Compartilhar

BAB 300 ASI PERTAMA

last update Data de publicação: 2026-10-24 12:16:01

"Ah... benar juga." Axel menatap wajah Sira dan berbicara dengannya seolah bayi mungil itu sudah bisa mengerti bahasanya.

"Sira... ternyata wajah kita benar-benar mirip ya..." gumam Axel dengan tawa renyah yang lolos dari bibirnya.

Ia kembali menatap lekat-lekat bayangan dirinya dan Sira di layar ponselku, seolah tak percaya sosok mungil di lengannya adalah darah dagingnya sendiri.

Aku ikut terkekeh mendengar tingkah lucunya itu, meski tiap hela napas masih memicu rasa nyeri samar di perut baw
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 300 ASI PERTAMA

    "Ah... benar juga." Axel menatap wajah Sira dan berbicara dengannya seolah bayi mungil itu sudah bisa mengerti bahasanya."Sira... ternyata wajah kita benar-benar mirip ya..." gumam Axel dengan tawa renyah yang lolos dari bibirnya. Ia kembali menatap lekat-lekat bayangan dirinya dan Sira di layar ponselku, seolah tak percaya sosok mungil di lengannya adalah darah dagingnya sendiri.Aku ikut terkekeh mendengar tingkah lucunya itu, meski tiap hela napas masih memicu rasa nyeri samar di perut bawahku. "Kan, apa gue bilang.""Tapi tenang aja, sifat cantiknya tetap turun dari lo," kelakar Axel manis.Matanya yang hangat berganti menatapku intens. "Gue masih nggak nyangka, Kayla... kita akhirnya benar-benar udah jadi orang tua sekarang. Sira... adalah bukti cinta kita.""Gue juga, Xel. Rasanya baru kemarin kita terus berantem, tapi sekarang... sudah ada Sira di antara kita," bisikku pelan, merasakan kehangatan merayap memenuhi setiap celah di dada. Ruang perawatan yang semula terasa dingi

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 299 KEHANGATAN DENGAN SI KECIL

    "Kalau begitu, tolong berikan bayinya pada saya, Dok," pinta Axel lirih. Sorot matanya yang tertuju pada boks bayi memancarkan keraguan tebal yang terlihat berkelahi sengit dengan kerinduannya yang mendalam."Apa Anda yakin, Pak?" tanya sang dokter, memastikan.Tanpa meragu lagi, Axel melepaskan tongkat di ketiak kanannya hingga terhempas ke lantai. Ia kemudian mengangguk mantap, lalu mengulurkan kedua tangannya dengan gemetar. Aku melirik ke bawah, terlihat kaki kanannya tengah menegang kaku, berjuang keras menahan tumpuan berat badannya sendiri.Sementara aku yang masih terkulai lemas di ranjang hanya bisa menatap setiap milimeter pergerakan itu dengan napas tertahan. Jantungku berpacu cepat, dihantam kepanikan luar biasa.Tuhan... tolong beri suamiku kekuatan. Jangan biarkan kakinya tumbang sekarang...Seketika, saat tubuh mungil berbalut kain merah muda itu berpindah ke dalam dekapan lengan Axel, kepucatan di wajah suamiku itu mendadak luntur.Ketakutannya seolah menguap begitu

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 298 KETEGANGAN DI MEJA OPERASI

    Pintu ruang pemeriksaan mendadak terbuka lebar. Langkah-langkah tergesa para perawat menggema saat brankarku kembali didorong keluar, melaju cepat menuju koridor ruang operasi."Kayla!"Suara serak itu memecah kegentingan. Axel menyambar sisi brankar, menyelaraskan langkah pincangnya dengan sekuat tenaga. Wajahnya terlihat pucat pasi dengan peluh dingin yang membasahi pelipisnya. Tangannya yang gemetar menggenggam erat jemariku yang mendingin karena ketakutan."Jangan takut, ya? Lo kuat, Kayla. Gue ada di sini... gue nggak bakal ke mana-mana," ucapnya dengan napas terengah-engah. Senyum lebar terukir di wajahnya meski matanya berkaca-kaca.Aku hanya bisa mengangguk dengan senyum tipis.Genggaman jemari Axel cukup menyalurkan kehangatan tipis sebelum akhirnya terlepas paksa saat brankar yang membawaku didorong melewati batas pintu steril ruang operasi. "Sampai di sini saja ya, Pak," pinta sang perawat pada Axel.Pintu ganda itu tertutup rapat, memutus pandanganku dari sosoknya.Begitu

