Share

Chapter 5 - Nilai Nyawa

Penulis: Nyx
last update Tanggal publikasi: 2025-09-07 23:00:05

Tongkat kayu diangkat lalu kedua orang itu dipukul bersama sama, suara jeritan yang mengoyak hati bergema di sana dan membuat hati orang orang yang mendengarnya bergetar tak karuan. Entah karena ketakutan ataupun kengerian.

Keduanya yang menggunakan pakaian putih perlahan lahan memiliki warna lain di punggung mereka, yaitu merah darah. Darah mengalir dan membasahi seluruh pakaian mereka tanpa menyisakan sepetak lahan bersih.

Bibi Gui menjerit dari suara yang lantang sampai suaranya habis, keringat mengalir deras dari tubuhnya dan membasahi lantai. Sementara pelayan pria itu menangis dengan keras seperti anak kecil yang membuat semua orang terganggu.

Nyonya Lu yang tidak tahan dengan darah, sekarang dipaksa untuk melihat hal ini dengan mata kepalanya sendiri sehingga tidak bisa menahan diri untuk tidak merasa mual dan pusing.

Sebelum akhirnya Nyonya Lu pun pingsan, untung saja ada suaminya yang menangkap dengan sigap. Qing Yang langsung meminta pelayan untuk membawa Nyonya Lu.

"Antar Nyonya kalian ke halamannya dan jangan biarkan dia kemana mana. Panggil tabib terbaik untuk merawat kondisinya! " Perintah Qing Yang.

"Baik, Tuan! " Balas para pelayan.

Setelah Bibi Gui dan pelayan pria itu dipukuli sampai babak belur, mereka diseret keluar seperti anjing mati keluar lalu dilempar sembarangan ke tengah jalan.

Jika sial maka mungkin saja akan mati di bawah kaki kuda kereta kuda orang kaya, jika beruntung maka akan dibawa orang lain sebagai budak untuk diperjual belikan.

Itulah nilai nyawa seseorang yang tidak berharga. Nyawa budak atau pelayan bahkan tidak lebih tinggi dari satu pot tanaman di rumah bangsawan seperti Perdana Menteri Qing.

Pelayan seperti Bibi Gui atau Pelayan pria itu, bisa dibuang kapan saja jika melakukan kesalahan. Bahkan jika jasa mereka bagi kediaman juga tidak bisa dihapus begitu saja.

Hal yang sama berlaku bagi Qing Lan. Di Kediaman Adipati, dia telah belajar menjahit, menyulam, menari, menyanyi bahkan bermain alat musik sekalipun tetap saja tidak bisa menghibur suaminya. Pada saat itu maka yang disalahkan tetap adalah dia karena dianggap tidak cukup mampu.

Tidak hanya itu, Qing Lan berusaha membuktikan diri dengan perilakunya yang bermartabat, kemampuannya dalam mencatat dan mengurus keuangan keluarga, tetapi apa balasan yang dia terima? Sedikit fitnah dari Qing Mei dan Nyonya Lu sudah bisa membuatnya dibuang dari Kediaman Adipati seperti binatang yang tak berharga.

Salah satu orang yang mendukung Qing Mei tanpa henti di kehidupan lalu adalah Bibi Gui dengan seribu ide jahatnya. Sekarang Qing Lan telah membalas kejahatan ini kepada Bibi Gui.

Bibi Gui juga telah diusir, maka Nyonya Lu pasti akan kehilangan salah satu pendukung utamanya.

Qing Lan menatap halaman tempat tinggalnya yang sepi dan dingin, bangku dan meja yang bobrok benar benar membuat orang orang tidak nyaman.

Jika menunjukkan hal ini kepada khalayak ramai maka pasti tidak ada yang percaya bahwa orang yang tinggal di halaman yang bobrok ini adalah Nona Pertama dari Kediaman Perdana Menteri.

Qing Lan tiba tiba memiliki ide cemerlang, sebelumnya dia tidak dekat dengan Ayahnya karena masalah menikah lagi. Tetapi di kehidupan ini dia tidak boleh melakukan hal yang sama.

"Xingyue, kamu pergi ke pasar dan beli beberapa sayur murah seperti kubis dan sedikit jeroan sapi. Juga, mungkin beberapa teh murah." Ucap Qing Lan memberikan beberapa koin wen.

"Nona? Bukankah kita sudah mendapatkan makanan dari dapur utama? " Tanya Xingyue dengan bingung.

"Maksudmu makanan sisa itu?" Tanya Qing Lan sembari tertawa sinis.

