Home / All / PASANGANKU MANDUL / DESI TERSINGGUNG

Share

DESI TERSINGGUNG

Author: Rini Alnabil
last update publish date: 2026-05-06 21:21:20

DESI TERSINGGUNG

Keesokan harinya nampak terlihat Desi dan Yudi sudah berpakaian rapi. Mereka akan pergi untuk melihat rumah yang akan mereka beli.

Bu Sani terlihat menampakkan wajah yang kurang gembira. Tidak bisa dipungkiri dalam hati kecilnya, dia takut dan merasa kesepian dengan ditinggal oleh anaknya tersebut.

Meskipun Bu Sani selalu menyindir Desi dengan ucapan-ucapan yang terkadang buat Desi tersinggung. Namun dalam hati yang paling dalam, Bu Sani sangat sayang kepada anaknya itu. Bisa jadi Desi selama rumah tangga dengan Yudi sampai saat ini belum bisa memberikan yang terbaik mengenai masalah finansial kepada kedua orang tuanya.

"Bu, Desi pamit!' ucapnya kepada sang Ibu.

Sang Ibu hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis. Begitupun dengan Yudi yang nampak pamit kepada mertuanya itu.

°°°°°

Singkat cerita.

Rumah pun jadi mereka beli walau dengan keadaan rumah sederhana tapi Desi dan Yudi sudah 3 bulan menempati rumah tersebut.

Mereka merasa senang karena kini mereka sudah menempati rumah barunya tersebut. Tentunya tanpa ada gangguan dan cibiran Bu Sani dan keluarganya yang selalu menanyakan masalah anak.

Hari-hari yang di lalui Desi sangat bahagia dan dia pun sudah mendatangi dokter referensi dari temannya. Tapi tetap aja siklus menstruasinya teratur yang pertanda dia tidak kunjung hamil.

Malam semakin larut dan hujan deras pun mengguyur kota tersebut. Rasa dingin yang menyelimuti tubuh seakan membuat Yudi ingin menuntaskan hasratnya kepada Desi.

Desi yang terlihat memakai lingerie berwarna merah menyala seakan kontras dengan kulitnya yang terlihat putih bersih dan sedap untuk di pandang. Yudi mendaratkan ciuman sekilas di kening, pipi dan setelah itu menjalar ke bibir.

Desi pun akhirnya terbuai oleh permainan Yudi yang buat dia melayang jauh ke awan. Sentuhan lembutnya mampu buat Desi ingin melakukan hasratnya juga.

Desi berpikir mungkin saat inilah,

dia dan Yudi akan menikmati malam romantis dan dia yakin akan mendapatkan keturunan.

°°°°°

"Terima kasih Sayang, kamu buat aku lagi terbuai dengan permainan ranjangmu." Yudi menatap sayu.

Desi hanya tersipu malu dan mencoba memakai lingerie kembali yang berantakan di bawah lantai.

"Aku yakin pasti aku akan hamil karena permainan ranjang, Yudi pun semalam cukup buat aku puas," batin Desi tersenyum lebar.

Terlihat Yudi berlalu dari dalam kamarnya dengan hanya memakai celana boxer. Sambil membawa satu bungkus rokok dan ponselnya.

Terlihat dia duduk di teras rumahnya yang cukup sederhana. Tapi dia merasa senang karena rumah tersebut adalah rumah pribadinya.

TING...

Tiba-tiba pesan muncul dari ponsel Yudi. Terlihat di sana ada pesan masuk dari sahabat Yudi yang bernama Heru.

"Yud minggu depan ada acara reuni, kamu datang ya, dan bawa sekalian istri kamu karena aku aku mau bawa istri dan anakku juga. Gimana Yud, istrimu sudah hamil?" tulis pesan Heru.

"Lagi proses tunggu saja, hehehe,," balas pesan Yudi.

Obrolan melalui pesan pun mengalir begitu intens. Sampai-sampai lupa waktu, dan Yudi tidak sadar meninggalkan Desi yang masih belum tidur di dalam.kamar.

