LOGINNovel khusus untuk dewasa 21+ Mohon maaf jika novel ini mengandung unsur dewasa. Harap bijak dalam memilih bacaan terlebih dahulu. Menjual keperawanan adalah pilihan terakhir Raline Ansara, demi menyelamatkan dua PSK yang disayanginya, Laura dan Maria. Mimpi Raline seakan sirna, saat rahasia kecantikannya terbongkar dari seorang germo bernama Mami Monalisa. Sampai akhirnya Raline Ansara terselamatkan dari lelaki tua keparat hidung belang yang membelinya dengan harga fantastis. Lelaki yang menyelamatkan Raline tidak lain adalah lelaki bejat yang sangat dibencinya saat masih duduk di bangku SMA, bernama Gavin Maheswari. Bukannya senang, Raline malah terperangkap dengan pernikahan paksa karena harus mengganti uang yang sudah dikeluarkan Gavin untuk menyelamatkan Raline dan keluarganya dari Mami Monalisa.
View MoreHari dimana harusnya aku bahagia menjadi seorang wanita satu satunya milik Gavin, adalah waktu bersamaan dimana aku merasa dilecehkan oleh suamiku sendiri. Menjaga semua tubuh ini hanya untuk lelaki yang aku cintai, tapi malah dimakan habis oleh lelaki yang menyentuhku tanpa perasaan sama sekali. Dan, aku tidak akan pernah melupakan luka di hari itu. “Tidurlah bersamaku malam ini.” Wajah pasrah dan penuh harapan malam ini adalah kesempatan terakhir bagi Gavin untuk memperbaiki segalanya. “Aku akan memperbaiki segalanya, terutama sikap kasarku terakhir kali kita bersentuhan.” Aliran darah Raline seakan mengalir tanpa hambatan. Panas sekujur tubuh saat mendengar semua ucapan yang terdengar gampang sekali diucapkan oleh lelaki yang menoreh luka di hidupnya. “Gav, berhenti melakukan hal yang tidak bisa lagi untuk kita perbaiki. Aku sudah terlalu lama berdiam dan menunggu semua kejelasan status, bahkan hidupku selama ini tidak jelas arahnya akan kemana? Aku kesulitan Gav, kamu harusnya
Wangi bunga bermekaran, lembut dan nyaman sekali untuk dihirup. Aroma tubuh yang masih sama dengan orang yang itu itu saja. Kulitnya yang sebelumnya putih bening, sekarang berubah lebih tan. Tampak glossy dan begitu menggoda. “Ah, sial! Berdirinya terlalu cepat!” Gavin membatin. “Aku lapar, boleh aku minta kamu memasak sesuatu untuk ku?” Pinta Gavin. “Tapi di depan tadi ada chef yang menyambut kita. Kenapa harus aku yang masak sih?” Gerutu Raline. “Aku maunya masakan dari tangan kamu, nanti aku bantu kamu memasak.” “Sakit bukannya istirahat, malah banyak minta request,” ocehnya tanpa sebab. “Aku bikin sup aja ya?” Gavin mengangguk manja. “Aku bantu ya?” “NGGAK PERLU YA, GAVIN MAHESWARI!” Dengan cekatan Raline mencoba mencari dapur yang cukup jauh dari kamar tempat Gavin beristirahat. “Ini rumah apa lapangan gold, sih? Terlalu luas untuk kami berdua.” Argh! “Raline stop! Jangan mikir hal hal gila disaat seperti ini. Aku sudah menyiapkan perceraian, jadi please otak! Berhenti b
Sret!! Raline berhasil menarik masker dan topi pria misterius di depan matanya. Dan berhasil menyadari pria psikopat itu adalah seseorang yang dikenalnya sudah lama. “Tian!?!” “Hahaha!!! Kau masih mengenalku dengan baik ternyata,” ujarnya dengan senyum seringai licik. “Kau dan Si Gavin brengsek itu sudah merusak hidupku dan Ibuku!!!” Tubuh Tian mengeluarkan aroma alkohol yang begitu menyengat. Matanya penuh dengan kebencian. Semakin Raline kesakitan, membuat Tian semakin gila. Ia menciumI paksa bibir Raline. Brak! Tian berhasil membuka pintu apartemennya. Dan memaksa tubuh Raline masuk hingga jatuh ke lantai. “HENTIKAN TIAN!! PLEASE….” Raline berteriak sebisanya. Mencoba mendorong tubuh besar Tian semampunya. “GAVIN, HELP ME!!!” BLAM!!! Sebuah tendangan dari kaki jenjang membuat Tian jatuh kesamping. Tubuh besar Tian sudah menghimpit Raline yang terkapar di lantai. “MENJAUH DARI ISTRIKU BRENGSEK!!!” BUGH! Pukulan keras menghantam wajah Tian. Tubuhnya yang berusaha bangkit k
Zhassshh! Gavin keluar dari kolam renang yang hanya mengenakan celana pendek. Dengan badan yang basah, ia keluar untuk duduk di kursi panjang di tepi kolam. Kepalanya terasa berat, namun pikirannya ranum setelah bekerja seharian penuh. Fiuh! Nafasnya terasa berat saat merebahkan tubuh basahnya di atas kursi. Rasanya ada yang membebani perutnya. “Raal-Raline?” Cup! Rasanya hangat dan lembut. Kecupan manis Raline membuat jantungnya berderu sangat cepat. Badannya yang masih basah seketika membuatnya kedinginan di malam yang hangat. “Kau bisa basah, sayang!” Ucap Gavin khawatir. “Aku sudah basah terlebih dahulu kok,” jawab Raline lembut.Degh! Wajah Gavin merona mendengar jawaban manis dari Raline. Rasanya aku seperti seekor ikan yang tengah kena pancingan berbahaya dari istri sendiri. Tanpa pikir panjang, Gavin meletakkan tangannya di ceruk Raline. Menariknya untuk mendekatkan wajah wanita itu mendekat dengannya. Nafas Raline membuat tubuhnya semakin terasa panas dan penuh gairah. T
Sekarang Raline berada di kamarnya lagi bersama Gavin. Dengan sabar lelaki itu menunggu istrinya sadar. Memandangi wajah polos itu sekarang dalam keadaan pulas sekali. Sesekali Gavin mengusap wajahnya kasar. Emosinya mereda melihat istrinya baik-baik saja sekarang.
Perawat membuka pintu yang bertuliskan nama Dr. Daniel Aksara. Laura mengangguk segan dan menebar senyum kepada perawat yang sudah membukakan pintu untuknya. Sikap urakan Laura masih kental, saat b
Keesokan harinya.Raline bersiap seperti biasa. Mengubah wajah cantiknya menjadi jelek, sebelum keluar dari rumah. Lalu mengen
Belum sempat Raline berterima kasih, Devin sudah berada di depan bersiap untuk turun dari bus. Tidak lama bus kembali melaju, Raline merasakan ada yang mengganjal di atas tempat duduknya. Raline me
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore