Share

Ide Asisten Pangeran

Auteur: Rasyidfatir
last update Dernière mise à jour: 2026-01-16 13:21:05

"Dasar gadis kampungan!"

"Menurutku, kamu tahu kan kalau nanti banyak putri ke sini untuk melihat Pangeran Alexander. Kamu sengaja datang dan pura-pura kesasar agar bisa ikut menggodanya kan!"

"Jangan mimpi! Kamu itu tidak sederajat dengan para putri bangsawan!"  hardik Putri Veronika. Ia lalu menendang perut Allea. Namun Veronika belum puas. Ia melangkah maju, menginjak jemari Allea yang gemetar tanpa sedikit pun rasa iba.

"Rasakan gadis kampung! Aku melakukan ini agar kamu tahu posisi gadis kampung sepertimu pantasnya di injak!" kata Veronika dengan senyim merendahkan.

"Maaf Nona, beneran saya cuma ingin mengantar kue pesenan ini ke dapur. Tapi saya tidak tahu tempatnya," kata Allea menunduk salah.

Veronika mendengus sinis. "Jangan pura-pura. Aku paling benci perempuan dengan status rendahan sepertimu! Sok polos tapi sebenarnya licik!"

"Pelayan, hancurkan wajahnya! Dia tidak pantas berhalusinasi terlalu jauh untuk jadi Putri!" Perintah Veronika pada para dayangnya.

Satu tamparan berhasil mendarat di pipi  Allea. Ia meringis kesakitan.

"Teruskan! Aku ingin dia ingat bahwa istana kerajaan bukan tempat orang miskin buat dia!" perintah Veronika pada pelayannya.

Baru saja pelayan tersebut mengangkat tangannya ke atas hendak di arahkan kepada Allea. Tangannya tiba-tiba terasa berat seperti ada yang menahannya. Saat ia menoleh dia sangat kaget.

"Pangeran Alexander!" Serunya. Kakinya langsung lemas seketika.

"Ternyata dia seorang Pangeran," batin Allea.

Putri Veronika segera mengambil alih. Dia menyambut hangat kedatangan Pangeran Alexander.

"Selamat datang, Yang Mulia," ucap Putri Veronika membungkuk hormat di ikuti para pelayannya.

"Pangeran, perempuan ini sengaja menerobos masuk ke sini untuk menggoda para pria istana," terang Putri Veronika.

"Hamba tahu Anda paling benci wanita tidak bermoral dan penuh tipu daya seperti ini. Jadi saya mewakili Anda memberinya hukuman," lanjut Putri Veronika menambahkan.

"Tidak ... tidak. Aku tidak bermaksud menggoda orang. Aku hanya mengantar kue pesanan ibu suri. Tapi aku salah jalan," terang Allea jujur. Kepalanya kembali tertunduk, jemarinya mencengkeram baki kue dengan gugup,

Pangeran Alexander menatap sekilas ke arah Allea kemudian beralih menatap Putri Veronika.

"Kalau boleh tahu, kamu putri darimana? Kamu sungguh memahamiku," ucap Pangeran Alexander lembut menatap ke arah Veronika.

Jantung Veronika berdegup kencang. Apakah Pangeran menyukaiku? batinnya berbunga. Aku bisa menjadi selir, Yang Mulia. Rencanaku tidak sia-sia.

Senyum tipis pun terbit di sudut bibirnya, menyembunyikan ambisi yang mulai menemukan celah.

"Perkenalkan, hamba Putri Perdana Menteri Keuangan, Mudrik Bama."

"Ajaran Tuan Mudrik hebat juga," puji Pangeran Alexander.

Tiba-tiba dari arah lain muncul Perdana Menteri. "Pangeran bisa saja, perkenalkan hamba Perdana Menteri Mudrik. Terus terang saya sangat tersanjung kalau Pangeran tertarik pada putri hamba."

“Sangat menarik,” ucap Pangeran Alexander seraya mengacungkan ibu jarinya. Namun senyum tipis di wajahnya justru sarat ironi. “Didikan Perdana Menteri rupanya benar-benar luar biasa. Hingga di hadapan saya sendiri, putrinya berani menyiksa rakyat kecil yang sama sekali tak bersalah.”

Nada suaranya terdengar tenang, tapi setiap kata menampar harga diri. Tatapannya mengeras saat ia melanjutkan, “Sejujurnya, sejak tadi saya berdiri di belakang, menyaksikan dengan jelas seluruh perbuatan keji Putri Anda.”

