Chiara dan Adrian, untuk mengadakan sebuah acara kecil-kecilan. Mereka berkumpul untuk membagikan beberapa hadiah perpisahan kepada masing-masing anak."Lihat boneka ini, Kak Bella bagus sekali!" seru salah satu anak perempuan dengan riang sembari menunjukkan hadiahnya.Bella berlutut di depannya dan tersenyum lembut. "Syukurlah kalau kamu suka. Jaga baik-baik bonekanya, ya."Melihat senyum lebar dan mendengar tawa renyah anak-anak itu, perasaan Bella seketika menjadi hangat dan tenang. Untuk sejenak, ia bahkan berhasil melupakan ra

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 178 Menunggu.

    Sesampainya di restoran tempat mereka janji untuk bertemu, Bella langsung melihat Chiara yang melambaikan tangan ke arahnya. Chiara duduk di dekat jendela bersama Adrian yang juga sedang menatap kedatangannya. Bella tersenyum melihat kedua sahabatnya itu dan segera menghampiri meja mereka. Begitu Bella duduk, Chiara langsung memanggil pelayan restoran, dan mereka pun memesan makanan terlebih dahulu.Sembari menunggu pesanan datang, Chiara memperhatikan penampilan Bella dengan saksama. Temannya ini sangat jarang merias wajah untuk agenda kasual. Penampilan Bella saat ini justru terlihat sangat rapi dan menonjol, seolah-olah ia akan bertemu dengan seorang tamu khusus.Chiara yang penasaran langsung bertanya, "Kau ada acara khusus hari ini?"Bella menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Tidak ada. Setelah membagikan hadiah nanti, aku hanya berencana untuk jalan-jalan santai di taman kota."Pelayan kemudian mengantarkan makanan mereka. Sambil menikmati sarapan, ketiganya mulai membicarakan

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 177 Persiapan.

    Keesokan harinya, Luina mengetuk pintu kamar Bella untuk membangunkan majikannya seperti biasa. Namun, begitu pintu kamar dibuka, pemandangan di dalam kamar sukses membuat pelayan muda itu terperanjat. Bella ternyata sudah bangun. Dan yang lebih mengejutkan, kamar tidur Bella kini tampak sangat berantakan.Di atas ranjang besarnya, menggunung sejumlah gaun dan pakaian aneka warna. Sementara itu, sang pemilik kamar sedang sibuk mengobrak-abrik isi lemari pakaiannya. Bella mengambil satu gaun, membawanya ke hadapan cermin seukuran badan, lalu mencocokkannya ke tubuh dengan raut wajah yang tampak tidak puas. Luina benar-benar tidak paham apa yang sedang dilakukan oleh Nona Mudanya sepagi ini."Nona, apakah Anda ada acara spesial hari ini?" tanya Luina sembari melangkah masuk dengan ragu.Bella menoleh dengan ekspresi bingung, lalu tampak berpikir sejenak. "Aku tidak ada acara spesial. Hanya kunjungan rutin ke posko anak-anak dan membagikan hadiah bersama Adrian dan Chiara."Luina mengang

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 176 Kunjungan.

    Pertarungan di dalam ruang pertemuan itu akhirnya berakhir dengan kemenangan telak Shin Vitali. Dua puluh lima pemimpin kelompok bawah yang mencoba keberuntungan untuk melukainya kini tumbang tak berdaya. Sebagian besar pingsan dengan tulang retak, sementara sisanya merintih kesakitan di atas lantai dan meja yang hancur berantakan.Tidak ada sorakan kemenangan di dalam ruangan itu. Suasana justru digantikan oleh keheningan yang mencekam akibat rasa ketakutan yang luar biasa dari para pemimpin kelompok lain. Meskipun faksi-faksi atas tidak ikut memprovokasi atau menyerang Shin, mereka tetap merasa sangat terintimidasi oleh keganasan bertarung tangan kosong yang baru saja diperlihatkan oleh pria itu."Luar biasa... bagaimana bisa dia bergerak secepat itu?" bisik salah satu bos mafia di barisan belakang dengan wajah pucat.Betapa kuat dan menakutkannya sosok Shin ini. Bahkan setelah melewati pertarungan panjang yang menguras energi dan penuh hantaman kekuatan fisik, Shin sama sekali tida

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 175

    Giovanni terdiam sesaat. Pria paruh baya itu merasa alasan tersebut sama sekali tidak sesuai dengan karakter putrinya. Seingat Giovanni, Bella tidak pernah mempermasalahkan barang-barang berharga miliknya, bahkan ketika tidak sengaja dirusak oleh para pelayan rumah. Meskipun pelayan yang melakukan kesalahan bersikeras untuk ganti rugi, Bella selalu memaafkan dan menganggapnya angin lalu.Menyadari tatapan sang ayah yang menyiratkan rasa tidak percaya, Bella buru-buru menimpali dengan nada yang dibuat bersungut-sungut. "Ayah tahu sendiri, kan, betapa aku menjaga mobil pemberian Ayah itu? Aku bahkan belum sampai sepuluh kali memakainya, tapi sekarang malah lecet. Terlebih lagi, Rico bersikap seolah tidak terjadi apa-apa dan tidak pernah mengakui kesalahannya. Itu membuatku sangat kesal dan ingin menghukumnya dengan mengeluarkannya!"Melihat wajah putrinya yang cemberut dengan bibir yang mengerucut, pertahanan Giovanni runtuh. Pria itu tidak bisa menahan tawa kecilnya."Sudah, sudah. Kam

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 127 Keanehan di pelabuhan.

    Keesokan harinya, sepulang kerja, Bella mendapat sebuah pesan dari Luca.Luca: Hari ini aku tidak bisa datang ke rumahmu. Kau ingin makan sesuatu? Biar pengawalku yang belikan.Bella terdiam beberapa saat melihat pesan itu, kemudian membalas.Bella: Belikan aku pasta paling enak di Kota B.Sekitar

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 126 Siapa yang terbaik?

    Bella sempat bergidik mendengar suara rendah Luca dan napas hangatnya yang menyapu kulit lehernya. Ia segera melepaskan pelukan Luca, lalu berbalik dengan kedua tangan di pinggang dan berkata dengan nada mengancam.“Ingat ya, jangan menggunakan cara kotor. Kalau kau sampai melakukannya, aku tidak a

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 125 Provokasi.

    Giovanni dengan jelas mendengar suara batuk seorang pria. Suaranya langsung berubah berat saat bertanya pada putrinya, tatapannya tajam seolah mencari celah.“Bella, suara siapa itu?”Mendengar nada penuh selidik dari ayahnya, Bella berusaha tetap tenang.“Itu... suara tetangga. Dia barusan lewat.

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 124 Lamaran pernikahan.

    Giovanni dengan tenang bertanya, “Pasti perempuan itu sangat hebat sampai bisa memikat hati putra Anda yang selama empat tahun ini setia pada almarhum istrinya.”Tuan Barna tertawa kecil, lalu dengan senyum canggung ia menatap Giovanni dan berkata jujur, “Tuan Wali Kota, saya ingin bertanya... apak

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status