Home / Romansa / Obsesi Gila Suamiku / Bab 100. Awal dari Sebuah Perangkap

Share

Bab 100. Awal dari Sebuah Perangkap

Author: Elsa Mahesa
last update publish date: 2026-08-30 20:54:45

Ucapan Dito rupanya jauh lebih mengusik daripada yang sanggup Malhera akui. Penawaran pria itu terus membayangi pikirannya.

​Sebuah peluang.

​Sebuah celah untuk mengikis jarak dengan Mahesa.

​Namun Malhera bukan wanita gegabah. Ia tahu betul tak bisa melangkah secara ugal-ugalan.

​Selama ini, citranya terbangun cermat sebagai wanita berkelas, elegan, dan mahir menjaga batasan. Mustahil baginya mendadak menyodorkan diri sebagai perusak rumah tangga orang secara terang-terangan.

​Terlebih lagi, p
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Obsesi Gila Suamiku   Bab 100. Awal dari Sebuah Perangkap

    Ucapan Dito rupanya jauh lebih mengusik daripada yang sanggup Malhera akui. Penawaran pria itu terus membayangi pikirannya.​Sebuah peluang.​Sebuah celah untuk mengikis jarak dengan Mahesa.​Namun Malhera bukan wanita gegabah. Ia tahu betul tak bisa melangkah secara ugal-ugalan.​Selama ini, citranya terbangun cermat sebagai wanita berkelas, elegan, dan mahir menjaga batasan. Mustahil baginya mendadak menyodorkan diri sebagai perusak rumah tangga orang secara terang-terangan.​Terlebih lagi, pria yang sukses mengacak-acak fokusnya itu sudah berstatus milik orang lain.​"Mahesa..." bisiknya pelan pada keheningan kamar.​Malhera mengembuskan napas berat. "Kamu benar-benar bikin aku gila. Aku nggak bisa biarkan pikiran ini makin melantur."​Ia terpaku beberapa saat.​Lalu menggeleng tegas.​"Enggak."​Malhera merenungi bayangannya sendiri di balik cermin rias.​"Kalau aku mundur sekarang, sama saja aku menyerah sebelum bertanding."​Ia berjalan menuju tempat tidur lalu melabuhkan tubuhn

  • Obsesi Gila Suamiku   Bab 99. Pondasi Sebuah Balas Dendam

    "Sepertinya Anda salah paham, Pak Dito." Malhera berusaha menjaga suaranya tetap datar dan terkontrol. "Saya tidak menyimpan perasaan apa pun pada Pak Mahesa."Dito hanya mengukir senyum tipis di sudut bibirnya. "Anda tidak perlu menyangkalnya.""Saya tidak menyangkal.""Benarkah?" Tatapan Dito menyapu cepat raut wajah Malhera. "Dari cara Anda memandangnya di lobi tadi... saya rasa Anda sendiri tahu jawabannya."Malhera membisu. Ia sangat tidak menyukai arah pembicaraan ini."Saya hanya mengagumi beliau sebagai mitra bisnis," tegasnya akhirnya, dingin. "Tidak lebih."Dito terkekeh pelan, sama sekali tak berniat memperpanjang perdebatan itu. "Baiklah. Anggap saja begitu."Pria itu beranjak berdiri dari sofa, merapikan lipatan jasnya dengan tenang."Tapi kalau suatu hari Anda butuh jalan pintas untuk membuat segalanya jadi lebih mudah..." Dito menghentikan gerakannya sejenak, lalu menghunuskan pandangan lurus pada Malhera. "...Anda tahu harus menghubungi siapa."Malhera tidak menolak. I

  • Obsesi Gila Suamiku   Bab 98. Sekutu yang Berbahaya

    Mahesa membawa Ellena ke sebuah restoran eksklusif yang cukup jauh dari hiruk-pikuk pusat kota.Begitu mereka duduk, berbagai hidangan menggugah selera lekas memenuhi meja. Aroma rempah yang hangat bercampur wangi masakan yang baru matang sukses membuat mata Ellena berbinar seketika.Berbeda dari trimester awal kehamilannya—saat membaui aroma makanan saja sudah cukup membuat perutnya mual—kali ini selera makannya benar-benar kembali.Bahkan Ellena makan dengan begitu lahap."Pelan-pelan, Sayang," tegur Mahesa sembari terkekeh halus. "Nggak ada yang mau merebut makananmu."Ellena cuma tertawa kecil sebelum kembali menyuap makanan ke mulutnya. "Mas, ini enak banget.""Seenak itu?"Ellena mengangguk antusias. "Salah satu yang paling enak yang pernah aku makan."Mahesa tertawa pelan. Ia tak terlalu memedulikan rasa makanan di piringnya sendiri. Pandangannya justru tersita sepenuhnya pada Ellena yang begitu menikmati tiap suapan.Melihat istrinya kembali berselera makan seperti ini menghad

