FAZER LOGINNirmala Ayudia, gadis perawan berumur 26 tahun yang selalu menjadi gunjingan warga satu kampung karena tak kunjung menikah. Dikatakan tidak laku, bahkan mereka mengasihani sang ibu karena punya anak perawan tua. Tidak ada yang menyangka kalau Nirma yang selama ini selalu diejek perawan tua tiba-tiba dinikahi bujangan kaya dari kota? "Mulai sekarang, Nirmala adalah bagian dari keluarga saya. Mengejek Nirmala sama artinya dengan mencoreng nama baik Keluarga Darmawan. Saya ingin melihat siapa yang berani dan memiliki nyali?"
Ver mais"Arrggh! Ngobatinnya bisa pelan-pelan, kan? Kamu ini jadi cewek kenapa nggak ada lembut-lembutnya sama sekali! Kalau Ibu sampai tahu, bisa diomeli habis-habisan kamu!" Edward menggerutu saat aku tengah mengobati lukanya, yang langsung kuhadiahi delikan maut. "Suaranya dikondisikan, ya, nanti Ibu dengar dan tambah khawatir!" ketusku. Edward menatap galak dan mendengkus. "Makanya jangan sengaja diteken-teken begitu. Kelihatan banget masih ada dendam!" "Haiish, begitu aja ngeluh. Makanya jadi orang itu ndak usah sok jago!" pungkasku. Edward yang beberapa saat lalu membuatku dan Ibu khawatir ternyata pergi menemui Farhan dan memberinya pelajaran. Dia rupanya masih belum puas dengan penyelesaian masalah Pak Imron. "Terus kamu luka begini karena dipukul Farhan?" tanyaku penasaran. Edward cuma mengedikkan bahunya saja sebagai jawaban. "Masa iya kalah sama Farhan?" tanyaku meremehkan. Aku sebenarnya tidak mendukung tindakan Edward yang agak sembrono dan asal main tangan itu
"Apa?!"Yang barusan berteriak itu adalah Mina dan Buk Susi. Kengerian terpatri dengan jelas di wajah mereka."Saya ndak setuju, Pak Imron, saya ndak sudi kalau harus menampung Mina dan Buk Diah yang gila dan ... dan ... tak punya harta benda lagi ... a-anu ... maksud saya, Pak Imron kan tahu bagaimana kondisi keluarga kami. Akan jadi seperti apa keluarga kami di masa depan?""Aku juga ndak sudi kalau harus menikah dengan anakmu dan menjadi satu keluarga dengan Kalian, cuih!""Hihihihi, hore-horeeeee berantem."Buk Susi, Mina, dan Bik Diah bersahut-sahutan."Sekarang baru terpikir akibat dari perbuatan buruk Kalian, kan? Waktu merencanakan semua ini, apa pernah terlintas di pikiran Kalian bagaimana masa depan orang tak bersalah yang Kalian coba jebak?" Buk Nuri yang sedari tadi hanya diam menyimak pun angkat suara. Beliau berkata parau dan matanya terlihat berkaca-kaca, beliau mungkin teringat akan almarhumah putrinya, Sari Yuliati, yang meninggal sepuluh tahun silam.."Seorang pemuda
"Diaaaam! Semua ini gara-gara ibumu yang gila itu! Semua rencana kita gagal total karena dia!""Rencana?"Nada dingin tersebut membuat Farhan langsung membeku.Mau tak mau aku menoleh ke asal suara, di sana kulihat Edward tengah menatap Farhan seperti seorang jenderal yang akan mengeksekusi musuh di medan perang."Rencana apa? Jelaskan!" Edward menuntut."Kamu jelaskan, beberapa waktu lalu juga aku sempat mendengarmu merencanakan sesuatu dengan Mina, kan?" Aku juga turut menekan Farhan supaya menjelaskan.Aku merasakan firasat yang kuat kalau 'rencana' yang dibicarakan Farhan dan Mina itulah dalang di balik petaka yang menimpaku ini."Lanjutkan penjelasannya, rencana apa yang Kalian maksud?" tanya Pak Imron begitu melihat Farhan masih diam membatu.Aku geram sekali saat melihat Farhan duduk diam tak bersuara, beberapa waktu lalu ia seperti singa yang mengaum ganas dan siap menyerang siapa saja, sekarang ia terlihat seperti kura-kura mengkerut yang bersembunyi di dalam cangkangnya sepe
Allah tahu bagaimana aku berjuang melepaskan diri dari Edward. Allah tahu kalau aku berusaha sekuat tenaga melawan pria itu. Allah pasti tahu kalau aku telah sedaya upaya melakukan perlawanan padanya. Aku menendang, mencakar dan menggigit sebisanya. Semua bekas perlawananku tercetak jelas di tubuh tak berbusana pria itu. Adapun Edward yang beberapa saat lalu terlihat seperti binatang buas hilang kendali, sekarang akhirnya tersadar setelah naf-sunya terpenuhi. Aku beringsut ke sudut pabrik baru ini, sebisa mungkin menjangkau semua pakaian untuk menutupi badan yang tak pernah terlihat oleh lelaki mana pun sejak aku akil baligh. Kupasang satu per satu pakaian itu sambil menata perasaan campur aduk yang bergelora di hati: marah, malu, sedih, terhina. Semuanya campur aduk. Air mataku berlomba-lomba turun, semua perasaan gelisah itu sudah tak bisa kutahan lagi. Akan bilang apa aku pada Ibu nanti? Bagaimana perasaan wanita itu kalau tahu anak gadisnya sudah tak suci lagi? Akan seremu


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.