LOGINDemi membuatku keguguran, putraku yang baru berusia enam tahun, Jack, sengaja menipuku agar memakan kue yang memicu alergiku. Di depan ranjang rumah sakit, dia bersembunyi di balik punggung suamiku, Steven Keraf. Dengan raut wajah kaku, Jack menolak untuk mengaku salah dan berkata, "Nenek bilang kalau Mama melahirkan adik perempuan, Mama nggak akan jadi cerai dengan Papa. Aku nggak mau Mama jadi mamaku lagi, aku lebih suka Tante Bianca!" Steven menimpali dengan nada dingin, "Kita bisa punya anak lagi. Soal Bianca ... dia memang lebih cocok mendidik Jack dibandingkan dirimu." Hatiku mati total. Keesokan harinya, begitu keluar dari rumah sakit, aku pulang dan mengosongkan seluruh barang milikku. Hanya tersisa sepucuk surat perjanjian cerai dan surat pemutusan hubungan ibu dan anak dengan Jack.
View More[Sudut Pandang Steven]Di matanya, Hagia selalu pendiam dan tertutup. Sama seperti pekerjaan gadis itu, membosankan sekali. Dia sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan Bianca. Namun entah mengapa, setiap kali Steven pulang ke rumah kakeknya dalam keadaan mabuk karena kesal. Lalu melihat Hagia yang sedang asyik mengobrol dengan kakeknya, hatinya yang bergejolak selalu merasa tenang.Maka, Steven mulai sengaja berpura-pura mabuk agar bisa pulang ke rumah kakeknya.Hanya untuk bisa melihat Hagia. Lalu, dia akan menggoda Hagia dengan alasan mabuk. Melihat ujung telinga Hagia yang memerah, Steven merasa itu sangat menarik.Kejadian mabuk malam itu adalah kecelakaan, dia tidak berniat menyakiti Hagia. Namun setelahnya, saat Kakek memerintahkannya untuk menikahi Hagia, dia justru merasa lega, bahkan sedikit bersyukur dan senang.Kehidupan setelah menikah tetap terasa hambar. Hagia selalu mencurahkan seluruh perhatiannya pada pekerjaan arkeologinya. Hal ini membuat Steven cemburu.
Akhirnya, semua perampok makam berhasil ditangkap. Steven segera dilarikan ke rumah sakit. Punggungnya terkena peluru karena aku mendorongnya tadi. Aku membawa Sofia naik mobil ke rumah sakit kota untuk menjenguknya setelah dia keluar dari ruang operasi. Dadanya dibalut perban. Saat melihatku, matanya sempat berbinar sesaat sebelum redup kembali.Aku menaruh bunga di vas dan memberi penghiburan padanya, "Jack sudah dijemput neneknya. Liburan musim panas hampir berakhir."Steven mengangguk. Aku melirik Sofia yang menunggu dengan patuh di depan pintu. Lalu setelah menimbang-nimbang, aku melanjutkan, "Setelah ini aku akan membawa Sofia pergi dari sini dan menyekolahkannya di kota besar. Aku ... aku nggak mau dia terlibat dengan Keluarga Keraf. Setelah kamu sembuh, ayo kita urus perceraian kita."Steven sulit menerima hal itu, matanya langsung memerah. Aku tiba-tiba sulit mengingat seperti apa rupa Steven yang dulu mabuk dan balapan liar demi Bianca.Dia bertanya dengan nada rendah da
Setelah hari itu, Steven menjadi jauh lebih tenang. Bukan hanya karena rasa bersalahnya padaku. Tetapi juga karena Perusahaan Keraf yang terus-menerus dihujat oleh netizen akibat reputasi buruk Bianca.Selama beberapa tahun ini, aku selalu menghindari internet, jadi aku baru tahu beberapa kabar belakangan ini. Film yang awalnya diadaptasi dari kisah hidup Bianca, bahkan belum sempat tayang saat kedoknya terbongkar. Predikat "Penulis Skenario Emas" yang dia sandang ternyata palsu. Karya-karya yang memenangkan penghargaan itu adalah hasil plagiarisme massal, menjiplak karya asli dari tidak kurang dari dua puluh penulis skenario amatir.Awalnya Steven menekan opini publik agar berita itu tidak meledak. Sampai akhirnya, entah mengapa, dua tahun lalu Steven tiba-tiba berhenti mengikuti akun media sosial Bianca. Netizen pun kembali membongkar kasus ini habis-habisan. Bianca yang semula dicitrakan sebagai wanita cerdas dan berbakat, berubah menjadi sampah plagiat yang dihujat seluruh
Kehadiran Steven dan Jack hanya gangguan kecil dalam hidupku yang tenang. Awalnya aku tidak mengambil pusing.Namun, tidak kusangka, Steven justru membeli rumah di sebelah dan pindah ke sana. Jack, tuan muda yang dimanjakan sejak kecil, juga mulai belajar cara mengambil hatiku seperti yang dilakukan Sofia.Jika Sofia bangun pagi untuk menggembala domba dan menyiapkanku air minum, Jack akan repot-repot menyeduh teh kesukaanku. Dia berdiri di depan pintu rumahku sambil memeluk teko teh, menatap dari balik pagar karena takut melewatkanku.Kemudian, dia akan dikejar oleh Sofia yang membawa anjing besar sampai sepatunya hampir copot. Jack sangat takut anjing.Sofia berteriak bangga padanya, "Jangan rebut Mamaku!"Jack ketakutan setengah mati tapi tetap keras kepala dan menjawab, "Mama juga Mamaku, dia yang melahirkanku!"Sofia membalas, "Lalu kenapa Mama lebih memilihku yang anak pungut daripada kamu? Coba kamu pikir sendiri!"Jack akhirnya menangis tersedu-sedu karena tidak bisa membal












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.