°°°°°°

Keesokan harinya kedua orang tuanya Desi datang berkunjung untuk melihat rumah anaknya tersebut. Terlihat mereka memakai mobil Nia, untuk datang kesana dan Hendra pun nampak ikut. Oleh-oleh yang dibawa sangat banyak dan hal tersebut seakan buat Desi malu.

"Bu banyak banget oleh-oleh yang dibawa buat repot saja," ucap Desi.

Desi terlihat basa-basi padahal dalam hati Desi sudah tahu, kalau oleh-oleh tersebut sengaja di beli oleh Hendra.

"Bilang terima kasih sama Nak Hendra," bisik Bu Sani dengan suara bergetar.

Desi pun sekilas melirik Hendra dan mengucap kata terima kasih. Hendra terlihat tersenyum penuh kemenangan. Dia berpikir dalam hatinya kalau dia sudah mampu buat keluarga calon mertuanya bahagia.

Bu Sani pun mengabarkan kepada Desi kalau keluarga Hendra akan datang berkunjung ke rumah untuk menentukan tanggal pernikahan.

Dan Desi di suruh datang ke rumah orang tuanya untuk membantu masak karena akan menyambut tamu keluarga Hendra.

"Rencananya kapan keluarga Hendra datang ke rumah Bu?" tanya Desi.

"Minggu depan. Kamu tidak ada acara kemana-mana kan?" ucap Bu Sani.

Nampak Desi berpikir sejenak, dia pun sebenarnya ada janji dengan Yudi untuk pergi ke acara reuni. Tapi menurutnya lebih penting acara adiknya dari pada acara reuni suaminya. Walau semalam Yudi merajuk Desi untuk ikut dengannya nanti.

"Ada acara reuni sih dengan Mas Yudi. Tapi tidak apa-apa akan Desi cansel saja," jawabnya.

"Makasih ya Kak," sambung Nia mengelus pundak sang kakak.

°°°°°°

Bu Sani tidak lepas pandangan matanya berselancar ke area sekitar ruangan rumah Desi yang terlihat masih belum banyak barang di sana. Yang terlihat hanya kursi sofa yang sederhana dan lemari kaca. Sementara ruang keluarga masih beralaskan karpet permadani.

"Desi belum beli barang? Segera beli, biar rumahmu terlihat hidup," sindir Bu Sani.

"Uangnya belum ada Bu," jawab Desi dengan pandangan ke sembarang arah.

"Perlu apa Des, biar Mas Hendra yang belikan!" sambung Hendra.

DEG

Sontak pandangan mata semua orang yang berada di sana tertuju ke arah Hendra. Dan Hendra pun seakan paham dengan situasi tersebut. Dia mencoba bersikap tenang dan Hendra pun tidak mau akan terjadi kesalahpahaman tatkala dia baru saja berucap kata seperti itu.

"Saya sudah menjadi bagian keluarga ini dan saya sebagai calon suami Nia sangat peduli dan sayang terhadap calon istri saya. Jadi saya pun harus peduli juga kepada keluarga calon istri saya. Mumpung ada sedikit rezeki saja Bu, jadi saya menawarkan barang keperluan apa saja yang di perlukan di rumah ini," ucap Hendra.

Rumah Desi sangat sederhana dengan ada dua kamar beserta ruang tamu dan keluarga yang ukurannya minimalis. Dan pastinya tidak banyak barang banyak yang di perlukan.

"Saya berharap Desi jangan menolak. Apa saja yang akan di beli nanti saya transfer uangnya pada Nia," ucapnya sambi melirik ke arah Nia yang sedang tersenyum menatap Hendra.

Desi terlihat membuang napas kasar. Dengan cepat Desi pun menolak halus tawaran dari Hendra.

"Maaf bukan Desi menolak rezeki. Tapi Desi tidak mau di kasihani. Nanti juga Mas Yudi akan belikan semua. Cuma kita menunggu waktu saja," ucap Desi pandangan matanya terlihat mendelik.

Jujur dalam hati yang paling dalam dia merasa tersinggung dengan apa yang di sampaikan oleh Hendra. Karena baginya dia merasa direndahkan. Sementara Hendra ikhlas ingin membeli barang untuk di isi di rumah Desi.

"Kak tidak apa-apa padahal," bisik Nia sambil membenarkan rambut sang kakak yang terlihat sedikit tidak rapi.

