Home / Romansa / Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan / BAB 32 RASA MALU YANG MEMBAKAR

Share

BAB 32 RASA MALU YANG MEMBAKAR

last update publish date: 2026-07-13 12:00:01

Tubuhku mendadak membeku di tempat, terpaku menatap sepasang netra Axel yang masih menggelap oleh sisa gairah.

Untaian kalimat pendek yang baru saja meluncur dari bibir Axel tentang statusku sebagai istrinya—seolah mengonfirmasi bahwa kami memang berhak melakukan hubungan intim malam ini.

Namun begitu kesadaranku kembali, kepanikan mendadak menyerangku.

Tanpa berpikir panjang, aku langsung melayangkan tendangan ke tubuh jangkungnya hingga ia sedikit menjauh.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 257 KABAR BAIK

    "Kalian tidak tahu kalau pasien sedang hamil?" tanya sang dokter yang ikut terkejut mendapati respons mereka.​Mama dan Axel sama-sama menggeleng kaku sebelum akhirnya serentak menoleh menatapku.​"Kamu hamil, Kayla?!" tanya Mama menuntut kejelasan dengan nada suara meninggi kaget.​"Kay... kok lo nggak ngasi tahu gue?!" tambah Axel tak kalah panik.​Aku spontan menggeleng pelan dengan raut polos. "Kayla juga nggak tahu sama sekali, Ma... Kayla nggak merasakan gejala apa-apa."​Sang dokter tersenyum lebar seraya membenamkan kedua tangannya ke dalam saku jas dokternya. "Usia kehamilannya sudah menginjak enam minggu. Sangat wajar jika kamu tidak menyadarinya saat terlambat datang bulan."​Apa iya, ya? Belakangan ini aku memang sama sekali tidak mengingat siklus menstruasiku karena terlalu sibuk mengurus pekerjaan dan syok menghadapi musibah Axel. Pantas saja perutku sering merasa mual dan tak nyaman belakangan ini. Kukira itu cuma penyakit asam lambung biasa.​"Setelah cairan infus ini

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 256 KEJUTAN TAK TERDUGA

    ​"Xel, gue sama Kak Rayan bergerak bersama itu murni demi lo!" Aku berusaha menyentuh pundaknya untuk mengikis rasa curiganya.​Namun, dengan gerakan cepat Axel menepis tanganku kasar. "Demi gue?! Apa yang sudah kalian lakukan bersama di belakang gue?!"​"Gue..."​Kalimatku terjeda, berusaha sekuat tenaga menahan diri agar tidak membeberkan aksi nekatku membalas dendam pada Miko di kampus. Dokter psikolog sudah mewanti-wanti agar aku berhati-hati dalam bertutur kata. Jika Axel sampai tahu bahwa lumpuhnya kaki kanan yang ia alami adalah buah dari dendam Miko padaku, rasa bersalah dan amarahnya pasti akan makin meledak tak terkendali.​"Xel... yang pasti, gue nggak pernah melakukan hal buruk apa pun di belakang lo. Percayalah... gue cuma mencintai lo."​Axel mengulas senyum tipis yang getir seraya membuang muka. Aku menyaksikan sendiri genangan air mata yang membasahi pelupuk matanya.​"Lo bertahan mencintai gue cuma karena kasihan, kan?" bisiknya dengan suara bergetar pilu.​Aku mengg

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 255 TIDAK PERCAYA DIRI

    Aku segera menghampiri Axel dan berlutut di depan kursi rodanya. "Iya, Xel... Tadi kami dari kampus, dan Kak Rayan bilang mau menjenguk untuk melihat kondisi lo."​"Bagaimana keadaan lo sekarang, Xel?" tanya Kak Rayan hangat dan ramah dari belakangku.​Namun, di luar dugaan, Axel justru menyambut sapaan itu dengan tatapan mata yang amat dingin dan menusuk. "Lo datang dan bertanya seperti itu cuma untuk memastikan kalau gue benar-benar sudah cacat, kan?!"​Dahiku seketika mengernyit dalam, spontan berbalik menatap Kak Rayan yang terpaku kaget.​"Xel... kok omongan lo melenceng begitu, sih?" bisikku heran.​Axel mengabaikan bisikanku. Dengan gerakan kasar, jemarinya menarik paksa jaket kulit Kak Rayan dari pundakku, lalu melemparkannya begitu saja ke lantai menuju arah Kak Rayan."Xel!" teriakku kaget, spontan menoleh ke arah Kak Rayan dengan panik.​Sorot mata Axel kini tertuju tajam pada pundakku yang terekspos akibat robekan kemeja. "Ada apa dengan baju lo?"​"Tadi ada insiden kecil

