Share

Terpaksa Bertemu

Author: Adelia17
last update publish date: 2026-09-03 21:57:45

Sesudah meyakinkan Kirani dan berhasil mendapatkan alamat kantor Emiko, Zayn segera melajukan kendaraannya kembali ke arah tengah kota.

Laki-laki itu sudah terbiasa memecahkan masalah yang rumit. Tidak heran, pembicaraan sederhana yang didengarnya melalui alat penyuara telinga milik Tama bisa membuatnya menghubungkan antara Zanna dengan posisi Emiko sebagai pemeran pengganti.

Logikanya berkata, tidak mungkin Zanna bisa mengungkit masalah dada rata milik Emiko kalau mereka tidak saling mengenal sebelumnya. Setidaknya, pasti pernah bertemu.

Ah, benar! Dada rata yang pernah tersentuh olehnya. Zayn menggeleng keras untuk memulihkan ingatannya yang tidak perlu itu.

“Aku harus mengungkap hubungan mereka terlebih dahulu. Barangkali Emiko atau Zanna bisa membantu kami menyelesaikan masalah ini.” Zayn bicara pada dirinya sendiri.

Beberapa saat kemudian, Zayn tiba di sebuah ruko tiga lantai dengan desain seragam bertemakan minimalis modern. Kebetulan di depan bangunan yang paling ujung hanya ada satu mobil sedan berwarna putih. Laki-laki itu memarkirkan mobil di sebelahnya.

Untuk sesaat Zayn hanya membaca berulang-ulang papan nama bertuliskan ‘Mars and Venus’ beserta izin usaha yang tertera di bawahnya. Hingga dia memutuskan untuk segera turun dari mobil dan menemui gadis yang paling dihindarinya itu.

Zayn melewati pintu utama dengan raut wajah heran karena tidak seorang pun menyambutnya. Meja resepsionis ada, tetapi tidak ada orang di sana. Alih-alih berusaha mencari tahu, laki-laki itu lebih memilih untuk duduk di sofa yang dekat dengan pintu masuk.

Baru saja dia duduk, tiba-tiba seorang wanita mengucapkan salam, “Mohon maaf sudah menunggu. Tim kami sedang … kamu?!”

“Sangat disayangkan tidak ada penyambutan yang benar untuk desain kantor sebagus ini,” sindir Zayn.

“Aku persilakan kamu pergi kalau datang hanya untuk menghina!” Emiko berkata dengan penuh penekanan.

“Ah! Setelah datang tanpa penyambutan, sekarang diusir. Baik! Aku akan pergi dan meninggalkan catatan buruk tentang tempat ini di seluruh media sosial.” Zayn pura-pura bangkit dan hendak beranjak.

“Tidak ada yang mengundangmu datang! Dasar tamu tidak pengertian! Bisanya hanya mempersulit hidup orang lain saja!” jawab Emiko kesal. Gadis itu tidak merasa bersalah, tetapi sedikit khawatir mendengar ancaman Zayn.

Pasalnya, secara kebetulan hari itu beberapa orang dari tim administrasi izin sakit sehingga tidak bisa datang ke kantor. Hanya Emiko bersama seorang rekan yang bekerja. Mereka berdua memutuskan untuk menyambut tamu secara bergantian saat tidak ada klien yang berkonsultasi.

“Kamu benar! Aku datang memang tidak diundang dan terima kasih karena sudah mengingatkan tentang tujuanku datang kemari,” ucap Zayn kembali duduk. Pun dia menepuk-nepuk kursi di sebelahnya dengan seringai tanpa merasa bersalah dan tidak tahu malu. Itu tanda agar Emiko ikut duduk dengannya.

“Sinting! Bisa-bisanya duduk lagi,” gerutu Emiko. Meskipun demikian, gadis itu tetap menuruti keinginan Zayn.

“Aku tidak ingin berlama-lama di sini. Jadi, tolong jawab pertanyaan dengan …!”

“Bergegaslah! Jangan bertele-tele dan …!”

“Apa kamu mengenal Zanna?” Setelah saling memotong pembicaraan, akhirnya terlontar juga pertanyaan Zayn.

“Tidak,” jawab Emiko dengan cepat dan ketus.

Pandangan Zayn turun ke bawah sejenak. Dia lantas tertawa sumbang sebelum melanjutkan perkataannya, “Kalau tidak kenal, bagaimana Zanna bisa tahu tentang dadamu yang rata?”

Emiko praktis menyilangkan kedua tangannya di depan dada dengan mata membola.