  • Obsesi Gila Suamiku   Bsb 97. Sosok yang Diinginkan

    Mahesa yang masih mengunci genggaman tangannya pada Ellena tiba-tiba mengalihkan pandangan.Tatapannya terlempar pada Malhera yang masih berdiri tak jauh di area lobi.Seolah baru teringat ada seseorang yang menyaksikan seluruh drama tadi, Mahesa perlahan memutar tubuh menghadap wanita itu."Oh, iya." Suara Mahesa terdengar tenang. Ia lalu menoleh lembut pada sang istri. "Sayang, kenalkan. Ini Malhera."Ellena mengekor arah pandangan suaminya.Dan tepat saat itulah, matanya benar-benar menangkap sosok wanita di hadapan mereka.Langkah napas Ellena seakan tercekat di dada.Malhera memang cantik. Bukan sekadar cantik berwajah menawan, melainkan memiliki aura intimidatif yang membuat siapa pun mustahil mengabaikannya. Tubuhnya tinggi dan proporsional dengan lekuk tegas yang dibalut setelan elegan. Penampilannya tampak begitu terkurasi rapi, seolah baru saja melangkah keluar dari sampul majalah bisnis mode.Tanpa bisa ditahan, Ellena membandingkan dirinya sendiri.Perutnya yang kian membu

  • Obsesi Gila Suamiku   Bab 96. Pesona yang Tak Disengaja

    "Sebagai seorang direktur, seharusnya Anda tahu bagaimana menjaga etika."Dito menatap Ellena tanpa sedikit pun mengendurkan ekspresinya."Tapi sayangnya, hari ini saya tidak melihat itu dari Anda."Ellena merapatkan rahangnya. "Saya datang ke sini untuk menemui suami saya." Tatapannya mengeras. "Jadi tolong jaga ucapan Anda."Dito mengembuskan napas pendek. "Justru karena ini lingkungan profesional, Anda seharusnya bisa membedakannya. Ini kantor ALTV, bukan rumah pribadi Anda. Anda datang tanpa janji, tanpa undangan..."Kalimat itu membuat Ellena terdiam. Tenggorokannya mendadak terasa kaku.Ia memang murni datang hanya untuk memberi kejutan kecil kepada Mahesa. Tak pernah terlintas sedikit pun di pikirannya bahwa niat baik itu justru berujung dipermalukan di tengah lobi.Jemarinya mengepal rapat di sisi tubuh. Matanya memerah menahan panas—bukan cuma karena kesal, tapi juga rasa malu yang mendadak menyeruak memenuhi dadanya.Hingga sebuah suara memotong dingin dari belakang."Bersik

  • Obsesi Gila Suamiku   Bab 95. Kejutan di Markas Rival

    Wajah Ellena masih cemberut ketika ia kembali mendekati ranjang.Namun langkahnya mendadak terhenti.Sesuatu di atas meja rias menarik perhatiannya. Sebuah kotak hitam elegan tergeletak rapi di sana.Ellena mengernyit. Ia mengambilnya, lalu perlahan membuka tutup kotak tersebut.Matanya seketika membelalak.Di dalamnya terbaring sebuah kalung cantik berpendar lembut. Tanpa kartu ucapan, tanpa sepucuk surat, bahkan tanpa selipan pesan singkat dari Mahesa.Namun Ellena tak butuh semua itu untuk menebak siapa pengirimnya."Mas..." Senyum perlahan merekah di bibirnya. "Kamu ini... Swet banget"Ia mengambil kalung itu, membelitkannya dengan hati-hati di leher, lalu menyentuh liontinnya pelan."Masih sempat-sempatnya cari hadiah buat aku..." gumamnya lirih.Namun senyum itu perlahan surut."Sementara aku... jangankan kado, menyiapkan apa-apa pun belum."Rasa bersalah mendadak menyelinap di dadanya. Ellena menunduk, menatapi liontin yang kini menggantung manis di dadanya.Ia terdiam beberapa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status