Share

BAB 53

Penulis: Caca
last update Tanggal publikasi: 2026-07-16 20:11:17

Keheningan yang Menyiksa

Pintu kaca yang menghubungkan taman dengan bagian belakang mansion tertutup perlahan.

Bunyi pengait logam yang saling bertemu terdengar pelan, tetapi cukup untuk menandai berakhirnya satu malam yang meninggalkan terlalu banyak pertanyaan.

Fernando berjalan lebih dulu.

Langkahnya tetap tenang, teratur, dan mantap seperti biasanya.

Aixa mengikutinya setengah langkah di belakang.

Tak satu pun dari mereka berbicara.

Koridor panjang yang biasanya terasa hangat kini justru di
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 57

    Percakapan di Gazebo Sore itu, langit di atas mansion Castello diselimuti awan tipis yang membiaskan cahaya senja menjadi pucat dan dingin. Angin berembus perlahan, menggoyangkan dedaunan di taman belakang hingga menimbulkan suara gemerisik yang menenangkan—sekaligus menyayat. Bagi sebagian orang, taman luas itu adalah tempat beristirahat yang megah. Bagi Aixa, taman itu hanyalah satu-satunya sudut mansion yang masih memberinya sedikit ruang untuk bernapas, membebaskannya dari dinding-dinding batu mansion yang terasa makin menyempit. Ia duduk sendirian di gazebo kayu dengan sebuah buku terbuka di pangkuannya. Namun sejak beberapa menit lalu, tak satu pun baris kalimat berhasil ia cerna. Tatapannya kosong, terpaku pada permukaan kolam kecil yang memantulkan bayangan senja yang kian meredup. Pikirannya melayang, terjebak dalam pusaran ingatan tentang malam di taman beberapa hari lalu. Tatapan tajam nan dingin dari Fernando. Keheningan menyiksa yang menyusul setelahnya. Dan keput

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 56

    Pertanyaan yang Tak DijawabSatu pertanyaan terus berputar di kepala Catalina sejak fajar menyingsing, kian nyaring bagaikan detak jarum jam dinding di dalam ruangan kosong yang hampa. Pertanyaan sederhana, namun dampaknya begitu menyiksa hingga membuat dadanya terasa sesak setiap kali ia mencoba mengabaikannya.Siapa perempuan itu?Bagi siapapun yang mengenalnya, Elio adalah definisi sempurna dari ketenangan yang tak tergoyahkan. Berada di dekat pria itu selama bertahun-tahun membuat Catalina paham betul luar-dalam bagaimana cara otak Elio bekerja. Pria itu rasional, dingin, tajam, dan selalu memegang kendali penuh atas emosinya. Bahkan ketika menghadapi krisis keuangan keluarga yang memanas atau konfrontasi internal yayasan yang melelahkan, Elio selalu bersikap bagai batu karang—kokoh, tenang, dan mustahil diguncang.Namun, selama beberapa hari terakhir, fondasi kokoh itu retak.Bukan jenis retakan besar yang serta-merta memicu kegaduhan publik, melainkan celah-celah halus yang mung

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 55

    Naluri Seorang Perempuan Pagi itu, mansion Castello terbangun seperti hari-hari sebelumnya. Sinar matahari pagi yang dingin menyelinap pelan melalui jendela-jendela kaca setinggi langit-langit. Cahaya itu memantulkan kilau lembut yang tampak hampir merayap di atas permukaan lantai marmer yang mengilap bersih. Di koridor-koridor luas yang megah, para pelayan berlalu-lalang dengan langkah teratur dan nyaris tanpa suara. Mereka membawa nampan-nampan perak berisi sarapan, sementara aroma kopi Arabika yang baru diseduh perlahan menyeruak, memenuhi ruang makan utama dengan kehangatan yang semu. Di permukaan, semuanya tampak sempurna. Semuanya berjalan sebagaimana mestinya—seperti mesin tua yang selalu dirawat dengan amat presisi. Namun bagi Catalina, ada sesuatu yang terasa salah. Ada kejanggalan samar yang bergetar di udara, menusuk nalurinya pelan-pelan. Ia duduk menyendiri di ruang keluarga yang luas. Di tangannya, secangkir kopi hitam yang tadinya hangat kini mulai kehilangan uap p