“Apa kamu sedang melecehkanku?!” pekik Emiko.

“Jangan menuduh sembarangan! Coba cerna baik-baik perkataanku! Aku bertanya tentang Zanna dan ternyata kamu mencoba membohongiku.” Zayn berkata.

Emiko berdeham dan membenarkan posisinya, tanpa berani menatap ke arah Zayn.

“Aku tidak kenal dekat, tapi ….”

“Ya atau tidak?” potong Zayn.

“Ya, dia klienku. Tunggu dulu! Jangan menyela! Sudah menjadi tugasku untuk melindungi privasinya.” Emiko berkata sambil mengangkat tangan kanannya.

“Sudah berapa lama kalian saling mengenal?” tanya Zayn tidak peduli.

“Belum lama. Kami baru saja melakukan pertemuan pertama dan tiba-tiba dia menyuruhku menjadi pemeran pengganti,” jawab Emiko. Nada suaranya sudah normal. Namun, sikapnya masih berhati-hati. Dia tidak ingin membocorkan masalah yang dihadapi oleh seorang klien.

Zayn mengernyit, lalu jari telunjuknya menunjuk pada sebuah tulisan di dinding yang dekat dengan meja resepsionis dan kembali bertanya, “Mars and Venus bergerak di bidang usaha apa?”

“Konsultasi jodoh,” jawab Emiko.

“Ah! Mars and Venus yang itu ….” Zayn menatap tajam ke arah Emiko seraya tersenyum miring.

Itu jenis senyuman yang mampu membuat Emiko praktis merasa tersinggung.

“Maaf, aku tidak punya banyak waktu untuk menjawab pertanyaanmu lagi,” ucap Emiko berniat bangkit.

“Mengapa tersinggung? Jangan katakan kalau kamu sendiri belum berhasil dalam sebuah hubungan!” ungkap Zayn semakin membuat gadis itu kesal.

“Dengar, Tuan Zayn yang terhormat! Anda yang datang kemari. Itu artinya, Anda yang membutuhkan bantuan seputar jodoh. Pun kami seharusnya mengenakan biaya tertentu untuk setiap pertanyaan. Namun, jika pertanyaan itu berkaitan dengan klien yang lain … ah, benar! Apa kamu menyukai Zanna? Kamu ingin tahu semua yang dia ceritakan padaku.” Tiba-tiba Emiko membelokkan pembicaraan. Dia tersenyum puas karena merasa menemukan sebuah kunci untuk berbalik merendahkan Zayn.

“Berarti Zanna datang kemari karena mengalami masalah dengan laki-laki,” potong Zayn.

Emiko menatap Zayn dengan pandangan tidak percaya. Laki-laki itu selalu mampu membuatnya kesal dan ingin melemparkan apa pun ke wajahnya.

“Mengapa kamu terus bertanya? Aku tidak akan mengungkap ….”

“Apa Roy ada hubungannya dengan Zanna?” tanya Zayn.

“Roy? Sutradara itu? Mengapa kamu mengungkit namanya?” Emiko balik bertanya.

“Apa Zanna tidak memberi tahu nama kekasihnya?” Bukan Zayn namanya kalau tidak memberikan banyak pertanyaan.

“Tidak,” jawab Emiko. Gadis itu tetap bertahan untuk tidak mengungkap privasi kliennya.

“Apa yang dia ceritakan tentang kekasihnya?” tanya Zayn.

“Entahlah,” jawab Emiko pura-pura tidak mengerti.

“Aku punya alasan kuat untuk menanyakan masalah ini. Kalau kamu berani berbohong satu kali saja maka aku bisa melaporkanmu sebagai pihak yang bersalah,” desak Zayn.

“Apa maksudmu? Aku justru sedang melindungi privasi klien. Kalau kamu merasa cemburu dengan Roy, mengapa tidak langsung membicarakan semuanya pada Zanna? Hubungan yang sehat itu harus memiliki komunikasi yang baik.” Emiko berkata.

“Sebagai pakar cinta yang tidak berpengalaman, kamu terlalu berbelit-belit. Ah! Aku hampir melupakan kebiasaanmu yang gemar mencari perhatian. Apa kamu sengaja membuatku berlama-lama di sini?” tanya Zayn menaikturunkan alis untuk menggoda.

