Inicio / Romansa / Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan / BAB 143 HAMPIR TERBONGKAR

Compartir

BAB 143 HAMPIR TERBONGKAR

last update Fecha de publicación: 2026-08-22 06:00:36

Aku tercengang selama beberapa detik, otakku berputar keras mencari alasan yang masuk akal.

​"Got! Di... di ruangan ini sepertinya ada bau got, Pak!" sahutku asal.

​Axel melangkah mendekatiku dengan gestur kaku. Tatapannya tajamnya menghunus membuatku ketakutan setengah mati.

Aku perlahan berjalan mundur untuk menghindarinya hingga tanpa terasa menabrak meja kerjanya dan terpojok.

Bersama dengan itu, Axel berhenti tepat di hadapanku. "Aku tahu kamu tadi men
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (2)
goodnovel comment avatar
Elnathan
hahahahahaha sampe tahan napas, kalo lho tahu siapa dia, pasti Lho Exel yang rela jadi clining servis...hahahahha
goodnovel comment avatar
Irsa Fitriana
Bongkar axel bongkar…..
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 162 PANASNYA RUANGAN DIREKTUR

    "Ssstt..." bisik Axel sembari mendaratkan telunjuknya tepat di bilah bibirku yang gemetar. "Bukankah... ini terasa sangat mendebarkan?"Aku spontan memukul bahu kekarnya yang basah oleh keringat. "Gila lo, ya! Kita bisa ketahuan Pak De, Axel! Belum lagi karyawan-karyawan lo... Mereka bakal menggosipi kita sampai habis!" bisikku dengan dada kembang kempis menahan napas.Namun, Axel justru menyeringai tipis, memasang tatapan menggodanya yang khas. "Gue suka momen ini, Kayla... Ayo kita lanjutkan lagi.""Xel! Lo gila—"Kalimatku terputus saat Axel mendadak menghentakkan pinggulnya ke depan secara beringas. Hantaman keras itu spontan merenggut pasokan udara di dadaku, memaksa sebuah desahan nikmat lolos tanpa sanggup kutahan."Aaahhh... Ooohhh... Axel..." Aku buru-buru membekap mulutku sendiri demi membungkam erangan yang nyaris mengudara nyaring.Sensasi liar bercinta di dalam ruang kerja pribadi—tempat di mana para karyawan luar bi

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 161 TERLALU DALAM

    "Mmmhh..." desah Axel serak, meremas tubuhku dengan gelora gairah yang meluap-luap.Dengan gerakan kilat, ia berusaha melucuti sisa kancing seragam kerjaku sambil terus melumat bibirku tanpa celah sedikit pun."Axel... ini di kantor..." bisikku di sela napas yang memburu sesaat setelah berhasil melepaskan pagutan bibirnya.Aku mencoba menahan dada bidangnya, mencegah tangannya yang kian beringas merobek kemejaku."Gue tahu..." sahutnya dengan suara berat dan terengah-engah. Tanpa ampun, ia menarik paksa kemejaku hingga kancing-kancingnya copot dan kain itu meluncur jatuh ke lantai. "Tapi saat ini... gue sama sekali nggak peduli!"Axel kembali menyergap tubuhku, menarikku rapat-rapat lalu membenamkan wajahnya di leherku. Ia menghisap kulit leherku dengan kuat hingga meninggalkan sensasi perih yang menggelitik. Tangan kekarnya yang berurat bergerak liar meremas payudaraku di balik kain dalam, sementara tangan satunya meraup dan me

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 160 ANCAMAN TERORGANISIR

    Aku buru-buru meraba leher dan saku dengan panik, berniat mencari masker untuk kembali menutupi wajahku yang telanjur terekspos tanpa pelindung."Masker lo udah nggak bakal mempan buat ngecoh gue," ucapnya dingin dengan nada yang sukses membuat darahku berdesir ngeri.Tanganku yang hendak memasang masker seketika membeku di udara. Benda kain itu meluncur lepas dari jemariku, jatuh ke lantai seolah ikut menandai akhir dari sandiwara bodoh yang kini mustahil diselamatkan."Axel... gue cuma...""Cuma mau mempermainkan gue?" potongnya tajam, menatapku dengan sorot mata setajam elang. "Nggak sengaja, atau memang dari awal terpaksa untuk menipu gue?"Pijakan kakiku mendadak melemas bagaikan jelly. Sekujur tubuhku bergetar hebat di luar kendali. "G-gue... emang terpaksa..."Axel menyeringai sinis. Tanpa membuang waktu, ia berbalik dan melangkah cepat ke arah pintu untuk menguncinya rapat-rapat.Astaga... apa yang akan dia lakuk