Langsung saja tubuh Perdana Menteri gemetar. Ia tidak pernah melihat Pangeran semarah ini. Ia beralih menatap benci ke arah putrinya.

"Kalau kamu tidak bisa mengajari putrimu sikap yang baik. Biar aku banru cari orang untuk mengajarinya!" imbuh Pangeran Alexander.

"Ampun Pangeran, saya sendiri yang akan mengajari putri hamba," ucap Perdana Menteri sembari membungkuk memberi hormat.

"Tunjukkan arah dapur pada gadis ini!" Perintah Pangeran Alexander pada Asistennya sebelum pergi.

"Siap, Pangeran."

Asisten itu pun menunjukkan arah dapur pada Allea. Dengan tertatih-tatih Allea akhirnya pergi dari tempatnya menuju ke dapur istana untuk mengantarkan kue-kue pesanan Ibu Suri.

Tak lama kemudian Allea keluar dari dapur istana. Wajahnya sumringah karena mendapatkan sekantung uang dari kepala dapur.

"Akhirnya dapet uang juga. Dengan ini, ayah bisa segera di obati," gumam Allea.

Sementara itu Pangeran Alexander menuju ke ruang utama. Dia di sambut hangat oleh Ibu Suri dan  gadis-gadis cantik yang ingin menarik perhatiannya.

Di sekelilingnya, para gadis bangsawan yang cantik berkerumun, masing-masing berusaha menampilkan pesona terbaik mereka mulai dari senyum manis, tatapan malu-malu, hingga sapaan lembut. Semua demi menarik perhatian sang pangeran yang menjadi pusat sorotan malam ini.

"Pangeran, kau harus memilih salah satu di antara mereka. Sebentar lagi kau akan di nobatkan jadi raja. Kau butuh pendamping yang kompeten," kata Ibu Suri dengan nada lembut namun sarat ketegasan, seakan tak memberi ruang bagi sang pangeran untuk mengelak dari kenyataan yang menantinya.

"Ibunda, perasaan tidak bisa di paksa. Kita lihat saja nanti siapa yang pantas jadi pendampimgku. Yang jelas tidak hanya cantik saja. Tapi dia juga memiliki hati yang baik," terang Pangeran Alexander.

"Putri Alika datang!" seru prajurit penjaga.

Para putri lamgsung saling melirik satu sama lain. Mereka tahu siapa Putri Alika. Dia adalah teman kecil Pangeran Alexander. Tentunya, Putri Alika memiliki hubungan yang dekat dengan keluarga kerajaan.

"Salam Ibu Suri, Salam Pangeran!" ucap Putri Alika membungkuk memberi hormat.

"Alika ... kamu datang juga. Kupikir kamu tidak mau menemui Alexander lagi," ucap Ibu Suri.

Saat itu ... Alika menyatakan kata cinta pada Pangeran Alexander. Dia justru memarahi Alika karena Alex menganggap  Alika adalah saudaranya tidak lebih. Mengetahui hal itu, Alika langsung pergi dan marah pada Pangeran Alexander.

"Hamba bukan pendendam Ibu Suri. Tujuanku kesini justru ingin memberi dukungan pada Pangeran dalam memilih jodohnya," ucap Putri Alika sopan tapi penuh manipulatif.

"Untuk permohonan maaf saat itu, saya membawakan anggur terenak untuk Pangeran. Silahkan di minum, Pangeran," ucap Putri Alika.

Di depan umum, Alexander tidak menolak minuman anggur yang di berikan Alika. Dia minum sedikit ... tetapi kepalanya tiba-tiba merasa pusing.

"Kenapa kepalaku pusing," gumam Pangeran Alexander.

"Apa yang terjadi Yang Mulia? Saya bantu antar Yang Mulia ke kamar," tawar Alika.

Namun di luar dugaan Pangeran Alexander menghempaskan tangan Alika.

"Tidak usah, sebaiknya kamu pergi dari pesta ini. Sebelum aku menyuruh prajurit menangkapmu," kata Pangeran Alexander.

"Pangeran salah paham. Saya tidak melakukannya," bantah Alika.

"Sudahlah! Aku tidak mau dengar alasanmu! Prajurit tahan dia jangan sampai seorangpun masuk ke kamarku!" perintah Alexander.

Di ikuti asisten pribadinya dia undur diri untuk istirahat. Para putri kecewa karena Pangeran Alexander tidak ada di pesta. Ibu Suri tidak bisa mencegah kepergian Alexander. Karena Yang Mulia Pangeran memang kondisinya tidak stabil.