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 297 KONDISI DARURAT

    "Kayla... ada apa?" tanya Axel panik. Tangannya gemetar, ikut meraba perutku yang rasanya makin melilit hebat seperti diperas dari dalam.Namun semakin lama, pasokan udara di paru-paruku seolah menguap. Napasku terasa kian pendek dan memburu hingga tubuhku ambruk, terduduk kaku di kursi samping Axel."Nggak tahu... rasanya sakit banget..." rintihku, mencengkeram lengan bajunya demi mengalihkan rasa nyeri yang teramat sangat."Sepertinya istri Anda mau melahirkan," timpal dokter fisioterapi yang menyadari perubahan wajahku. "Saya akan menghubungi bagian kandungan untuk membantu istri Anda sekarang."Dokter itu dengan cepat meraih gagang telepon di meja, lalu mengetikkan nomor internal rumah sakit. "Tolong ke bagian fisioterapi sekarang! Ada pasien yang hendak melahirkan!"Bersama dengan ucapan itu, sebuah sensasi hangat merembes deras membasahi kakiku. Ketubanku pecah—tepat setelah aku baru saja meyakinkan Axel bahwa bayi kami akan lahir setelah dia benar-benar sembuh. Namun kenyataan

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 296 DILANDA PUTUS ASA

    "Aku tidak yakin," sahutku dengan nada lemas, menatap Mr. Sam dengan senyum getir. "Sekalipun Axel akhirnya sembuh, tapi dia adalah seorang direktur. Mana mau dia mau berjalan di depan orang banyak.""Tidak apa-apa, Kayla. Jika Axel tidak bersedia, aku akan mencarikanmu model yang mempunyai tubuh mirip seperti suamimu," sahut Mr. Sam menenangkan, sembari menepuk pelan bahuku.Meski kata-kata itu menenangkan, entah kenapa dadaku terasa sesak. Ada ruang hampa yang mendadak menyeruak di dalam hati. Bagaimanapun, aku sungguh ingin Axel mengenakan desain busana yang aku buat. Busana itu lahir dari tiap tetes harapan dan doa yang kupanjatkan di malam-malam tersulit kami. Aku sudah bisa membayangkan, betapa kerennya hasil desainku jika menempel di tubuh atletis Axel—menampilkan sosok suami gagah yang selalu menopang hidupku."Baik, Mister. Kalau begitu aku pamit dulu."Setelah menandatangani kontrak kerja sama, aku akhirnya berpamitan pulang dan kembali ke villa. Hari demi hari berlalu beg

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 295 DEAL

    "Waahh... wanita cantik ini istri kamu?" tanya Tuan Xin dengan wajah penuh kekaguman.Axel mengangguk sambil tersenyum sungkan. "Benar Xin Shényī. Namanya Kayla. Sekarang sedang hamil tujuh bulan."Tuan Xin menghampiriku dengan mata berbinar ramah. Ia mengelus perutku dengan sangat lembut. "Wahh... Aku tidak menyangka kamu akan segera memiliki momongan, Axel," ucapnya sambil terkekeh renyah. "Kalau begitu... kamu harus segera sembuh. Kamu pasti ingin menggendong bayi kamu tanpa tongkat, kan?""Benar Shényī. Saya sudah tidak sabar untuk bisa berjalan tanpa tongkat.""Papa! Kenapa Papa malah ikut senang?" potong Xin Yi dengan nada manja. Ia menghentakkan kakinya di lantai kayu sambil merengek, menatap Axel dengan bibir mengerucut. "Axel... bukannya kamu bilang dia istri sekretarismu?"Aku spontan menoleh pada Axel dengan tatapan tajam membunuh dan wajah yang dipenuhi murka. Dasar tikus got! Apa dia berusaha menyembunyikan statusku?!Axel refleks menoleh padaku dengan raut panik setengah

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status