Home / Romansa / Obsesi LIar Mantan Suami / 46. Renata Mengamuk

Share

46. Renata Mengamuk

last update publish date: 2025-09-11 21:11:33

Semua orang sama-sama terkejut dengan sikap kasar Renata. Dayana berpura-pura menangis tersedu-sedu dan berkata, "Kak Renata, aku memang salah. Tapi aku sudah minta maaf."

Renata tersenyum sinis, melihat akting Dayana. Setelah mencengkram pinggangnya dan bahkan mengumpatnya, sekarang dia bersikap menjadi korban.

Benar-benar menjijikan! Rupanya gadis licik itu tidak puas membuatnya bercerai, dia juga ingin membuat semua orang membencinya.

Setiap kata Dayana mengandung provokasi. Wajah Renata
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Obsesi LIar Mantan Suami   62. Renata Kabur Lagi

    Renata tidak menyahut dan tidak bergerak. Abimana tidak berpikir aneh-aneh. Dia naik ke atas ranjang dan mengangkat tangannya tapi di turunkan kembali. Abimana tidak jadi memukul pantat wanita itu. Dia takut wanita itu marah lagi. Dia pun akhirnya berbaring di sisinya dengan tenang."Besok pagi aku tidak akan melepaskanmu."Nada suara Abimana terdengar lembut. Saat akan memejamkan mata, Abimana merasa kedinginan, padahal penghangat ruangan sudah dinyalakan. Ternyata udara dingin itu masuk dari pintu balkon yang sedikit terbuka. Abimana mengernyit. Dia merasa ada yang aneh. Hingga dia tersadar ada yang hilang yaitu kain gorden. Wajah Abimana menggelap, pria itu menyibak selimut. Dan hanya ada bantal yang disusun."Dasar rubah!"Auman Abimana menggelegar, membuat Renata yang sedang bergelantungan menegang. Karena kaget, Renata hampir saja melepaskan pegangannya. Abimana langsung loncat dari ranjang dan berlari

  • Obsesi LIar Mantan Suami   61. Perlawanan Renata

    Bulu mata Abimana terangkat, mata pria itu berkabut dan penuh nafsu. Pria itu berkata, "Kemari!" Suara Abimana terdengar serak dan berat, seperti sedang menahan sesuatu. Renata tercekat dan berjalan mundur. Di bawah tatapan panas Abimana, Renata bergidig ngeri. Dia sudah bersumpah tidak mau lagi berhubungan intim dengan pria tidak setia itu. Dia juga tidak akan plinplan lagi. Renata langsung lari ke kamar mandi. Namun saat pintu akan tertutup, sebuah kaki mengganjalnya. Renata yang panik langsung mendorong pintu dengan kuat, tapi Abimana lebih kuat lagi. Pria itu akhirnya masuk dan mendorongnya ke dalam. Tubuh Renata terhuyung. Abimana berjalan mendekat sambil menyeringai, "Kamu ingin melakukannya di kamar mandi ya?" Renata tercengang. Wanita itu mendengus dingin. Renata benar-benar tidak menyangka dengan sikap Abimana yang semakin tidak tahu malu. Dulu saat remaja, Renata berpikir Abimana seperti sosok Garuda. Burung mitologi yang gagah dan agung. Tapi ternyata, dia lebih layak

  • Obsesi LIar Mantan Suami   60. Semua Sudah Berubah

    Abimana tersenyum sinis, "Kalian berdua dalam pengawasanku sekarang. Jika kalian terlibat dengan konspirasi ini?" Abimana menggantung ucapannya lalu menyeringai. Dengan jarinya, Abimana melakukan gerakan seperti memotong lehernya. "Kalian akan segera berakhir!"Dokter dan perawat itu langsung berlutut."Ampuni kami!""Tolong Tuan, ampuni kami!" "Tergantung sikap kalian!"Abimana malas meladeni dua orang itu jadi dia pergi setelah membuat orang lain merasa ketakutan.Setelah Abimana pergi, perawat itu langsung terduduk lesu dan menangis.Dokter yang sudah tua itu memegang dadanya. Dia hampir terkena serangan jantung.***Di vila.Renata tidur meringkuk seperti bayi. Dia membungkus tubuhnya seperti kepompong.Tanpa Renata tahu, Abimana sedang berdiri menatapnya dengan perasaan berkecambuk. Setelah beberapa saat pria itu pergi ke kamar mandi dan melepaskan semua pakaiannya dan membuangnya ke tong sampah.Abimana menyalakan kran dan berdiri di bawah guyuran air dingin. Dia pikir air din

