ログインSadar dirinya dipandang, Im Kwan tidak mau mengalihkan pandangannya. Ia tetap seperti tadi menatap wajah tengkorak Lucifer, berharap apa yang dikatakannya mampu membuat Lucifer mengurungkan niatnya untuk menjadikan Cang Sin tumbal.Akan tetapi, tidak disangka, Lucifer justru tertawa terbahak-bahak sesaat setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Im Kwan. Ini membuat Im Kwan terkejut karena reaksi iblis itu di luar dugaan."Kau berani mengataiku? Memangnya kemampuanmu setara dengan kemampuanku? Jika aku memakainya sebagai tumbal utuh, artinya orang itu memang sesuai kriteria. Tidak usah mengajariku untuk masalah itu!"Lucifer bicara demikian dan itu membuat Im Kwan semakin tidak paham. "Sesuai kriteria? Artinya, dia masih bersih?" tanyanya seraya melirik ke arah Cang Sin sejenak sebelum memandang Lucifer kembali. "Ya!"Telapak tangan Im Kwan mencengkram erat ujung pakaiannya. Sementara itu Cang Sin diam-diam berharap, apa yang dikatakan oleh Lucifer mampu membuat Im Kwan percaya bahw
Akan tetapi sebelum Raja Iblis Bo berhasil membawa Im Kwan keluar dari wilayah khusus yang sekarang berubah laksana seperti neraka tersebut, sinar merah itu membentang seperti sebuah jala dan mencegah pergerakan Raja Iblis Bo dengan niatnya."Siapa yang mengizinkanmu untuk membawa tumbal utuhku?" tanya sinar merah yang sekarang sudah berubah wujud menjadi wujud Lucifer.Wajahnya terlihat menyeramkan karena masih berupa tengkorak tapi berwarna merah membara. Jika semua orang yang ada di tempat itu harus mengerahkan kekuatan melindungi diri agar tidak terbakar saat ada di dalam wilayah khusus tersebut, Lucifer tidak perlu melakukan hal itu. Ia bersatu dengan wilayah itu dan ketika Lucifer ada di dalamnya, suhu panas di wilayah tersebut semakin bertambah dua kali lipat panasnya.Awalnya, Raja Iblis Bo merasa gugup karena sudah dipergoki akan melakukan tindakan di luar perintah Lucifer. Namun, perlahan pria itu berusaha untuk menguasai rasa gugup itu karena tidak ingin mati konyol jika L
"Percaya tidak percaya, sekarang itu tidak penting, kan? Kita tidak bisa bersama itu faktanya. Sudahlah, tidak perlu membahas hal yang tidak penting, sekarang yang harus kita pikirkan adalah membuat kelompok aliran hitam itu tidak bisa menguasai tempat ini."Im Kwan bicara dengan nada yang serius meskipun jauh di lubuk hatinya ia sangat terluka saat mengatakan kalimat, bahwa mereka tidak bisa bersama.Cang Sin mengepalkan telapak tangannya mendengar apa yang dikatakan oleh Im Kwan, tapi ia berusaha untuk menahan diri untuk tidak terpancing kemarahan.Sekarang ini, tanggungjawab sebagai anak dari pemilik perguruan besar sedang diembannya. Banyak nyawa yang bisa melayang sia-sia jika ia tidak berhati-hati dalam bersikap."Im Kwan, percayalah padaku. Hubungan kita tidak akan berhenti begitu saja hanya karena kutukan ini. Biarkan aku mencari jalan keluar. Aku berjanji akan memusnahkan kutukan ini secepatnya, dan kau tunggu aku sampai saat tiba."Dengan nada suara menurun, Cang Sin mengata
Telapak tangan Cang Sin mengepal mendengar apa yang dikatakan oleh Pendekar Lentera Kuning. Namun, ia masih bisa berpikir secara jernih meskipun sekarang keadaannya sangat kacau, bahwa pemberian ilmu inti tidak boleh dilakukan jika kesepakatan belum dilakukan. "Jika kau memaksakan kehendak, dan salah satu penerima kesepakatan tidak setuju, itu juga akan sia-sia. Lupakan saja, aku akan berusaha untuk menghimpun kekuatanku sendiri."Mendengar apa yang dikatakan oleh Cang Sin, Ai Ling geleng-geleng kepala. Lalu, tanpa kata-kata, ia segera menempelkan telapak tangannya di dada Cang Sin dan itu membuat Cang Sin terkejut. Pria itu ingin melakukan perlawanan, tapi kekuatan Pendekar Lentera Kuning yang terhimpun maksimal tidak bisa dilawannya dengan mudah. Apalagi, ia juga sedang kehabisan energi karena bertahan cukup lama di tempat yang sedikit demi sedikit akan menghancurkan dirinya."Apa yang kau lakukan? Kau tidak bisa memaksakan kehendakmu tanpa ada kesepakatan, Nona Ai Ling!" cegah Ca
