Home / Romansa / PAID LOVE / KEDATANGAN TAMU YANG TIDAK UNDANG

Share

KEDATANGAN TAMU YANG TIDAK UNDANG

Author: TISYAMAN
last update Petsa ng paglalathala: 2021-09-17 22:12:13

Tubuh Raline seketika meremang saat batang keperkasaan milik Gavin yang menantang mencoba memasuki liang kewanitaannya. Perlahan tapi pasti, milik Gavin merangsak masuk perlahan di liang sang istri yang masih sesak dibawah sana. 

Pergulatan gairah pasangan pengantin baru itu sangat hangat. Bahkan mengalahkan hangatnya air yang merendam tubuh mereka. .

Raline berge

TISYAMAN

Kalau suka sama ceritanya, jangan lupa kasih ulasan dan GEM vote yaa ~ (*^3^)/~♡

| 1
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • PAID LOVE   PRIA MISTERIUS

    Zhassshh! Gavin keluar dari kolam renang yang hanya mengenakan celana pendek. Dengan badan yang basah, ia keluar untuk duduk di kursi panjang di tepi kolam. Kepalanya terasa berat, namun pikirannya ranum setelah bekerja seharian penuh. Fiuh! Nafasnya terasa berat saat merebahkan tubuh basahnya di atas kursi. Rasanya ada yang membebani perutnya. “Raal-Raline?” Cup! Rasanya hangat dan lembut. Kecupan manis Raline membuat jantungnya berderu sangat cepat. Badannya yang masih basah seketika membuatnya kedinginan di malam yang hangat. “Kau bisa basah, sayang!” Ucap Gavin khawatir. “Aku sudah basah terlebih dahulu kok,” jawab Raline lembut.Degh! Wajah Gavin merona mendengar jawaban manis dari Raline. Rasanya aku seperti seekor ikan yang tengah kena pancingan berbahaya dari istri sendiri. Tanpa pikir panjang, Gavin meletakkan tangannya di ceruk Raline. Menariknya untuk mendekatkan wajah wanita itu mendekat dengannya. Nafas Raline membuat tubuhnya semakin terasa panas dan penuh gairah. T

  • PAID LOVE   Gairah yang menumpuk

    Kembali ke IndonesiaHari pertama kembali ke apartemen di Jakarta. Raline masih merahasiakan kepulangannya dari Laura. Ia berniat memberikan kejutan untuk Ibunya. Setelah bertemu dengan Nara dan menyempatkan makan siang bersama, Raline bersiap untuk menjenguk Laura dan Maria. Bahkan telepon dari Gasari, ia abaikan demi bertemu keluarganya. “Tin, kamu mau ikut kerumah orang tuaku?” tanya Raline. “Aku bisa antarkan kamu, tapi sore ini aku ada meeting untuk project film baru. Gak papa, Ral?” Jawab Justin. “Oh, yaudah aku nanti biar naik taksi aja gak papa kok. Kamu pergi aja duluan.”Raline berusaha untuk tidak merepotkan Justin lagi. Sudah dari kemarin lelaki itu membantu kepindahannya dari Australia sampai ke Indonesia. Bahkan untuk istirahat pun, Justin tidak mau sampai semua urusan dirinya selesai. “Kamu nginep disana? Aku mau ajak kamu ke suatu tempat. Mau?” “Kayaknya gak deh, aku takut bakal banyak pertanyaan dari Mama soal kepulanganku dan soal Gavin.” “Berkabar aja nanti k

  • PAID LOVE   SURAT PERCERAIAN

    “Aku harus mengakhiri segalanya.” “Kamu yakin mampu Ral?” “Aku tidak bisa hidup dalam bayang bayang status istri Gavin lagi. Kalau dia bisa diam selama ini, maka aku yang akan memperjelas segalanya.” Justin hanya mampu mendengarkan semua keputusan Raline. Memeluk dan mencoba memposisikan dirinya sebagai seorang teman. Meredam perasaannya dan sadar diri akan kehadirannya yang belum bisa menggantikan posisi Gavin dalam hati Raline. “Bantu aku, Tin. Dampingi aku melewati semua ini.” “Kamu seyakin itu?” Tanya Justin meyakinkan. Raline mengangguk dengan mata sembab. “Aku ingin memulai kehidupanku tanpa membawa status yang selama ini membebani hidupku.” ***Keesokan harinya …. Hari dimana event Elen's Charity berlangsung pukul 7 malam. YG hotel dipenuhi dengan kehadiran para tamu undangan dari brand berbagai negara. Event dimana suporter utamanya adalah GR Entertainment, salah satu bisnis milik Gavin Maheswari. Justin yang tengah sibuk memperagakan brand Elen's Man di red carpet. P

