Share

Bab 233

Author: SanASya
last update publish date: 2026-08-20 23:05:11

Brak!!

Pintu ruang kerja tiba-tiba terbuka dengan kasar dari arah luar. Suara hantaman kayu itu seketika memotong kalimat Bella dan mengejutkan seluruh orang di dalam ruangan. Kepala semua orang spontan menoleh ke arah ambang pintu dengan tatapan tegang.

"Ayah?!" seru Giovanni, langsung berdiri dari kursi kerjanya dengan mata membelalak.

"Kakek?" gumam Bella lirih. Jantungnya berdegup dua kali lebih cepat. Rasa terkejut dan gugup kini bercampur aduk di dalam dadanya.

Chiara, Adrian, dan Komanda
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Nina Tantina
Ayo Bella semangat , mmg ada konspirasi utk menjatuhkan Ayah Bella jga Shin , cuma Bella yg bisa bergerak utk membongkar semuanya , tpi klo bisa coba cari lah cara Bella buat ketemu Shin buat menyusun taktik , kayanya Shin sengaja ya Thor biar tertangkap biar bisa ketemu camer he he
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 235

    Bella sadar bahwa apa yang ia lakukan saat ini pasti akan terlihat seperti tindakan membela seorang penjahat di mata keluarganya. Meskipun di dalam lubuk hatinya ia memang memiliki niat terselubung untuk membantu Shin, setelah memikirkan sesuatu beberapa saat yang lalu ia mengatakan pendapatnya."Kakek, aku katakan hal ini dengan jujur. Selama beberapa bulan berinteraksi dan berhubungan dengan Shin, aku sedikit banyak tahu bagaimana sifat asli dari pria itu," ujar Bella, menatap kakeknya dengan yakin. "Dia memang pria yang kejam, licik, dan penuh dengan kebohongan. Meskipun aku sendiri tidak pernah melihat bagaimana bentuk kekejamannya yang sebenarnya di dunia mafia, tetapi aku yakin bahwa dia bukanlah tipe orang kejam yang akan tega membantai masyarakat yang tidak berdosa demi uang."Paman Giorgino menghela napas pendek, menatap keponakannya dengan sangsi. "Bella, bagaimana kamu bisa begitu yakin kalau semua tragedi itu bukan perbuatan dari Shin atau kelompoknya?"Bella menatap paman

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 234

    Tujuan Kakek Gan datang secara tiba-tiba ke kediaman putra pertamanya adalah untuk membicarakan masalah besar yang sedang membahayakan posisi Giovanni di pemerintahan. Mengetahui bahwa para tetua keluarga akan mendiskusikan urusan yang sangat penting, Bella, Chiara, dan Adrian hendak berpamitan untuk keluar dari ruangan. Namun, Kakek Gan mengangkat tangan kirinya, memberi isyarat agar ketiganya tetap berada di sana untuk mendengarkan."Generasi muda juga perlu belajar. Tentu saja, jika mereka memiliki ide dan saran yang bagus, kita akan tetap mendengarkannya," ucap pria tua itu dengan nada berwibawa sembari menatap wajah-wajah muda di depannya.Kakek Gan kemudian mengambil tempat duduk di kursi kerja kebesaran Giovanni. Ia mengetukkan tongkatnya sekali ke lantai sebelum memulai pembicaraan dengan menatap lurus ke arah putra sulungnya. "Kamu sudah tahu kalau ini adalah sebuah umpan jebakan yang sengaja dipasang untuk menjatuhkanmu. Kenapa kamu malah nekat menggigitnya, Giovanni?"Giova

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 233

    Brak!!Pintu ruang kerja tiba-tiba terbuka dengan kasar dari arah luar. Suara hantaman kayu itu seketika memotong kalimat Bella dan mengejutkan seluruh orang di dalam ruangan. Kepala semua orang spontan menoleh ke arah ambang pintu dengan tatapan tegang."Ayah?!" seru Giovanni, langsung berdiri dari kursi kerjanya dengan mata membelalak."Kakek?" gumam Bella lirih. Jantungnya berdegup dua kali lebih cepat. Rasa terkejut dan gugup kini bercampur aduk di dalam dadanya.Chiara, Adrian, dan Komandan Lombardi segera membenarkan posisi berdiri mereka. Mereka menundukkan kepala dengan takzim, menyapa pria tua yang melangkah masuk ke dalam ruangan dengan ekspresi sedingin es. Pria tua itu adalah Gan DeLuca. Suara ketukan tongkat kayu berkepala perak di tangan kanannya terdengar konstan, beradu dengan lantai bersamaan dengan langkah kakinya yang tegap dan berwibawa.Di belakangnya, berdiri seorang pria paruh baya yang memiliki gurat wajah sangat mirip dengan Giovanni. Dia adalah adiknya, Giorg

