مشاركة

BAB 142 BOS AROGAN

مؤلف: Libra Syafarika
last update تاريخ النشر: 2026-08-21 12:00:18

Astaga... baru juga masuk ruangan, kelakuannya sudah arogan setengah mati!

"Maaf, Pak... Apa bukan Bapak yang datang terlalu awal?" sahutku dengan nada penuh sindiran.

"Apa?!" Axel membelalakkan matanya lebar-lebar.

"Begini saja. Sebaiknya... Bapak silakan keluar dulu dari ruangan ini, biarkan saya membersihkan semuanya sampai beres. Oke?" potongku sembari memberi gestur mempersilakannya keluar dengan gerakan tangan yang dibuat ramah.

Namun ia justru menega
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (3)
goodnovel comment avatar
Libra Syafarika
Othor mual parah kak. Ini aja udah maksa banget biar gak bolong update. Maafken yaa. Doakan othor cepat sehat.
goodnovel comment avatar
Winda Efriyani
thor bisa ngak ya shari 7 Bab gitu,, hehehe soalnya suka bngat cerita nya
goodnovel comment avatar
Irsa Fitriana
Aku suka. Ceritanya anak gang z sekali hehehe
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 143 HAMPIR TERBONGKAR

    Aku tercengang selama beberapa detik, otakku berputar keras mencari alasan yang masuk akal.​"Got! Di... di ruangan ini sepertinya ada bau got, Pak!" sahutku asal.​Axel melangkah mendekatiku dengan gestur kaku. Tatapannya tajamnya menghunus membuatku ketakutan setengah mati.Aku perlahan berjalan mundur untuk menghindarinya hingga tanpa terasa menabrak meja kerjanya dan terpojok.Bersama dengan itu, Axel berhenti tepat di hadapanku. "Aku tahu kamu tadi menyebutku tikus got!"​Tubuhku bergetar hebat di balik seragam. Pijakan kakiku mendadak lunglai seperti tak bertulang. Sialan! Kenapa pendengarannya tajam sekali?! Kupikir gumanan kecilku tak akan terdengar olehnya.​"B-Bapak pasti salah dengar." Aku bergegas membalikkan badan, berpura-pura sibuk celingukan mencari sumber bau. "Saya sungguh mencium bau got di ruangan ini. Tapi Bapak tenang saja, saya pasti akan membersihkannya sampai wangi."​Aku bergeser melangkah menja

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 142 BOS AROGAN

    Astaga... baru juga masuk ruangan, kelakuannya sudah arogan setengah mati!"Maaf, Pak... Apa bukan Bapak yang datang terlalu awal?" sahutku dengan nada penuh sindiran."Apa?!" Axel membelalakkan matanya lebar-lebar."Begini saja. Sebaiknya... Bapak silakan keluar dulu dari ruangan ini, biarkan saya membersihkan semuanya sampai beres. Oke?" potongku sembari memberi gestur mempersilakannya keluar dengan gerakan tangan yang dibuat ramah.Namun ia justru menegakkan tubuh, menatapku kaku dengan rahang mengeras. "Kamu mengusirku?!" desisnya tajam, lalu terdiam sejenak. "Tunggu! Kamu... wanita yang di dalam lift tadi, kan?"Oh, sialan! Dia mulai mengenali postur tubuhku!"B-betul, Pak..." sahutku cepat sembari membungkukkan badan, memaksa diri bersikap sesopan mungkin."Pantas saja kamu terlambat! Datangmu saja bersamaan dengan atasan. Harusnya kamu tiba lebih awal dibanding kami!"Dasar tikus got! Bisanya cuma bertind