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 254 HARI YANG CANGGUNG

    "Ngg-nggak usah, Kak," ucapku cepat-cepat seraya hendak melepas jaket kulit itu dari pundakku.​Namun, Kak Rayan menahannya dan memegang bahuku lembut. "Kayla, tolong dengarkan aku. Kamu itu perempuan. Jika Axel ada di posisi ini dan melihat bajumu robek, dia juga pasti nggak akan pernah membiarkan bahumu menjadi tontonan orang lain."​Aku menunduk tak berdaya. Aku tahu niat Kak Rayan sangat baik dan murni ingin melindungiku. Tapi jika Axel tahu, dia pasti akan merasa cemburu dan tidak menyukai perhatian seperti ini.​Aku melirik canggung ke arah Hani. rasa tidak enak makin membuncah di dalam dada. "Tapi, Kak..."​Kak Rayan spontan berpaling menatap Hani yang berdiri kaku di belakangnya. Mereka sempat bertukar pandang dalam momen yang canggung dan menyiksa, sebelum akhirnya Hani mendadak melangkah mendekati kami. Dengan gerakan cepat, Hani merapikan kembali posisi jaket Kak Rayan agar menutup rapat pundakku.​"Pakai saja, Kay. Kak Rayan sudah berniat baik menggantikan peran Axel untuk

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 253 PERCIKAN CEMBURU

    Sang manajer menghampiriku dengan raut wajah penuh rasa bersalah dan penyesalan. "Mbak Kayla... saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kelalaian pihak manajemen dalam melindungi keselamatan atlet kami."​Aku menegakkan badan, menatapnya tajam penuh peringatan dingin. "Saya tidak butuh permohonan maaf dari ucapan saja, Bu. Yang saya inginkan, semua pelaku yang terlibat ditindak tegas dan diproses secara hukum seadil-adilnya. Anda tahu sendiri seberapa parah kondisi suami saya saat ini."​"Saya sangat mengerti, Mbak..." ucapnya seraya menundukkan kepala pilu. "Saya akan segera menginstruksikan tim hukum kami untuk mengawal kasus ini bersama kepolisian."​"Kami sangat berharap janji itu bukan sekadar wacana penenang," timpal Kak Rayan seraya melangkah maju mendekati kami. "Motif kedua pelaku sudah terbukti sangat jelas. Jika pihak manajemen terkesan lambat atau tebang pilih dalam memberikan keadilan untuk Axel, kami tidak akan segan-segan memviralkan betapa bobroknya sistem perlind

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 252 SENJATA MAKAN TUAN

    "Kay... Lo nggak apa-apa?!" tanya Hani panik seraya memeriksa kondisiku.​Aku segera menyembunyikan wajah di balik bahu Hani, lalu mengedipkan sebelah mata padanya seraya menyunggingkan senyum tipis.​Seketika mulut Hani membulat sempurna diiringi matanya yang membelalak kaget. "Ohh..." bisiknya paham.​Aku bergegas kembali bersandiwara, memasang raut wajah terintimidasi dan syok. "Tolong gue, Han... Gue malu banget. Miko mau melecehkan gue di kampus..." rengekku seraya berpura-pura terisak pelan.​"Dasar asdos biadab! Dia memang nggak pantas jadi panutan di kampus ini!" teriak Hani nyaring, menunjuk Miko yang baru saja berhenti dihajar oleh Kak Rayan.​Kak Rayan yang melihat kondisiku yang berantakan, langsung menyeret Miko secara paksa keluar dari koridor gedung fakultas.​"Lepaskan aku!" teriak Miko seraya meronta-ronta dengan napas tersengal-sengal.​Kak Rayan tidak memedulikan rintihannya. Dengan cengkeraman tangannya yang kuat, ia terus menyeret Miko di hadapan para mahasiswa ya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status