共有

Bab 18

作者: Author Lee
last update 公開日: 2026-06-06 00:42:22

"Tidak ada yang gratis di dunia ini, Olivia Rose."

Setelah mengucapkan kalimat itu lagi, Aaron langsung melangkah meninggalkan ruang tengah. Ia terlihat tidak tertarik untuk menunggu jawaban atau respon apa pun dari Olivia.

Nafas Olivia terhenti seiring menghilangnya pria itu dari hadapannya.

Entahlah. Setiap kali pria itu mengatakannya, dadanya berdegup kencang. Ada sesuatu yang mengusiknya setiap kali mendengar ucapan itu.

Perasaannya berubah tidak enak. Entah apa yang direncanakan pria itu.
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 93

    Darahnya berdesir hingga membuat wajahnya memerah. Kilatan matanya memancarkan kebencian yang mengerikan."Si brengsek itu memang sudah sepantasnya mati!" desisnya tajam. "Seharusnya aku menghabisinya dengan tanganku sendiri waktu itu."Kalau saja Aaron tahu lebih awal tentang apa yang sudah dilakukan Jack terhadap Olivia, kakak tiri Olivia itu pasti sudah kehilangan nyawanya lebih cepat. Tidak perlu menunggu hingga Aaron berhasil membawa Olivia masuk ke mansionnya.Olivia meraih tangan Aaron yang mengepal tegang, lalu menggenggamnya. "Untuk apa mengotori tanganmu sendiri untuk orang sepertinya?""Karena dia sudah berani bersikap kurang ajar padamu, Liv!" sahut Aaron tidak terima. "Berani-beraninya dia mencoba menyentuhmu."Giginya bergemeretak melihat kemarahan yang terlukis jelas di wajah Aaron saat itu. Kepalanya sedikit tertunduk karena takut."Liv, lihat aku."Aaron tiba-tiba menggenggam kedua lengannya erat. Olivia langsung menurut dan mengangkat kepala dengan ragu. "Dengar," uc

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 92

    Sudut matanya memanas menatap Aaron yang membatu di hadapannya.Bayang-bayang masa kelam yang pernah dialaminya dulu kembali berputar di benaknya saat melihat sikap Aaron tadi. Sorot matanya yang liar tadi berhasil membuat sekujur tubuhnya bergetar hebat.Aaron mengulurkan tangan, hendak menyentuhnya. Namun dengan spontan Olivia langsung bergerak menjauh."M-maafkan aku,"Sorot mata Aaron sudah kembali normal dan melunak. Rasa bersalah yang besar terpancar jelas di sana. Meskipun begitu, bayangan sosok yang mengerikan itu sudah terlanjur muncul di benaknya dan membuat Olivia merasa ngeri, juga ketakutan.Keheningan seketika menyelimuti ruangan tersebut, membuat suasana mendadak terasa menyesakkan. Aaron, maupun Olivia, keduanya hanya terdiam mematung di posisi masing-masing.aMereka bergeming cukup lama, seakan larut dengan pikiran masing-masing. Namun pada akhirnya, Aaron kembali membuka suara.Melihat ketakutan di wajah Olivia mulai samar, ia pun memberanikan diri untuk mendekatinya

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 91

    🔞-----Sekeras apa pun Olivia berusaha mendorongnya menjauh, pada akhirnya usahanya itu hanya akan berakhir sia-sia dengan tenaga yang ikut terkuras habis.Tenaga Aaron jauh lebih besar darinya. Lengannya melingkar di pinggang Olivia, mengunci pergerakan tubuhnya. Sebelah tangannya berada di tengkuk lehernya, menahan kepalanya agar tidak bisa menjauh.Kalau Aaron tidak berhenti saat itu juga, mungkin Olivia akan pingsan karena kehabisan nafas.Nafas keduanya terengah-engah. Ciuman itu begitu intens. Lumatannya sangat mendominasi dan penuh dengan tuntutan.Bibir mungil di hadapannya tampak kemerahan dan sedikit membengkak. Sejujurnya Aaron masih belum puas. Ia masih ingin menikmatinya. Tapi nafasnya hampir habis. Ia pun terpaksa berhenti."Kau sudah gila!" seru Olivia marah. "Apa kau berniat membunuhku?"Aaron tergelak. Melihat Olivia yang marah seperti sekarang justru membuatnya seakan tengah melihat seekor kucing yang mengamuk karena makanannya diambil. Tidak menakutkan sama sekali