Melihat apa yang dilakukan oleh Lucifer, Raja Iblis Bo terkejut. Tanpa berpikir panjang, ia segera ingin melompat pula ke dalam wilayah khusus yang dikobari api tersebut.Akan tetapi, sebelum ia berhasil melakukan hal itu Lien Er berteriak ke arahnya. Entah sejak kapan perempuan itu sudah berada di dekat Raja Iblis Bo."Apa yang ingin kau lakukan? Ingin masuk ke sana juga?" tanyanya bertubi-tubi. "Aku harus melindungi Tuan Lucifer!""Apakah dia memintamu untuk melakukan hal itu?" "Apakah aku harus diperintah dulu baru melakukan sesuatu?""Baiklah. Kita lakukan bersama!""Tunggu! Aku tidak bilang kau juga harus ikut, Lien Er. Tetap di sini dan berjaga di sini. Ritual akan dilanjutkan di wilayah khusus."Mendengar apa yang dikatakan oleh Raja Iblis Bo, Lien Er menyeringai."Kau memintaku untuk tetap di sini, karena kau ingin menguasai segalanya? Kau ingin mendapatkan kristal itu sendirian, begitu, bukan?""Jaga bicaramu! Aku yang berwenang untuk memutuskan. Kau hanya istriku, Lien Er.
"Kalau begitu, apakah sekarang kau bisa mengerahkan kekuatanmu sekali lagi?" tanya Pangeran Yuan pada Cang Sin. "Aku akan mencobanya."Cang Sin akhirnya berusaha untuk mengerahkan kekuatannya sekali lagi agar ia bisa melakukan lompatan setinggi mungkin seperti yang tadi dilakukannya. Akan tetapi, saat ia melakukan hal itu, bagian bawah perutnya terasa sakit. Awalnya, Cang Sin tidak peduli dan tetap mengulang apa yang dilakukannya sampai berhasil seperti di awal. Namun, semakin diulang, rasa sakit itu semakin kentara dan Cang Sin merasa kesulitan untuk kembali mengulang akibat rasa sakit tersebut."Kau tidak bisa?" tanya Pangeran Yuan pada Cang Sin. "Aku kesulitan, Pangeran.""Mungkin karena kau sekarang sedang dikutuk, kau dibatasi untuk mengerahkan seluruh kekuatan intimu sendiri untuk melindungi dirimu.""Dengan kata lain, aku tidak bisa melakukan apa-apa lagi selain terbakar di sini?""Kau akan ditumbalkan, Cang Sin. Raja Iblis Bo dan Lucifer memang ingin kau terbakar di tempat
Zaiho menarik napas panjang mendengar apa yang dikatakan oleh Cung Sin dengan nada suara terdengar sinis seperti tadi, tapi pemuda itu tidak mau terpancing emosi, ia tetap berusaha untuk tenang, sampai akhirnya...."Aku tidak bermaksud untuk meremehkan kemampuan kalian, aku tidak membawa murid perg
Cang Sin mengepalkan telapak tangannya, berusaha untuk menahan diri agar tidak terbawa emosi menyadari gelagat Yi Wen seperti aneh menurutnya. Akan tetapi, karena sudah kepalang tanggung, Cang Sin merasa jika ia membatalkan kesanggupan, ia juga tidak akan pernah bisa memusnahkan kutukan yang sekar
Sinis sekali perkataan Yi Wen saat mengucapkan kalimat itu padanya. Membuat Cang Sin menarik napas panjang. "Nona Yi Wen, aku minta maaf jika aku membuat kau tersinggung. Aku tidak bermaksud demikian, tapi aku benar-benar tidak melakukan hal yang terlarang di Lembah Seribu Obat, aku hanya dijebak,
Wajah Zaiho langsung tegang, dan meminta Cang Sin agar menutup dahulu komunikasi batin mereka lantaran ia akan memeriksa apa yang terjadi pada Cing Lian. Peringatan Im Kwan, bahwa ia tidak boleh meninggalkan Cing Lian membuat Zaiho tidak bisa tenang untuk terus berkomunikasi dengan Cang Sin meskip







