MasukMobil yang membawa Bella perlahan memasuki gerbang besi hitam yang berukuran tinggi. Setelah petugas penjaga mengenali siapa sosok yang datang, ia segera memberikan kode kepada penjaga lainnya agar pintu gerbang raksasa itu dibukakan. Mobil pun melaju masuk dengan sangat mulus, sebelum akhirnya berhenti tepat di depan jalan setapak berbatu yang mengarah langsung ke halaman utama rumah.Villa ini berdiri megah di tengah hamparan alam yang asri, dengan latar belakang pegunungan hijau yang menjulang tinggi dan diselimuti kabut tipis serta awan mendung, menciptakan suasana yang tenang sekaligus memukau.Villa dua lantai ini berarsitektur modern yang menyatu dengan alam, menggabungkan material batu alam bertekstur kasar, kayu berwarna cokelat hangat, serta kaca bening berukuran besar yang mendominasi dinding dan jendela. Atapnya dirancang berupa atap genteng bergaya tradisional yang memberikan kesan elegan sekaligus kokoh.Halaman villa sangat luas dan tertata rapi dengan rumput hijau. Jal
Di saat ketiganya sedang sibuk membicarakan pergerakan licik Marco Bellandi dan Bianchi Vittorio, pintu keluar penjara bawah tanah pusat perlahan terbuka. Bella, Chiara, dan Adrian melangkah keluar dari dalam gedung dengan tergesa-gesa. Ketiganya segera naik ke dalam mobil sedan hitam mereka dan langsung memacu kendaraan meninggalkan lokasi dengan diikuti oleh mobil pengawal dari belakang. Melihat pergerakan itu, Rico segera berpamitan kepada Zero dan Vito untuk kembali menaiki sepeda motornya dan menyusul sekaligus mengawal ketat pergerakan Nona Bella dari kejauhan.Hampir sepanjang malam itu, Bella sama sekali tidak bisa memejamkan matanya dengan nyenyak. Pikirannya terus berkecamuk, memikirkan detail ucapan dingin Shin di dalam ruang interogasi serta konspirasi politik yang sedang mengepung keluarganya. Ia hanya mampu tertidur selama kurang lebih dua jam saja, dan sebelum jarum jam menunjukkan pukul enam pagi, ia sudah terbangun dari tidurnya.Setelah berjalan-jalan sebentar menyus
Rico yang sejak awal mengawal pergerakan dari jarak aman, memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan yang cukup gelap, tidak jauh dari kompleks penjara bawah tanah pusat. Ia kemudian berjalan santai ke salah satu mobil hitam yang terparkir di sana. Setelah memastikan situasi sekitar aman, ia membuka pintu di samping kemudi. Di dalam kendaraan, tampak Zero sedang bersandar, sementara adiknya, Vito, duduk tenang di kursi penumpang bagian belakang."Kamu akhirnya datang juga," sapa Zero menyambut kehadiran Rico."Kak Rico, apakah dua mobil yang baru saja masuk ke halaman penjara tadi membawa Nona Bella?" tanya Vito penasaran, menatap ke arah pintu masuk fasilitas tersebut."Ya, itu Nona Bella dan kedua sahabat dekatnya," jawab Rico sembari matanya tetap mengawasi area parkir penjara. Ia cukup familier dengan beberapa kendaraan yang terparkir di sudut lain halaman. Mobil-mobil itu memiliki kode tanda khusus yang samar. "Aku tidak tahu apa yang akan dilakukan mereka bertiga di dalam sana te
Bella menatap pria di hadapannya cukup lama. Di dalam ruang interogasi yang temaram itu, kesunyian mendadak membeku saat keduanya saling melempar pandangan, seolah sedang menilai isi kepala satu sama lain melalui sorot mata masing-masing.Setelah beberapa saat, Bella menarik pandangannya perlahan. "Sayang sekali kamu tidak bisa melakukannya di kota ini. Jadi, kau mungkin akan mendekam sangat lama di sini, dan kemungkinan besar... kau tidak akan pernah bisa bebas lagi."Shin justru menyunggingkan sebuah senyuman yang penuh arti, sama sekali tidak terpengaruh oleh kalimat ancaman itu. "Kau sangat tahu apa maksudku yang sebenarnya, Bella."Bella sedikit mencondongkan tubuhnya, lalu berbisik dengan nada suara yang teramat lirih, "Kau pikir... aku benar-benar akan melakukannya?""Kau pasti akan melakukannya, Bella. Dan setelah itu, kau akan menemukan sesuatu yang sangat menarik," sahut Shin dengan tatapan mata yang memancarkan keyakinannya terhadap kemampuan perempuan didepannya."Kenapa k
