Share

Nona, Pangeran Jatuh Cinta Pada Anda!
Nona, Pangeran Jatuh Cinta Pada Anda!
Author: Rasyidfatir

Bertemu Pangeran

Author: Rasyidfatir
last update Petsa ng paglalathala: 2026-01-16 13:19:58

"Jangan kabur Allea!" teriak seorang pria yang mengejarnya.

Pemuda itu tak lain adalah adik tirinya yang tadinya memaksa untuk melayani nafsu bejatnya. Allea menolak dan kabur sekuat tenaga. Malam begitu dingin ia terus berlari ke arah hutan untuk menyelamatkan diri. Meskipun Allea hamil tanpa suami tapi masih punya harga diri. Kehamilannya terjadi karena unsur ketidak sengajaan.

"Kamu berani hamil dengan laki-laki lain!"

"Kamu harus menerima hukumannya!" teriak adik tirinya sembari mengejar Allea. Matanya melotot dan kakinya terus berlari mengejar.

Allea berlari sekuat tenaga. Dia sudah lumayan jauh dari kejaran adik tirinya sampai nafasnya terengah-engah kakinya terseok-seok hingga tak sengaja terkena batu di hadapannya. Allea jatuh terjerembab. Darah segar mengalir di kakinya dan mengalami pendarahan.

"Bertahanlah Nak, Ibu akan berusaha agar kita selamat," rintihnya sembari mengelus perutnya yang kesakitan luar biasa.

Allea ketakutan dan panik. Ia tidak ingin tertangkap sekarang."Tidak, aku tidak mau melahirkan di sini."

Ia melihat ke sekeliling hutan sepi tak ada siapapun. Allea berusaha menahan sakitnya namun tidak ada satupun orang yang lewat di sana untuk menolongnya. Keringatnya bercucuran, sambil memegangi perutnya dia terus berteriak minta tolong. Berharap akan ada malaikat yang datang menolongnya.

Darah membasahi roknya. Perasaan Allea campur aduk. Ia takut terjadi sesuatu pada anak yang di kandungnya. Memang nasibnya selama ini tidak selalu bagus. Sering mendapat siksaan dari Ibu Tiri dan perlakuan keras adik tirinya. Hingga kehamilan yang tak di inginkan.

***

Delapan bulan yang lalu ... sebelum Allea hamil ia mengalami peristiwa yang naas.

Allea mengantar kue pesanan ke istana. Kue buatannya memang sangat lezat hingga Ibu Suri sering memesan kuenya. Biasanya ayahnya yang mengantar kue-kue tersebut. Sayang, kondisi Ayahnya yang sedang sakit tidak memungkinkan untuk mengantar kue ke istana.

Setelah melewai perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan akhirnya Allea sampai di depan pintu istana. Ada dua orang penjaga berdiri di sana. Allea pun memberanikan diri untuk bertanya pada mereka.

"Tuan pengawal, saya mau mengantar kue ini ke dapur istana. Bisa minta tolong sampaikan pesan ini pada kepala dapur istana?" tanya Allea sopan.

Keduanya saling menatap satu sama lain dengan temannya. Belum sempat menjawab datang rombongan yang membawa tandu ke istana. Sepertinya yang datang bukan orang biasa. Lalu seseorang keluar dari tandu tersebut. Pemuda fajar nan tampan. Pakaiannya juga bagus seperti yang di pakai para bangsawan kebanyakan.

Sorot matanya teduh namun tajam, rahangnya tegas, dan senyum samar terukir di sudut bibirnya. B Caranya melangkah menunjukkan wibawa yang sulit disembunyikan.

Pengawal itu langsung menunduk hormat pada sang bangsawan.

“Yang Mulia, selamat datang kembali.”

Allea tertegun. 'Sepertinya… pemuda ini bukan orang biasa.'

Bangsawan tersebut tak sengaja menatap sekilas Allea. Hatinya tiba-tiba berdegup lebih cepat dari biasanya. Namun pria tampan itu segera mengalihkan pandangannya.