"Cepat carikan aku penawar!"

"Baik Yang Mulia."

Asisten itu pun keluar dari kamar Yang Mulia.

"Prajurit, cepat keluar cari tabib untuk Yang Mulia!" Perintah asisten Pangeran.

"Baik, Tuan!"

Baru hendak pergi dia melihat Allea lewat tersenyum-senyum memegang yang hasil pembayaran kue yang di antarnya.

Tiba-tiba ide tidak waras muncul di benak kepala asisten. Sudut bibirnya terangkat, seolah menemukan sesuatu yang menguntungkan.

"Kembali kamu tidak perlu cari tabib! Aku sudah temukan penawarnya!" ucap Asisten pada prajurit tadi.

"Eh, kamu kemarilah!" Perintah Asisten menghampiri Allea.

Senyum Allea perlahan memudar, digantikan rasa was was yang merambat di dadanya.

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Latest chapter

  • Nona, Pangeran Jatuh Cinta Pada Anda!   Penyusup

    "Sudah kau dapatkan daging rusanya?" tanya Pangeran Alexander."Sudah, sebentar lagi pelayan akan menghidangkannya," jawab Asisten Yoga. "Baguslah, aku sudah tidak sabar menyantapnya." Asisten Yoga justru terdiam pikirannya menerawang teringat pada Allea yang hamil besar tengah berjuang mempertahankan hidupnya. Tangannya mengepal erat. Ini murni salahnya. Dia yang telah melibatkan gadis polos itu naik ke ranjang Yang Mulia hingga hamil."Kasihan anak itu," gumam Asisten Yoga tiba-tiba. Pangeran Alexander melirik sekilas, alisnya berkerut heran. "Kasihan? Untuk apa kamu kasihan pda rusa itu?" Lanjut Pangeran Alexander yang tidak tahu menahu isi otak Asistennya."Bu ... bukan rusa itu, Pangeran. Cuma tadi aku di hutan bertemu seorang wanita hamil. Dia sangat cantik, perutnya besar tapi masih bekerja keras untuk keluarganya," ungkap Asisten Yoga."Kasih saja dia uang, agar dia bisa beli makanan lebih," jawab Pangeran ringan. Seolah itu solusi paling mudah. Yoga menggeleng pelan. "Di

  • Nona, Pangeran Jatuh Cinta Pada Anda!   Bertemu Di Hutan

    Delapan bulan kemudian ...."Kamu enak-enakan di rumah! Kerja sana, cari uang buat keluarga!" hardik ibunya."Tapi Bu, aku lagi hamil besar. Ayah tidak memperbolehkanku keluar. Nanti apa kata orang kampung nanti," balas Allea mengelus perutnya yang sudah buncit.Ibunya mendengus sinis. Tatapannya tajam, seolah tak peduli pada kondisi Allea.“Alasan! Perempuan hamil itu masih bisa kerja. Jangan manja!”Hati Allea terasa perih. Ia menunduk, menahan air mata yang kembali mengancam jatuh. Dalam diam, ia hanya bisa memeluk perutnya lebih erat."Kamu pikir anakmu kalau lahir tidak butuh uang untuk persalinan. Semua kebutuhannya kamu yang harus tanggung. Kamu mau anakmu mati dalam perut karena kelaparan!" Tubuh Allea gemetar. “Tidak, Bu… aku tidak pernah mau seperti itu,” ucapnya dengan suara bergetar. Air mata akhirnya jatuh, membasahi pipinya.“Aku cuma… aku cuma takut terjadi apa-apa sama anakku.”Ibunya mendengus, memalingkan wajah. “Kalau takut, ya kerja. Jangan cuma bisa nangis.”Alle

  • Nona, Pangeran Jatuh Cinta Pada Anda!   Allea Hamil

    "Hoek ... hoek!"Perut Allea tiba-tiba terasa mual. Sensasinya asing, bergelombang pelan namun menetap, membuatnya menutup mulut dan menelan ludah berulang kali. Beberapa hari terakhir tubuhnya mudah lelah, penciumannya kian peka, dan makanan yang biasa ia sukai justru membuat dadanya sesak. Ia mengira itu hanya akibat pikiran yang terlalu penuh hingga pagi itu darah bulanannya tak kunjung datang.Di zaman kuno, perempuan mengenali kehamilan bukan lewat alat, melainkan lewat tanda-tanda tubuh dan kebiasaan. Allea teringat petuah para perempuan tua di desanya. Bila haid terlewat lebih dari satu purnama, perut sering mual saat fajar, dan payudara terasa lebih sensitif, besar kemungkinan rahim tengah menyimpan kehidupan.Kepala Allea terlalu pusing memikirkan segala kemungkinan buruk yang terjadi. Ia tidak punya suami. Bagaimana kakau memang hamil sungguhan. Tamat riwayatnya. Bisa-bisa dia di hardik sampai mati.Usai dari mengambil kayu bakar, tiba-tiba kepalanya pusing sekali. Ingin dia