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 90

    Aaron menunduk untuk menatap istrinya. Bayangan pepohonan yang menghalangi sinar matahari jatuh menutupi sebagian wajahnya di tengah langkah mereka menyusuri jalan tanah."Katakan saja," kata Aaron tenang.Belum bertanya saja, jantungnya sudah berdegup sangat keras. Bukan karena rasa takut, juga bukan karena rasa gugup. Olivia semakin tidak mengerti dengan tubuhnya sendiri akhir-akhir ini."Greg bilang padaku, kau memintanya untuk merawat taman bunga peony karena kau ingin mempersembahkannya pada seseorang."Aaron menoleh sekilas dengan alis terangkat, lalu kembali menatap depan. "Hm-mm," sahutnya berdeham."Siapa?" Olivia sendiri tidak tahu kenapa saat itu ia bisa begitu berani dan lancang, seakan tidak ada batasan apa pun antara dirinya dan Aaron sekarang."Sejak tadi kau menanyakan hal yang hampir serupa, Nyonya Kendrick." ujar Aaron tanpa menoleh ke arahnya."Karena sejak tadi kau juga tidak menjawab pertanyaanku." tukas Olivia agak sebal.Aaron tergelak pendek. Tapi tawa ringanny

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 89

    Tempat tinggal Greg dan istrinya bersih dan tertata sangat rapi. Tidak banyak barang yang mereka miliki, semuanya tampak sangat sederhana.Ketika Olivia membantunya di dapur, Welly mengeluh. "Kau tidak seharusnya ikut bekerja di dapur seperti sekarang, Olivia."Sejak Olivia meminta mereka untuk memanggilnya hanya dengan nama saja, Greg dan Welly jadi berbicara lebih santai dengannya. Rasa canggung dan segan yang dirasakan Olivia pun hilang. Ia merasa jauh lebih nyaman, seperti tengah bersama keluarganya sendiri.Aaron dan Greg duduk di meja makan sambil bercengkerama. Sesekali terdengar suara Greg yang tertawa cukup keras."Dia itu benar-benar! Ketawanya tidak bisa berubah sama sekali, selalu sangat keras!" omel Welly lagi. Dan Olivia hanya terkekeh mendengarnya.Greg dan Welly memiliki dua orang anak yang keduanya sudah berusia dewasa. Anak pertamanya, laki-laki, adalah seorang koki yang bekerja di sebuah restoran. Dan anak bungsunya, perempuan, adalah seorang dokter di sebuah rumah

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 88

    Villa itu tidak besar dan luas seperti mansion keluarga Kendrick. Ukuran dan penampilannya jauh lebih sederhana, namun desainnya tidak lepas dari kesan modern.Bangunan batu dua lantai yang berdiri di tepi tebing itu didominasi oleh warna putih dan abu-abu. Luasnya cocok untuk sebuah keluarga kecil yang terdiri dari satu ayah, satu ibu dan satu anak.Ruang duduknya tidak terlalu luas, namun juga tidak terkesan sempit. Ada sebuah sofa berlengan dan dua buah sofa tunggal berwarna senada di sana. Dan dapurnya sangat minimalis dengan sebuah meja batu yang bisa digunakan hingga enam orang.Beberapa sisi ruangan dibatasi oleh pintu kaca, sehingga cahaya matahari dari luar dapat masuk dan membanjiri setiap ruangan.Olivia berdiri di tepi salah satu pintu kaca yang menghadap langsung ke arah laut lepas. Dari tempatnya berdiri, ia dapat melihat dengan jelas hamparan laut luas di bawah sana. Pemandangan yang cukup memukau untuknya.Suara deru ombak yang bergulung dan menghantam karang seakan me

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 22

    Aaron sedang berbaring di atas tempat tidurnya ketika Olivia masuk ke dalam kamarnya.Mulanya ia merasa ragu. Tapi kemudian ia memutuskan untuk berjalan mendekat ke arah ranjang berukuran cukup luas itu.Wajah pria itu tampak pucat. Aaron sama sekali tidak bergerak saat Olivia mendekatinya.Bibir t

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 16

    "Tidak ada yang gratis di dunia ini."Kalimat Aaron kemarin malam masih mengiang di telinga Olivia hingga pagi ini.Setelah mengatakan hal itu, Aaron langsung keluar dari kamarnya dan tidak kembali lagi. Para pelayan-lah yang datang membereskan sisa piring kotor di kamarnya.Pagi ini hanya ada Oliv

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 7

    Aaron tidak pernah berpikir jika Olivia akan merasa sangat takut dan benci padanya. Padahal pikiran untuk menyakiti gadis itu tidak pernah terbersit di pikirannya, sama sekali."Banyak rumor buruk tentang Anda yang beredar di luar sana." jelas Josh.Setelah mengantar Olivia ke kamarnya, Josh kembal

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 6

    Pintu tinggi yang terbuat dari kayu terbaik di hadapannya dibuka oleh Josh. Sebuah pemandangan yang tidak pernah dibayangkan oleh Olivia sebelumnya menyambut kehadirannya."Ini kamarmu, Olivia." kata Josh seraya mempersilakannya untuk masuk.Dengan langkah ragu, Olivia masuk ke dalam ruangan yang c

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status