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 232

    Brak!Giovanni menepuk keras permukaan meja kerjanya karena geram. "Kurang ajar! Apakah dia sengaja melakukan hal itu agar bisa terus menjeratmu dengan hutang budi imbalan yang tidak berujung?! Jika begitu masalahnya, lebih baik kita segera memberikan sesuatu yang menguntungkan kepadanya agar ikatan ini cepat selesai!"Giovanni terdiam selama beberapa saat, otaknya berputar cepat mencari aset yang sepadan untuk menebus kesepakatan putrinya. "Bagaimana kalau kita berikan saja perusahaan konstruksi milik Ayah? Perusahaan kontraktor itu sangat besar, legal, dan menghasilkan keuntungan yang tinggi setiap tahunnya."Bella segera menggelengkan kepalanya dengan tegas. Ia mana mungkin tega memberikan bisnis besar milik ayahnya hanya untuk membayar kesepakatan pribadi yang ia buat sendiri dengan seorang bos mafia. Bagaimana pun dari bisnis inilah ayahnya bisa menghasilkan uang, meski ayahnya seorang walikota, tapi gaji tiap bulannya tidak tinggi dan ayahnya tidak pernah mengambil uang itu yang

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 231

    Bella dan Adrian sampai di kediaman DeLuca. Begitu turun dari mobil, atmosfer di sekitar rumah terasa jauh lebih menekan dari biasanya. Kepala pelayan menyambut mereka dengan ekspresi tegang, lalu memberitahu bahwa Giovanni, Chiara, dan Komandan Lombardi sudah menunggu di dalam ruang kerja pribadi Walikota.Langkah kaki Bella terasa berat, otaknya terus memikirkan jawaban apa yang sekiranya pasti akan ditanyakan ayahnya. Begitu pintu ruang kerja dibuka, keheningan yang kaku dan mencekam langsung menyergap mereka. Kedatangan Bella dan Adrian secara otomatis membuat ketiga orang di dalam ruangan itu menoleh serentak.Bella bisa merasakan bagaimana semua tatapan mata itu menghujam langsung ke arahnya, seakan sedang menuntut jawaban atas rahasia besar yang selama ini ia sembunyikan. Jantungnya berdegup kencang, namun ia berusaha mengendalikan ekspresi wajahnya demi menenangkan diri dari rasa gugup saat ini.Tatapan Bella perlahan beralih ke arah Chiara. Sahabatnya itu menatapnya dengan ra

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 230

    "Apa hubunganmu dengan Bella?"Shin cukup heran kenapa Walikota DeLuca berani untuk menanyakan hal sensitif itu di situasi seperti sekarang. Apakah pria paruh baya itu tidak takut jika putrinya sendiri akan ikut terseret dalam pusaran masalah ini?Arah mata Shin perlahan beralih, menatap ke arah dinding hitam yang berada tepat di belakang Giovanni dan Komandan Lombardi. Ia tahu di balik dinding itu terdapat sebuah ruangan khusus yang digunakan untuk mengamati proses interogasi yang hanya bisa dilihat dari satu arah, beserta dengan petugas yang merekam seluruh percakapan mereka. Kemungkinan, Giovanni sudah memberi arahan sebelumnya kepada seseorang di dalam ruangan tersebut untuk mematikan alat perekam sebelum mengajukan pertanyaan pribadi ini.Dugaan Shin memang tepat. Di ruang pengawas, Chiara segera meminta petugas operator untuk mematikan rekaman begitu melihat Walikota DeLuca memberikan kode rahasianya. Petugas itu langsung melakukannya tanpa banyak bertanya. Sebagai bawahan, ia t

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 137 Bukti Asli

    Pagi harinya, Giovanni, Komandan Lombardi, dan pemimpin pengawal berangkat lebih awal ke gedung pemerintahan. Ia sengaja berangkat sebelum banyak karyawan datang karena membawa sesuatu yang rahasia.Tidak lama kemudian, beberapa orang datang ke ruangan walikota. Mereka adalah Chiara yang menjadi ja

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 129 Mata-mata orang lain.

    Luca sedang berada di kantor perusahaannya. Tangan dan matanya sibuk memeriksa tumpukan pekerjaan didepannya.Vito mengetuk pintu kemudian masuk dan memberitahu, “Bos, orang-orang pemerintahan sepertinya mulai bergerak.”Luca tidak mengangkat wajahnya. Tangannya masih sibuk menulis, lalu ia menjawa

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 121 Karena aku ingin...

    Adrian baru saja parkir di halaman dan keluar dari mobil ketika mendengar seseorang memanggilnya. Ia melihat Nenek Sophia berdiri di depan gerbang dan menyuruhnya mendekat.“Adrian, kemari sebentar,” panggil Nenek Sophia. Suaranya cukup pelan, dan matanya sesekali melirik ke rumah Bella.Adrian mer

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 115 Bertemu lagi.

    Bella hendak mendekati Luca, tetapi ia ingat bahwa dirinya sedang bekerja. Ia kemudian mengambil ponsel dan mengirim pesan. Ponsel Luca berdenting dua kali.Bella: Kamu sudah pulang? Bukankah seharusnya kamu pulang lusa? Bella: Apa yang kamu lakukan di sini?Luca meliriknya sekilas, lalu tersenyum

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status