MasukDapat feel-nya. Ini adegan karangan bunganya kuat banget buat bikin pembaca emosi — apalagi kalau Renata lagi difitnah di sosmed.Aku rapikan dikit ya, biar tegangnya naik tapi tetap pakai gaya kamu. Aku benerin typo dan alurnya biar lebih ngalir:---Untuk membuang penat, kedua wanita itu pergi ke kantor Mikaila. Saat Renata dan Angela memasuki lobi, semua mata menatap dan berbisik-bisik. Renata dan Angela pura-pura tidak peduli.Mereka masuk lift dan berhenti di lantai ruangan Mikaila. Angela mendekati meja sekretaris."Kak! Bu Mikaila sibuk nggak?"Sekretaris itu mengedipkan mata dan tersenyum ramah lalu menjawab, "Bu Mikaila sedang keluar."Binar mata Renata meredup. Dia menatap daun pintu ruangan Mikaila dengan rumit. Jelas-jelas mobil Mikaila masih terparkir di basement. Ini pasti karena Mikaila menghindarinya karena skandal di media sosial.Angela menghela napas berat, "Yah! Sayang sekali!"Kedatangan mereka sia-sia. Mereka memutuskan pergi.Setelah lift tertutup, sekretaris it
Saat berjalan menuruni tangga, Renata melihat Angela yang sedang senyum-senyum sendiri seperti orang gila. Dia pun mengernyit dan merasakan firasat buruk."Ngapain senyum-senyum sendiri?" Angel tersenyum licik sambil menunjukkan ponselnya. "Kemari deh! Bagaimana kalau foto ini aku sebar?" tanyanya dengan mata berbinar.Renata menarik kursi dan duduk di sebelahnya. Dia melirik ke arah layar ponsel sahabatnya. Pupil matanya menyusut, "Jangan macem-macem deh!" Angela menyibak rambutnya. Dia yang seperti kerasukan tidak perduli dengan resikonya. Dari awal, dia ingin sekali memberi pelajaran pada Dayana saat dia mendapatkan foto itu. Hanya saja, Renata selalu mencegahnya, tapi sekarang dia tidak akan menundanya lagi sekalipun Renata menghalanginya.Tekadnya sudah bulat."Cih! Aku ngga takut!"Renata mengulurkan tangan lalu merebut ponselnya dengan cepat. Wanita itu menggelengkan kepalanya mengisyaratkan agar Angela berhenti. Jangan sampai Angela menyinggung Abimana yang kejam itu!Angela
Melihat reaksi Reino, suasana hati Abimana semakin buruk. Dia melirik asistennya dengan tajam lalu mengusirnya."Pulang sana! Nggak usah menginap."Reino tidak tahu kesalahannya, tapi dari pada kena pukul dan bahkan di pecat. Dia langsung berdiri tanpa mengeluh."Baiklah, Tuan."Abimana memijit pelipisnya yang sakit.*** Paginya di rumah Angel. Renata sedang duduk di meja makan sambil menyesap kopi hitam. Dia masih memakai piyama, rambut panjangnya di cepol, wajahnya terlihat kuyu lengkap dengan lingkar hitam di bawah matanya. Dia sudah seperti zombi."Pagi ... " sapa Angel dengan penuh ceria.Keceriaannya seperti cahaya matahari yang menyinari setiap sudut gelap. Wanita itu sudah rapi, cantik dan wangi. Dia memakai gaun panjang berwarna navi dan tas slempang edisi terbatasnya. Rambutnya di curly dengan riasan douyin andalannya. Renata melirik sekilas dan menjawab dengan malas, "Pagi ... "An
Ting! Sebuah pesan yang mengandung ancaman kembali masuk. [Bakar saja kalau berani!]Melihat pesan Abimana yang semena-mena membuat darah Renata mendidih, dia segera membalas. [Aku nggak takut!]"Huh! Dia pikir aku takut apa!" Demi ketenangan hidup barunya, Renata memblokir nomor Abimana. Dia pun melempar ponselnya ke ranjang. Dia bersandar dan memejamkan matanya sambil mengatur nafasnya. Lalu tiba-tiba dia teringat sesuatu. Renata belum melihat berita tentang dirinya di media sosial. Dia pun bangkit dan kembali memungut ponselnya. Dia merebahkan diri di ranjang dan membuka akun media sosialnya.Halaman pertama yang muncul di layar adalah foto ciumannya dengan Abimana. Renata bermonolog, "Ternyata ada orang yang tidak takut mati!" Dia pun membuka kolom komentar. Saat membaca komentar netizen satu persatu, Renata hampir muntah darah karena semua netizen mengutuknya. "Dasar wanita murahan!" "Semoga semua pelakor masuk neraka!" Semua hujatan media sosial tertuju padanya, tapi t