“Selain menjengkelkan, kamu ternyata memiliki rasa percaya diri yang berlebihan. Pantas saja Zanna mengabaikanmu. Pada pertemuan awal, dia hanya datang dengan perasaan sedih karena seseorang yang dekat dengannya menjadi incaran banyak gadis. Aku yakin laki-laki itu bukan kamu. Mana mungkin ada gadis yang menyukaimu?” ejek Emiko.

Zayn tidak peduli dengan perkataan Emiko karena gadis itu tidak tahu apa-apa tentang dirinya. Dia justru semakin yakin yang dikatakan Zanna itu tentang Roy.

Baru saja Zayn hendak mengajukan pertanyaan yang lain, tiba-tiba ponselnya bergetar.

“Halo!” Zayn memberi salam.

“Ck! Tidak sopan!” cibir Emiko pelan.

“Usahakan untuk mengambil alih mayat gadis itu! Dia mungkin bisa menjadi bukti.” Zayn memberi perintah melalui telepon yang membuat Emiko tiba-tiba berdebar.

“Ma-mayat? Apa maksudmu?” tanya Emiko ketika Zayn memutuskan sambungan telepon.

Laki-laki itu tidak memberikan jawaban dan segera beranjak meninggalkan gadis yang sedang merinding ketakutan.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • One Two Three and Action   Zayn Bertanggung Jawab

    Zayn memutuskan untuk menuruti perkataan Emiko karena bagaimanapun gadis itu sudah dewasa dan tahu yang terbaik untuk dirinya sendiri. Akan tetapi, laki-laki tampan yang berpenampilan cukup berantakan akibat melawan Roy sebelumnya itu hanya diam.“Zayn,” panggil Emiko setelah beberapa saat suasana hening menyelimuti keduanya.“Hm,” gumam Zayn untuk menanggapi.“Terima kasih sudah menolongku,” ucap Emiko lirih.Lagi-lagi Zayn hanya berdeham seakan enggan bicara lebih banyak.“Tadinya aku berpikir waktuku di bumi ini sudah berakhir dan seseorang yang masuk dari pintu itu adalah malaikat pencabut nyawa. Tidak aku sangka, ternyata itu kamu,” sambung Emiko seraya tertawa sumbang.Zayn menatap Emiko dari arah kaca spion sambil berdecak, “Kamu bicara seolah-olah kecewa karena aku bukan malaikat pencabut nyawa.”“Bukan begitu. Ah! Sudahlah! Apa yang bisa kuharapkan darimu?” jawab Emiko masih dengan suara pelan.“Apa kamu berharap aku akan bercanda di situasi seperti ini?” tanya Zayn.“Jangan

  • One Two Three and Action   Hampir Saja

    “Ada apa?” tanya Dhefin setelah Zayn mengajukan beberapa pertanyaan yang lain dan memutuskan sambungan telepon.“Roy menyamar menjadi seorang klien dan Emiko sedang menemuinya sekarang,” jawab Zayn.“Kalau begitu, kita harus menyusulnya. Apa lagi yang kamu pikirkan?” tanya Tama seraya buru-buru mematikan mesin mobil.“Tidak bisa! Di dalam ada orang lain yang masih berkonsultasi. Pak Danu memberi kita kuasa untuk menangkap Roy, dengan syarat tidak boleh ada kekacauan,” jawab Zayn bingung.“Kita lakukan saja dengan tenang … seperti biasa,” sela Dhefin dengan gerakan tangan yang menunjuk ke arah leher.Benar! Seperti yang pernah disinggung sebelumnya, para anggota Tthree memang cukup kejam ketika membereskan masalah. Tentu saja, itu kalau diperlukan. Namun, mereka tidak ingin disebut sebagai kelompok mafia.Zayn, Dhefin, dan Tama pada dasarnya orang-orang yang baik. Hati mereka hanya mudah tergugah ketika melihat sesuatu yang tidak benar.Untuk kasus Roy, semua bisa saja terjadi tergantu

  • One Two Three and Action   Bahaya Mengancam

    “Aku bisa menghadirkan seseorang yang akan mengatakan bahwa Roy sudah tidur dengan banyak gadis,” ujar Zayn dengan tenang. Dia masih berusaha untuk menyulut agar wanita itu bisa bicara lebih banyak.“Tidak! Aku sudah memastikan kalau Roy hanya pernah tidur denganku,” jawab Zanna masih dengan penuh emosi.“Apa kamu yakin?” tanya Zayn. Dia meletakkan sebuah alat berukuran kecil di atas meja dan melihat ke arah wanita itu sebelum berniat menyalakannya.Jelas Zanna tahu benda itu dan dia memandang ke arah Zayn dengan tatapan bertanya-tanya.“Pengalamanku mengatakan, seseorang yang sangat menyukai para gadis akan dengan mudah mencampakkan mereka yang sudah berhasil dimilikinya. Aku rasa Roy juga sama. Dia pasti mengabaikan para wanita yang sudah pernah tidur dengannya,” sambung Zayn sengaja menyakiti hati Zanna.“Tidak! Roy tidak mengabaikanku!” pekik Zanna.Tidak ingin berlama-lama, Zayn menekan tombol pada alat rekaman yang dia letakkan di atas meja.Bagai kilas balik yang membuka luka h

