Share

BAB 49

Penulis: Rosela2505
last update Tanggal publikasi: 2026-08-25 22:15:38

KETIADAAN YANG MENAKUTKAN

Arga membeku ketika bisikan itu kembali terdengar di dalam kepalanya. Suara tersebut bukan suara Erevan, bukan pula suara siapa pun yang berada di ruangan itu, melainkan suara yang terasa begitu dekat seolah-olah seseorang sedang berdiri tepat di belakangnya dan membisikkan kata-kata langsung ke telinganya.

Kau akan kembali menjadi orang gurem yang tidak terlihat.

Arga mengepalkan tangannya, berusaha mengusir suara tersebut dari pikirannya, tetapi bisikan itu justru s
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • PEWARIS PARFUM PENGGODA   BAB 52

    Arga berdiri di dekat jendela sambil memandang keluar ketika Rosela masuk beberapa saat kemudian. Pintu kamar tertutup, dan untuk pertama kalinya sejak pagi, mereka hanya berdua tanpa kehadiran keluarga, tamu, maupun orang-orang yang sejak tadi mengawasi setiap bagian dari pernikahan mereka.Arga menyentuh saku jasnya dan merasakan keberadaan botol parfum hitam yang masih tersimpan di sana. Ia kemudian mengeluarkannya dan menatap benda tersebut selama beberapa saat sebelum akhirnya meletakkannya di atas meja.Malam ini ia tidak akan menggunakannya karena ada sesuatu yang ingin ia lihat terlebih dahulu. Ia ingin mengetahui apakah Rosela benar-benar menerimanya sebagai suami karena dirinya sendiri atau karena pengaruh parfum tersebut.Arga kemudian berbalik dan memandang Rosela."Rosela."Perempuan itu menatapnya tanpa mengatakan apa-apa ketika Arga berjalan mendekat."Mulai malam ini, kita benar-benar menjadi suami istri."Rosela tetap diam, membuat Arga mencoba tersenyum untuk mencair

  • PEWARIS PARFUM PENGGODA   BAB 51

    Tidak ada jawaban, tetapi kabut itu justru bergerak semakin mendekati Erevan hingga memenuhi lorong di hadapannya. Erevan mengangkat tangannya, dan cahaya violet perlahan muncul di antara jemarinya, memancarkan kekuatan yang semakin kuat sebelum akhirnya ia berkata dengan nada tegas, "Aku tidak punya waktu untuk bermain."Ia kemudian mengayunkan tangannya, melepaskan ledakan cahaya violet yang langsung menghantam kabut hitam hingga dinding lorong bergetar hebat. Namun, serangan tersebut sama sekali tidak membuat kabut itu menghilang. Sebaliknya, asap hitam tersebut justru menyebar semakin luas sebelum perlahan berkumpul dan membentuk sosok menyerupai manusia yang berdiri tepat di hadapan Erevan.Erevan mengeraskan rahangnya ketika melihat sosok tersebut. "Aku tahu siapa yang mengirimmu."Sosok itu tetap tidak memberikan jawaban, dan dari dalam kabut hanya terdengar suara tawa rendah yang terdengar samar, seolah sengaja mengejeknya.Sementara itu, di gedung pernikahan, tanpa mengetahui

  • PEWARIS PARFUM PENGGODA   BAB 50

    Ia mengucapkan kalimat tersebut sambil terus menatap bayangannya sendiri, tanpa menyadari bahwa di balik pantulan wajahnya terdapat sesuatu yang perlahan berubah.Di atas meja, botol parfum hitam tiba-tiba bergetar perlahan. Tidak ada tangan yang menyentuhnya, tidak ada angin yang masuk melalui jendela, dan tidak ada alasan yang dapat menjelaskan mengapa benda tersebut bergerak dengan sendirinya. Getarannya semakin kuat selama beberapa detik sebelum akhirnya kembali diam.Kemudian, dari dalam botol tersebut terdengar suara tawa yang sangat pelan, hampir seperti hembusan napas seseorang yang baru saja berhasil mendapatkan apa yang diinginkannya.Sementara Arga masih berdiri di depan cermin dan menikmati bayangan kehidupan yang selama ini ia impikan, suara itu kembali terdengar dari dalam botol.Hari yang selama ini dinantikan Arga akhirnya tiba. Sejak pagi, kediaman keluarga Wijaya telah dipenuhi kesibukan yang nyaris tidak berhenti. Para pelayan terus keluar-masuk membawa berbagai kep

