مشاركة

Bab 39

مؤلف: Author Lee
last update تاريخ النشر: 2026-06-18 16:43:37

Dengan bantuan Claudia dan beberapa orang pelayan, Olivia akhirnya berhasil mengenakan gaun itu di tubuhnya.

Semua yang berada di sana tampak terpukau saat melihat penampilan Olivia saat itu.

"Kau sangat cantik, Olivia!" puji Nyonya Kyle dengan mata berbinar. "Bukan gaun ini yang membuatmu terlihat menawan, tapi kaulah yang membuatnya terlihat semakin memukau!"

Olivia tersipu malu. Dibantu dua orang pelayan yang membantunya mengangkat ekor gaun yang panjang, ia berjalan ke arah cermin.

Melihat
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 52

    Panas di wajah Olivia belum sepenuhnya mereda. Tapi sekarang rasa panas itu justru menyerangnya kembali. Bahkan suhu tubuhnya semakin meningkat dari sebelumnya."A-apa yang kau lakukan?!" sergah Olivia terkejut sekaligus panik.Tidak terdengar jawaban dari Aaron selama beberapa saat. Tubuhnya bergerak maju perlahan, membuat Olivia spontan melangkah mundur hingga kakinya bertabrakan dengan tepi ranjang.Seketika Olivia langsung jatuh terduduk, sebelum akhirnya kehilangan keseimbangan karena tubuh Aaron yang besar ikut mendorongnya ke belakang.Tubuhnya terhempas di atas kasur dengan posisi tubuh Aaron berada di atasnya.Kedua matanya membulat lebar. Tangannya berusaha mendorong tubuh Aaron menjauh darinya. Namun tenaga pria itu jauh lebih kuat darinya.Aaron yang saat ini bertelanjang dada hanya tersenyum menatapnya. Senyuman yang sulit diartikan itu membuat detak jantung Olivia semakin kencang."Kenapa kau terus-terusan menghindariku, hm?" bisik Aaron pelan, tepat di depan wajahnya. "

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 51

    Olivia buru-buru membungkam mulutnya dengan kedua tangan. Tapi suaranya sudah keluar lebih dulu dari tenggorokannya.Aaron yang menyadari hal itu langsung menoleh ke belakang. Tatapan matanya bertemu dengan kedua manik Olivia yang tertuju ke arahnya.Pemandangan yang diperlihatkan dengan sangat jelas di hadapannya itu membuat Olivia menahan nafas selama beberapa detik. Kedua matanya membulat lebar dan wajahnya memerah.Tanpa disadarinya, pria itu melepas seluruh pakaiannya, menyisakan sehelai pakaian dalam yang menutupi bagian bawah tubuhnya.Dada bidang dengan lekukan otot di setiap bagian tubuhnya tampak begitu sempurna. Tatapan matanya yang tajam membuat wanita mana pun akan salah tingkah.Olivia buru-buru memalingkan wajahnya yang mendadak memanas. Ia tidak ingin Aaron melihat wajahnya yang seperti sekarang.Ia merasa sangat malu. Kenapa dirinya selalu bereaksi seperti ini setiap kali melihat penampilan Aaron yang demikian? Rasanya sungguh memalukan!"Ada apa?" tanya Aaron padanya

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 50

    Claudia bersama para pelayan yang ada di mansion tampak sangat sibuk dengan persiapan acara pernikahan Aaron dan Olivia yang akan digelar lusa nanti. Sementara Josh, belakangan ini pria itu tidak terlalu terlihat di mansion. Sepertinya ia masih sibuk mengurus masalah kecelakaan Aaron dan Leo kemarin.Orang-orang di sekitarnya tampak mondar-mandir ke sana dan kemari. Claudia berdiri di tengah ruangan dengan secarik kertas yang berisikan daftar-daftar hal yang harus mereka persiapkan. Ia mengarahkan para pelayan dan memantau apa pun yang mereka kerjakan. Sesekali ia juga harus turut menangani masalah yang mungkin sulit dikerjakan oleh para pelayan muda.Olivia yang melihat semua orang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing ingin membantu. Tapi Claudia tidak mengizinkannya dan memintanya untuk beristirahat saja. Padahal, selama berada di mansion, tidak banyak hal yang sudah dikerjakannya."Claudia, kumohon. Beri aku sesuatu yang bisa kukerjakan!" pinta Olivia memohon. Ia nyaris mati keb

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 49

    "Mereka sudah melihat rekaman kejadian dari kartu memori itu," kata Josh lagi. "Dan plat mobil yang sengaja menyebabkan kecelakaan itu juga terlihat. Sangat jelas."Aaron menarik kursi kerjanya, kemudian duduk sambil menyandarkan tubuh ke sandaran kursi. "Apa mereka sudah menyelidiki siapa si pemilik mobil?""Mobil itu hanya mobil sewaan, Tuan." jawab Josh. "Dan mereka sudah mendapatkan identitas si penyewa." Suara Josh terdengar semakin pelan."Hans Norton."Kedua alis Aaron langsung terangkat saat mendengar nama itu. Ia tergelak hambar seraya mendengus keras. "Sulit kupercaya. Ternyata dia masih belum menyerah juga."Josh hanya tertunduk.Bibirnya melengkung. Namun senyuman itu tak sampai ke mata. Aaron menopang dagunya dengan sebelah tangan.Hans Norton, adik tirinya. Secara biologis, ia dan Hans memang punya keterikatan darah. Namun sampai kapan pun, Aaron tidak akan pernah mengakui hal tersebut.Pria yang berusia dua tahun lebih muda darinya itu adalah hasil perselingkuhan Louis

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 48

    Setelah memberitahu sebuah kenyataan baru tentang hidupnya yang membuat calon istrinya seketika membeku, Aaron mengajak Olivia untuk pulang.Olivia pun hanya menurut tanpa sedikit pun keinginan untuk bertanya lebih banyak. Meskipun sebenarnya ada banyak sekali pertanyaan yang melayang di benaknya saat itu tentang kehidupan pria itu.Mobil sedan mewah itu melaju stabil. Tidak laju, namun juga tidak lambat, walaupun jalanan saat itu termasuk agak sepi.Aaron hanya diam selama perjalanan pulang, membuat waktu perjalanan mereka terasa jauh lebih panjang dan lama dibandingkan dengan saat mereka pergi tadi.Sesekali Olivia melirik ke arah pria yang tengah menyetir mobil di sampingnya itu. Wajahnya yang dingin tidak memperlihatkan ekspresi apa pun. Tatapan matanya hanya tertuju penuh ke sepanjang jalan yang mereka lalui.Waktu saat itu sudah melewati jam makan siang ketika mereka akhirnya tiba di mansion. Claudia buru-buru meminta para pelayan untuk memanaskan kembali lauk yang sudah terhida

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 47

    "Mom, aku datang mengunjungimu."Olivia seketika terpaku saat mendengar ucapan Aaron yang begitu pelan. Suaranya amat rendah, jauh berbeda dengan sosok Aaron Kendrick yang selama ini dilihatnya.Yang paling menyita perhatian Olivia, setiap kata yang diucapkan Aaron seolah menyimpan kesedihan dan keputusasaan yang begitu mendalam.Meskipun tidak bisa melihat ekspresi wajah Aaron, tapi Olivia dapat merasakan perasaan pria itu saat ini. Tanpa diminta, Olivia pun ikut berjongkok di sampingnya.Aaron langsung menoleh ke samping, menatap Olivia yang berjongkok di sampingnya dengan tatapan lurus ke arah batu nisan ibunya. Tidak ada ekspresi apa-apa di wajah wanita itu."Mom, ini Olivia Rose, calon istriku." ucap Aaron lagi setelah kembali menatap ke depan. "Dia yang sudah merangkai bunga ini untukmu." tambahnya lagi dengan seulas senyum tipis."Kuharap bibi menyukainya." ujar Olivia spontan.Sekali lagi Aaron menoleh ke arahnya, menatapnya dengan alis terangkat. Ketika itu pula, Olivia berpa

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 18

    "Tidak ada yang gratis di dunia ini, Olivia Rose."Setelah mengucapkan kalimat itu lagi, Aaron langsung melangkah meninggalkan ruang tengah. Ia terlihat tidak tertarik untuk menunggu jawaban atau respon apa pun dari Olivia.Nafas Olivia terhenti seiring menghilangnya pria itu dari hadapannya.Entah

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 17

    Aaron dan Josh akhirnya tiba kembali di mansion tepat ketika matahari turun di arah barat.Mobil mewah yang mereka duduki berhenti tepat di depan pintu masuk utama mansion. Sebelum turun dari mobil, Aaron memanggil Josh."Ya, Tuan?" sahut Josh.Aaron berdeham pelan, lalu berkata, "Jangan ceritakan

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 16

    "Tidak ada yang gratis di dunia ini."Kalimat Aaron kemarin malam masih mengiang di telinga Olivia hingga pagi ini.Setelah mengatakan hal itu, Aaron langsung keluar dari kamarnya dan tidak kembali lagi. Para pelayan-lah yang datang membereskan sisa piring kotor di kamarnya.Pagi ini hanya ada Oliv

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 14

    Pandangan kedua insan di dalam ruangan itu serentak tertuju ke arah pintu.Sebelum Olivia sempat menunjukkan niatnya untuk membuka pintu, Aaron sudah lebih dulu bangkit dari sofa.Sebelum tangan besarnya menyentuh gagang pintu, Aaron menoleh ke arah Olivia."Tunggu apa lagi? Cepat habiskan makan ma

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status