Início / Mafia / Nona Incaran Ketua Mafia / Bab 61 Kamera cctv.

Compartilhar

Bab 61 Kamera cctv.

Autor: SanASya
last update Data de publicação: 2026-02-21 21:33:39

Hari sudah mencapai malam, langit diluar mulai gelap. Senja di sore hari sangat indah, pemandangan matahari terbenam memukau banyak penumpang yang sedang menikmati makan malam atau waktu santai di kapal. Lampu-lampu kapal mulai menyala satu per satu.

Tiba-tiba, suara lembut resepsionis perempuan menggema melalui pengeras suara di setiap sudut kapal.

"Tuan dan nyonya yang terhormat, sebentar lagi akan diadakan pertunjukan spesial kembang api. Untuk pemandangan terbaik, penumpang sekalian dapat
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 170 Kekacauan yang tidak penting.

    Shin yang duduk bersandar di kursi kebesarannya sama sekali tidak terkejut. Ia sudah menduga sejak awal bahwa pria tua seperti Marco ini pasti akan mengendus pergerakannya cepat atau lambat. Alih-alih menunjukkan riak ketakutan atau kepanikan karena rahasianya telah terbongkar di depan publik, Shin justru menarik sudut bibirnya dan melepaskan sebuah tawa kecil.Heh...Tawa itu singkat, dan tidak keras. Namun, nada yang terkandung di dalamnya membawa kengerian dan teror yang pekat. Seketika itu juga, suhu di dalam ruang pertemuan terasa turun drastis. Tekanan aura sarat kekejaman yang biasa ditunjukkan oleh pemimpin tertinggi Red Line itu menguar hebat, menyelimuti setiap sudut ruangan hingga membuat para pemimpin kelompok di bawahnya merinding ketakutan.Bahkan, empat pemimpin dari kelompok terbesar yang duduk sejajar dengan Shin pun mulai menegang dan menaruh waspada. Mereka saling pandang dengan tatapan penuh selidik, mereka tidak tahu konspirasi atau rencana mengerikan apa lagi yan

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 169 Perdebatan.

    Dua hari kemudian, kota Whitesand secara perlahan kembali mendapatkan kedamaiannya. Di sepanjang jalan, masyarakat mulai bergotong-royong membersihkan puing-puing sisa kekacauan. Warga yang tidak terluka secara sukarela membantu tetangga mereka yang rumah atau tokonya hancur didobrak musuh. Mereka bahu-membahu agar kota kembali rapi dan indah seperti semula. Semangat itu begitu menular, bahkan orang-orang yang mengalami luka ringan pun menolak untuk bermalas-malasan dan tetap ikut membantu pekerjaan-pekerjaan ringan. Suasana damai dan penuh kehangatan itu benar-benar terasa hampir di seluruh penjuru kota.Bella, di dalam mobilnya, memandangi aktivitas masyarakat tersebut dengan hati penuh kelegaan. Hari ini, ia berencana untuk bertemu dengan Adrian dan Chiara di rumah sakit pusat. Mereka akan menjenguk para korban yang masih dirawat, termasuk meninjau beberapa posko medis darurat di dekat sana.Pengaturan posko medis ini berasal dari ide Bella. Ia meminta semua korban dirawat di satu

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 168

    "Dua unit maju, ikuti arah asap itu!" perintah sang komandan lapangan melalui interkom saat mereka sampai di pinggir hutan, suaranya berbisik dan tegas.Beberapa personel pengintai bergerak senyap menembus semak-semak. Ketika mereka melihat rombongan kelompok penyerang mulai menaiki kendaraan dengan terburu-buru, para pengintai itu langsung menghubungi rekan-rekan mereka yang berjaga di luar area hutan."Target bergerak keluar menggunakan kendaraan kap terbuka dan motor. Mereka menuju ke arah Tenggara hutan. Bersiap!"Informasi kilat itu membuat pasukan keamanan yang memblokade jalan di luar hutan langsung memindahkan titik penyergapan dan menempatkan posisi. Mereka menyambut kedatangan sisa kelompok penyerang itu dengan hujan peluru yang mematikan. Hasil pertempuran akhir itu sungguh memuaskan. Pasukan keamanan akhirnya berhasil melumpuhkan dan menghabisi seluruh kelompok mafia kejam yang selama hampir satu bulan ini telah meresahkan kota mereka.Setelah memastikan anggota mafia yang

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 167 Akhir dari pertempuran.

