Share

Bab 57.

last update Tanggal publikasi: 2025-12-28 22:57:54

"Alina!!" Panggil Kaiden dari telepon dengan suara marah.

Nolan menyahut, "apakah Alina melakukan kesalahan di kantor?" Tanya Nolan, walaupun sedikit menaruh curiga, tapi ia berusaha tetap menunjukkan sikap tenang.

Tanpa di duga, telepon malah di matikan sepihak oleh Kaiden.

Nolan menggenggam ponsel Alina dengan jari yang bergetar halus, matanya terpaku pada layar yang gelap dan terkunci.

Hatinya bergejolak, sulit dijelaskan antara rasa curiga, takut, dan kecewa yang bercampur menjadi sa
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 183. Alina rindu Kaiden.

    Di rumah duka. Kaiden menekuk lututnya di samping peti mati berlapis kayu mahoni yang mengilap, tangannya mencengkeram erat bingkai kayu itu seolah ingin menahan dunia agar tak runtuh. Matanya merah membara, napasnya berat dan terengah-engah oleh amarah yang menggelegak tanpa henti. Di dalam hatinya, dendam merayap seperti api yang melalap, karena racun itu telah merenggut nyawa ibunya dengan kejam, tanpa ada sedikit pun belas kasihan. Ia menatap kosong ke arah sekeliling ruangan yang megah dan sunyi, ruang duka mewah yang seharusnya menjadi tempat penghormatan, kini berubah menjadi saksi bisu luka yang tak terobati. Bayangan wajah ibunya yang tersenyum lembut dulu terus menghantui, membuat dadanya sesak oleh rasa kehilangan yang belum sempat ia lawan.Ia masih ingat dengan jelas, janjinya pada ibunya untuk memberikan cucu. Dylan, asistennya, mendekat dengan langkah hati-hati. "Tuan Nolan datang bersama dengan nona Alina," ucapnya pelan, suara berat penuh beban. Kaiden menoleh

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 182. Keke meninggal?

    Melihat keadaan Risma yang semakin memburuk, Alina memutuskan untuk pergi menemui Vino.Walaupun selama sebulan ia sudah mencari tahu, tentang pasien gagal sembuh yang di rawat di rumah sakit ini.Bagi Alina, semuanya nampak memiliki kondisi yang sama.Mereka yang gagal sembuh, akan mati dalam dua sampai enam bulan.Bahkan semua gejala penyakit mereka juga menunjukkan reaksi yang begitu mirip."Ini sungguh tidak masuk akal." Gumam Alina seraya berjalan meninggalkan ruang inap Risma.Saking kalutnya dengan pikirannya sendiri, Alina sampai tidak menyadari, jika dari tadi Nolan mengikutinya."Alina bisakah kita berdua bicara sebentar?" Tanya Nolan sopan, walaupun sebulan ini keduanya sering menghabiskan waktu bersama karena Risma.Tapi hubungan keduanya malah semakin canggung, Nolan sendiri semakin menyadari jika perasaannya untuk Alina sulit untuk dihilangkan.Tapi, karena tanggung jawabnya pada Ghea, di tambah Alina yang sama sekarang ini sama sekali tak memiliki perasaan terhadapnya.

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 181. Menjadikan alasan untuk tetap hidup.

    Alina memegang tangan Kevin, "kamu nggak boleh menyerah, kamu harus semangat sembuh." Kevin tidak menolak sentuhan Alina. "Semangat? Sudah tidak ada alasan lagi untukku bersemangat, aku sudah nggak punya tujuan lagi untuk hidup." Alina merasa sedih, saat melihat Kevin putus asa seperti ini, ia tidak menyangka orang yang paling bersemangat dalam hidupnya akan mengalami fase seperti ini. "Kevin, apakah kamu nggak ingin menjemput kebahagiaan dengan menikah dan memiliki anak?" Tiba-tiba Alina teringat dengan ayah Kevin. "Kalau sekarang kamu merasa bingung dengan hal apa yang bisa membuatmu semangat dalam menjalani hidup, coba ingatlah ayahmu!!" Saat mendengar ucapan Alina yang menyuruhnya semangat, ekspresi Kevin sedikit senang. Namun, ekspresinya berubah murung setelah Alina membahas ayahnya. Alina juga melihat perubahan ekspresi Kevin. "Apakah barusan aku salah bicara?" Gumam Alina dalam hati. "Ayahku selama ini diam-diam selingkuh dengan ibunya Nolan, faktanya aku dan

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 180. Risma?