Sementara Pak Hasan seakan memahami keadaan hati Desi yang saat ini tengah merasa tidak nyaman dengan ucapan Hendra.

"Gimana Des, setelah dua bulan disini kamu kerasan tidak?" Pak Hasan mengalihkan obrolan dan tersenyum renyah ke arah sang anak yang terlihat menampakkan wajah tidak suka.

Bersambung...

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • PASANGANKU MANDUL    MELAHIRKAN

    MELAHIRKANMirna istri dari Yudi akhirnya melahirkan anak pertamanya buah cinta dari Yudi. Anak mereka berjenis kelamin laki-laki dan diberi nama Satria. Mirna dan juga Yudi begitu gembira karena bayi mereka lahir dengan selamat dan sehat. Satria sangat ganteng dan berkulit putih sama dengan Yudi. "Sayang terima kasih ya, kamu sudah memberikan aku anak yang gagah dan ganteng," Yudi mengecup lembut kening Mirna dengan penuh kelembutan.Nampak Mirna menatap Yudi dan matanya berkaca-kaca. Mirna sangat senang dengan perhatian dan kasih sayang yang diberikan oleh Yudi terhadap dirinya. Baginya perhatian yang diberikan oleh suaminya itu sangat tulus dan juga buat hatinya nyaman. "Beruntung kamu menikah dengan Mirna karena dia wanita subur dan tidak mandul seperti mantan kamu Desi," ucap Ibu dari Yudi. Nampak Mirna tersipu malu dan memalingkan wajahnya ke sembarang arah tatkala mendengar ucapan dari ibu mertuanya itu. Mirna berpikir kalau ibu mertuanya itu tengah menjelekkan mantan dari Y

  • PASANGANKU MANDUL    SEMUA TIDAK TERDUGA

    SEMUA TIDAK TERDUGA Setelah selesai urusan dengan dokter kandungan dan sementara waktu Mirna harus di rawat untuk beristirahat beberapa hari di rumah sakit. Yudi kemudian menghampiri Pak Hasan yang tengah duduk di luar. "Pak kita ke kantin," ajak Yudi kepada Pak Hasan sambil tersenyum ramah. Pak Hasan nampak terkesiap dengan suara dari Yudi, karena Pak Hasan tengah tidak fokus pikirannya sedang melamun. "Iya-iya," jawab Pak Hasan.Yudi pun sementara terlihat kembali duduk di pinggir Pak Hasan, kemudian Yudi bercerita kalau dia sudah menikah dan dia berucap syukur karena istrinya sekarang sedang hamil. Yudi seakan ingin membuktikan kepada mantan mertuanya kalau dirinya saat ini tengah berbahagia karena sang istri tengah hamil dan Yudi pun seakan ingin membuktikan kepada mantan Bapak mertuanya kalau dia bukanlah pria mandul yang dulu pernah hinggap dalam dirinya. Terlihat Pak Hasan seakan malu terhadap dirinya sendiri karena tidak bisa dipungkiri dia pun ketika dulu pernah menyind

  • PASANGANKU MANDUL    PERTEMUAN DI RUMAH SAKIT

    PERTEMUAN DI RUMAH SAKIT Desi terlihat menangis sesungukkan tatkala melihat sang suami terbaring lemah tidak berdaya di rumah sakit. Terlihat Helmi sedang tertidur di ranjang dengan kondisi ada beberapa luka di bagian tubuhnya. Sementara Pak Hasan menatap lega terhadap Helmi karena keadaan sang menantu tidak seperti dia bayangkan. Kalau keadaan Helmi ternyata tidak parah namun hanya luka ringan saja. Tapi nampak terlihat Helmi merasa badannya sakit sekali karena sesekali dia meringis. "Mas mengapa bisa terjadi kecelakaan?" tanya Desi dengan berderai air mata. "Sudah Des, kamu jangan banyak tanya dulu kepada suamimu. Biarkan dia istirahat," Pak Hasan berusaha menenangkan hati sang anak. Nampak terlihat Helmi membuka matanya sedikit demi sedikit secara perlahan. Setelah matanya terbuka dengan sempurna Helmi pun nampak matanya berselancar ke ruangan sekitar. "Aku dimana," ucapnya dengan lirih. Terlihat Helmi akan bangun dari ranjang tersebut namun dengan cepat Pak Hasan mencoba me