    Begitu rombongan sisa pasukan itu memasuki kawasan hutan lebat yang menjadi pintu masuk markas sementara mereka, para anggota mafia tersebut merasa lega sekaligus dikuasai kemarahan yang meluap-luap. Sepanjang karir mereka di dunia kriminal, tidak pernah sekalipun mereka mengalami kekalahan memalukan seperti ini, hingga dipaksa mundur dan bersembunyi layaknya tikus tanah.Tepat ketika para pemimpin dan sisa anggota turun dari kendaraan mereka, sebuah suara siulan panjang yang saling bersahut-sahutan mendadak bergema membelah keheningan hutan. Seketika itu juga, sekelompok penjahat itu tersentak waspada. Suara siulan bernada konstan tersebut jelas bukan kicauan burung liar, melainkan sebuah kode dari pihak lawan."Musuh datang! Bersiap!" teriak pemimpin dari kelompok Iron Vultures dengan urat leher yang menegang.Tanpa membuang waktu, mereka langsung menodongkan moncong senjata ke atas, membidik dengan tajam ke arah kanopi pepohonan yang rimbun demi mencari posisi musuh yang diduga ten

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 166 Mundur.

    Kelompok penyerang kembali memasuki pusat kota. Begitu turun dari kendaraan, mereka langsung menargetkan tempat-tempat yang belum mereka sentuh sebelumnya. Karena masyarakat sudah diimbau untuk tetap berada di dalam rumah dan mengunci pintu, keadaan sekitar terasa cukup sepi. Melihat hal itu, para pemimpin kelompok mafia segera memberi perintah pada bawahannya untuk menghancurkan pintu atau jendela, lalu menarik paksa keluar para penghuni di dalamnya.Namun, sebelum kelompok penyerang itu sempat melukai warga yang berhasil mereka tarik, deru langkah kaki yang berirama konstan seketika bergema di sepanjang jalan. Sekelompok pasukan keamanan yang mengenakan pakaian tempur berwarna hitam lengkap dengan rompi antipeluru dan senjata taktis di tangan masing-masing, mendadak bergerak masuk ke area konflik.Kelompok penyerang sempat tertegun menyaksikan pasukan keamanan kota yang biasanya pasif, kini justru datang dengan kecepatan yang sangat luar biasa. Hilang ketertarikan pada calon korban

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 165 Pelajaran yang tak terlupakan.

    Sebelum situasi kacau dalam kota Whitesand memuncak seperti ini, Chiara sebenarnya masih disibukkan oleh berbagai berkas kasus di kantor kejaksaan. Namun, begitu mendengar kabar bahwa kelompok penyerang yang selama ini tengah mereka buru tiba-tiba melancarkan aksi brutal di pusat kota, ia tidak bisa tinggal diam. Gadis itu langsung turun tangan ke lapangan, ikut memimpin proses evakuasi warga sipil yang terjebak di tengah kekacauan. Bahkan, di tengah kepungan bahaya, Chiara tidak ragu untuk maju dan melawan beberapa penyerang demi melindungi orang-orang yang ketakutan di depan matanya.Tidak lama setelah ketegangan di pusat kota sedikit mereda, Chiara menerima panggilan darurat dari Adrian yang mengabarkan bahwa Wali Kota telah terluka. Tanpa membuang waktu, ia segera memacu kendaraannya menuju kantor pemerintahan. Setibanya di sana, ia mendapati pasukan keamanan telah membersihkan area tersebut dari sekelompok penyerang yang sempat menyerbu masuk.Setelah mendengar keseluruhan cerita

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 47 Mengajak bermain.

    Bella tertegun sesaat ketika melihat Luca keluar dari halaman vila nomor tujuh. Pria itu mengenakan pakaian santai khas pantai, kemeja tipis berwarna netral dengan lengan digulung santai, celana pendek, dan sandal. Di sampingnya berjalan pria yang sama seperti kemarin, Matteo, dengan aura yang jauh

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 45 Hanya lewat dan menyapa.

    Bella mengerjap pelan, ekspresinya kembali tenang seperti semula, senyum lembut terukir tanpa kesan gugup."Bukankah Tuan Luca sudah bersama teman Anda?" ujarnya santai. "Kalian pasti punya rencana liburan sendiri. Saya tidak yakin Anda akan menikmati rencana liburan kami."Penolakan halus itu hamp

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 42 Klub malam.

    Percakapan di bar itu perlahan berubah lebih serius ketika Matteo akhirnya mengajukan pertanyaan yang sejak tadi mengganjal pikirannya. Alasan sebenarnya Shin menaruh perhatian pada Bella."Jadi," ucapnya santai namun tajam, "kenapa kamu menargetkan Bella?"Sorot lampu temaram memantul di gelas min

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 41 Dia bukan orang sembarangan.

    Bella sama sekali tidak menyangka akan bertemu Luca di tempat ini. Jantungnya sempat berdegup tidak beraturan selama satu detik, lalu ia segera menenangkan diri. Bagaimanapun, resort mewah ini memang bukan tempat asing bagi orang-orang berpengaruh dan kaya, kehadiran Luca di sini masuk akal, meski

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status