Masuk"Lan'er memberi salam kepada Ayah. " Ucap Qing Lan dengan sopan dan lembut.
"Bangunlah, jangan terlalu sungkan. " Balas Qing Yang membantu putrinya untuk berdiri. Lalu Qing Yang melihat sekeliling halaman putrinya yang begitu kosong dan sepi. Tetapi Qing Lan berpura pura tidak menyadari perhatian Ayahnya. "Maafkan Lan'er karena tidak bisa menyiapkan banyak hal untuk menyambut Ayah. " Ucap Qing Lan dengan penyesalan. "Apakah biasanya halaman mu selalu sekosong ini? " Tanya Qing Yang mengerutkan dahinya. "Hm, sejak beberapa tahun belakangan ini Nyonya Lu berkata bahwa Kediaman Perdana Menteri kita harus menjadi panutan bagi orang orang sehingga harus banyak berhemat agar Ayah tidak dipersulit oleh orang orang di Pengadilan Istana. " Jawab Qing Lan dengan polos. "Omong kosong! Sejak kapan aku membutuhkan kalian untuk hidup menderita agar orang orang tidak menyerang ku?! Apakah aku tidak mampu? " Tanya Qing Yang dengan kesal. "Ayah jangan marah, niat Nyonya Lu sangat baik. Lan'er juga merasa puas dengan kehidupan sederhana ini, walaupun terkadang Lan'er teringat dengan ayunan kecil yang sering Lan'er mainkan saat masih kecil. Nanti, Lan'er akan meminta Xing Yue untuk membeli beberapa batang kayu dan membuatnya secara sederhana sehingga menghemat banyak uang. " Balas Qing Lan dengan polos. Walaupun kata katanya memuji Nyonya Lu namun di mata Qing Yang, Nyonya Lu seperti sedang menyiksa putrinya sampai sampai putrinya harus hidup berhemat yang ekstrem. "Jangan lakukan itu! Ayah akan meminta orang untuk mengisi halamanmu! Jangankan hanya sebuah ayunan, bahkan jika kamu menginginkan bulan pun Ayah masih akan berusaha untukmu ! Kamu adalah putri satu satunya, Ayah. " Ucap Qing Yang memegang tangannya erat erat. Qing Lan merasa hatinya menghangat, di masa lalu hubungan Ayah dan anak ini telah dirusak oleh Nyonya Lu. Di kehidupan ini, Qing Lan bertekad untuk memperbaikinya sekali lagi. "Baiklah, Lan'er berterima kasih banyak atas kebaikan Ayah. " Balas Qing Lan dengan senyum tulusnya. Lalu Qing Lan menggandeng tangan Ayahnya untuk masuk ke dalam rumahnya yang sederhana tanpa ada ruang tamu, dan hanya langsung masuk ke dalam kamar. Qing Yang melihat sekeliling sampai sampai tidak yakin apakah dia masuk ke dalam kamar Putrinya atau kamar pelayan. Sebuah kamar yang polos tanpa hiasan apapun, dengan ranjang yang sudah lapuk dan meja dengan sepasang kursi kayu yang rapuh tampak seperti rumah pengemis dibandingkan Nona Sulung Kediaman Perdana Menteri. "Maafkan Lan'er yang membuat Ayah merasa tidak nyaman dengan ruangan yang buruk ini. " Ucap Qing Lan dengan penyesalan mendalam dalam suaranya seolah olah dia sangat menyesal. "Apakah kamu biasanya tinggal di sini sehari hari? " Tanya Qing Yang dengan agak tercekat. "Menjawab Ayah, sejak sepuluh tahun lalu Lan'er dipindahkan kemari, kondisinya selalu seperti ini. " Jawab Qing Lan. Lalu Qing Yang mendekat ke arah meja rias putrinya yang merupakan meja bekas Nyonya Lu yang di bagian kakinya sudah patah tetapi diperbaiki dengan asal asalan oleh Qing Lan. "Lan'er benar benar membuat malu Ayah karena menampilkan keterampilan yang buruk seperti ini. " Ucap Qing Lan buru buru menutup kaki meja itu. Qing Yang tidak menjawab dan hanya mengulurkan tangan untuk melihat beberapa riasan wajah murah yang hanya berharga tiga koin atau lima koin. Wajah Qing Yang tidak terlihat bagus sama sekali, lalu Qing Yang membuka laci di meja kayu itu dan melihat isinya yang hanya merupakan sebuah