Share

Bab 26

Author: Arandiah
last update Last Updated: 2025-12-24 23:09:23
Rusdi mulai menggerakkan jari-jarinya yang tebal dan kaku di atas pundak Adisty. Dia berusaha selembut mungkin, takut tenaga kulinya menyakiti kulit majikannya yang sehalus sutra itu. Namun, setiap sentuhan justru menjadi siksaan tersendiri baginya.

Kulit bahu Adisty terasa begitu hangat dan kenyal di telapak tangannya. Aroma tubuh wanita itu menguar kuat, wangi bunga melati bercampur sedikit aroma alami tubuhnya yang memabukkan, langsung menyusup ke hidung Rusdi yang berdiri kaku di belakangnya.

"Kurang kuat," protes Adisty pelan sambil memejamkan mata, menikmati pijatan itu. "Jangan ragu-ragu. Tekan urat yang kaku di pangkal leherku itu. Tenagamu kan besar, pakai sedikit."

Rusdi menuruti perintah itu. Dia menambah tekanan ibu jarinya, memijat memutar di area tengkuk dan bahu.

"Mhh... ya, di situ," desah Adisty panjang.

Suara desahan itu begitu erotis di telinga Rusdi, membuatnya nyaris gila.

Adisty perlahan menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi, lalu menjatuhkan kepalanya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Nyonya Puas Abang Lemas   Bab 105

    Rusdi duduk di sofa kecil di pojok kamar, matanya tak lepas memandangi Nyonya Vivian yang tertidur pulas di ranjang. Cahaya matahari siang yang terik menembus tipis-tipis lewat celah gorden tebal, membuat suasana kamar jadi remang-remang sejuk.Di balik selimut, Vivian masih memakai kemeja flanel kotak-kotak milik Rusdi. Rusdi tersenyum tipis melihatnya. Rasanya aneh tapi bangga, kemeja kerjanya yang bau keringat itu dipakai membalut tubuh nyonya rumah yang wangi dan mulus.Tapi ketenangan itu pecah berantakan.Dari arah halaman depan, terdengar suara deru mesin mobil yang halus masuk ke garasi. Rusdi langsung tegak. Telinganya hafal betul suara itu. Itu suara sedan mewah Tuan Adrian.Rusdi melirik jam dinding. Baru jam dua siang.'Mampus,' batin Rusdi panik. 'Katanya meeting sampai sore, kok jam segini sudah pulang?'Suara pintu mobil dibanting terdengar keras. Rusdi langsung loncat ke tepi ranjang dan mengguncang bahu Vivian."Nyonya! Nyonya, bangun!" bisik Rusdi panik.Vivian melen

  • Nyonya Puas Abang Lemas   Bab 104

    Rusdi duduk di sofa kecil yang ada di pojok kamar, tidak jauh dari ranjang besar tempat Vivian berbaring. Suasana kamar itu sunyi, cuma terdengar suara dengungan halus AC yang menghembuskan udara dingin.Rusdi diam memandangi majikannya dari jauh.Di balik selimut tebal itu, lekuk tubuh Nyonya Vivian masih terlihat samar-samar. Gundukan di bagian dada dan pinggulnya yang besar tercetak jelas di balik kain selimut. Wajah cantiknya terlihat tenang tapi matanya masih terbuka menatap langit-langit kamar. Kemeja kotak-kotak lusuh milik Rusdi masih dia pakai, kerahnya menyembul sedikit dari balik selimut. Warna kemeja yang kusam itu kelihatan beda banget kalau disandingkan dengan kulit leher Nyonya Vivian yang putih mulus dan bersih.'Cantik banget,' batin Rusdi. Dia merasa aneh sendiri. Wanita seindah ini tidur di depannya, memakai baju kerjanya yang bau apek, dan minta dijaga olehnya."Rus..." panggil Vivian pelan, memecah kesunyian."Dalem, Nya? Nyonya butuh sesuatu?" Rusdi langsung mene

  • Nyonya Puas Abang Lemas   Bab 103

    "Nyonya, kita masuk ke kamar saja yuk," ajak Rusdi dengan nada khawatir. Dia melihat wajah Vivian yang tadinya merah karena menangis sekarang malah jadi pucat. "Matahari makin terik di sini. Nanti Nyonya malah pingsan kalau kelamaan di luar."Vivian mengangguk lemah sambil memijat pelipisnya. "Iya, Rus. Kepala saya muter rasanya."Vivian mencoba berdiri dari kursi santai itu. Namun baru saja dia menegakkan badan, lututnya goyah. Tubuhnya yang padat dan berisi itu limbung ke samping seolah tidak ada tenaganya."Eh, awas Nya!"Rusdi dengan sigap menangkap pinggang Vivian sebelum wanita itu jatuh ke lantai kayu. Lengan Rusdi yang kekar langsung menahan bobot tubuh Vivian yang berat dan mantap.Rusdi bisa merasakan betapa halusnya kulit pinggang Vivian di balik kemeja flanelnya yang kebesaran itu. Tubuh Nyonya Vivian ini memang beda. Beratnya pas, dagingnya padat, dan terasa 'penuh' saat dipeluk. Bukan berat lemak gelambir, tapi berat wanita yang sehat dan terawat."Maaf Rus... Kaki saya

  • Nyonya Puas Abang Lemas   Bab 102

    Vivian masih menempelkan keningnya di kening Rusdi. Napas hangat wanita itu menerpa wajah Rusdi dan membawa aroma wangi yang bercampur dengan bau asin air mata.Tiba-tiba angin siang yang cukup kencang berhembus di area kolam renang.Tubuh Nyonya Vivian yang setengah telanjang itu menggigil sedikit karena kena angin. Rusdi sadar kalau majikannya ini sedang rapuh sekali. Hatinya hancur dan badannya terbuka begitu saja di udara terbuka. Rasa kasihan Rusdi muncul dan mengalahkan pikiran kotornya. Naluri laki-lakinya ingin melindungi wanita ini.Rusdi memundurkan wajahnya sedikit lalu melepas kemeja kotak-kotak lusuh yang dia pakai sebagai luaran. Kemeja itu warnanya sudah pudar dan baunya agak apek karena keringat kerja.Dengan gerakan canggung tapi lembut, Rusdi menyampirkan kemeja itu ke bahu Vivian untuk menutupi punggung dan dada montoknya yang sedari tadi terbuka."Tutup dulu badannya, Nya," kata Rusdi pelan sambil merapatkan kerah kemeja itu di dada Vivian. "Anginnya makin kencang.

  • Nyonya Puas Abang Lemas   Bab 101

    Rusdi menutup pintu kamar Adisty pelan-pelan. Dia menghela napas panjang sambil menyeka keringat di dahinya. Urusan dengan adik Tuan Adrian yang satu itu memang selalu bikin pusing kepala. Rusdi berusaha masa bodoh, yang penting dia sudah menuruti perintah dan aman dari omelan.Rusdi melangkah santai menuju area samping rumah. Niat awalnya mau mengambil selang air untuk menyiram taman, tapi langkah kakinya terhenti saat matanya menangkap pemandangan di tepi kolam renang.Di atas kursi santai yang empuk, Nyonya Vivian sedang berbaring telungkup.Rusdi menelan ludah. Pemandangan ini adalah favoritnya. Kalau Non Adisty badannya kencang dan atletis karena rajin olahraga, Nyonya Vivian ini beda. Dia benar-benar matang. Tubuhnya padat, berisi, dan montok di semua bagian yang tepat.Saat ini Nyonya Vivian cuma pakai bikini warna hitam yang kainnya irit sekali. Bagian punggungnya terekspos penuh ke arah matahari karena tali bikininya sudah dilepas. Kulitnya yang kuning langsat terlihat sangat

  • Nyonya Puas Abang Lemas   Bab 100

    "Kancingnya! Buka kancing celana saya!" bentak Adisty tidak sabar. "Tangan saya lemas! Kamu yang buka! Cepat!"Rusdi mengangguk. Tangannya yang gemetar antusias bergerak ke kancing besi celana jins Adisty. Celana itu ketat sekali, kancingnya menegang menahan perut rata dan pinggul Adisty.Dengan sedikit usaha, Rusdi menarik kancing itu.Pop!Kancing terlepas. Resleting celana itu perlahan turun sedikit karena desakan dari dalam. Adisty langsung mengangkat pinggulnya sedikit dari sofa, memberi akses lebih luas."Masukin..." bisik Adisty. "Sentuh langsung. Saya mau rasakan tangan kasarmu di dalam."Rusdi menyelipkan tangannya yang besar masuk ke balik celana jins yang sudah terbuka itu. Begitu melewati kain kasar dan celana dalam tipis berbahan renda yang sudah basah kuyup, tangan Rusdi langsung disambut kehangatan yang luar biasa."Anget banget, Non," gumam Rusdi jujur.Jari tengah Rusdi yang kasar langsung menemukan targetnya. Dia menekan tepat di klitoris Adisty yang sudah membengkak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status