  • PEWARIS PARFUM PENGGODA   BAB 49

    KETIADAAN YANG MENAKUTKANArga membeku ketika bisikan itu kembali terdengar di dalam kepalanya. Suara tersebut bukan suara Erevan, bukan pula suara siapa pun yang berada di ruangan itu, melainkan suara yang terasa begitu dekat seolah-olah seseorang sedang berdiri tepat di belakangnya dan membisikkan kata-kata langsung ke telinganya.Kau akan kembali menjadi orang gurem yang tidak terlihat.Arga mengepalkan tangannya, berusaha mengusir suara tersebut dari pikirannya, tetapi bisikan itu justru semakin jelas dan menusuk bagian dirinya yang paling rapuh.Tidak ada yang mengenalmu, tidak ada yang menghargaimu, dan tidak ada yang peduli apakah kau hidup atau mati.Napas Arga perlahan menjadi berat karena kalimat-kalimat itu menyentuh ketakutan yang selama bertahun-tahun berusaha ia kubur dalam-dalam. Ia memang pernah hidup sebagai seseorang yang tidak dianggap, seseorang yang keberadaannya seolah tidak pernah memiliki arti bagi siapa pun, dan pengalaman tersebut masih meninggalkan luka yan

  • PEWARIS PARFUM PENGGODA   BAB 48

    "Jiwa siapa?" ucap Arga.Erevan menatapnya cukup lama sebelum memberikan jawaban yang membuat dada Arga terasa sesak."Pria tua."Jantung Arga seolah berhenti berdetak."Dia sudah mati.""Raganya yang mati."Erevan melangkah sedikit lebih dekat."Yang mati hanyalah tubuhnya."Arga menggeleng perlahan karena menolak mempercayai apa yang baru saja didengarnya."Tidak mungkin.""Kalau kau ingin terus percaya bahwa semua ini tidak mungkin, silakan. Namun, tubuhmu sendiri sudah memberikan bukti yang jauh lebih kuat daripada apa pun yang bisa kukatakan kepadamu."Seolah membenarkan perkataan Erevan, rasa panas tiba-tiba kembali muncul dari dalam dada Arga. Ia langsung menekan bagian tersebut sambil menahan napas, sementara wajahnya berubah menahan rasa sakit."Kenapa tubuhku?"Erevan menatapnya dengan sorot mata yang semakin dingin."Karena kau adalah wadah yang dipilih.""Wadah?""Ya. Selama ini kau mengira semua perubahan yang terjadi padamu merupakan bagian dari kekuatan yang kau dapatka

  • PEWARIS PARFUM PENGGODA   BAB 47

    Lift di Antara Dua Lantai Ponsel yang berada di tangan Elena terlepas dan jatuh ke lantai, tetapi perempuan itu bahkan tidak menyadari suara benda tersebut karena pikirannya telah dipenuhi oleh satu nama yang baru saja muncul di halaman buku tua itu. Arga. Nama tersebut terasa seperti jawaban dari teka-teki yang selama bertahun-tahun berusaha ia hindari, sekaligus menjadi pertanda bahwa sesuatu yang jauh lebih buruk daripada sekadar pengaruh parfum telah dimulai. Pada waktu yang hampir bersamaan, jauh dari ruangan Elena, Arga yang baru saja meninggalkan apartemennya menuju kantor tiba-tiba menghentikan langkah ketika rasa panas kembali menusuk dari dalam dadanya. Sensasi itu berbeda dari biasanya, bukan sekadar rasa nyeri yang datang sesaat, melainkan seperti ada sesuatu yang bergerak perlahan di dalam tubuhnya dan berusaha mencari jalan keluar. Arga menekan dadanya sambil mengerutkan kening. "Apa yang terjadi padaku?" Tidak ada seorang pun yang menjawab. Lorong apartemen mas

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status