Bela pun hanya mengangguk. Tidak lama kemudian, supir Bela datang. Di saat perjalanan pulang, Bela duduk bersandar di kursi sambil melamun. Dia ingat, saat itu Bela mengajak kedua sahabatnya untuk menjenguk Moris di rumah sakit. Dia bertemu Dayana yang duduk di sisi ranjang, penampilannya berantakan, wajahnya pucat dengan lingkar hitam di bawah matanya. Penampilannya terlihat rapuh dan menyedihkan. Di saat itulah Dayana menceritakan kepedihannya dan memutar balikan fakta. Dia bahkan menunjukan foto Renata dan Abimana sedang berciuman di pinggir pantai. Dan bilang bahwa Ayahnya kecelakaan karena tahu bahwa putrinya dikhianati oleh tunangannya.Itu sebabnya Bela mengajak kedua sahabatnya untuk memberi pelajaran kepada Renata.Di sisi lain.Renata sudah sampai di depan halaman rumah Angel. Angel sudah menunggunya dengan cemas. Saat Mobilnya berhenti, Anger langsung lari menghampirinya."Ren! Gawat!" Di dalam mobil Renata hanya mendengkus saat melihat Angel berteriak heboh. Angel bahka
"Nat... kamu masih punya salinannya?" tanya Renata. Nathan mengerutkan kening, "Kamu yakin?" Renata mengangguk, "Tentu!" Nathan memandangi wajah Renata yang tampak lelah, lalu pergi ke mobilnya. Beberapa saat kemudian, Nathan datang dengan selembar kertas. Dia menyerahkan kertas itu. "Ini." Renata menerimanya. "Terima kasih." Saat melihat kertas itu hatinya terasa dingin. Pernikahannya dengan Abimana berakhir di atas selembar kertas. Wanita itu menyerahkan kertas itu kepada Bela. Bela mendengkus lalu menerima kertas itu dengan kesal. Saat membaca kertas itu, perlahan wajahnya memucat. Dia bahkan sampai membacanya berkali-kali. Lidahnya yang tajam perlahan menjadi kelu, "Ini?" Lena dan Kaila mendekat karena merasa penasaran. Kedua gadis itu membacanya dan mereka juga tercengang. Di dalam kertas itu tertulis bahwa Abimana dan Renata sudah menikah selama tiga tahun. Keputusan perceraian mereka juga baru satu minggu. Bisa jadi, foto ciuman mereka terjadi saat masih menjadi s
Renata menggertakan giginya lalu memukul Abimana dengan tas.Bug!!Abimana terperangah, lalu mendelik galak, baru saja mau protes. Renata lebih dulu berteriak, "Rasakan!"Renata berbalik badan dan berjalan dengan kaki pincang dan sedikit mengangkang.Suasana menjadi canggung, Abimana bahkan berdehe
Dua pria itu melepaskan cengkramannya. Renata langsung menyingkir sambil mengelus lengannya yang sakit.Salah satu pengawal memberikan alat kejut listrik kepada Abimana. Pria dengan wajah datar itu mengambilnya dan langsung melemparnya ke arah Renata tanpa aba-aba.Brak!Renata reflek berjongkok sa
Renata berusaha melepaskan diri dan mendorong tubuh Abimana. "Aku tidak kejam Abi. Jika aku wanita kejam, aku pasti sudah melakukan hal yang sama dengan apa yang kamu lakukan padaku selama pernikahan kita. Contohnya, berselingkuh!" ujarnya dengan acuh tak acuh.Gadis sialan itu menyindir lagi.Abim
Kevin tersenyum penuh arti, "Sebelumnya aku sudah pernah bilang, jalan ini tidak akan mudah!"Dayana mendongak lalu menjawab, "Aku tahu!"Dayana hanya bisa menggertakkan giginya dengan mata memerah. Dia sudah mengambil jalan yang salah dan tidak bisa berhenti lagi. Yang bisa dia lakukan adalah teru







