ログインCURIGA Helmi menyipitkan matanya tatkala membaca pesan yang datang dari temannya dan dia pun seakan tidak percaya dengan kabar tersebut. "Hendra sekarang punya wanita lain, kasihan adik dari istrimu itu ternyata dikhianati oleh suaminya." pesan tersebut buat Helmi dihinggapi rasa penasaran dan tanda tanya besar karena dia berpikir tidak mungkin kalau Hendra punya wanita lain selain Nia adik dari istrinya.Helmi pun seakan ingin mengadu kabar tersebut kepada sang istri yaitu Desi.Tapi Helmi terlihat ragu untuk mengabarkan berita tersebut kepada sang istri karena dia pun dulu pernah mengkhianati istrinya dan nantinya dia takut di salahkan oleh Desi dan mungkin Desi akan memojokkan dirinya mungkin sama saja Helmi dan Hendra suka mempermainkan hati perempuan atau selingkuh."Kamu jangan ngomong sembarangan," Helmi membalaskan pesan. Helmi pun seakan tidak mau gegabah dia tidak mau memberikan kabar tersebut kepada Desi sebelum ada buktinya karena Hendra di mata keluarga Desi adalah ses
ADA WANITA LAIN Hiks, Hiks...Tiba-tiba Nia datang tersedu menangis mendatangi rumah Bu Sani.Sang Ibu merasa heran dan terkejut dengan kedatangan sang anak yang tiba-tiba datang dengan berderai air mata. "Nak kenapa?" tanya Bu Sani dihinggapi rasa khawatir."Mas Hendra-" jawabnya tercekat"Ada apa dengan Hendra?" tanya Bu Sani terlihat heran."Punya simp4nan," Nia semakin tersedu menangis.Bu Sani membulatkan matanya seakan tidak percaya dengan kabar berita yang dia dengar."Maksud kamu Hendra punya wanita lain?" Bu Sani hatinya begitu gelisah dan menatap lekat ke arah Nia. Nia menganggukkan kepalanya. Nampak seketika wajah Bu Sani pucat tatkala mendengar kabar tersebut dan badannya terasa lemas karena Hendra adalah menantu yang sangat dia sayangi dan selalu dia sanjung. Dalam hati Bu Sani berpikir apa mungkin ini adalah karma kepada dirinya karena dulu suka membanggakan Hendra dan selalu memandang sebelah mata kepada Yudi mantan menantunya.Bu Sani selalu membanggakan menantunya
PENYESALANPak Hasan mencoba menenangkan hati Desi yang kini tengah terluka karena sudah tersindir oleh mantan Ibu mertuanya. Sementara Bu Sani Ibu dari Desi hanya terdiam seakan tidak mau ikut campur. Tapi dalam hati Bu Sani sebenarnya dihinggapi rasa malu oleh Yudi dan keluarga dari Yudi karena Bu Sani yang berperan penting untuk memisahkan Desi dan Yudi dengan alasan Yudi lah pria mandul. Bu Sani hanya menghela napas panjang dan menyesali diri dengan tingkahnya yang selalu memojokkan Yudi saat itu. Bu Sani terlihat berlalu dari hadapan sang suami dan anaknya itu. Terlihat Bu Sani duduk di teras rumah dan menatap lekat ke arah anak angkatnya dari Desi. Bu Sani mengusap lembut rambut sang anak."Bagaimanapun juga aku harus menyayangi anak ini. Meskipun bukan darah daging Desi. Aku harus belajar ikhlas dan tidak menyakiti perasaan orang lain," batin Bu Sani. Terlihat sang anak tersenyum renyah ke arah Bu Sani dan memeluk erat kemudian mengecup sekilas pipi Bu Sani. Dalam hati Bu San
MELAHIRKANMirna istri dari Yudi akhirnya melahirkan anak pertamanya buah cinta dari Yudi. Anak mereka berjenis kelamin laki-laki dan diberi nama Satria. Mirna dan juga Yudi begitu gembira karena bayi mereka lahir dengan selamat dan sehat. Satria sangat ganteng dan berkulit putih sama dengan Yudi. "Sayang terima kasih ya, kamu sudah memberikan aku anak yang gagah dan ganteng," Yudi mengecup lembut kening Mirna dengan penuh kelembutan.Nampak Mirna menatap Yudi dan matanya berkaca-kaca. Mirna sangat senang dengan perhatian dan kasih sayang yang diberikan oleh Yudi terhadap dirinya. Baginya perhatian yang diberikan oleh suaminya itu sangat tulus dan juga buat hatinya nyaman. "Beruntung kamu menikah dengan Mirna karena dia wanita subur dan tidak mandul seperti mantan kamu Desi," ucap Ibu dari Yudi. Nampak Mirna tersipu malu dan memalingkan wajahnya ke sembarang arah tatkala mendengar ucapan dari ibu mertuanya itu. Mirna berpikir kalau ibu mertuanya itu tengah menjelekkan mantan dari Y
SEMUA TIDAK TERDUGA Setelah selesai urusan dengan dokter kandungan dan sementara waktu Mirna harus di rawat untuk beristirahat beberapa hari di rumah sakit. Yudi kemudian menghampiri Pak Hasan yang tengah duduk di luar. "Pak kita ke kantin," ajak Yudi kepada Pak Hasan sambil tersenyum ramah. Pak Hasan nampak terkesiap dengan suara dari Yudi, karena Pak Hasan tengah tidak fokus pikirannya sedang melamun. "Iya-iya," jawab Pak Hasan.Yudi pun sementara terlihat kembali duduk di pinggir Pak Hasan, kemudian Yudi bercerita kalau dia sudah menikah dan dia berucap syukur karena istrinya sekarang sedang hamil. Yudi seakan ingin membuktikan kepada mantan mertuanya kalau dirinya saat ini tengah berbahagia karena sang istri tengah hamil dan Yudi pun seakan ingin membuktikan kepada mantan Bapak mertuanya kalau dia bukanlah pria mandul yang dulu pernah hinggap dalam dirinya. Terlihat Pak Hasan seakan malu terhadap dirinya sendiri karena tidak bisa dipungkiri dia pun ketika dulu pernah menyind
PERTEMUAN DI RUMAH SAKIT Desi terlihat menangis sesungukkan tatkala melihat sang suami terbaring lemah tidak berdaya di rumah sakit. Terlihat Helmi sedang tertidur di ranjang dengan kondisi ada beberapa luka di bagian tubuhnya. Sementara Pak Hasan menatap lega terhadap Helmi karena keadaan sang menantu tidak seperti dia bayangkan. Kalau keadaan Helmi ternyata tidak parah namun hanya luka ringan saja. Tapi nampak terlihat Helmi merasa badannya sakit sekali karena sesekali dia meringis. "Mas mengapa bisa terjadi kecelakaan?" tanya Desi dengan berderai air mata. "Sudah Des, kamu jangan banyak tanya dulu kepada suamimu. Biarkan dia istirahat," Pak Hasan berusaha menenangkan hati sang anak. Nampak terlihat Helmi membuka matanya sedikit demi sedikit secara perlahan. Setelah matanya terbuka dengan sempurna Helmi pun nampak matanya berselancar ke ruangan sekitar. "Aku dimana," ucapnya dengan lirih. Terlihat Helmi akan bangun dari ranjang tersebut namun dengan cepat Pak Hasan mencoba me