jepit rambut emas yang digunakan oleh Qing Lan tadi. Hanya satu itu dan tidak ada yang lainnya, Qing Yang hampir saja meledak karena kemarahan ketika melihat penderitaan Putrinya selama ini. Qing Yang langsung berbalik dan memegang bahu Putrinya, lalu menatap wajah Putrinya dengan tatapan menyelidik. "Lan'er, jujur pada Ayah, berapa yang diberikan oleh Nyonya Lu padamu setiap bulannya? " Tanya Qing Yang. Qing Lan menundukkan kepalanya dan menjawab dengan nada gemetar, "Tiga tael perak. " Jawab Qing Lan berbohong , sengaja untuk menyebutkan angka yang tinggi. Satu tael perak setara dengan seribu koin tembaga, tentu saja Qing Yang tidak percaya begitu saja pada ucapan putrinya. "Jujur saja, Ayah tidak akan marah padamu. Nyonya Lu juga tidak akan mengetahuinya. " Desak Qing Yang. "Tiga puluh koin tembaga. " Jawab Qing Lan dengan sungguh sungguh. "Berani beraninya! " Seru Qing Yang tidak bisa menahan kemarahannya. Qing Lan perlahan lahan mulai menangis dan memeluk dirinya sendiri, Qing Yang tidak tahan dan hatinya tersentuh ketika melihat Putrinya yang menangis dengan begitu sedih. Selama sepuluh tahun ini mereka jarang bertemu , Nyonya Lu sering menjelek jelek kan Qing Lan selama ini sehingga kesan Qing Yang pada putrinya juga tidak baik. Ternyata Nyonya Lu diam diam menyiksa Putrinya dan membuat Putrinya mengalami ketidak adilan dengan begitu menyedihkan di rumahnya sendiri. Qing Yang memeluk putrinya dengan erat dan mengelus kepala Qing Lan. Kali ini reaksi Qing Lan benar benar asli karena tubuhnya membeku dan membuat otaknya berhenti berpikir. Di kehidupan lalu, sejak Ibunya meninggal maka jangankan pelukan, bahkan kata kata manis saja sudah tidak pernah ia dengar lagi dari Ayahnya. Di kehidupan ini, Ayahnya memeluknya lagi dan menguatkannya, bagaimana mungkin Qing Lan bisa tidak merasa tersentuh? Hatinya masih terbuat dari darah dan daging, masih sangat lembut dan rapuh. Kebaikan kecil seperti ini saja sudah mampu memberikan kehangatan pada hatinya yang sempat membeku di tengah tumpukan es malam itu. Lalu Qing Lan mengajak Ayahnya untuk makan dengan makanan sederhana yang dimasak oleh Qing Lan sendiri. Walaupun sederhana tetapi harum dari masakan Qing Lan benar benar sangat menggoda. "Apakah kamu memasaknya sendiri? " Tanya Qing Yang. "Ya, Lan'er meminta maaf jika masakan buatan Lan'er tidak enak." Jawab Qing Lan dengan hati hati. "Lan'er, kamu tidak perlu begitu berhati hati di masa depan. Ayah akan melindungimu di masa depan, bagaimana? " Tanya Qing Yang dengan serius. Qing Lang menatap wajah Qing Yang sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya tetapi sebenarnya tersenyum pahit di dalam hatinya, jika dia tidak berhati hati dan terus berwaspada, bukankah dia akan kembali ke jalan yang mengenaskan itu? Setelah makan dan minum teh murah itu, pada akhirnya mereka Ayah dan anak banyak mengungkapkan hal yang terjadi belakangan ini. Sampai akhirnya kebersamaan ini dirusak oleh keributan yang ada di depan. Terdengar perdebatan antara Xingyue dengan seorang pelayan wanita lainnya, Qing Lan diam diam tersenyum kecil. Inilah pertunjukkan yang sebenarnya dari undangan Qing Lan untuk Qing Yang. "Tolong jangan masuk terlebih dahulu, Nona ku sedang menerima tamu. " Ucap Xingyue dengan nada gugup.Satu tahun kemudian, ada banyak hal terjadi namun Kekaisaran Li justru menjadi semakin makmur di bawah pengendalian Maharani Li Qinglan. Hal ini membuat namanya bergema di setiap sudut kota yang memuji nama dan