  • One Two Three and Action   Tidak Sengaja Bicara

    Suara klakson mobil yang saling bersahutan membuat Emiko kebingungan sendiri. Pasalnya, tiga orang laki-laki yang bersamanya tadi sedang mengejar Roy dan meninggalkan mobil di tengah jalan begitu saja.Tak ingin dimaki-maki para pengemudi lebih lama lagi, Emiko bergegas melompat ke kursi bagian supir dan menepikan kendaraan. Sesudah merasa aman, dia kembali duduk di bangku penumpang bagian belakang. Tidak lupa, gadis itu mengunci mobil tanpa mematikan mesinnya.Kaburnya Roy jelas membuat Emiko khawatir. Di tengah kesendiriannya, gadis itu memikirkan semua perkataan para anggota Tthree. Dia masih belum bisa merangkai situasi yang sedang terjadi sampai kasus pembunuhan yang sempat didengarnya tadi. Akan tetapi, menurut pemikirannya, sutradara jahat itu tidak mungkin hanya sekadar ingin menculik dan membunuh.“Apa Roy membunuh semua gadis yang sudah tidur dengannya? Jangan-jangan aku menjadi target pembunuhan selanjutnya,” ujar Emiko pada dirinya sendiri. Gadis itu lantas menggeleng kera

  • One Two Three and Action   Tom dan Jerry

    Pengakuan tidak terduga yang dilakukan oleh Zanna jelas mempermudah pekerjaan para anggota Tthree.Beruntung Tama berhasil meletakkan beberapa alat penyadap di kamar yang biasa ditempati oleh Roy sebelum orang-orang yang menculik Emiko tiba di hotel. Jadi, semua pembicaraan dapat direkam dengan baik oleh Zayn, sang ahli IT yang kadang-kadang kemampuannya melebihi nalar.Awalnya, Zayn tidak berencana untuk membawa tim dari kepolisian. Akan tetapi, demi melindungi Emiko, para anggota Tthree sepakat untuk bekerja sama dengan pihak berwajib. Tidak disangka, mereka justru mendapatkan tangkapan yang lebih besar.Setelah membuat kehebohan di lokasi syuting, kini kendaraan yang ditumpangi oleh Zayn dan kedua sahabatnya sedang dalam perjalanan mengikuti mobil polisi. Tidak lupa, Emiko yang masih dalam keadaan tertidur juga ada bersama mereka. Rencananya, tim Tthree akan mengantarkan gadis itu pulang ke rumah.“Perasaan, baru saja aku menikmati peranku menjadi orang tolol di area syuting. Sekar

  • One Two Three and Action   Pengakuan Tidak Terduga

    Sore hari di area pusat kota.Emiko yang kebetulan dijemput oleh supir, mendadak merasa gelisah sampai dia berulang kali mengedarkan pandangan ke sekitar. Hingga beberapa saat kemudian gadis itu menyadari kalau seseorang sedang mengikutinya dengan menggunakan motor.“Pak Adi, kita sedang diikuti,” ujar Emiko seraya menoleh ke belakang mobil. Raut wajah gadis itu sangat panik, apalagi ketika pemilik motor sempat berhenti di sisi samping kiri dan memperhatikan dirinya.Ya! Walaupun pemilik motor menggunakan kacamata hitam, tetapi Emiko dapat merasakan sorot tajam matanya.“Jalanan sedang macet. Semua kendaraan berdesakan berharap bisa saling mendahului. Maafkan kelancangan saya, Non. Namun, rasanya tidak mungkin ada yang berniat mengikuti kita. Mungkin kebetulan saja perjalanan mereka searah,” jawab Pak Adi.“Apa Pak Adi melihat seseorang mengenakan kostum serba hitam di sebelah … kiri?” tanya Emiko seraya menoleh. Namun, yang dibicarakan sudah tidak ada.“Tidak, Non. Bapak fokus meliha

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status