Ya, dapur utama adalah dapur milik Qing Yang dan Nyonya Lu. Jadi jika mereka memiliki sisa makanan maka akan dikirimkan ke tempat Qing Lan. Dengan inilah mereka bertahan hidup selama beberapa tahun belakangan ini, benar benar tidak mudah.

"Lakukan saja apa yang aku minta. " Lanjut Qing Lan.

Dengan begitu Xingyue tidak berani menunda lagi apa yang telah diperintahkan oleh Nona nya. Lalu Qing Lan juga tidak berdiam diri di dalam kamarnya melainkan membereskan kamarnya dan membuang barang barang yang tidak diperlukan.

Setelah diperlakukan seperti ini, halamannya bahkan menjadi jauh lebih kosong dan hampir tidak ada satupun barang yang tersisa. Qing Lan sebagai gantinya menggunakan gaun sederhana yang polos tetapi tetap cantik.

Dengan riasan tipis, tampak kekanak kanakan tetapi juga anggun. Siapapun yang melihat penampilannya pasti akan luluh. Dia juga mengganti jepit rambutnya menjadi jepit rambut kayu murah yang diberikan oleh Nyonya Lu tiga tahun lalu.

Nyonya Lu selama ini memperlakukannya dengan kejam maka jangan salahkan dia karena tidak menyisakan jalan keluar bagi Nyonya Lu di masa depan.

Tidak butuh waktu lama bagi Xingyue untuk kembali lagi dengan makanan yang diminta oleh Qing Lan. Karena itu , tidak menunggu lama lagi maka Qing Lan langsung menyiapkan sebuah tumisan yang sederhana dengan dapur seadanya di halaman mereka.

Alat alat masak yang sudah lama tidak digunakan itu sudah lama berubah menjadi tidak layak digunakan, tetapi tidak masalah. Karena tujuan utama bukan di makanan melainkan di belas kasihan.

Xingyue hanya mengamati Nona nya dari samping dan tidak menanyakan apapun lagi, Nonanya sekarang adalah orang yang cerdas maka Xingyue yakin Nonanya pasti memiliki rencananya sendiri.

"Xingyue, pergi undang Ayah untuk makan bersama malam ini. " Ucap Qing Lan sembari menyeka keringatnya.

"Apakah Nona yakin hanya dengan satu jenis masakan ini? Bagaimana..... Bagaimana jika kita membuat Tuan marah? " Tanya Xingyue dengan ragu ragu.

"Tidak masalah, Ayah tidak akan marah. Kamu minta Dapur Utama makanan seperti biasanya. Masalah sisanya serahkan padaku, kamu tidak perlu mengatakan apapun. " Ucap Qing Lan menepuk bahu Xingyue.

Xingyue menganggukkan kepalanya dan pergi untuk mengundang Qing Yang makan malam bersama. Qing Yang yang baru saja selesai mengurus urusan Kekaisaran bahkan belum kembali ke halamannya sendiri tiba tiba sudah dicegat oleh Xingyue.

"Tuan, Nona Pertama mengatakan bahwa jika Tuan tidak sibuk maka maukah Tuan makan malam bersama? " Tanya Xingyue dengan agak gugup.

"Lan'er mengajak makan malam bersama? Hm, kebetulan aku tidak sibuk malam ini. " Ucap Qing Yang merasa bahwa ini adalah hal yang bagus.

Putrinya menjadi lebih dekat dengannya adalah hal yang baik. Terutama karena Putrinya menunjukkan sikap yang bagus tadi siang maka Qing Yang juga ingin lebih dekat dengan Putrinya.

"Baik, silakan lewat sini Tuan. " Ucap Xingyue dengan bahagia lalu menuntun Qing Yang ke halaman Qing Lan.

Di halaman sudah ada Qing Lan yang berdiri dengan senyum cerahnya. Qing Lan langsung membungkukkan tubuhnya dengan sopan ketika melihat Ayahnya datang dari kejauhan bersama dengan Xingyue.

Apakah dia bisa membalikkan keadaan dan memperbaiki hubungannya dengan Ayahnya hanya akan mengandalkan keberhasilan rencana yang telah dia susun dengan cermat hari ini.