  • PASANGANKU MANDUL    KECELAKAAN

    KECELAKAAN Percekcokan terjadi antara kedua orang tuanya Desi. Nampak meraka sedang membicarakan Yudi yang kini istrinya sedang hamil.Pak Hasan seolah-olah menyalahkan Bu Sani yang waktu dulu menyuruh Desi cepat-cepat menceraikan Yudi. "Pak kenapa jadi nyalahin Ibu. Bukannya Bapak juga dulu menyuruh anak kita agar segera berpisah dari Yudi?" tegas Bu Sani terlihat kesal. Memang tidak bisa di pungkiri ketika dulu Pak Hasan seakan ikut andil dalam memisahkan Desi dan Yudi. Tapi di dalam lubuk hati yang paling dalam sebenarnya Pak Hasan tidak mau sang anak berpisah dengan Yudi karena bagaimanapun Yudi adalah menantu yang baik dan perhatian."Bukan nyalahin tapi Yudi sebenarnya lelaki setia dan sabar beda dengan Helmi, dia lelaki yang tidak setia. Sampai-sampai Helmi tega-teganya nyakitin hati anak kita karena dia selingkuh dengan sekertaris pribadinya." ucap Pak Hasan seakan mengeluarkan unek-uneknya yang dia pendam selama ini. DegSontak Bu Sani matanya terbelalak saat mendengar ap

  • PASANGANKU MANDUL    PERTEMUAN DESI DAN YUDI

    PERTEMUAN DESI DAN YUDINampak Yudi dan Desi terlihat gugup tatkala mereka beradu pandang di sebuah super market. Desi dan juga Yudi terlihat salah tingkah karena setelah perceraian keduanya, ini pertemuan baru pertama kalinya.Mirna terlihat menatap ke arah Yudi yang tengah salah tingkah ketika bertemu pandang dengan sosok Desi. Mirna pun terlihat menghampiri Yudi, lalu menepuk halus pundak suaminya itu yang terlihat dihinggapi rasa gelisah tatkala bertemu Desi. "Mas, kamu kenal dengan wanita ini?" tanya Mirna sambil melirik ke arah Desi."Iya, Mir, wanita ini mantan istri aku," jawab Yudi dengan perlahan.Desi nampak menatap lekat ke arah Mirna. Dadanya bergemuruh hebat tidak karuan dan dalam dirinya berpikir. Mungkinkah benar apa yang di katakan oleh temannya kemarin kalau dialah sesungguhnya yang mandul. Karena kini istri Yudi yang baru, tengah hamil dari pernikahan dengan Yudi. Desi nampak membuang napas kasar kemudian dia mengajak sang anak untuk segera pergi dari tempat ter

  • PASANGANKU MANDUL    MANGGA MUDA

    MANGGA MUDASementara Yudi bersama Mirna istri barunya sekarang sedang berbahagia, karena Mirna tengah hamil muda dan usia kandungannya sekitar satu bulan. Tentu saja Yudi sangat memanjakan sang istri, apapun kemauan istrinya pasti akan Yudi penuhi, apapun itu. Tapi Mirna tidak minta apapun dari suaminya dan ini membuat hati Yudi semakin bangga terhadap Mirna. Karena Mirna tidak menuntut yang lebih kepada suaminya tersebut."Hanya beli mangga muda saja? Selain itu kamu mau dibelikan apa Sayang," Yudi membelai rambut sang istri di tepi ranjang."Aku hanya ingin mangga muda saja Mas, tidak lebih dari itu." jawabnya lirih. Yudi terlihat mencubit gemas hidung Mirna yang mengakibatkan Mirna meringis manja kepada suaminya itu. "Maafkan Sayang," Yudi memeluk istrinya itu. "Beli mangga-nya ke super market saja, sekalian kita belanja bulanan," Mirna menatap Yudi. Terlihat Yudi menganggukkan kepalanya dan tersenyum lebar. "Aku ngikut apapun kemauan kamu Sayang," Yudi kemudian sekilas menciu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status