Share

8. Dilelang

Penulis: Mastuti Rheny
last update Tanggal publikasi: 2026-03-31 14:11:18

"Kamu akan membawaku ke mana?"

Hans tidak langsung menjawab. Pria itu justru berdiri di belakangku, menatap pantulan tubuhku di cermin besar butik itu dengan sorot mata yang sulit diartikan.

“Ke tempat di mana kamu akan mulai mengerti posisi kamu sekarang,” ucapnya akhirnya, tenang… terlalu tenang hingga membuat bulu kudukku meremang.

Aku menoleh cepat. “Apa maksudmu?”

Hans mengangkat satu gaun berwarna hitam dengan potongan elegan, lalu menempelkannya di tubuhku, seolah sedang menilai barang d
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    58. Keberuntungan Demi Keberuntungan

    Angga POV"Tapi kamu mau kan bantu aku di restoran?"Vena memasang wajah melas.Tapi sungguh aku muak melihat sandiwaranya. Seenaknya saja dia memintaku untuk membantunya di restoran.Padahal restoran itu sesungguhnya milikku sendiri. Aku yang membuat konsepnya, aku yang merancang semua menu, bahkan aku yang memilih lokasinya. Vena hanya koki di restoranku, tapi dia memiliki kemampuan merayu yang luar biasa hingga aku dibuat terperdaya olehnya.Sekarang dia mengemis bantuanku setelah apa yang sudah dia lakukan, merampas apa yang seharusnya menjadi milikku.Jika saja aku tidak sedang terjepit dan menjadi DPO polisi, aku tak akan sudi berbaik-baik dengan dia."Kamu tahu sendiri kan, kondisi sekarang kayak gimana? Aku nggak bisa bebas, sewaktu-waktu polisi bisa menemukan aku di sini."Aku mengedikkan kedua bahu, memberikan sebuah alasan logis untuknya."Terus gimana caranya aku bantu kamu di restoran?"Vena mengernyit gusar.Ekspresinya terlihat tak tenang.Tapi detik berikutnya raut mu

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    57. Pertolongan Vena

    Angga POVAir sungai yang bau dan keruh masih menempel di tubuhku ketika aku akhirnya berhasil naik ke tepi jalan kecil di belakang pasar. Napasku ngos-ngosan. Kaosku basah kuyup. Lututku lecet karena sempat terseret arus.Tapi aku tak peduli.Yang penting aku lolos.Aku segera meminjam ponsel seorang tukang parkir dengan alasan ingin menghubungi keluarga. Tanganku gemetar saat mengetik nomor yang sudah sangat kuhafal di luar kepala.Vena.Beberapa detik kemudian panggilan tersambung.["Halo?"]Suara perempuan itu terdengar pelan dan hati-hati.["Ven, ini aku."]Hening seketika.["Mas Angga?!"]Aku langsung menoleh ke kanan kiri memastikan tak ada orang yang memperhatikanku.["Kamu bisa jemput aku?"]Nada napasku terdengar berat.Vena langsung panik.["Mas sekarang di mana? Kenapa suaramu kayak gitu?"]["Aku ada masalah. Polisi nyari aku."]Aku sengaja membuat suaraku terdengar lemah dan tertekan.Dan seperti biasa...Vena langsung luluh.["Ya Allah... polisi? Memangnya apa yang terja

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    56. Melarikan Diri

    Angga POV“Ke mana perempuan itu pergi sialan!”Aku membanting pintu kamar hotel hingga bergetar keras. Napasku memburu saat mendapati kamar itu kosong. Selimut berantakan. Gelas minuman masih tersisa di meja. Tapi Maya tidak ada.Padahal beberapa jam lalu aku sendiri yang mengantarnya ke sini.Tanganku gemetar saat kembali menghubungi Benny.["Apa Maya bersamamu?"] tanyaku mencecarnya.["Bukannya dia di hotel? Tidak, aku tidak mengajak Maya."][“Tadi bukannya masih sama kamu?”] tanyaku gusar.Di seberang sana Benny malah terdengar santai.[“Iya, tapi sesuai perjanjian sebelum jam 9 kencan harus sudah selesai, jadi aku pergi tapi dia masih di kamar. Emangnya dia ke mana?"]Jantungku makin tak karuan.["Kalau aku tahu ngapain aku tanya kamu,"] sergahku mulai kebingungan.Jelas aku bingung. Karena kalau sampai Maya pergi aku bisa kehilangan ladang penghasilan. Belum lagi sudah ada beberapa pria yang sudah menghubungiku dan menyatakan minatnya untuk menghabiskan malam dengan Maya.Mereka