"Bagaimana keadaan Ibu suri?" tanya Pangeran Alexander pada prajurit yang berjaga.

"Ibu suri sedang sibuk mempersiapkan pesta. Dan para putri juga sudah berdatangan menunggu Anda."

"Ooh, Ya sudah. Kalian lakukan tugas dengan baik," perintahnya.

Para pengawal justru bingung dengan sikap Yang Mulia Pangeran. Baru saja datang kenapa harus pergi lagi. Bukankah kehadirannya sangat di tunggu. Ia cenderung tidak tertarik dengan acara yang di gelar Ibu Suri. Padahal Ibu Suri sengaja mendatangkan para putri agar Pangeran mau memilih salah satu di antara mereka untuk jadi istri.

Sebelum Pangeran masuk kembali ke dalam tandu, Allea memberanikan diri bertanya. "Maaf Tuan, bisa tunjukkan dimana ruang pengurus dapur. Saya mau menaruh kue ini."

Tak ada jawaban. Pangeran Alexander melihatnya sesaat. Perhatiannya tertarik pada kue di dalam baki yang menggoda selera. Tanpa pikir panjang ia mengambil tapi satu potong kue dan memakannya. Baru kali ini dia merasakan ada kue selezat ini.

"Tu ... tuan jangan di makan!" cegah Allea. Tapi terlambat, kuenya sudah berkurang satu. Apa yang akan di katakannya nanti pada Kepala Dapur Istana?

Para pengawal langsung bersiap mengarahkan tombak ke arah Allea.

"Berani sekali menghalangi tindakan Yang Mulia! Nona akan mati di ujung tombak ini!" Seru salah seorang prajurit.

Tubuh Allea langsung gemetar, kakinya lemas seketika. Baru pertama masuk istana sudah sesial ini.

'Tidak, aku tidak ingin mati sekarang. Aku harus dapat uang untuk pengobatan Ayah,' batin Allea. Mengingat akhir-akhir ini Ayahnya selalu batuk mengeluarkan darah membuat Allea selalu khawatir.

"Bu ... bukan begitu. Aku takut kalau Ibu Suri akan marah karena jumlah kuenya berkurang," keluh Allea ketakutan.

Pangeran Alexander memberikan cincinnya. "Kau bisa tunjukkan ini pada pelayan dapur. Mereka akan mengerti," ucap Pangeran Alexander tenang.

Para prajurit saling berpandangan, mengapa Pangeran Alexander begitu mudah menyerahkan cincin tersebut pada wanita desa.

Ia pun pergi meninggalkan Allea dan kembali masuk ke dalam tandunya. Para pengawal langsung menutup tirai halus bertabur benang emas itu, menutupi sepenuhnya sosok sang pangeran.

Namun tepat sebelum tandu itu berbalik arah, tirai tersebut tersibak sedikit dari dalam. Jari yang kekar dan berwibawa menahan ujung kainnya, lalu sepasang mata yang dalam kembali menatap ke arah Allea.

Hanya sesaat.

Tatapan itu begitu tenang, namun seolah menyimpan makna yang tak terucap. Seakan ia tengah mencoba mengingat wajah gadis yang baru saja ditemuinya. Angin berembus pelan, membawa aroma bunga istana, sementara waktu terasa melambat bagi Allea.

Begitu tirai tertutup kembali, tandu pun bergerak menjauh. Derap langkah para pengusung terdengar berirama, perlahan memudar di kejauhan.

Allea tetap berdiri di tempatnya, matanya tak berkedip menatap punggung tandu itu hingga menghilang di balik lengkungan gerbang istana.

"Hmm, aku kira Pangeran tidak tertarik dengan wanita desa," goda pengawal kepercayaannya.

"Tidak, aku cuma baru kali ini lihat penampilan perempuan desa seperti itu," kilah Pangeran.

"Banyak putri raja yang menanti Pangeran di pesta Ibu Suri. Kenapa Pangeran justru menghindar?" tanya pengawal pribadinya.

