Omega's Curse: Desired by the beast who shouldn't want me

Omega's Curse: Desired by the beast who shouldn't want me

last updateLast Updated : 2026-08-17
By:  Winner Charles Completed
Language: English
goodnovel18goodnovel
10
3 ratings. 3 reviews
159Chapters
3.0Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Bonded by Two Alphas She was never meant to exist — an Omega whose blood runs with enough power to bring an Alpha to his knees, or lay him in the ground. Hermosa bears two bonds she never chose. Marked by one. Hunted by the other. Two Alphas who should have been her fate instead became her curse — and the curse of every pack beneath the seven moons. The disease spreading through the packs is not nature's doing. It is theirs. Now the weight of seven packs rests on her shoulders, and the choice carved into her is ruthless and also simple. Kill them both — or watch everyone else die. But mercy is a dangerous thing when the men who condemned the innocent are the same ones her soul refuses to release. And power like hers doesn't come without a cost she hasn't yet been asked to pay. She is the cure. She is the weapon. She is the only one who gets to decide which one she'll be.

View More

Chapter 1

CHAPTER ONE

Susan mengatakannya langsung ke mikrofon sehingga semua orang bisa mendengarnya. Orang tua murid lainnya pun menoleh ke arah Ronaldo. Beberapa dari mereka mulai berbisik-bisik.

Ronaldo terpaku. Aku pun ikut membeku.

Selama dua puluh delapan hari, sejak aku menyadari bahwa hati Ronaldo tidak lagi berada di keluarga ini, setiap kali Ronaldo meninggalkan kami demi Viera, aku selalu menyuruh Susan memanggil Ronaldo dengan sebutan "Om Ronaldo." Itu adalah caraku untuk mengingatkan diri sendiri dan Susan agar tidak menangisi pria yang sama sekali tidak layak.

Tetapi, Susan baru berusia tujuh tahun. Itu adalah usia di mana seorang gadis paling membutuhkan sosok ayahnya.

Setiap kali aku meminta Susan untuk menggunakan sebutan itu, Susan akan ragu-ragu untuk waktu yang cukup lama sebelum akhirnya berbisik pelan, "Om Ronaldo."

Namun hari ini, Susan justru mengatakannya dengan inisiatif sendiri. Dia bahkan mengucapkannya dengan lancar dan tanpa rasa canggung, seolah-olah dia telah berlatih ratusan kali di kepalanya.

Susan duduk di depan piano, dan mulai memainkannya. Jari-jari kecilnya lincah bergerak menemukan tuts yang tepat. Dia hanya melakukan kesalahan sekali, tetapi dia terus lanjut bermain. Ketika selesai, seluruh ruangan bertepuk tangan.

Susan berdiri, membungkuk, dan menatap ke arahku. Susan tidak menatap Ronaldo sama sekali.

Para juri mulai memberikan penghargaan. Juara ketiga ... lalu juara kedua, dan akhrnya ... juara pertama.

Susan memenangkan juara pertama. Sebuah piala emas kecil dengan hiasan berbentuk not musik di atasnya.

Susan berlari turun dari panggung dan langsung menghambur ke pelukanku. Aku mengangkat tubuh kecil Susan dan memeluknya erat. Seorang fotografer dari koran lokal meminta izin untuk mengambil foto kami, potret ibu dan anak perempuan dengan piala kemenangannya.

Susan mengangkat piala itu dan tersenyum. Aku merangkul Susan dan ikut tersenyum.

Di belakang kami, Ronaldo rupanya sudah pergi. Aku tidak terkejut. Baginya, Viera dan putrinya selalu menjadi prioritas.

Ronaldo adalah wakil bos mafia dari Keluarga Marino. Awalnya, dia memang selalu mengutamakan kami. Dia adalah suami yang baik dan sosok ayah yang selalu hadir. Tetapi ketika Viera kembali, segalanya berubah.

Viera adalah cinta pertamanya. Wanita itu kemudian menikah dengan seorang bos mafia dari wilayah lain, tetapi suaminya meninggal secara tak terduga. Dia pun harus kembali ke kampung halamannya bersama putrinya yang berusia lima tahun bernama Lina, dan wanita itu selalu mengeluh tentang sulitnya berjuang sendirian. Ronaldo merasa kasihan padanya dan mulai sering membantu mereka. Ronaldo menjadi semakin pilih kasih, hingga membuat Susan dan aku lebih sering menunggu.

Setelah suaminya meninggal, Viera selalu berperan sebagai janda yang berduka. Dia terus menangis karena Lina sudah tidak memiliki ayah lagi. Dan Ronaldo, si bodoh itu, termakan oleh tipu dayanya.