Mari lihat ke depannya, dia telah merencanakan semuanya dengan cermat dan biarkan takdir yang menentukan bagaimana hidupnya ke depan akan berjalan.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (1)
goodnovel comment avatar
snowmoon
semogaa rencana lan er berhasil berjalan lancar
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 248 - Ming Hao dan Ming Na

    Satu tahun kemudian, ada banyak hal terjadi namun Kekaisaran Li justru menjadi semakin makmur di bawah pengendalian Maharani Li Qinglan. Hal ini membuat namanya bergema di setiap sudut kota yang memuji nama dan kebesarannya, dia adalah panutan bagi seluruh wanita. Tidak hanya itu, dirinya juga membangun sistem bahwa pejabat tidak hanya akan diambil dari kalangan bangsawan saja melainkan dari orang orang miskin juga.Selama seseorang memiliki bakat yang layak, tidak peduli apakah pria atau wanita, tidak peduli apakah kaya atau miskin, memiliki kesempatan yang sama. Qing Lan telah mengubah begitu banyak tatanan dan tentunya memiliki banyak pembenci namun ditemani oleh pisau tertajamnya, Wen Xing, bagaimana mungkin orang orang berani untuk mencari masalah dengannya? Setidaknya secara terang terangan. Qing Lan sendiri saat ini sedang hamil sembilan bulan dan sebentar lagi akan segera melahirkan sehingga dirinya banyak beristirahat. “Kamu jangan terlalu lelah, sisa berkasnya biarkan a

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 247 - Hari Pernikahan

    Upacara pernikahan berlangsung lancar dan Qing Lan digandeng oleh Wen Xing untuk melangkah masuk ke dalam aula Kekaisaran yang telah disulap sebagai tempat pernikahan. Qing Lan melangkahkan kaki di atas arang untuk menghindari semua hal yang buruk dan kesialan, belum lagi dengan melempar beras untuk mengusir arwah jahat di sekitar mereka dan rangkaian lain. Qing Lan sendiri tidak dapat memandang ke depan karena tertutup oleh cadar pengantin, sehingga dirinya hanya mengandalkan Wen Xing sepenuhnya. “Beri hormat kepada langit dan bumi! “Seru Kasim muda yang menemani Kaisar terdahulu. Qing Lan dan Wen Xing bersujud ke arah depan lalu berdiri lagi kemudian kasim muda itu kembali berteriak. “Beri hormat kepada orang tua! “Karena mereka berdua sama sama tidak memiliki orang tua yang tersisa maka mereka pun kembali bersujud ke arah depan. “Beri hormat kepada pasangan! “Mereka berbalik agar saling menatap lalu bersujud dengan penuh hormat, dengan begitu acara pun dilanjutkan dengan Qi

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 246 - Maharani

    ‘Kasim, bacakan dekrit yang ditinggalkan oleh Ayahku! “Perintah Qing Lan dengan tegas. Kasim itu tentu saja langsung menurut dan mengeluarkan dekrit kekaisaran yang ditinggalkan oleh mendiang Kaisar untuk Qing Lan sebelumnya. “Mendiang Kaisar berpesan bahwa Putri Qinglan, berbudi luhur dan bijaksana, pemberani dan heroik akan ditunjuk sebagai seorang pewaris tahkta! “ Seru Kasim muda itu dengan lantang. Kasim muda itu menunjukkan dekrit yang ditandatangani oleh mendiang Kaisar di hadapan semua orang yang menunjukkan bahwa kata katanya bisa dipercayai dan dipertanggung jawabkan. Lalu sebagian pejabat berlutut dan menyambut dirinya sebagai seorang Maharani (Kaisar wanita) pertama yang ada di dalam sejarah. “Kami menyambut Maharani dan bersedia untuk mengabdikan diri kami! “ Seru sebagian pejabat ini. “Kalian bangunlah. Sementara beberapa Tuan yang lain apakah menolak untuk mengakui ku? Tidak mengakui dekrit dari Mendiang Kaisar? “ Tanya Qing Lan dengan tenang. “Tuan Putri, seoran

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chaptee 245 - Kain Putih

    Sesampainya di Istana, kain putih sudah mulai digantungkan dan Qing Lan melangkah turun dari kudanya lalu merasa ragu dengan pemandangan yang dia lihat saat ini. Dia berdoa bahwa semua ini hanyalah sebuah mimpi buruk yang akan segera menghilang setelah dia terbangun namun sayang sekali bahwa ini semua bukan mimpi buruk belaka. Dari seluruh Istana ini, yang tersisa hanyalah satu orang. Sekarang kain putih telah menghiasi Istana yang menunjukkan orang terakhir di Istana megah itu telah pergi. Qing Lan memang membenci Kaisar namun dia tidak berharap Kaisar bertemu dengan kematiannya, siapa yang menyangka bahwa dia pergi sebentar dan Kaisar telah pergi? Qing Lan berlutut di depan Aula Duka Istana kala melihat sebuah peti mati megah lalu Wen Xing ikut berlutut bersama dengan dirinya. Di samping peti mati itu, seorang kasim muda yang menemani Kaisar pun tampak meratap di samping peti mati. Qing Lan merasa bahwa hatinya hampa dan lidahnya kelu sehingga dia tidak mampu mengatakan apapun

