Home / Rumah Tangga / PELAN PELAN SAYANG / 100 - PELAN-PELAN, SAYANG. AKU LAGI HAMIL!

Share

100 - PELAN-PELAN, SAYANG. AKU LAGI HAMIL!

last update Last Updated: 2025-09-08 08:57:46
Rain menggeleng pelan, lalu bersuara dengan nada dingin.

“Pengecut adalah orang yang sudah tahu salah, sudah tahu kalah… tapi tetap berusaha mencari-cari kesalahan orang lain.”

“Sekarang keluar dari perusahaan saya. Anda resmi, mulai detik ini juga, bukan bagian dari Brawijaya Construction Corporation,” ucap Rain dengan tenang. Ia lalu meninggalkan Ruang Cendrawasih dengan langkah tegap dan kuat, segera memasuki lift untuk turun ke lantai dasar.

Raka merasa dipermalukan di depan semua orang. Amarahnya menyalakan bara di dadanya, membuatnya tak bisa tinggal diam. Ia segera meninggalkan ruangan itu dan mengejar Rain.

Rain baru saja tiba di parkiran. Saat hendak masuk ke dalam mobil, suara lantang memanggilnya.

“Rain!” teriak Raka.

Rain menoleh. Ia tersenyum tipis, lalu menyimpan ponselnya ke dalam saku celana.

Hampir semua staf berdesakan di balik kaca gedung tinggi, menyaksikan dengan jantung berdegup kencang. Sebagian yang lain bahkan berlarian ke lantai dasar agar bisa l
Dara Tresna Anjasmara

Mohon maaf kalau ada typo di beberapa bab yang sudah sejauh ini, ya. Komentar pembaca sangat berarti untuk penulis biar lebih semangat. Terimakasih

| 25
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Iza Soares
suka banget sama kejujuran Rain..
goodnovel comment avatar
Dara Tresna Anjasmara
asek... lanjut dah...
goodnovel comment avatar
Dara Tresna Anjasmara
terimakasih banyak ya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • PELAN PELAN SAYANG   273. SUAP. CIPTA AKAN DIMUTASI OLEH ATASANNYA ATAS PERINTAH DERMAWAN?

    “Wah… apa gerangan yang membawa pejabat tinggi mampir ke gubuk saya, nih?” ucap Reza, seorang perwira polisi berpangkat bintang dua, saat menyambut kedatangan Dermawan di kantor pusat kepolisian sore itu. “Apa kabar, Pak Reza?” sapa Dermawan sambil duduk berjarak di sofa kulit berwarna gelap. “Kabar baik dan sehat,” jawab Reza santai. “Pak Dermawan sendiri bagaimana? Susah nggak ngatur daerah?” Ia terkekeh kecil. “Hahaha…” “Untungnya, kita punya masyarakat yang taat dan patuh, Pak Reza,” balas Dermawan sambil tertawa tipis. Tak lama kemudian, seorang OB datang dan meletakkan hidangan ringan serta minuman hangat di atas meja, memecah keheningan yang terselip di balik senyum formal keduanya. Setelah pintu tertutup rapat, suasana di ruang kerja Reza berubah. Ruangan itu luas dan tertata rapi, dengan sofa kulit menghadap meja kayu besar. Di belakang meja, kursi kerja berlapis kulit hitam berdiri menghadap jendela kaca lebar. Dari sana, cahaya matahari siang yang mulai condong ke

  • PELAN PELAN SAYANG   572. TIDAK ADA TAWAR MENAWAR!

    “Kamu tahu Om Dermawan, kan…” ucap Rain pelan. Matanya menerawang, mengingat kembali bagaimana Dermawan siang tadi merencanakan sesuatu yang licik, mengajak Dokter Retno berbincang di sebuah restoran dengan maksud terselubung. “Ya. Aku inget, dong. Siapa yang nggak tahu pejabat itu,” ucap Gendis. Senyumnya tipis, tangannya mengusap wajah suaminya dengan lembut. “Dia ngajak Dokter Retno buat memanipulasi keadaan, Sayang,” lanjut Rain, suaranya mengeras tipis menahan amarah. “Maksudnya?” tanya Gendis pelan, dahinya sedikit berkerut. “Gila. Dia minta Dokter Retno jadi alibi, supaya Mama nggak ditahan di penjara dan bisa dapat perawatan medis di luar, kayak biasa,” ucap Rain lirih, nadanya getir. “Astaga…” Gendis membelalak. Emosinya langsung naik. “Kok bisa sampai segitunya sih, Om Dermawan? Dia sadar nggak kalau Mama udah bikin Bima sakit?” Suaranya bergetar. “Bima, loh, Sayang. Anak balita. Dua tahun aja belum… tapi sudah jadi korban kekerasan Mama, dan—” Kalimat Gendis ter

  • PELAN PELAN SAYANG   571. RAIN KECEWA. RETNO DIGANTIKAN DENGAN DOKTER LAIN?