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 159 TERBONGKAR

    Aku spontan melipat kedua telapak tangan di depan dada sambil membungkuk, memberikan gestur hormat yang canggung. "Maafkan saya, Pak. Tadi saya hanya terbawa suasana. Saya sama sekali tidak bermaksud mengatai Bapak..."Namun, Axel sama sekali tidak merespon permohonan maafku. Ia justru dengan santainya mendudukkan diri di tepi meja kerjanya sambil membenamkan kedua tangan di saku celana. Tatapan matanya memicing tajam, menatapku penuh selidik dari atas kepala hingga ujung kaki.Aku perlahan menegakkan tubuh, lalu meliriknya hati-hati. "Pak... Bapak nggak akan memecat saya, kan?"Axel hanya tersenyum miring tanpa menyumbangkan sepatah kata pun.Waduh, gawat nih! Kalau aku dipecat, kira-kira bakal kena denda penalti juga nggak ya? Atau justru ini kesempatan bagus buat resign tanpa perlu bayar denda?"Lanjutkan saja pekerjaanmu," ucapnya dingin, lalu beranjak melangkah keluar dari ruangan begitu saja.Aku spontan menegakkan tubuh se

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 158 DASAR BODOH!

    Aku buru-buru memasukkan ponsel ke dalam saku celana, lalu menyapa Axel dengan senyum kaku yang dibuat seramah mungkin di balik masker yang menutupi sebagian wajah. "Pak Axel... bapak sudah di kantor?" tanyaku dengan nada yang sengaja dilembutkan.Axel tersenyum lebar sambil mengangguk antusias. "Hm," sahutnya singkat.Tumben. Biasanya dia langsung memasang wajah datar atau bahkan mengusirku begitu Surti si petugas kebersihan menyapanya. Tapi hari ini, wajahnya tampak begitu berbinar dan segar. Mungkinkah... karena dia baru saja asyik berkirim chat dengan Kayla sejak semalam?Aku menahan senyum di balik masker penutup wajah, lalu kembali mendorong troli perlahan dan melangkah masuk ke dalam ruangannya."Permisi, Pak. Saya mau bersih-bersih sudut ruangan. Bapak... nggak mau keluar sebentar?" tawarku sopan sebelum mulai bekerja.Ia bergeming. Tangannya tetap menggenggam erat ponsel dengan lengkungan senyum lebar yang enggan luntur

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 157 BALIKAN NIH...

    Aku tertawa garing, menatap Axel yang dipenuhi kecemburuan buta. Padahal, bos tampan dan menyebalkan yang aku maksud adalah dirinya sendiri.Dasar bodoh! Syukurlah dia belum sadar kalau Surti itu sebenarnya adalah aku."Kalau gitu... lo harus segera pindah kerja!" ucapnya dengan wajah memerah sambil berkacak pinggang."Yah... gue juga pengin banget pindah kerja," sahutku semakin memanasi hatinya. "Lo tahu enggak, sih? Bos gue itu nyebelinnya setengah mati. Rasanya gue pengin... banget meremas wajahnya," ucapku sambil meremas udara tepat di depan wajah Axel.Axel memicingkan matanya padaku, penuh curiga. "Kok lo mendalami banget? Seolah-olah bos yang lo benci itu adalah gue."Lah, bos gue emang lo, Axel!Aku tertawa garing, mati-matian menyembunyikan kebenaran di balik raut wajahku. "S-sorry... gue cuma ke bawa suasana."Tak berselang lama, dering ponselku memecahkan ketegangan di antara kami. Aku buru-buru menjawab pangg

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status