Home / Romansa / PAID LOVE / 21+ PERASAAN YANG BELUM SELESAI

Share

21+ PERASAAN YANG BELUM SELESAI

Author: TISYAMAN
last update publish date: 2026-09-30 21:40:18

Wangi bunga bermekaran, lembut dan nyaman sekali untuk dihirup. Aroma tubuh yang masih sama dengan orang yang itu itu saja. Kulitnya yang sebelumnya putih bening, sekarang berubah lebih tan. Tampak glossy dan begitu menggoda.

“Ah, sial! Berdirinya terlalu cepat!” Gavin membatin. “Aku lapar, boleh aku minta kamu memasak sesuatu untuk ku?” Pinta Gavin.

“Tapi di depan tadi ada chef yang menyambut kita. Kenapa harus aku yang masak sih?” Gerutu Raline.

“Aku maunya masakan dari tangan kamu, nanti
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • PAID LOVE   21+ PERASAAN YANG BELUM SELESAI

    Wangi bunga bermekaran, lembut dan nyaman sekali untuk dihirup. Aroma tubuh yang masih sama dengan orang yang itu itu saja. Kulitnya yang sebelumnya putih bening, sekarang berubah lebih tan. Tampak glossy dan begitu menggoda. “Ah, sial! Berdirinya terlalu cepat!” Gavin membatin. “Aku lapar, boleh aku minta kamu memasak sesuatu untuk ku?” Pinta Gavin. “Tapi di depan tadi ada chef yang menyambut kita. Kenapa harus aku yang masak sih?” Gerutu Raline. “Aku maunya masakan dari tangan kamu, nanti aku bantu kamu memasak.” “Sakit bukannya istirahat, malah banyak minta request,” ocehnya tanpa sebab. “Aku bikin sup aja ya?” Gavin mengangguk manja. “Aku bantu ya?” “NGGAK PERLU YA, GAVIN MAHESWARI!” Dengan cekatan Raline mencoba mencari dapur yang cukup jauh dari kamar tempat Gavin beristirahat. “Ini rumah apa lapangan gold, sih? Terlalu luas untuk kami berdua.” Argh! “Raline stop! Jangan mikir hal hal gila disaat seperti ini. Aku sudah menyiapkan perceraian, jadi please otak! Berhenti b

  • PAID LOVE   PASUTRI YANG TERPISAH

    Sret!! Raline berhasil menarik masker dan topi pria misterius di depan matanya. Dan berhasil menyadari pria psikopat itu adalah seseorang yang dikenalnya sudah lama. “Tian!?!” “Hahaha!!! Kau masih mengenalku dengan baik ternyata,” ujarnya dengan senyum seringai licik. “Kau dan Si Gavin brengsek itu sudah merusak hidupku dan Ibuku!!!” Tubuh Tian mengeluarkan aroma alkohol yang begitu menyengat. Matanya penuh dengan kebencian. Semakin Raline kesakitan, membuat Tian semakin gila. Ia menciumI paksa bibir Raline. Brak! Tian berhasil membuka pintu apartemennya. Dan memaksa tubuh Raline masuk hingga jatuh ke lantai. “HENTIKAN TIAN!! PLEASE….” Raline berteriak sebisanya. Mencoba mendorong tubuh besar Tian semampunya. “GAVIN, HELP ME!!!” BLAM!!! Sebuah tendangan dari kaki jenjang membuat Tian jatuh kesamping. Tubuh besar Tian sudah menghimpit Raline yang terkapar di lantai. “MENJAUH DARI ISTRIKU BRENGSEK!!!” BUGH! Pukulan keras menghantam wajah Tian. Tubuhnya yang berusaha bangkit k

  • PAID LOVE   PRIA MISTERIUS

    Zhassshh! Gavin keluar dari kolam renang yang hanya mengenakan celana pendek. Dengan badan yang basah, ia keluar untuk duduk di kursi panjang di tepi kolam. Kepalanya terasa berat, namun pikirannya ranum setelah bekerja seharian penuh. Fiuh! Nafasnya terasa berat saat merebahkan tubuh basahnya di atas kursi. Rasanya ada yang membebani perutnya. “Raal-Raline?” Cup! Rasanya hangat dan lembut. Kecupan manis Raline membuat jantungnya berderu sangat cepat. Badannya yang masih basah seketika membuatnya kedinginan di malam yang hangat. “Kau bisa basah, sayang!” Ucap Gavin khawatir. “Aku sudah basah terlebih dahulu kok,” jawab Raline lembut.Degh! Wajah Gavin merona mendengar jawaban manis dari Raline. Rasanya aku seperti seekor ikan yang tengah kena pancingan berbahaya dari istri sendiri. Tanpa pikir panjang, Gavin meletakkan tangannya di ceruk Raline. Menariknya untuk mendekatkan wajah wanita itu mendekat dengannya. Nafas Raline membuat tubuhnya semakin terasa panas dan penuh gairah. T