"Posisi untuk jadi istriku tidak semudah itu di dapatkan. Butuh perjuangan untuk mencapainya," sahut Pangeran Alexander.

Sementara itu Allea masih kebingungan mau di taruh dimana kue itu. Karena belum bertemu kepala pelayan. Ia di persilahkan masuk oleh prajurit untuk mencarinya sendiri.

Dua orang lelaki bersimpangan dengannya. Langsung saja dia memberanikan diri bertanya lagi.

"Permisi Tuan ... bisa tunjukkan letak dapur istana?" tanya Allea sopan

"Di sana!" tunjuk salah satu pria itu asal.

"Terima kasih Tuan," jawab Allea bersemangat. Ia langsung bergegas pergi meninggalkan kedua orang tadi.

"Hei, apa kamu kenal wanita tadi? Mengapa kamu tunjukkan ke arah yang salah?" tegur temannya.

"Alah ... biarkan saja. Toh, dia bukan orang asli sini," kata pria tersebut asal. Ia tidak peduli kalau nanti Allea nyasar atau salah tempat.

Di Taman Istana berdiri seorang putri cantik yang terkenal kesombongannya. Putri Veronika. Dia adalah putri Perdana Menteri.

"Nona, hamba yakin Nona pasti menjadi putri tercantik di pesta hari ini," ucap salah seorang pelayan.

"Tentu saja, tak akan ada yang menyamai kecantikanku. Dan aku sudah punya trik khusus agar Yang Mulia lebih dekat denganku," ucapnya tersenyum misterius.

Putri Veronika memang terkenal licik. Dia selalu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang di inginkannya. Sejak kecil, Perdana Menteri terlalu memanjakannya. Sehingga sifatnya manja.

"Nona memang cerdas," puji pelayannya.

"Tentu saja," sahutnya penuh percaya diri.

Terdengar pintu taman ada yang mendorong. "Sst ... sepertinya ada yang datang mungkin Pangeran kesini."

Tak sabar menunggu Putri Veronika yang membantu membuka pintunya. Matanya membulat tak percaya, harapannya sirna.

"Kamu siapa berani masuk ke sini. Gadis kampung!" hardiknya.

"Maaf Nona, saya hendak ke dapur istana. Tapi saya bingung harus ke arah mana," terang Allea polos.

"Pergi sana! Kamu pikir kaki kotormu ini layak masuk istana!" Veronika mendorong tubuh Allea hingga hampir jatuh. Untung saja kue-kuenya dalam wadah aman.

"Dasar gadis kampung, pergi dari sini aku tidak mau istana ini di kotori orang miskin sepertimu!" hina Veronika.

"Saya akan pergi Nona, tapi tolong tunjukkan tempat dimana dapur istananya. Setelah ini saya janji akan pergi dari sini." Allea berusaha untuk bersabar meski ia tahu putri di hadapannya ini sangat sombong. Tapi tak ada yang di tanyain lagi. Hanya ada Putri Veronika dan para pelayannya yang berdiri di hadapannya.

Putri Veronika tak menyadari bahwa setiap gerakannya sejak tadi berada dalam pengamatan sepasang mata lain. Pangeran Alexander baru saja tiba di koridor Istana. Langkahnya terhenti ketika melihat apa yang dilakukan sang putri. Tatapannya mengeras, namun ia memilih diam. Mendengarkan apa yang di katakan Putri Veronika pada Allea.

Asistennya yang berdiri di belakang refleks hendak melangkah maju, berniat mencegah atau setidaknya menegur. Namun belum sempat ia bergerak lebih jauh, Pangeran Alexander mengangkat tangannya sedikit. Sebuah isyarat tegas namun tenang. Asisten itu pun mengurungkan niatnya.

