Short
Sepucuk Surat Cerai Memisahkan Kita Selamanya

Sepucuk Surat Cerai Memisahkan Kita Selamanya

By:  MakjosCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Chapters
153views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Demi membuatku keguguran, putraku yang baru berusia enam tahun, Jack, sengaja menipuku agar memakan kue yang memicu alergiku. Di depan ranjang rumah sakit, dia bersembunyi di balik punggung suamiku, Steven Keraf. Dengan raut wajah kaku, Jack menolak untuk mengaku salah dan berkata, "Nenek bilang kalau Mama melahirkan adik perempuan, Mama nggak akan jadi cerai dengan Papa. Aku nggak mau Mama jadi mamaku lagi, aku lebih suka Tante Bianca!" Steven menimpali dengan nada dingin, "Kita bisa punya anak lagi. Soal Bianca ... dia memang lebih cocok mendidik Jack dibandingkan dirimu." Hatiku mati total. Keesokan harinya, begitu keluar dari rumah sakit, aku pulang dan mengosongkan seluruh barang milikku. Hanya tersisa sepucuk surat perjanjian cerai dan surat pemutusan hubungan ibu dan anak dengan Jack.

View More

Chapter 1

Bab 1

Hari ketiga setelah operasi induksi persalinan, aku hanya terdiam melamun menatap langit-langit kamar rumah sakit yang berwarna abu-abu kusam.

Perutku yang semula buncit kini telah rata.

Putri yang kunantikan selama enam bulan, hancur menjadi tumpukan daging tak bernyawa oleh cengkeraman alat bedah.

Ternyata, puncak dari rasa sakit hati adalah sesak napas.

Air mata hangat jatuh dari sudut mata, membasahi rambutku. Aku menoleh ke arah ibu hamil di ranjang sebelah.

Dia tampak sangat bahagia. Sejak masuk rumah sakit hingga bayinya lahir, seluruh keluarganya sibuk melayaninya.

Sedangkan aku, selama tiga hari di sini, suami dan anakku hanya datang sekali.

Itu pun hanya sebentar sebelum mereka bergegas pergi.

Sebab, mereka harus mengejar jadwal pertunjukan perdana teater Bianca Yovan.

Ponselku bergetar menerima pesan.

Itu adalah sebuah video yang dikirim oleh Bianca.

Latar video itu berada di sebuah restoran Barat dekat teater.

Bianca masih mengenakan riasan panggung yang indah. Di sampingnya, duduk seorang pria tampan yang sedang menunduk, memotong steik menjadi potongan-potongan kecil untuknya.

Dia adalah Steven Keraf, yang sudah menikah denganku selama enam tahun.

Selama enam tahun pernikahan kami, dia tidak pernah merawatku sedetail itu.

Satu-satunya saat aku meminta perhatiannya adalah saat ulang tahunku. Aku baru saja memasang kuku palsu yang panjang dan memintanya mengupas udang untukku.

Hasilnya? Dia langsung memanggil kapster kuku yang sudah pulang kerja untuk mencopot paksa kuku-kukuku.

Apa yang dikatakan Steven hari itu?

"Hagia, dengan statusku saat ini, apa menurutmu pantas aku mengupas udang untukmu? Sudah jadi ibu-ibu, jangan terlalu manja!"

Oh, ternyata sebagai istrinya, aku disebut wanita manja.

Namun, mengiriskan steik untuk cinta pertamanya, Bianca, Steven melakukannya dengan senang hati.

Semua alasan itu hanyalah bukti bahwa aku memang tidak layak baginya.

Hatiku sudah tidak lagi terasa pedih saat melihat video itu terus berlanjut.

Bianca makan dengan lahap suapan steik dari Steven di depan kamera. Lalu, dengan jari-jemari lentik dan kuku berbunga yang cantik, Bianca memakai garpu untuk menusuk sepotong brokoli dan menyuapkannya pada anakku, Jack.

"Aaa ... Jack pintar sekali, makan sayur supaya cepat tinggi, ya!"

Brokoli adalah sayuran yang paling dibenci Jack.

Dulu, hanya karena aku tidak sengaja mencampur potongan kecil brokoli di mangkuknya, Jack langsung mengamuk hebat, membanting mangkuk, dan menangis histeris.

Aku sampai harus berjanji tidak akan memasak brokoli lagi agar dia mau bicara padaku.

Namun sekarang, Jack justru memakan brokoli pemberian Bianca dengan senyum lebar.

Satu demi satu, anakku menghabiskan seluruh isi piring itu.

Matanya bulat bersinar, penuh rasa kagum dan kegembiraan saat menatap ke arah kamera Bianca.

"Aku paling sayang Tante Bianca di dunia ini!"

Bianca tertawa manis dan bangga, lalu bertanya padanya, "Lalu, apa kamu nggak sayang Mamamu?"

Mendengar itu, raut wajah putih dan mungil Jack langsung berubah jijik. Suaranya berubah menjadi galak saat menjawab, "Benci! Aku paling benci Mama di dunia ini. Mama cuma bisa memaksaku belajar piano, kaligrafi, dan menyuruhku belajar terus! Benci! Menyebalkan!"

Anakku yang kukandung selama sembilan bulan dan hampir merenggut nyawaku saat melahirkan, ternyata berani menghinaku sedemikian rupa di depan orang lain.

Dan ayahnya, suamiku, hanya duduk diam mendengarkan tanpa bereaksi sedikit pun. Perhatiannya hanya tertuju pada Bianca.

Ternyata akulah yang terlalu serakah, berani-beraninya mengharapkan cinta dari ayah dan anak seperti mereka.

Sudahlah. Mulai sekarang, aku tidak butuh lagi keluarga berdarah dingin seperti ini!

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status