    “Habis ini, langkah kamu apa, Rain?” ucap Cipta sambil berkendara siang itu, mobil mereka melaju menuju kantor polisi. Rain menarik napas panjang. “Saya kecewa sama Bu Dokter Retno. Saya mau temui dia nanti.” Suaranya terdengar tertahan, jelas masih terpukul oleh reaksi Retno saat Dermawan berusaha menyuapnya dengan berbagai cara. Tak lama kemudian, Yuni meletakkan beberapa makanan ringan dan minuman dingin di atas meja ruang TV. “Terima kasih, Yuni,” ucap Gendis dan Rain hampir bersamaan. “Sama-sama, Pak… Bu,” balas Yuni sopan sebelum kembali melanjutkan pekerjaannya. “Sayang… gimana kabar Mama?” tanya Gendis pelan. Rain duduk di atas karpet, lalu menyandarkan tubuhnya di antara kedua kaki Gendis yang terbuka lebar. Kepalanya bersandar di perut sang istri, seolah kelelahan yang sejak tadi ditahan baru benar-benar terasa. “Mama sih… ya, kayak gitu aja, Sayang,” ucap Rain lirih. “Dia lupa sama apa yang pernah dia perbuat, tapi anehnya, beberapa kalimat yang pernah orang lain uc

  • PELAN PELAN SAYANG   570. INTEGRITAS RETNO DI UJI. RAIN DAN CIPTA BERHASIL MENDAPATKAN BUKTI SUAP!

    “Jadi... gimana, Pak? Ada urusan penting apa yang membuat Pak Dermawan—yang dikenal luas masyarakat—mau bertemu dengan psikolog seperti saya ini?” tanya Retno. Ia menyunggingkan senyum profesional seraya menyesap teh hangatnya perlahan, berusaha menutupi kegugupan yang sejak tadi membayangi. “Hahaha... Jangan merendah begitu, Bu Dokter,” tawa Dermawan pecah, namun matanya tetap terasa dingin dan menekan. “Jadi begini... mengenai kesehatan saudara saya, Martha. Bagaimana perkembangannya sejauh ini?” Suasana restoran saat itu terasa begitu sejuk dan nyaman, berbanding terbalik dengan ketegangan yang menyelimuti meja tersebut. Dermawan menyandarkan punggungnya, menanti jawaban Retno dengan tatapan yang seolah bisa menembus pikiran lawan bicaranya. Tak jauh dari sana, Rain dan Cipta tampak asyik menikmati hidangan makan siang mereka. Untuk menjaga penyamaran, keduanya sibuk dengan ponsel masing-masing, sedang menghubungi istri mereka di rumah. Namun, indra pendengaran mereka menajam

  • PELAN PELAN SAYANG   569. RAIN DAN CIPTA TAHU RENCANA BUSUK ITU

    “Rain, gimana?” tanya Cipta saat keduanya tengah berdiri melihat ke arah jendela. Tatapan tajam mereka tertuju pada Retno yang tengah melangkah terburu-buru menuju parkiran mobil di bawah sana. ​“Saya dengar tadi... dia mau ketemu seseorang di Rumah Makan Gadang, Hotel Mandala,” ucap Rain sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Matanya terus mengunci pergerakan Retno yang terlihat menerima panggilan telepon dengan ekspresi serius sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil. ​“Perlu kita ikuti?” tanya Cipta yang segera melirik jam di pergelangan tangannya. Ia tahu waktu makan siang adalah saat di mana kesepakatan-kesepakatan gelap sering kali terjadi. ​“Ayo,” ucap Rain singkat. Ia melirik ke arah Cipta dan menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan rencana. Tanpa membuang waktu, keduanya melangkah pergi meninggalkan lantai empat dengan langkah lebar yang berwibawa. ​Sebelum benar-benar pergi, Cipta segera berganti pakaian santai yang ia bawa dari rumah. kaos oblong dan jeans serta

  • PELAN PELAN SAYANG   568. ADA PEJABAT YANG INGIN MAIN-MAIN DENGAN KASUS HUKUM

    “Semua sudah rampung?” tanya Retno kepada tim interior yang baru saja menyelesaikan pekerjaan mereka. Matanya menyisir setiap sudut ruangan kantor Cipta yang kini telah berubah drastis menjadi ruang konsultasi kesehatan yang nyaman khusus untuk Martha. ​“Semua sudah bisa ditempati hari ini juga, Bu,” ucap salah satu perwakilan tim interior sambil merapikan peralatan terakhirnya dengan cekatan. ​“Oke. Dan pastikan di ruangan Pak Cipta tidak ada yang kurang sedikit pun,” ucap Retno dengan nada tegas, memastikan segala detail sempurna demi kenyamanan adiknya di tengah situasi sulit ini. ​Namun, saat Retno membalikkan badan hendak menemui Rain dan Cipta di ruangan Martha, ponsel di saku blazernya bergetar hebat. Ia merogoh benda pipih itu dan mengerutkan kening saat melihat deretan angka yang tidak terdaftar di kontak ponselnya. ​“Um... siapa ini?” tanya Retno pelan pada dirinya sendiri. Perasaannya mendadak tidak enak. Dengan ragu, ia menggeser tombol hijau dan menempelkan ponsel

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status