แชร์

Bab 12 Musuh dibalik bayangan

ผู้เขียน: Ria_rkive
last update วันที่เผยแพร่: 2026-08-11 17:37:02

Hujan turun sejak dini hari. Tetesannya menghantam kaca ruang kerja Reyhan, menciptakan irama yang terdengar menyesakkan. Semalaman ia tidak memejamkan mata. Berkas-berkas yang menumpuk di atas meja tidak satu pun berhasil menarik perhatiannya. Pikirannya hanya dipenuhi dua hal, Nara dan ancaman yang kini mengintai keluarga Wiratama.

Ponselnya berdering.

"Halo," ucap Reyhan.

"Tuan, kami sudah melacak pengirim amplop ke media."

"Bagaimana hasilnya?"

"Pelaku menggunakan kurir lepas. Semua
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • PESONA SUPIR PRIBADIKU   Bab 15 Gudang di pelabuhan

    Jarum jam menunjukkan pukul sembilan malam. Arga masih memandangi alamat yang tertera di layar ponselnya. Pesan misterius itu belum juga keluar dari pikirannya. Kalau ingin tahu siapa dalang semuanya, datanglah sendirian.Ia tahu itu bisa saja jebakan. Namun, jika benar ada seseorang yang mengetahui penyebab semua teror yang menimpa keluarga Wiratama, kesempatan itu terlalu berharga untuk diabaikan. Setelah berpikir beberapa menit, Arga akhirnya mengambil keputusan.Ia tidak akan datang tanpa persiapan. Diam-diam ia mengirimkan lokasi gudang itu kepada sahabat lamanya, Bimo, seorang polisi yang pernah tumbuh bersamanya di kampung. Pesan yang dikirimnya singkat."Kalau dalam satu jam aku tidak menghubungimu, tolong datangi lokasi ini."Beberapa detik kemudian, balasan masuk."Hati-hati. Jangan gegabah."Arga menghela napas lega, setidaknya kini ada seseorang yang mengetahui ke mana ia pergi. Gudang tua di kawasan pelabuhan tampak gelap dan sepi. Lampu-lampu di sekitar pelabuhan hanya

  • PESONA SUPIR PRIBADIKU   Bab 14 Luka yang disembunyikan

    Pagi itu, suasana di rumah keluarga Wiratama jauh dari kata tenang. Sejak insiden pengejaran semalam, jumlah petugas keamanan ditambah. Beberapa mobil patroli tampak berjaga di sekitar gerbang utama, sementara setiap orang yang keluar masuk rumah diperiksa dengan ketat.Namun, semua pengamanan itu tidak mampu menghilangkan kegelisahan di hati Reyhan. Ia berdiri di depan jendela ruang kerjanya, memandang halaman rumah yang mulai diterpa cahaya matahari. Di atas meja tergeletak foto Damar, mantan kepala keamanan ayahnya. Nama yang selama belasan tahun menghilang tanpa jejak, kini kembali muncul bersamaan dengan rentetan ancaman terhadap keluarganya. Ketukan pelan terdengar. "Masuk." Arga memasuki ruangan. "Tuan, hasil penyelidikan sementara sudah keluar." Reyhan berbalik. "Ceritakan." "Tim keamanan berhasil menemukan tempat mobil yang mengejar kami semalam." "Lalu?" "Mobil itu ternyata kendaraan curian." Reyhan tidak terkejut, ia memang sudah menduga lawannya bekerja dengan s

  • PESONA SUPIR PRIBADIKU   Bab 13 Kejaran di tengah hujan

    Suara mesin mobil terdengar semakin keras, Arga menggenggam kemudi erat. Matanya terus bergantian memperhatikan jalan di depan dan kaca spion di atas kepalanya. Mobil hitam itu masih membuntuti, jaraknya tidak terlalu dekat, tetapi juga tidak pernah tertinggal."Nyonya, tetap tenang," ucap Arga.Nara mengangguk pelan, meski jantungnya berdetak sangat cepat."Menurutmu mereka siapa?" tanya Nara dalam kecemasannya."Saya juga belum tahu, Nyonya. Siapa mereka," jawab Arga."Berhati-hatilah," pinta Nara."Baik, Nyonya," jawab Arga. Arga tetqp fokus pada laju mobilnya, dan ia juga tidak ingin berspekulasi siapa yang sedang membuntuti mereka. Saat ini yang terpenting adalah memastikan Nara tetap selamat.Hujan turun semakin deras, jalanan mulai dipenuhi kendaraan yang melambat karena jarak pandang berkurang. Arga memanfaatkan keadaan itu, ia membelok ke jalan alternatif yang lebih sempit. Mobil hitam di belakang ikut berbelok."Mereka masih mengikuti kita." Suara Nara terdengar pelan.Arga