Pangeran Alexander tetap berdiri di tempatnya, membiarkan peristiwa itu berlangsung. Ia ingin tahu seberapa kejamnya sifat putri Veronika di belakangnya.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Nona, Pangeran Jatuh Cinta Pada Anda!   Hari Yang Panjang

    Setelah beberapa saat hanya berdua di dalam kolam pemandian. Dia merasa canggung jika hanya berduaan dengan Alexander. Meski sudah berstatus suami istri yang sah. "Kamu mau kemana?" tanya Yang Mulia memeluknya dari belakang. "Mau berganti pakaian Yang Mulia... kita sudah berlama-lama di kolam ini. Takutnya nanti masuk angin," kata Allea beralasan. "Oh, ya. Aku pikir kamu tengah menghindariku?" jawab Yang Mulia. Tangannya semakin mempererat pelukannya. Sementara tangan yang satunya menyusup di antara gundukan kenyal Allea. Menyapunya lembut perlahan. Membuat seluruh tubuh Allea merinding. Perempuan cantik itu pipinya merah menahan gairah yang di ciptakan suaminya. "Bu ... bukan Yang Mulia, hamba ingin segera bertemu dengan bayi hamba. Mungkin dia lapar sekarang," jawab Allea beralasan. "Aku juga lapar, kamu tidak ingin mengenyangkanku?" goda Yang Mulia. "Kita bisa makan setelah ini, kalau Yang Mulia lapar," kata Allea. "Iya, sayangnya aku tidak lapar makanan. Tapi ingin l

  • Nona, Pangeran Jatuh Cinta Pada Anda!   Di Pemandian

    "Hamba yakin Yang Mulia pasti pulang membawa kemenangan untuk negeri ini," ucap Allea tersenyum. Seolah tidak ada kekhawatiran apapun di matanya. "Kamu tidak khawatir?" tanya Alexander. Allea menggeleng pelan. Padahal bukan itu yang di inginkannya. Ia pikir Allea akan cemas dan terlihat sedih. Tapi perempuan cantik yang sudah jadi istrinya itu tenang-tenang saja. Apakah benar Putri Allea memang sama sekali tidak ada rasa apapun terhadap dirinya.Ia mengira Allea akan menatapnya dengan cemas, mungkin menggenggam tangannya, atau setidaknya menunjukkan bahwa kepergiannya ke medan perang bukan hal sepele baginya. Tapi tidak… perempuan yang kini menyandang gelar istrinya itu justru tampak seolah semuanya biasa saja.Hati Alexander mencelos.Apakah benar… tidak ada tempat untuknya di hati Allea?“Atau…” Alexander tersenyum tipis, pahit. “Aku memang tidak sepenting itu untukmu?” batin Pangeran Alexander.Suasana menjadi hening Allea tidak berani menatap Yang Mulia. Perlahan dia berusaha mel

  • Nona, Pangeran Jatuh Cinta Pada Anda!   Berperang

    Pangeran Alexander baru ingat jika dia sudah menyuruh Putri Allea datang ke kamarnya. Buru-buru dia langsung mengakhiri pertemuannya dengan para penasehat kerajaan.Langkahnya cepat dan mantap menyusuri lorong istana yang panjang, jubah kebesarannya berkibar mengikuti gerakan tergesa itu. Pikirannya dipenuhi satu hal Putri Allea. Apakah dia masih ada di sana atau tidak.Sesampainya di depan pintu kamarnya, ia berhenti sejenak, merapikan ekspresinya sebelum mendorong pintu perlahan.Di dalam, suasana hening. Matanya mengedar menyapu ke seluruh penjuru kamar. Tapi tak ada siapapun di sana. Ia kecewa Putri Allea tidak ada. Tiba-tiba seorang dayang datang menghadap."Ampun Yang Mulia, Putri Allea sudah sedari tadi menunggu. Tapi ... Yang Mulia tidak datang," terang pelayan.Alexander mengernyit, rasa kecewa yang tadi muncul seketika berubah menjadi kegelisahan. Ia menoleh cepat ke arah dayang itu."Lalu?" suaranya terdengar lebih tajam dari yang ia maksudkan.Dayang itu menunduk lebih dala