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    55. Terkukung Amarah

    Maya POV“Kamu…?!”Aku memegang dada yang berdebar kencang saat melihat Andien berdiri di belakangku sambil mendelik kesal.“Ya Allah Andien, aku kira siapa. Aku sampai mau pingsan,” desisku setengah kesal.Andien malah terkekeh melihat ekspresi kekagetanku.“Ngapain kamu berdiri di sini kayak maling?”Andien masih saja cengengesan.Sementara aku langsung mengembuskan napas lega saat mendapati sahabatku sudah berada di dekatku yang membuatku tak terlalu mengkhawatirkan kedatangan Mas Angga.“Ndien, jangan ngagetin begitu.”"Sejak kapan kamu disitu?" tanyaku setelah aku bisa menetralkan detak jantungku."Barusan," jawab Andien seraya mulai mengikuti langkahku."Aku harap Mas Angga nggak ada di dalam," gumamku berharap."Kalau gitu aku akan memeriksa dulu, kamu tunggu di sini dulu," pinta Andien sigap.Aku mengangguk pelan dan menghentikan langkahku sejenak, menunggu aba-aba dari Andien sebelum aku bisa memasuki ruang perawatan putriku.Tak lama Andien muncul dari ambang pintu memberi i

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    54. Impian Bersama

    "May, maukah kamu menikah denganku?"Aku terkesiap mendengar permintaannya.Pada akhirnya aku menunduk dan tanpa sadar menarik tanganku dari genggamannya.Aku mendesah panjang sebelum kemudian kembali menatap wajah Fajar kembali yang terlihat memendam harapan besar."Jar, kamu terlalu emosional, dan rasanya semua sangat tak adil untuk kamu, Jar," jawabku dengan hati-hati.Fajar mendengus berat. Keningnya langsung mengernyit lugas."Tak adil apa maksud kamu?""Jar, kumohon bukalah mata kamu, lihat aku baik-baik. Aku ... aku ini bukan lagi Maya yang dulu. Aku seorang wanita yang sudah menikah, aku memiliki anak, aku sekarang miskin bahkan aku pernah dilacurkan oleh suamiku sendiri."Fajar menggeleng tegas seolah ingin mengingkari segala fakta yang sedang aku ungkapkan padanya saat ini."Sudah beberapa laki-laki yang pernah menjamah tubuhku, Jar," imbuhku lugas. Sebenarnya aku ingin mengungkapkan juga jika temannya yang bernama Rizal itu juga pernah menghabiskan malam bersamaku.Tapi ak

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    53. Sebuah Lamaran

    Maya POVAda sebuah kelegaan ketika akhirnya telingaku sayup-sayup mendengar suara Fajar di luar sana.Segera aku membuka tirai dan mengintip dari balik jendela, dan ternyata sosok yang aku tunggu itu sudah memasuki halaman.Tapi bersamaan dengan itu kudengar juga suara keributan yang membuatku bergegas keluar demi bisa menghampiri Fajar yang sedang bersitegang dengan seorang perempuan muda dengan penampilannya yang terlihat chic."Jar, kamu sudah datang?"Fajar segera mengalihkan perhatian padaku saat aku sudah ada di dekatnya."May, kamu nggak apa-apa, kan?"Fajar terlihat sangat mengkhawatirkan aku.Tapi sungguh aku merasa sangat tak enak hati karena terus saja merepotkannya.Aku benar-benar tak mempunyai pilihan lain selain meminta bantuan padanya.Aku masih sangat trauma dengan apa yang sudah terjadi padaku sebelumnya.Aku selalu takut jika Mas Angga akan menemukan aku, atau bahkan malah Beny yang akan mengetahui jika aku tinggal di rumah ini."Jar, maaf ya aku pasti sudah merepo

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status