    Setelah masuk ke dalam rumah sakit. Alina berdiri di sudut lorong rumah sakit yang berkilau dengan lampu kristal, menatap ruang inap VVIP tempat tubuh Risma terbaring. Hatinya bergemuruh, campuran antara cemas dan curiga. Semula ia mengira Risma akan segera ditangani di UGD seperti pasien lainnya, tapi kenyataannya berbeda. Tubuh Risma langsung dibawa ke ruang khusus, tanpa prosedur yang biasa ia ketahui. Langkah kaki Victor terdengar mendekat, suara yang selalu membuat Alina merasa tak nyaman. Tatapan mata Victor yang tajam dan dingin menusuk setiap kali mereka bertemu. "Alina, apa kabar?" sapa Victor dengan nada yang sarat permusuhan, seolah menyembunyikan sesuatu di balik senyum dinginnya. Alina mengangkat wajah, berusaha menahan amarah yang menggelegak. "Baik," jawabnya singkat, suara yang dipaksakan tetap tenang. Matanya tak lepas dari sosok Victor yang berdiri tegap di depan pintu ruang inap, seolah mengawasi segala gerak-gerik di sana. Di balik keten

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 179. Membuka hati.

    Wajah Risma semakin memucat, tiba-tiba Alina merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan Risma. Ia pun memegang dahi Risma. "Tubuhnya sangat dingin, aku harus memberitahu Nolan," gumam Alina. Lantas ia pun pergi meninggalkan pondok untuk mencari Nolan dengan masuk ke dalam rumah. Baru memasuki rumah, ia merasa seperti kembali ke rumah lamanya. Bukan hanya desain rumahnya yang mirip, tapi dari warna cat dan tata letak perabot, semuanya terlihat sama. Tak berselang lama, Nolan muncul. "Apa yang terjadi?" Tanya Nolan, seperti bisa menebak apa yang terjadi. Alina langsung menjelaskan semuanya. "Kamu kembali dulu, temani Risma. Aku akan siapkan mobil dan barang bawaan Risma," kata Nolan, tanpa menunggu jawaban Alina, ia pergi dari tempat itu begitu saja. Banyak pertanyaan yang mengganjal dalam hati Alina, "apa yang sebenarnya terjadi? Apakah Risma sering mengalami hal seperti ini, kenapa Nolan tidak terlihat terkejut?"Alina pun buru-buru kembali ke pondok. Tak berselang lama, No

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 178.

    Hati Nolan terasa sakit saat Alina melontarkan pertanyaan itu. Ia enggan menjawab, lalu memilih mengalihkan pembicaraan. "Aku akan masuk ke dalam untuk memasak makan malam. Kamu temui Risma di taman belakang," kata Nolan tanpa menunggu jawaban Alina, lalu segera meninggalkan tempat itu. Alina, yang sejak awal sudah curiga pada Nolan, tak ingin mengikutinya. Ia merasa Nolan masih menyimpan perasaan padanya, dan muncul rasa was-was jika pria itu memiliki niat lain, bahkan memiliki niat untuk rujuk. Namun, Alina yakin sejak awal pernikahan hingga sekarang, perasaannya pada Nolan tak pernah berubah. Ia hanya merasa nyaman dekat Nolan karena kebiasaan sejak kecil, nyaman sebagai teman yang suka bersama, bukan sebagai sepasang kekasih yang saling mencintai. "Mungkin saja sekarang Vino ada urusan keluar negeri, mengingat Risma sedang hamil. Jadi mungkin Vino menitipkan Risma pada Nolan," gumam Alina, masih berpikiran positif tentang rumah tangga Risma. Ia melangkah gontai menuju

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 149. Kutukan.

    Risma yang sudah mengetahui, kalau selama ini kakek Tora adalah otak dari semua permasalahan yang terjadi di keluarga Anjasmara dari rekaman Nolan, hanya menatapnya dengan dingin. Ia sungguh menyesal, karena tidak memercayai ucapan ibunya. Sementara Tora sendiri, nampak menatap cucunya dengan w

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-01
  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 143. Dika posesif pada Alina.

    Kedua tangan Dika terkepal, ia malah menarik Alina dalam pelukannya. "Mulai sekarang kamu nggak boleh memikirkan pria lain selain aku!" Kata Dika posesif. Alina menjauhkan tubuh Dika. "Hubungan kita hanya di dasari kesepakatan, aku harap kamu bisa mengerti dan tidak melakukan hal yang melampaui

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-01
  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 148. Membalas Kaiden.

    Jika Risma nampak terpukul dengan kematian ibunya, hal berbeda dengan Nolan. Ia malah merasa lega, akhirnya ibunya yang hidup penuh beban dan tidak memiliki pilihan memilih mengakhiri hidupnya. Nolan adalah saksi hidup untuk semua penderitaan yang di alami ibunya, dulu Nolan pernah menawarkan ibu

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-01
  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 154. Merindukan tubuh mu.

    Alina menatap Kaiden dengan tatapan serius. "Biarkan aku kembali, aku janji pasti aku akan kembali sama kamu." Kaiden malah memeluk Alina, "ibuku pasti akan setuju dengan keputusan ku." "Aku memilihmu." Imbuhnya dengan suara berat. Alina langsung menjauhkan tubuh Kaiden dengan kasar, "Kak Kai,

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status