Bella mengernyitkan dahinya saat menyadari pria di depannya malah terpaku. "Kenapa kamu malah menatapku seperti itu? Ayo, cepat bangun. Lantai ini sangat dingin dan sama sekali tidak baik untuk pemulihan luka-lukamu. Kenapa kamu tidak meminta kasur lantai atau apa pun yang layak kepada sipir untuk dijadikan sebagai alas tidur sementara?"Bella perlahan membantu memapah tubuh Shin, lalu menuntunnya duduk di atas kursi. Shin mencoba menenangkan gejolak di dalam hatinya akibat kejutan manis yang diberikan oleh perempuan di sampingnya ini."Tidak apa-apa, Bella," ujar Shin, suaranya terdengar rendah dan serak. "Penjaga di tempat seperti ini tidak akan mungkin mau mengizinkan seorang tahanan sepertiku untuk meminta banyak hal mewah. Lagipula, kenapa kamu bisa nekat datang ke tempat mengerikan ini tengah malam begini? Dengan siapa saja kau datang ke sini?"Bella sangat tahu bahwa peraturan hukum di penjara militer memang seketat itu. Apalagi ia menyadari bahwa citra sosok Shin di mata para
Bella, Chiara, dan Adrian berhasil masuk ke dalam penjara bawah tanah pusat dengan sangat mudah. Skenario yang disusun Chiara berjalan lancar. Semua aparat yang bertugas menjaga sif malam ini adalah orang-orang yang sengaja dikirim oleh Chiara. Karena Bella memegang kekuasaan pasukan keamanan kota, mudah bagi Chiara untuk melakukan semua ini, termasuk petugas sipir di pintu masuk utama pun ia ganti dan sudah diberi arahan untuk tutup mulut. Chiara sengaja merombak seluruh daftar penjaga malam itu agar nama mereka bertiga tidak perlu tercatat di dalam buku pengunjung.Penjara bawah tanah pusat ini terhitung sangat steril dan hanya memiliki kurang dari dua puluh sel isolasi. Tempat ini memang dirancang khusus hanya untuk menampung para penjahat kelas atas. Ini pun statusnya hanya berupa tempat penahanan sementara sebelum para tahanan tersebut menjalani proses persidangan dan menerima ketetapan hukuman ma ti atau seumur hidup.Setelah seluruh proses hukum mereka selesai disidangkan, baru
Ayah Bella, Giovanni DeLuca, adalah seorang walikota yang dikenal sebagai pemimpin tegas dan adil. Ia dipilih warga karena integritasnya dalam bekerja, juga karena reputasi baik keluarga DeLuca yang merupakan keluarga tertua di Whitesand. Di bawah kepemimpinannya, kota berkembang pesat, dengan pemb
Ucapan Adrian berhenti dengan sebuah pertanyaan. Matanya melirik ke rumah Bella, ragu-ragu ia berkata."Aku merasa dia memiliki sesuatu yang berbahaya dalam dirinya ... entah kenapa saat merawat lukanya, aku merasa ada sesuatu yang membuatku tidak nyaman, padahal pria itu sedang tidak sadarkan diri
Alarm jam 04.30 pagi di handphone Adrian berbunyi, getaran di atas meja membuat suaranya lebih nyaring. Adrian membuka matanya dan meregangkan tubuhnya yang kaku. Tangannya meraih handphone untuk mematikan alarm, dahinya sedikit mengernyit, langsung teringat dengan pasien di kamar Bella.'Semalaman
Kakek Ruggero dari tempat duduknya pun melihatnya tadi. Ini pertama kalinya sejak ia membawa Shin waktu kecil, senyum yang terlihat manusiawi itu muncul. Meski sekilas tapi nyata. Sebuah kilatan singkat, bukan kejam, bukan sinis, melainkan hangat.'Apa itu benar? Atau aku hanya mulai terlalu tua hi