kebesarannya, dia adalah panutan bagi seluruh wanita. Tidak hanya itu, dirinya juga membangun sistem bahwa pejabat tidak hanya akan diambil dari kalangan bangsawan saja melainkan dari orang orang miskin juga.Selama seseorang memiliki bakat yang layak, tidak peduli apakah pria atau wanita, tidak peduli apakah kaya atau miskin, memiliki kesempatan yang sama. Qing Lan telah mengubah begitu banyak tatanan dan tentunya memiliki banyak pembenci namun ditemani oleh pisau tertajamnya, Wen Xing, bagaimana mungkin orang orang berani untuk mencari masalah dengannya? Setidaknya secara terang terangan. Qing Lan sendiri saat ini sedang hamil sembilan bulan dan sebentar lagi akan segera melahirkan sehingga dirinya banyak beristirahat. “Kamu jangan terlalu lelah, sisa berkasnya biarkan a
Upacara pernikahan berlangsung lancar dan Qing Lan digandeng oleh Wen Xing untuk melangkah masuk ke dalam aula Kekaisaran yang telah disulap sebagai tempat pernikahan. Qing Lan melangkahkan kaki di atas arang untuk menghindari semua hal yang buruk dan kesialan, belum lagi dengan melempar beras untuk mengusir arwah jahat di sekitar mereka dan rangkaian lain. Qing Lan sendiri tidak dapat memandang ke depan karena tertutup oleh cadar pengantin, sehingga dirinya hanya mengandalkan Wen Xing sepenuhnya. “Beri hormat kepada langit dan bumi! “Seru Kasim muda yang menemani Kaisar terdahulu. Qing Lan dan Wen Xing bersujud ke arah depan lalu berdiri lagi kemudian kasim muda itu kembali berteriak. “Beri hormat kepada orang tua! “Karena mereka berdua sama sama tidak memiliki orang tua yang tersisa maka mereka pun kembali bersujud ke arah depan. “Beri hormat kepada pasangan! “Mereka berbalik agar saling menatap lalu bersujud dengan penuh hormat, dengan begitu acara pun dilanjutkan dengan Qi
‘Kasim, bacakan dekrit yang ditinggalkan oleh Ayahku! “Perintah Qing Lan dengan tegas. Kasim itu tentu saja langsung menurut dan mengeluarkan dekrit kekaisaran yang ditinggalkan oleh mendiang Kaisar untuk Qing Lan sebelumnya. “Mendiang Kaisar berpesan bahwa Putri Qinglan, berbudi luhur dan bijaksana, pemberani dan heroik akan ditunjuk sebagai seorang pewaris tahkta! “ Seru Kasim muda itu dengan lantang. Kasim muda itu menunjukkan dekrit yang ditandatangani oleh mendiang Kaisar di hadapan semua orang yang menunjukkan bahwa kata katanya bisa dipercayai dan dipertanggung jawabkan. Lalu sebagian pejabat berlutut dan menyambut dirinya sebagai seorang Maharani (Kaisar wanita) pertama yang ada di dalam sejarah. “Kami menyambut Maharani dan bersedia untuk mengabdikan diri kami! “ Seru sebagian pejabat ini. “Kalian bangunlah. Sementara beberapa Tuan yang lain apakah menolak untuk mengakui ku? Tidak mengakui dekrit dari Mendiang Kaisar? “ Tanya Qing Lan dengan tenang. “Tuan Putri, seoran
Sesampainya di Istana, kain putih sudah mulai digantungkan dan Qing Lan melangkah turun dari kudanya lalu merasa ragu dengan pemandangan yang dia lihat saat ini. Dia berdoa bahwa semua ini hanyalah sebuah mimpi buruk yang akan segera menghilang setelah dia terbangun namun sayang sekali bahwa ini semua bukan mimpi buruk belaka. Dari seluruh Istana ini, yang tersisa hanyalah satu orang. Sekarang kain putih telah menghiasi Istana yang menunjukkan orang terakhir di Istana megah itu telah pergi. Qing Lan memang membenci Kaisar namun dia tidak berharap Kaisar bertemu dengan kematiannya, siapa yang menyangka bahwa dia pergi sebentar dan Kaisar telah pergi? Qing Lan berlutut di depan Aula Duka Istana kala melihat sebuah peti mati megah lalu Wen Xing ikut berlutut bersama dengan dirinya. Di samping peti mati itu, seorang kasim muda yang menemani Kaisar pun tampak meratap di samping peti mati. Qing Lan merasa bahwa hatinya hampa dan lidahnya kelu sehingga dia tidak mampu mengatakan apapun