  • PAID LOVE   LUKA ITU KEMBALI

    Bar Eau de vie“Aku akan membayar gelas ini. Ini sebagai gantinya.” Gavin mengeluarkan sepuluh lembar uang dollar dengan nilai tertinggi dari saku celana dan bergegas pergi membawa gelas yang dibelinya. Gelas bekas yang terdapat jejak lipstik Raline. Ditengah ramainya malam di pinggiran kota, Raline berjalan dengan langkah berat. Memegangi kepalanya sambil mencoba menyelaraskan langkahnya. Berusaha tetap melangkah tegap dengan mengenakan heels setinggi 7 cm. Heels berwarna merah maroon, warna kesukaannya. Tak! Tak! Tak! Langkah demi langkah Raline menelusuri jalan sambil berusaha tetap aman. Irama heels bertemu dengan trotoar jalan yang aman bagi pejalan kaki. Walau pandangannya sudah mulai kabur, Raline berusaha untuk segera pulang ke hotel tempatnya menginap sebelum event besok dimulai. Brak!!! Raline menabrak jejeran bak sampah.“Model macam apa yang berjalan bisa jatuh sampai menabrak tumpukan sampah?” Raline jatuh di lengan Gavin. Tubuhnya sekarang bertopang dengan tenaga le

  • PAID LOVE   BERTARUH ATAU MENYERAH

    Dari sudut depan pintu kedatangan, muncullah sosok lelaki yang selama ini menjadi benteng pertahanan Raline akan masa lalunya. Gavin Maheswari akhirnya tiba di Australia. Justin yang tahu semua akan masa lalu Raline dan Gavin, maka dirinya memahami situasi sekarang yang akan dihadapinya di depan mata. “Sini, aku bantu kamu charge energi baik.” Justin menyelipkan jarinya dengan jemari Raline. Menggandeng tangan wanita di sampingnya penuh percaya diri. “Kamu ambil semua energiku juga aku bakal serahkan semuanya.” “Kalau aku menghisap semua darahmu sampai jiwa jiwamu aku rampas. Apa kamu masih mau serahin semuanya, Tin?” goda Raline melawan tingkah random lelaki dewasa yang kini berada tepat di sampingnya. “Ambil semuanya Ral, ambil. Aku mah pasrah!” jawab Justin yakin. Raline hanya menjawab dengan senyum kelu. “Halah, gombalan mas mas indo nya mulai deh keluar semua.” Beruntung bagi Justin bisa mengalihkan perhatian Raline. Padahal sedari tadi, pandangan Justin tidak lepas dari k

  • PAID LOVE   Just, Mature

    Hanya bisa terdiam dan mematung. Menerima segala perasaan yang disampaikan Justin lewat kecupan hangat dan singkat. Raline tidak lagi menolak tapi tidak juga membiarkannya lebih dalam. “Aku sudah sedewasa ini, tidak mungkin melakukan sesuatu tanpa berpikir lebih jauh. Aku begitu menyukaimu, Ral.” Entah kenapa Raline tidak menolak bahkan mencoba menjauh pun tak terpikir olehnya. Perbedaan usia hampir 10 tahun membuatnya hanya berpikir sebatas senior dan junior. Justin adalah seorang model senior dan juga aktor profesional bagi Raline. “Aku minta maaf melakukan hal ini diwaktu yang tidak begitu bagus. Mungkin momen ini terlalu kaku, tapi kalau tidak sekarang mungkin ada akan kehilangan waktu lebih banyak lagi. Aku benar benar menyukaimu sebagai wanita.” “Maaf, Just.” Raline hanya bisa meminta maaf tanpa bisa memahami apa yang terjadi saat ini. “Aku tidak tahu harus berkata apa sekarang.” “Ral, aku tidak memintamu membalas perasaanku saat ini. Aku berharap setiap luka yang selama in

  • PAID LOVE   IDOLA RALINE

    Gavin memiringkan senyumnya dengan tatapan tajam mengarah ke wajah Raline. Saat Gavin melangkahkan kakinya, sontak membuat Raline memundurkan posisinya menjauh. "K-kamu mau apa? Jangan macam-macam.

  • PAID LOVE   PLAYBOY KELAS KAKAP

    Ups! Decak Aletta sengaja menubruk tubuh Raline. “Hahaha!" Gelak tawa siswa-siswi lain riuh menertawakan si cupu nan malang Raline.

  • PAID LOVE   CLUB HOUSE MONALISA

    "Aku akan menjaga Raline segenap jiwa, bayi mungilku tumbuh dengan sangat cantik setiap harinya. Aku akan melakukan apa saja, untuk menjauhkan Raline dari Mami Lisa …. " ***

  • PAID LOVE   SI MESUM GAVIN

    “Buka seragam mu, sekarang!” titah Gavin. Menatap sayup wajah Aletta yang tengah sibuk mencumbu lehernya penuh gairah di sudut perpustakaan. “Ok, babe.” Aletta menuruti permintaan lelaki itu dan membuka perlahan kanci

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status