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   BAB 54

    Perubahan KecilBeberapa hari telah berlalu sejak peristiwa di taman malam itu.Mansion Castello kembali tenggelam dalam rutinitasnya yang tampak sempurna dari luar. Bangunan megah yang berdiri kokoh itu bagaikan sebuah panggung sandiwara raksasa yang tertata dengan sangat presisi. Para pelayan bergerak tanpa suara, menjalankan tugas mereka dengan kepatuhan yang luar biasa. Jadwal makan keluarga berlangsung tepat waktu, denting sendok dan garpu di atas piring porselen terdengar ritmis, menyuarakan keteraturan yang semu.Fernando kembali disibukkan dengan tumpukan pekerjaan kantor yang tak pernah habis, menenggelamkan diri dalam kekuasaan dan kendali. Sementara itu, Aixa harus menjalani serangkaian pemeriksaan medis yang telah dijadwalkan oleh dokter keluarga secara ketat.Tidak ada pertengkaran hebat yang meledak di lorong-lorong sunyi mansion. Tidak ada bisik-bisik rahasia atau pembicaraan yang mencurigakan di sudut ruangan. Tidak ada perubahan berskala besar yang cukup untuk mengus

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   BAB 53

    Keheningan yang MenyiksaPintu kaca yang menghubungkan taman dengan bagian belakang mansion tertutup perlahan.Bunyi pengait logam yang saling bertemu terdengar pelan, tetapi cukup untuk menandai berakhirnya satu malam yang meninggalkan terlalu banyak pertanyaan.Fernando berjalan lebih dulu.Langkahnya tetap tenang, teratur, dan mantap seperti biasanya.Aixa mengikutinya setengah langkah di belakang.Tak satu pun dari mereka berbicara.Koridor panjang yang biasanya terasa hangat kini justru dipenuhi keheningan yang menyesakkan. Cahaya lampu gantung memantulkan bayangan mereka di lantai marmer yang mengilap, membuat jarak di antara keduanya tampak semakin nyata.Beberapa pelayan yang masih membereskan ruang keluarga menghentikan pekerjaan mereka sejenak."Selamat malam, Tuan. Nyonya."Fernando hanya membalas dengan anggukan singkat tanpa memperlambat langkah.Aixa memaksakan senyum tipis.Begitu mereka kembali berjalan, keheningan kembali menyelimuti.Jantung Aixa terus berdegup tidak

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 52

    : Jejak di TamanLangkah kaki yang berat itu memecah keheningan taman.Aixa membeku.Seluruh tubuhnya menegang seketika. Air mata yang baru saja mengalir di pipinya buru-buru dihapus dengan punggung tangan, meski ia tahu semuanya sudah terlambat. Jantungnya berdetak begitu keras hingga memenuhi rongga dadanya.Elio menoleh ke arah datangnya suara itu.Dalam sekejap, wajahnya kehilangan sisa ketenangan yang masih ia miliki.Dari jalan setapak yang diterangi lampu taman yang redup, Fernando berjalan mendekat dengan langkah mantap. Wajahnya tetap datar seperti biasanya. Tak ada kemarahan yang meledak, tak ada bentakan, bahkan tak ada sorot mata yang menunjukkan emosi secara terang-terangan.Justru ketenangan itulah yang terasa paling mengerikan.Semakin dekat Fernando melangkah, semakin sesak udara yang terasa di sekitar mereka.Tanpa sadar, Elio mengambil satu langkah mundur.Bukan karena takut.Melainkan sebagai bentuk penghormatan pada batas yang sejak awal berusaha ia jaga.Fernando

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status