  • Nona, Pangeran Jatuh Cinta Pada Anda!   Tidak Menepati Janji

    "Yang Mulia, ada tamu dari kerajaan lain," kata seorang prajurit tiba-tiba datang menghadap."Aku ada urusan penting lainnya. Biar Asisten Yoga yang mengurus," jawab Yang Mulia."Ampun Pangeran, Asisten Yoga pulang kampung karena neneknya sakit keras," jawab prajurit itu tertunduk. "Siapa tamunya?" tanya Pangeran Alexander."Utusan Raja Vincent, beliau ingin membahas tentang perbatasan wilayah."Pangeran Alexander terdiam. Masalah perbatasan memang sangat penting tidak bisa di abaikan. Ia tahu kalau Raja Vincent selama ini kekeh kalau wilayah perbatasan itu masih milik kerajaannya. Ia tahu kedatangannya pasti membicarakan masalah tersebut. Ia melangkah mendekati jendela besar aula, menatap jauh ke arah pegunungan yang samar terlihat di cakrawala wilayah yang selama ini diperebutkan. Tanah yang subur, jalur dagang penting dan simbol kekuasaan.Pangeran Alexander kemudian berbalik, sorot matanya kini lebih tegas.“Apakah Raja Vincent datang sendiri?” tanyanya.Prajurit itu menggeleng.

  • Nona, Pangeran Jatuh Cinta Pada Anda!   Karena Ego

    "Berani sekali dia mengabaikanku. Aku harus memberinya hukunan," ucap Pangeran Alexander. Ia keluar dari kamarnya untuk mencari keberadaan Allea."Dimana Putri Allea?" " Ampun Pangeran, Putri Allea sehabis latihan tadi langsung tidak sabar menemui putranya," jawab Dayang menunduk. "Bodoh, apa kalian tidak bilang kalau dia harus menemuiku dulu," ucap Pangeran Alexander.Dayang itu semakin menunduk dalam, suaranya bergetar."Ampun, Pangeran... kami sudah menyampaikan, tetapi Putri Allea tampak sangat gelisah. Ia langsung menuju taman belakang, tempat Pangeran kecil biasanya bermain."Tatapan Pangeran Alexander mengeras. Rahangnya mengatup kuat, menahan amarah yang semakin memuncak."Selalu saja begitu... seolah aku tidak pernah menjadi prioritasnya," gumamnya pelan, namun cukup tajam untuk membuat para dayang di sekitarnya semakin ketakutan.Tanpa berkata lagi, ia berbalik dan melangkah cepat menyusuri lorong istana. Jubahnya berkibar mengikuti langkah panjangnya, menciptakan suasana

  • Nona, Pangeran Jatuh Cinta Pada Anda!   Salah Paham

    Allea menahan napasnya setiap kali bayangan wajah putranya muncul di benaknya. Sebenarnya lebih menarik dia tinggal di kampung daripada harus bersikap tidak sesuai keinginan dirinya. Langkahnya menyusuri ruangan luas itu terasa berbeda dari biasanya. Lantai marmer yang dingin memantulkan bayangannya—tegak, terkendali, dan perlahan berubah. Setelah sesi panjang latihan etika bersama Armand, kini ia mempraktikkan setiap detail kecil yang diajarkan."Bahumu jangan tegang. Anggun bukan berarti kaku," suara Armand masih terngiang di kepalanya.Allea menarik bahunya sedikit ke belakang, membiarkan lengannya bergerak lebih alami. Ia melangkah lagi—satu, dua, tiga—menjaga ritme. Tumit menyentuh lantai lebih dulu, lalu ujung kaki mengikuti dengan lembut. Kepalanya tegak, dagunya sedikit terangkat, seolah membawa harga diri yang tak tergoyahkan. Sayangnya dia belum terbharus menahan keseimbangan. Tanpa sadar tubuh Allea sedikit limbung dan Armand dengan sigap menahannya."Hati-hati Putri," uc

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status