  • Obsesi LIar Mantan Suami   59. Murahan

    Bunyi alarm membuat semua orang menatap ruang ICU. "Ayah ... " Wajah Dayana memucat dan tubuhnya limbung, untung Dona segera menangkapnya. Abimana dan yang lainnya hendak masuk tapi perawat yang berjaga di ruang ICU membuka pintu dan berdiri dengan panik. "Jangan masuk dulu! Dokter akan segera datang!" Tidak lama kemudian Dokter datang bersama perawat lain. "Apa yang terjadi?" "Jantung pasien mendadak berhenti." Pintu ICU kembali tertutup. Suasana menjadi hening dan penuh kekhawatiran. "Semoga Moris bisa selamat." Semua orang berpikir demikian. Namun ada orang yang berharap Moris tiada. Dayana yang sedang bersandar dipelukan Dona melirik ke arah Kevin. Kevin tersenyum tipis. Jantung Dayana seakan meledak, air matanya jatuh satu persatu. Tapi dia sudah terlanjur memilih jalan ini. Sekarang dia sudah tidak bisa kembali lagi. Keadaan Moris sangat mengkhawatirkan. Dokter melakukan berbagai rangkaian tindakan hingga detak jantung Moris kembali berdetak, tapi dia dinyatakan

  • Obsesi LIar Mantan Suami   58. Dua Sisi Mata Koin

    "Sudahlah ... kendalikan dirimu." Tanpa sadar, tangan Abimana mengelus pundak gadis yang menangis dipelukannya. Suaranya yang biasa dingin juga terdengar sedikit melembut. Sejak dulu bagi Abimana, Dayana adalah gadis yang kasihan. Ibu Dayana meninggal saat dia masih kecil. Jika bukan karena Ibu Dayana yang menjadi donor ginjal untuknya, dia pasti tidak akan hidup sampai sekarang. Sentuhan lembut itu membuat Dayana tertegun. Kepercayaan dirinya meningkat. "Kak Abi masih mencintaiku. Kemarin dia hanya marah," pikirnya. Tidak lama kemudian seseorang datang dan menyapa dengan suara yang ceria dan hangat. "Hai Abi!" Abimana mengerutkan dahinya. Sedangkan Dayana langsung menegang. Abimana menoleh dan wajahnya menjadi masam. Orang yang datang itu adalah Kevin. Dia adalah anak mendiang pamannya dan kakak kandung Nathan. Yang satu saingan dalam kekuasaan dan yang satu saingan dalam cinta. Wajah Nathan dan Kevin sangat mirip. Sama-sama memiliki wajah tampan dan lembut sekaligus bermul

  • Obsesi LIar Mantan Suami   57. Terjebak!

    Renata berusaha melepaskan diri dan mendorong tubuh Abimana. "Aku tidak kejam Abi. Jika aku wanita kejam, aku pasti sudah melakukan hal yang sama dengan apa yang kamu lakukan padaku selama pernikahan kita. Contohnya, berselingkuh!" ujarnya dengan acuh tak acuh.Gadis sialan itu menyindir lagi.Abimana masih tersenyum getir. Pria itu berusaha untuk menekan emosinya karena suasana hati Renata sedang buruk, jadi sebaiknya Abimana mengalah sekarang. ''Baiklah Ren, aku tidak akan mengganggumu."Pria itu berbalik dan berjalan pergi, seolah semua baik-baik saja. Namun, langkahnya terhenti ketika Renata bertanya, "Kenapa kamu tidak membunuhku saja?"Pertanyaan yang membuat suasana menjadi semakin hening.Abimana menoleh, sorot matanya begitu dalam. "Bu Mikayla sudah memberi tahumu?" tanya Abimana."Yah!" jawab Renata dengan suara bergetar, tatapannya tampak rumit. Ini bukan pertama kalinya Abimana menekannya. Tapi kali ini dia benar-benar keterlaluan.Mata Abimana berkelit, dia membasahi bibi

  • Obsesi LIar Mantan Suami   52. Kemarahan Moris

    Renata mendongak, rahangnya terasa sakit. Dia mengerutkan dahi dan tetap menatap pria itu dengan keras kepala.Abimana semakin kesal melihat wanita itu tetap keras kepala. Tanpa sadar cengkramannya semakin kuat seolah ingin menghancurkan rahang wanita sialan ini. Namun, mata hitamnya menangkap ses

    last updateLast Updated : 2026-04-03
  • Obsesi LIar Mantan Suami   51. Ini Terakhir Kalinya!

    "Wah!!! Semua wanita harus punya alat seperti ini. Benar-benar sangat berguna!" ujar Renata dengan puas. Wanita itu memandangi tongkat listrik mini anti pemerkosa dengan kagum.Di lantai yang dingin dan kotor, Abimana meringkuk. Tubuhnya kaku, wajahnya begitu muram. Pria itu pun mengeram, "Kamu!"S

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • Obsesi LIar Mantan Suami   50. Menagih Janji

    Renata tertawa getir, matanya yang jernih tampak mengembun lalu berkata dengan nada mencibir, "Kita sudah tanda tangan surat cerai. Ibumu juga pasti sudah membawanya ke kantor catatan sipil. Kamu juga pasti akan segera menikah. Jika aku tetap tinggal denganmu, itu sama saja dengan berselingkuh. Aku

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • Obsesi LIar Mantan Suami   48. Tangga Darurat

    Renata yang tidak siap langsung terjatuh ke dalam pelukan pria itu. Matanya langsung bersitatap dengan mata hitam Abimana yang dingin. Wajah Renata pun memerah dan matanya melotot, "Kamu mau apa?"Abimana mencengkram pinggang wanita itu dan langsung menyeretnya keluar tanpa mengucapkan sepatah kata

    last updateLast Updated : 2026-04-01
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status