  • PESONA SUPIR PRIBADIKU   Bab 12 Musuh dibalik bayangan

    Hujan turun sejak dini hari. Tetesannya menghantam kaca ruang kerja Reyhan, menciptakan irama yang terdengar menyesakkan. Semalaman ia tidak memejamkan mata. Berkas-berkas yang menumpuk di atas meja tidak satu pun berhasil menarik perhatiannya. Pikirannya hanya dipenuhi dua hal, Nara dan ancaman yang kini mengintai keluarga Wiratama. Ponselnya berdering. "Halo," ucap Reyhan. "Tuan, kami sudah melacak pengirim amplop ke media." "Bagaimana hasilnya?" "Pelaku menggunakan kurir lepas. Semua jejak pembayaran dilakukan melalui rekening palsu." Reyhan memejamkan mata sejenak. "Lanjutkan penyelidikan, cari siapa pun yang pernah memiliki akses ke dokumen kontrak." "Baik, Tuan." Panggilan berakhir, belum sempat ia menarik napas, pintu ruang kerja diketuk. Arga masuk dengan wajah serius. "Tuan." "Ada perkembangan?" tanya Reyhan Arga menganggukkan kepalanya. "Saya sudah memeriksa rekaman CCTV di sekitar kantor pengacara." "Lalu?" "Motor yang melempar amplop ternyata menggunakan p

  • PESONA SUPIR PRIBADIKU   Bab 11 Permainan dimulai

    Angin pagi berembus pelan ketika Nara masih memandangi foto yang ada di tangannya. Jemarinya bergetar hebat, sementara tulisan merah di balik foto itu seolah berubah menjadi ancaman yang terus menghantui pikirannya."Rahasia kalian tidak akan tersimpan lama."Arga berdiri di sampingnya dengan wajah tegang. Pandangannya menyapu jalanan di sekitar kantor pengacara, berharap dapat menemukan pengendara motor yang tadi melemparkan amplop itu. Namun, jalan sudah kembali ramai. Pelaku menghilang tanpa jejak."Nyonya, sebaiknya kita masuk dulu," ucap Arga pelan.Nara mengangguk lemah. Tanpa berkata apa-apa, ia menyerahkan foto itu kepada Arga."Jangan sampai hilang. Ini mungkin bisa menjadi bukti," ucap Nara.Arga menerima foto tersebut dengan hati-hati. Ia menyimpannya di dalam map dokumen, lalu berjalan mengikuti Nara memasuki gedung kantor pengacara.Di ruang kerja pengacara, suasana berlangsung serius. Pria paruh baya bernama Dimas itu membaca berkas gugatan cerai sambil sesekali memperha

  • PESONA SUPIR PRIBADIKU   Bab 10 Rahasia yang bocor

    Ponsel di tangan Arga masih menampilkan nomor tak dikenal yang baru saja menghubunginya, kalimat singkat itu terus terngiang di kepalanya. "Seseorang yang tahu rahasia besarmu."Arga mencoba menelepon kembali, tetapi nomor tersebut sudah tidak aktif. "Siapa dia sebenarnya?" gumamnya pelan.Perasaannya semakin tidak tenang. Sejak kontrak itu terbongkar dan Nara meminta cerai, ia berharap semua akan berakhir. Nyatanya, masalah justru semakin besar. Ia memutuskan keluar dari mobil dan memasuki rumah utama. Malam sudah larut. Rumah megah itu sunyi, tetapi suasana di dalamnya terasa begitu menyesakkan.Di ruang kerja, Reyhan masih duduk seorang diri. Di hadapannya tergeletak map hitam yang menjadi awal dari semua kekacauan, untuk pertama kalinya sejak mengambil alih Wiratama Group, ia merasa kehilangan kendali. Biasanya semua rencananya berjalan sempurna, tetapi kali ini tidak.Ia tidak pernah membayangkan Nara akan menemukan dokumen itu lebih cepat, ia juga tidak pernah membayangkan wan

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status