Ronaldo pergi merayakan ulang tahun Lina di Universal Studios. Ketika pulang, dia lupa meninggalkan tiket itu di sakunya. Tiga lembar tiket masuk ke Universal Studios.

Pada ulang tahun Susan yang keenam, dia berharap bisa pergi menonton film favoritnya bersama seluruh keluarga. Namun, Ronaldo malah menganggapnya kekanak-kanakan dan langsung menolaknya tanpa ragu.

Beberapa hari kemudian, Ronaldo justru pergi bersama Viera dan Lina.

Aku menemukan unggahan itu di media sosial pribadi Viera dengan keterangan: [Tempat paling ajaib di bumi ini memang paling indah kalau dinikmati bersama keluarga]. Foto itu menunjukkan gambar Ronaldo, Viera, dan Lina yang sedang tersenyum mengenakan sweter dengan warna senada. Ronaldo menggendong Lina di pundaknya seperti seorang ayah yang bangga.

Malam itu, kami bertengkar hebat. Aku bersikeras menceraikan Ronaldo dan membawa Susan. Ronaldo menyebutku tidak masuk akal. Dia bertanya bagaimana aku bisa tega membuat Susan tumbuh tanpa seorang sosok ayah. Dia bersumpah bahwa dia melakukan semua itu hanya karena merasa kasihan pada Viera. Dia berdalih bahwa Viera adalah seorang janda karena suaminya meninggal dunia, dan sudah tidak punya siapa-siapa lagi.

Aku menatap wajah Susan yang pucat dan ketakutan. Aku menggigit bibirku sangat keras sampai nyaris berdarah. Aku tahu bahwa jika aku memaksakan perceraian saat itu juga, Susan tidak akan pernah melupakan bayangan Ronaldo yang pergi. Tetapi aku juga tahu bahwa begitu seorang pria seperti Ronaldo menunjukkan prioritasnya, itu akan terus terjadi berulang kali.

Aku tidak ingin Susan menderita hanya karena rasa kasihan Ronaldo yang tidak berdasar.

Jadi, aku memilih cara lain. Aku menipu Ronaldo agar menandatangani surat perjanjian perceraian.

Tiga puluh hari adalah masa jeda sebelum keputusan cerai resmi dikeluarkan.

Jika Ronaldo kembali kepada kami dalam tiga puluh hari itu, aku akan berpura-pura tidak terjadi apa-apa demi Susan. Jika tidak, maka aku akan menggunakan waktu itu untuk membuat Susan terbiasa dengan ketidakhadiran Ronaldo.

Hari ini adalah hari ke dua puluh delapan.

Susan memanggil Ronaldo dengan sebutan "Om Ronaldo" tanpa diminta.

Aku merasakan tubuh kecil Susan gemetar di pelukanku, dan hatiku terasa seperti ditusuk oleh ribuan jarum. Bukan karena marah, tetapi karena rasa duka yang mendalam.

Saat kami sedang menyeberang jalan, Ronaldo akhirnya tersadar dari lamunannya. Dia mulai berjalan mengikuti kami, mungkin untuk bertanya mengapa Susan memanggilnya seperti itu. Kemudian ponsel Ronaldo berdering, dan terdengar suara Viera yang manis dan penuh isak tangis dari ujung telepon.

"Ronaldo, kau ada di mana? Lina terus menangis, dan bilang rindu ayahnya. Aku tidak bisa menenangkannya."

Langkah Ronaldo langsung terhenti di tempatnya. Dia menatap punggung kami yang menjauh dengan ponsel masih di tangan dan berkata, "Iya, aku segera ke sana."

Kemudian, Ronaldo mengirimiku sebuah pesan: [Kita bicara lagi nanti malam.] Suara mesin mobil terdengar meraung dan menghilang di kejauhan.

Susan menghentikan langkahnya. Susan langsung memelukku, dan air matanya membasahi bajuku.

"Ma," bisik Susan. "Bisakah kita tidak usah punya ayah lagi?"

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

reviews

Winner Charles
Winner Charles
My book is completed and while I wait for my editor to approve of it. I want to thank every of my readers for supporting me enough to read my stories. I am so sorry for taking time to complete it, my life was a bit messy. Once again thank you
2026-08-19 17:49:43
0
0
Winner Charles
Winner Charles
please drop your comments on my story
2025-12-06 17:42:47
0
0
Winner Charles
Winner Charles
Please there was a minor correction in Chapter 15 urging all my readers to go read it am so sorry for the mistake. Thank you
2025-12-03 17:05:30
3
0
159 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status