LOGINPacarku selalu menghindar jika disuruh bertemu dengan orang tuaku. Namun, dia malah diam-diam menyamar sebagai calon istri mantannya dan bertemu dengan semua kerabat mantannya. Ironisnya, tempat pertemuan mereka adalah di rumah pernikahan yang kupersiapkan untuk kami. Yang tidak dia sadari, aku ternyata adalah sepupu jauh dari mantan pacarnya. Pacarku berpura-pura tidak mengenaliku. Dia merangkul mantannya dengan mesra sambil berkata, "Rumah ini dibeli suamiku dengan tunai." Semua kerabat memuji mereka sebagai pasangan yang harmonis. Takut rahasianya terbongkar, pacarku mendekatiku dan memberikan peringatan, "Aku cuma bantu teman supaya dia nggak didesak nikah. Kalau kamu berani mengacaukan ini, kita putus." Dengan senyuman sinis, aku memberinya ucapan selamat yang tulus, "Kalau ternyata aku dan sepupuku punya selera yang sama soal rumah dan wanita, aku sudah persiapkan beberapa perlengkapan pernikahan yang pasti disukai sepupuku. Akan kuhadiahkan untuk kalian." Akhirnya, pacarku terlihat panik.
View MoreKeesokan harinya, aku pergi memeriksa rumah pernikahanku. Saat mencoba membuka pintu, aku terkejut menyadari bahwa kuncinya telah diganti. Dari dalam, samar-samar terdengar suara tawa seorang laki-laki dan perempuan.Berkat peringatan dari Stevie, aku sudah menyiapkan rencana di kepalaku. Tanpa terburu-buru, aku menghubungi beberapa kerabat yang tinggal di dekat sini dengan alasan ingin memberikan hadiah untuk "sepupu" Rayhan. Kami semua berkumpul di depan pintu dan mulai mengetuknya.Setelah beberapa saat, Rayhan membuka pintu dengan wajah kesal. "Siapa sih? Pesanan makanan ya?" katanya dengan nada tidak sabar. Dia bahkan bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana pendek.Beberapa tanteku langsung mengerutkan kening melihat penampilannya yang kurang sopan. Dari dalam rumah, terdengar suara seorang wanita, "Rayhan, siapa itu?"Aku langsung menyadari suara itu bukan milik Dewi. Para tanteku yang pendengarannya jeli, segera menyadari ada yang tidak beres. Tanpa basa-basi, mereka mendo
Dewi berjalan mendekat dalam kondisi kehujanan. Padahal dia memegang payung di tangannya, tapi tubuhnya malah basah kuyup. Rambutnya yang basah menempel di wajahnya. Aku hampir tidak bisa mengenalinya.Namun, hatiku sama sekali tak tergerak ataupun merasa kasihan. Lagi pula, nanti dia bisa kembali kepada Rayhan untuk mendapatkan penghiburan. Urusannya tidak ada lagi hubungannya denganku dan juga sebaliknya."Ini bukan urusanmu, pergi sana," kataku dengan tegas. Kegembiraan yang kurasakan dari pertemuan dengan Stevie hancur seketika karena kehadirannya. Rasanya aku ingin mengambil sapu dari rumah dan mengusirnya.Dewi berkata dengan memelas, "Aku cuma mau bawain payung karena takut kamu kehujanan."Stevie yang mendengar ucapannya langsung tertawa kecil. "Kamu nunggu di depan rumah orang untuk ngantarin payung? Kenapa kamu nggak langsung ke bank minta uang saja?" sindirnya.Aku ikut tertawa karena terhibur oleh analogi aneh yang dibuat Stevie. Benar juga, dulu Dewi tidak pernah peduli sa
Aku tidak menjawab, tapi ekspresi dinginku sudah menjelaskan semuanya.Kenangan bersamanya kini terasa seperti sebuah film yang diputar di depan mataku dan aku hanyalah seorang penonton. Sekarang saat berhadapan dengan Dewi, perasaan yang dulu pernah membangkitkan hatiku sudah hilang sepenuhnya, digantikan oleh rasa jenuh dan ketidaksabaran.Dewi sepertinya tidak bisa menerima kenyataan ini. Dia mencoba meraihku, tetapi tidak berhasil. Dia menatap tangannya dengan tidak percaya. "Kenapa? Kenapa bisa begini? Cuma karena aku minjamkan rumah pernikahan itu ke Rayhan? Tapi dia kan sepupu jauhmu juga. Aku benar-benar cuma mau membantu!"Aku menatapnya dengan tenang. "Aku tahu, Rayhan itu mantan pacarmu dari kuliah. Dewi, berhentilah bersikap munafik. Kamu sendiri tahu apa yang sebenarnya kamu pikirkan saat itu."Dewi tetap tidak mau mendengarkanku dan tiba-tiba berteriak, "Aku isi ulang! Aku yang isi ulang , ya? Aku mau item untuk membuat Marvin nggak marah lagi. Aku mau beli item itu!"Sua
Sebenarnya, ini adalah permainan kecil yang dirancang olehku dan Dewi dulu. Jika salah satu dari kami marah tetapi pihak lainnya tidak tahu kesalahannya, pihak yang marah bisa menggunakan cara ini untuk memberikan jalan keluar bagi pihak yang bersalah untuk meminta maaf.Namun, itu hanya berlaku saat kami masih punya perasaan satu sama lain.Hanya saja, yang sering kali terjadi adalah aku yang selalu harus "mengisi ulang" permainan ini, sedangkan Dewi selalu bersikap acuh tak acuh. Dia malah senang berlomba siapa yang bisa marah lebih lama denganku.Namun kali ini, ada yang aneh dengan jumlah uang yang diminta.Saat aku masih bertanya-tanya, salah seorang teman yang belum tahu aku sudah putus, mengirimkan tangkapan layar dari story Dewi di media sosial.[ Wah, Dewi kelihatannya santai banget, mau liburan ya? ]Isi tangkapan layar itu adalah sebuah brosur penawaran tur wisata. Harga untuk paket dua orang kelas biasa adalah 40 juta, sedangkan untuk paket VIP dua orang adalah 60 juta.Dew






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews