Home / Romansa / Obsesi Dingin Sang Komandan / Bab 89 Benturan Episode Buruk

Share

Bab 89 Benturan Episode Buruk

last update publish date: 2026-09-26 22:19:27

.

.

.

Bab 89

Yudha bertanya sebab dia tahu persis bagaimana Ryuga dulu memilih untuk menjauh bahkan setelah tahu Dirga memiliki hubungan dengan mendiang istrinya.

Kilat amarah terpancar jelas di mata Ryuga kala episode buruk dalam masa lalunya kembali berputar. Dulu dia bisa lari dan tidak menghadapi Dirga secara langsung karena tak ingin membuat konflik keluarga kian membesar.

Namun, kali ini berbeda.

“Sekarang bukan hanya antara aku dan Dirga, tapi ada Dara…”

Sedetik kemudian Ryuga langsung m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Obsesi Dingin Sang Komandan   Bab 115 Jawaban Telak

    ...Bab 115Ryuga berniat menyudahi pertemuan panas ini, ia merengkuh pundak istrinya. Tanpa memutus tatapan dingin yang tertuju pada kedua orang tua Diandra.“Keputusan saya menikahi Dara adalah yang terbaik. Untuk saya dan Zio. Apapun tanggapan kalian tentang Dara tidak akan merubah kenyataan tersebut. Dan, saya rasa Zio juga sependapat dengan saya,” ujar Ryuga tegas.Baik Diana maupun Firman menatap tidak suka mendengar Ryuga berujar demikian. Ia merasa tidak lagi dihargai di sana.Jangankan mereka, Dara saja tidak mengira suaminya akan membela dirinya terang-terangan seperti ini. Lelaki irit bicara itu kini sungguh menjadi garda terdepan untuk membelanya.Firman menghela napas berat, hendak menyanggah. Sayangnya, Ryuga tidak memberinya alasan.“Sampai kapan pun istri saya tetap Dara. Bukan perempuan lain, termasuk adik Diandra.”Lelaki itu memberi ultimatum keras. Harga diri Dara adalah harga dirinya juga. sebagai seorang suami ia akan mempertahankan kehormatan istrinya di hadap

  • Obsesi Dingin Sang Komandan   Bab 114 Dara Yang Sebenarnya

    ...Bab 114Daara menoleh kembali.“Ini istri kamu, Ryu? Gimana bisa kamu nikah sama dia, sih?” Diana melempar tatapan sinis, seraya memindai tubuh Dara dari ujung kepala hingga ujung kaki.Diana sempat takjub. Dia hanya membual ketika bilang istri Ryuga tidak cantik hanya dengan menilai fotonya saja. Namun, tidak ingin mengakuinya tentu saja.Apalagi sekarang, Dara tampak sangat manis sekali sekarang meski hanya dalam balutan dress santai dan riasan tipis di wajahnya. Tidak ada kesan berlebihan pada penampilannya, tetapi ada sesuatu dalam ketenangan dan pembawaannya yang membuat Diana enggan mengalihkan pandangan.Dara memberikan tatapan yang sulit diartikan untuk kedua orang tua Diandra, khususnya wanita dengan puluhan perhiasan emas yang bergemerincing di tangannya tiap kali bergerak itu.Ryuga mengulurkan tangan pada istrinya. “Sini, duduk sama saya.”Ia merapatkan

  • Obsesi Dingin Sang Komandan   Bab 113 Tamu Tak Diundang

    ...Dara-Ryuga Bab 113Terbangun tanpa Ryuga di sampingnya itu sudah biasa bagi Dara. Karena memang suaminya selalu bangun lebih awal untuk lari pagi. Sementara hati Dara belum tergerak untuk mengikuti pola hidup sehat suaminya.Keluar dari kamarnya, Dara tersenyum melihat putranya begitu telaten dalam menyusun balok-balok mainan menjadi sebuah bangunan yang hampir menyerupai sebuah rumah.Dara mendekat setelah membuatkan susu rasa vanilla kesukaannya.“Zio, minum susunya dulu.”“Iya, Nda. Makasih,” sahut Zio, seraya tersenyum lebar memamerkan deretan giginya yang rapi.Dara saja iri melihat betapa bersih dan rapinya gigi anak sekecil itu. Entah setelaten apa Ryuga merawatnya dulu.Di tengah-tengah interaksi mereka, Dara mendengar sayup-sayup orang mengobrol di ruang tamu. Dan, ketika menoleh ia mendapati Mbak Fitri berjalan tergesa menuju dapur dengan wajah yang terlihat panik.“Zio, sayang.” Dara menoleh pada Zio. “Sebentar, ya? Bunda mau ke dapur dulu.”“Oke, Nda.”Diusapnya kep

  • Obsesi Dingin Sang Komandan   Bab 112 Horny

    ...Bab 112Udara di kamar mereka serasa terkuras, berganti dengan hawa panas. Ciuman Dara yang sejak tadi terasa tak terkendali dalam melampiaskan gejolak dalam dadanya mulai melembut setelah Ryuga mengambil alih.Ketika Dara mulai stabil emosinya, Ryuga melepas tautan bibir mereka pelan. Mengadukan kedua kening mereka selagi berebut udara untuk mengisi paru-paru.Dara meremang saat merasakan tangan suaminya bergerak pada punggung bawahnya, ditekan lalu diremas, desah perempuan itu lolos. Ryuga beralih pada leher, memberi jejak kemerahan di sana.“A-aku belum mandi, Mas,” ujar Dara, seraya menjauhkan badannya.Angin berembus kencang masuk ke dalam kamar melalui jendela yang belum Dara tutup. Dara menelan ludah menatap dada telanjang suaminya, lalu pandangan matanya naik ke atas.Astaga! Siapa yang melakukannya?Tentu saja, Dara.Apa Dara seliar itu tadi sampai tidak sadar membuat tanda merah bertebaran di leher suaminya?Dara nyengir canggung, sementara tangannya masih mendarat pad

  • Obsesi Dingin Sang Komandan   Bab 111 Ciuman Mendadak

    ...Bab 111Dara tidak tahu siapa nenek Diana yang dimaksud Zio, tapi melihat Zio yang tampak lesu membuatnya urung mencari informasi darinya.“Zio, dengerin bunda.”Dara menggeser duduknya, berlutut tepat di hadapan Zio. Kedua tangannya terangkat lembut menangkup pipi tembam Zio.“Zio nggak mau punya adik, ya?”Zio menundukan kepalanya, hal itu mrmbuat mata Dara mulai berkaca-kaca.“Kalau Zio nggak mau, nggak apa-apa. Zio akan jadi satu-satunya anak bunda?”Diusapnya kepala Zio. “Jangan sedih lagi, ya? Sayangnya bunda ke Zio nggak ada batasnya jadi, Zio jangan pernah percaya lagi kalau ada yang bilang seperti tadi, oke?”Kepala Zio terangkat, menatap paras cantik bundanya yang selalu tersenyum hangat padanya.“Iya, Nda.” Pertanyaan Dara langsung disambut anggukan yakin oleh Zio, meski sambil terisak.“Zio pengin punya adik cewek, tapi Zio takut…”“Takut kenapa, sayang?”Zio kembali mendongak. “Tapi, kata nenek…”“Kamu hanya boleh percaya sama ayah sama bunda.” Seruan tegas itu bera

  • Obsesi Dingin Sang Komandan   Bab 110 Penguntit Mesum

    ...Bab 110Panggilan Dara terus berdering tanpa mendapat jawaban. Ia beralih mencari nama Yudha dalam kontaknya.“Yud, Mas Ryu lagi sibuk?”Semenit kemudian, balasan masuk.“Baru aja mandi, tuh. Belum pake baju malahan.”Membaca balasan pesan dari Yudha, mata Dara terbuka lebar. Jemarinya bergerak cepat mengetikkan balasan.“Heh! Kalian ngapain mandi di situ segala?”“Abis ada kerjaan dari luar, Kak. Kotor, jadi Komandan mandi dulu. Mau aku fotoin nggak, mumpung belum pake baju.”Sebagai wanita normal, Dara tentu saja sangat berminat dengan tawaran Yudha yang menggoda. Sambil menahan senyum nakal di bibirnya, ia membalsa singkat.“Boleh, Yud.”Ryuga memang tidak memiliki tubuh yang putih mulus selayaknya Song Joong ki atau Ji chang wook, tetapi justru Dara melihat sisi maskulinnya.Wajahnya manis dan tidak membosankan untuk Dara pelototi tiap hari, apalagi kalau sedang dalam pose candid bertelanjang dada seperti sekarang.Dara memperbesar layar ponselnya.“Ya ampun, seksi banget k

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status