  • Nona, Pangeran Jatuh Cinta Pada Anda!   Terjebak Situasi

    "Eh, dari depan pintu istana sampai halaman kau buat keributan untuk menarik perhatian Yang Mulia," ucap Asisten Yoga."Aku tidak tahu maksudmu. Aku masih ada urusan," jawab Allea melangkah tergesa-gesa. Namun langkahnya di hadang Asisten Yoga."Tunggu dulu. Bukankah kau ingin menarik perhatian Yang Mulia. Aku kasih kamu kesempatan," ucap Asisten Yoga sembari menarik tangan Allea agar mengikuti langkah kakinya."Tolong lepas Tuan, aku baru dapat uang kue dari dapur. Aku harus segera pulang untuk membeli obat untuk ayahku yang sakit," tolak Allea."Lepaskan aku Tuan!" Allea berusaha melepaskan genggaman dari tangan Yoga."Baguslah kalau suka uang. Kalau kamu berhasil melakukan tugasmu ini aku akan memberimu banyak uang. Ayo!" Asiaten Yoga mendorong Allea masuk ke dalam kamar Yang Mulia dan menguncinya dari luar."Lepaskan aku!" teriak Allea mengetuk pintu dari dalam.Asisten Yoga tersenyum. "Ibu Suri selalu kewalahan dengan sikap Pangeran yang anti wanita. Mungkin dengan cara ini aku

  • Nona, Pangeran Jatuh Cinta Pada Anda!   Ide Asisten Pangeran

    "Dasar gadis kampungan!""Menurutku, kamu tahu kan kalau nanti banyak putri ke sini untuk melihat Pangeran Alexander. Kamu sengaja datang dan pura-pura kesasar agar bisa ikut menggodanya kan!""Jangan mimpi! Kamu itu tidak sederajat dengan para putri bangsawan!" hardik Putri Veronika. Ia lalu menendang perut Allea. Namun Veronika belum puas. Ia melangkah maju, menginjak jemari Allea yang gemetar tanpa sedikit pun rasa iba."Rasakan gadis kampung! Aku melakukan ini agar kamu tahu posisi gadis kampung sepertimu pantasnya di injak!" kata Veronika dengan senyim merendahkan."Maaf Nona, beneran saya cuma ingin mengantar kue pesenan ini ke dapur. Tapi saya tidak tahu tempatnya," kata Allea menunduk salah.Veronika mendengus sinis. "Jangan pura-pura. Aku paling benci perempuan dengan status rendahan sepertimu! Sok polos tapi sebenarnya licik!""Pelayan, hancurkan wajahnya! Dia tidak pantas berhalusinasi terlalu jauh untuk jadi Putri!" Perintah Veronika pada para dayangnya.Satu tamparan ber

  • Nona, Pangeran Jatuh Cinta Pada Anda!   Bertemu Pangeran

    "Jangan kabur Allea!""Kamu berani hamil dengan laki-laki lain!" "Kamu harus menerima hukumannya!" teriak seorang pria sembari mengejar Allea.Allea berlari sekuat tenaga. Nafasnya terengah-engah kakinya terseok-seok hingga tak sengaja terkena batu di hadapannya sampai jatuh terjerembab. Darah segar mengalir di kakinya. Ia mengalami pendarahan.Allea panik."Tidak, aku tidak mau melahirkan di sini." Ia melihat ke sekeliling hutan, tak ada siapapun yang bisa menolongnya. Ia meringis kesakitan namun tidak ada yang menolong.Delapan bulan yang lalu ... sebelum Allea hamil ia mengalami peristiwa yang naas.Allea mengantar kue pesanan ke istana. Kue buatannya memang sangat lezat hingga ibu suri sering memesan kuenya. Biasanya ayahnya yang mengantar kue-kue tersebut. Sayangnya, kondisi ayahnya yang sedang sakit tidak memungkinkan untuk mengantar kuenya ke istana.Setelah melewai perjakanan yang cukup panjang dan melelahkan akhirnya ia sampai di depan pintu istana. Ada dua orang penjaga ber

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status