Di Ibukota ini, siapa yang tidak tahu Nona Qing yang pemberani dan heroik? Dia adalah penyelamat nyawa dan tahkta Kaisar. “”Nona Qing, apakah ada yang salah? “Tanya Hakim Yun dengan penuh hormat. Bagi para pejabat di Ibukota, Kaisar sangat menyukai dan menghormati Nona Qing ini maka mereka juga tidak boleh menyinggungnya. “Nyonya Zhao seumur hidupnya banyak membantu orang lain, harap Hakim Yun memberikan sedikit keringanan baginya untuk meminum racun yang membuatnya meninggal dengan cepat dan menggunakan riasan terbaiknya sebelum meninggal. “ Ucap Qing Lan sambil menundukkan kepalanya. Hakim Yun sebagai seseorang yang banyak berkutat dengan urusan semacam ini tentu saja langsung memahami maksud Qing Lan. “Hal ini mudah saja, menuruti apa perkataan Nona Qing. “ Ucap Hakim Yun dengan hormat, lagipula sama sama hukuman mati. Nyonya Zhao dibawa ke belakang dan dibiarkan untuk menggunakan perhiasan lamanya. Qing Lan sendiri yang turun tangan untuk meriasnya. “Nyonya Zhao, aku telah
“Ya, hatiku merasa menderita. Setiap satu hari lebih lama di Ibukota, hatiku terasa terkikis. Semua yang ku miliki telah sirna. Apa yang aku miliki hanyalah diriku sendiri, jika aku tinggal lebih lama di sini justru aku akan kehilangan diriku sendiri. “Jawab Qing Lan tanpa keraguan. “Setiap kali membayangkan ratapan seseorang yang tidak berhasil aku selamatkan, itu seolah olah pisau yang menembus jantungku. Aku harap Yang Mulia berbelas kasih, tolong lepaskanlah aku. “ Lanjut Qing Lan dengan nada memohon sekaligus mendesak. “Lan'er… aku sudah tidak memiliki penerus lain, apakah kamu benar benar tidak ingin tinggal? “Tanya Kaisar dengan lirih. “ Keputusanku sudah bulat, Yang Mulia memiliki keluarga yang besar. Masih ada beberapa keponakan dari cabang luar yang bisa diadopsi dan dilatih sebagai Putra Mahkota. “Jawab Qing Lan. Kaisar menganggukkan kepalanya dan terbarukan batuk lagi, Kaisar yang dilihatnya hari ini dengan tiga hari lalu tampak berbeda seolah olah Kaisar telah bertam
Darah mengalir dari bibirnya lalu terjatuh di hadapan semua orang, tatapan Qing Lan langsung membelalak. “Ayah! Tidak! “ Teriak Qing Lan dengan histeris. Tubuh Qing Yang menghantam tanah tepat di hadapan Qing Lan yang membuat tubuh Qing Lan melemas pada saat itu juga. Qing Lan memandang dengan p
Lalu mengayunkan tombaknya untuk menusuk kepala boneka jerami itu tanpa ampun, di awal di agak kesulitan namun ternyata seiring berjalannya waktu dia menemukan bahwa ini cukup mudah. Waktunya singkat dan Qing Lan tidak bisa berlatih terlalu banyak terutama kelemahan utamanya adalah memiliki stamin
Itu adalah kalimat terakhir dari kata kata yang disampaikan oleh Tuan Tua Cheng , sebuah surat yang sangat panjang namun juga sangat jujur. Jauh lebih jujur daripada kata kata seseorang, memiliki ribuan fakta yang menyakitkan namun inilah yang dicari oleh Qing Lan. Selama ini… Qing Lan selalu men
Qing Lan tiba-tiba merasa bahwa jantungnya berdegup dengan sangat kencang karena gugup. Semakin membaca ke bawah surat ini maka semakin kencang debaran jantungnya, Qing Lan tidak mengerti kenapa dirinya merasa begitu takut. Seolah olah di bagian bawah surat ini ada sesuatu yang mampu mengubah sel