  • PAID LOVE   Gairah yang menumpuk

    Kembali ke IndonesiaHari pertama kembali ke apartemen di Jakarta. Raline masih merahasiakan kepulangannya dari Laura. Ia berniat memberikan kejutan untuk Ibunya. Setelah bertemu dengan Nara dan menyempatkan makan siang bersama, Raline bersiap untuk menjenguk Laura dan Maria. Bahkan telepon dari Gasari, ia abaikan demi bertemu keluarganya. “Tin, kamu mau ikut kerumah orang tuaku?” tanya Raline. “Aku bisa antarkan kamu, tapi sore ini aku ada meeting untuk project film baru. Gak papa, Ral?” Jawab Justin. “Oh, yaudah aku nanti biar naik taksi aja gak papa kok. Kamu pergi aja duluan.”Raline berusaha untuk tidak merepotkan Justin lagi. Sudah dari kemarin lelaki itu membantu kepindahannya dari Australia sampai ke Indonesia. Bahkan untuk istirahat pun, Justin tidak mau sampai semua urusan dirinya selesai. “Kamu nginep disana? Aku mau ajak kamu ke suatu tempat. Mau?” “Kayaknya gak deh, aku takut bakal banyak pertanyaan dari Mama soal kepulanganku dan soal Gavin.” “Berkabar aja nanti k

  • PAID LOVE   SURAT PERCERAIAN

    “Aku harus mengakhiri segalanya.” “Kamu yakin mampu Ral?” “Aku tidak bisa hidup dalam bayang bayang status istri Gavin lagi. Kalau dia bisa diam selama ini, maka aku yang akan memperjelas segalanya.” Justin hanya mampu mendengarkan semua keputusan Raline. Memeluk dan mencoba memposisikan dirinya sebagai seorang teman. Meredam perasaannya dan sadar diri akan kehadirannya yang belum bisa menggantikan posisi Gavin dalam hati Raline. “Bantu aku, Tin. Dampingi aku melewati semua ini.” “Kamu seyakin itu?” Tanya Justin meyakinkan. Raline mengangguk dengan mata sembab. “Aku ingin memulai kehidupanku tanpa membawa status yang selama ini membebani hidupku.” ***Keesokan harinya …. Hari dimana event Elen's Charity berlangsung pukul 7 malam. YG hotel dipenuhi dengan kehadiran para tamu undangan dari brand berbagai negara. Event dimana suporter utamanya adalah GR Entertainment, salah satu bisnis milik Gavin Maheswari. Justin yang tengah sibuk memperagakan brand Elen's Man di red carpet. P

  • PAID LOVE   LUKA ITU KEMBALI

    Bar Eau de vie“Aku akan membayar gelas ini. Ini sebagai gantinya.” Gavin mengeluarkan sepuluh lembar uang dollar dengan nilai tertinggi dari saku celana dan bergegas pergi membawa gelas yang dibelinya. Gelas bekas yang terdapat jejak lipstik Raline. Ditengah ramainya malam di pinggiran kota, Raline berjalan dengan langkah berat. Memegangi kepalanya sambil mencoba menyelaraskan langkahnya. Berusaha tetap melangkah tegap dengan mengenakan heels setinggi 7 cm. Heels berwarna merah maroon, warna kesukaannya. Tak! Tak! Tak! Langkah demi langkah Raline menelusuri jalan sambil berusaha tetap aman. Irama heels bertemu dengan trotoar jalan yang aman bagi pejalan kaki. Walau pandangannya sudah mulai kabur, Raline berusaha untuk segera pulang ke hotel tempatnya menginap sebelum event besok dimulai. Brak!!! Raline menabrak jejeran bak sampah.“Model macam apa yang berjalan bisa jatuh sampai menabrak tumpukan sampah?” Raline jatuh di lengan Gavin. Tubuhnya sekarang bertopang dengan tenaga le

  • PAID LOVE   TAKUT KEHILANGAN

    Sekarang Raline berada di kamarnya lagi bersama Gavin. Dengan sabar lelaki itu menunggu istrinya sadar. Memandangi wajah polos itu sekarang dalam keadaan pulas sekali. Sesekali Gavin mengusap wajahnya kasar. Emosinya mereda melihat istrinya baik-baik saja sekarang.

  • PAID LOVE   ONE NIGHT STAND

    Perawat membuka pintu yang bertuliskan nama Dr. Daniel Aksara. Laura mengangguk segan dan menebar senyum kepada perawat yang sudah membukakan pintu untuknya. Sikap urakan Laura masih kental, saat b

  • PAID LOVE   BENCI

    Keesokan harinya.Raline bersiap seperti biasa. Mengubah wajah cantiknya menjadi jelek, sebelum keluar dari rumah. Lalu mengen

  • PAID LOVE   SAHABAT KECIL

    Belum sempat Raline berterima kasih, Devin sudah berada di depan bersiap untuk turun dari bus. Tidak lama bus kembali melaju, Raline merasakan ada yang mengganjal di atas tempat duduknya. Raline me

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status