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 244 - Li Qinglan

    Di Ibukota ini, siapa yang tidak tahu Nona Qing yang pemberani dan heroik? Dia adalah penyelamat nyawa dan tahkta Kaisar. “”Nona Qing, apakah ada yang salah? “Tanya Hakim Yun dengan penuh hormat. Bagi para pejabat di Ibukota, Kaisar sangat menyukai dan menghormati Nona Qing ini maka mereka juga tidak boleh menyinggungnya. “Nyonya Zhao seumur hidupnya banyak membantu orang lain, harap Hakim Yun memberikan sedikit keringanan baginya untuk meminum racun yang membuatnya meninggal dengan cepat dan menggunakan riasan terbaiknya sebelum meninggal. “ Ucap Qing Lan sambil menundukkan kepalanya. Hakim Yun sebagai seseorang yang banyak berkutat dengan urusan semacam ini tentu saja langsung memahami maksud Qing Lan. “Hal ini mudah saja, menuruti apa perkataan Nona Qing. “ Ucap Hakim Yun dengan hormat, lagipula sama sama hukuman mati. Nyonya Zhao dibawa ke belakang dan dibiarkan untuk menggunakan perhiasan lamanya. Qing Lan sendiri yang turun tangan untuk meriasnya. “Nyonya Zhao, aku telah

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 243 - Perpisahan

    “Ya, hatiku merasa menderita. Setiap satu hari lebih lama di Ibukota, hatiku terasa terkikis. Semua yang ku miliki telah sirna. Apa yang aku miliki hanyalah diriku sendiri, jika aku tinggal lebih lama di sini justru aku akan kehilangan diriku sendiri. “Jawab Qing Lan tanpa keraguan. “Setiap kali membayangkan ratapan seseorang yang tidak berhasil aku selamatkan, itu seolah olah pisau yang menembus jantungku. Aku harap Yang Mulia berbelas kasih, tolong lepaskanlah aku. “ Lanjut Qing Lan dengan nada memohon sekaligus mendesak. “Lan'er… aku sudah tidak memiliki penerus lain, apakah kamu benar benar tidak ingin tinggal? “Tanya Kaisar dengan lirih. “ Keputusanku sudah bulat, Yang Mulia memiliki keluarga yang besar. Masih ada beberapa keponakan dari cabang luar yang bisa diadopsi dan dilatih sebagai Putra Mahkota. “Jawab Qing Lan. Kaisar menganggukkan kepalanya dan terbarukan batuk lagi, Kaisar yang dilihatnya hari ini dengan tiga hari lalu tampak berbeda seolah olah Kaisar telah bertam

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 241 - Membunuh Pemberontak

    Darah mengalir dari bibirnya lalu terjatuh di hadapan semua orang, tatapan Qing Lan langsung membelalak. “Ayah! Tidak! “ Teriak Qing Lan dengan histeris. Tubuh Qing Yang menghantam tanah tepat di hadapan Qing Lan yang membuat tubuh Qing Lan melemas pada saat itu juga. Qing Lan memandang dengan p

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chaptee 239 - Memimpin Perang

    Lalu mengayunkan tombaknya untuk menusuk kepala boneka jerami itu tanpa ampun, di awal di agak kesulitan namun ternyata seiring berjalannya waktu dia menemukan bahwa ini cukup mudah. Waktunya singkat dan Qing Lan tidak bisa berlatih terlalu banyak terutama kelemahan utamanya adalah memiliki stamin

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 237 - Kenyataan Menyakitkan

    Itu adalah kalimat terakhir dari kata kata yang disampaikan oleh Tuan Tua Cheng , sebuah surat yang sangat panjang namun juga sangat jujur. Jauh lebih jujur daripada kata kata seseorang, memiliki ribuan fakta yang menyakitkan namun inilah yang dicari oleh Qing Lan. Selama ini… Qing Lan selalu men

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 236 - Ayah Kandung

    Qing Lan tiba-tiba merasa bahwa jantungnya berdegup dengan sangat kencang karena gugup. Semakin membaca ke bawah surat ini maka semakin kencang debaran jantungnya, Qing Lan tidak mengerti kenapa dirinya merasa begitu takut. Seolah olah di bagian bawah surat ini ada sesuatu yang mampu mengubah sel

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status