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 141 HARI PERTAMA KERJA

    "Maksud Papa siapa?" timpal Axel dari belakang, membuat aku dan Pakde Arga spontan menoleh bersamaan.​"Tentu saja mantan istri kamu, Kayla," sahut Pakde Arga tenang.​Aku seketika tersedak ludahku sendiri. "Uhuk-uhuk!"​Pakde Arga sempat menatapku penuh selidik sebelum akhirnya protes keras dari Axel terdengar.​"Papa jangan sembarangan bicara! Aku dan Kayla itu belum resmi bercerai. Dan... Papa menyamakan Kayla dengan cleaning service ini?!" Axel menjeda kalimatnya dengan intonasi sarkastik yang kental.​Aku menoleh ke belakang, mendapati pria itu tengah menatapku dengan pandangan meremehkan.​"Tentu saja cewek ini nggak ada mirip-miripnya dengan Kayla!"​Sialan! Apa dia sedang merendahkan pekerjaanku sekarang?! Mentang-mentang aku mengenakan seragam cleaning service, dia menganggapku manusia kelas bawah?!​Rasanya aku ingin sekali menginjak sepatu kulitnya yang mengilap itu sekarang juga!​"Kamu ini

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 140 PELAYAN MANTAN SUAMI

    "Betul. Pak Axel baru saja menjabat sebagai direktur. Beliau adalah putra Pak Arga, komisaris utama perusahaan," jelas staf HRD ramah.Aku membeku selama beberapa detik, seolah aliran darahku berhenti mengalir. Ini sungguh tidak masuk akal. Tidak mungkin aku harus bekerja di perusahaan Pakde Arga, sementara aku sedang bersikeras menunjukkan bahwa aku bisa hidup mandiri!Dan... aku bertugas di area ruangan Axel?! Oh Tuhan... ujian apa lagi ini?! Mana mungkin aku menjadi tukang pembersih di ruangan pria yang sedang kuhindari?!Jika Axel tahu aku adalah petugas kebersihan di ruangannya, entah tindakan konyol atau arogan apa lagi yang akan ia lakukan padaku!"Mbak... Mbak Kayla baik-baik saja?" suara staf HRD membuyarkan lamunanku.Aku menjatuhkan berkas dokumen itu ke pangkuan, lalu mengangkat wajah dengan tatapan lemas. "Mbak... ini nggak salah penempatan perusahaan, kan?""Sama sekali tidak, Mbak. PT. Buana Jaya memang sudah lama

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 139 TUGAS KERJA TAK TERDUGA

    "A-aku... ngekos di sini, Kak," sahutku canggung, sedikit salah tingkah karena tak pernah membayangkan akan bertemu senior kampus di tempat kos yang sama. "Kamu ngekos?" tanya Kak Rayan dengan raut tak percaya. "Bukannya... rumah kamu nggak jauh dari kawasan ini?" Aku menggaruk kepala yang tak gatal, berpikir cepat mencari alasan yang masuk akal. "I-iya, sih. Aku... aku cuma ingin belajar mandiri aja. Nah... iya, itu alasannya." Aku tertawa garing berusaha menutupi raut cemas di wajahku. Kak Rayan hanya mengangguk pelan sembari tersenyum tipis. "Kak Rayan sendiri... ngapain di sini?" tanyaku balik, berharap dugaanku salah. Aku sungguh tak pernah membayangkan akan bertetangga dengan senior kampus yang gencar mengedekatiku belakangan ini. "Aku... udah hampir empat tahun," sahutnya sembari menunjuk pintu kamar di belakangnya. "Ngekos di sini." Oh tidak! Ternyata benar... dia bakal j

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 138 TETANGGA KOS

    "Sepuluh ribu dolar?!" tanyaku dengan mata membelalak lebar karena terkejut. Gila! Kalau aku sampai kena denda penalti sebesar itu, pakai uang dari mana aku membayarnya?! Bukannya untung, yang ada malah buntung! Aku bergegas bangkit dari kursi, melangkah mendekati staf HRD tersebut. "Mbak... apa saya bisa membatalkan kontrak kerjanya?" tanyaku sembari berusaha mengambil kembali berkas dokumen dalam dekapannya. Namun staf itu hanya tersenyum tenang dan ramah sembari mengibaskan tangannya pelan. "Maaf, Mbak. Tidak bisa... datanya sudah terinput secara otomatis ke sistem." Aku tetap bersikeras merebut file itu kembali. "Tapi Mbak... ini kan baru hitungan menit!" "Kalau Mbak Kayla mendadak membatalkan begini, Mbak bisa membuat Pak Heru kecewa, loh." Mendengar nama Papa Hani disebut, gerakanku seketika terhenti. Aku membeku selama beberapa detik. "T-tapi, Mbak..." "Buka

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status