MasukAdrian mengerjapkan matanya lalu menatap dua bola mata biru yang terlihat kecewa.
"Maafkan aku... aku tadi mimpi."
Pria itu meluruskan badan, dan menatap Jessica yang malah melihat pemandangan di bawah. Pemandangan lampu kota besar memang indah, tapi tak seindah pemandangan yang Adrian lihat.
![]()
Adrian menatap wanita di sebelahnya yang benar-benar seperti batu. “Aku beneran nggak ngerti sama kamu!” suara Adrian yang serak, meninggi. “Nggak ngerti apa? Bukannya semua udah jelas kamu dan manajemen mau mengakhiri kontrak kita? Terus aku udah setuju, ya tinggal tunggu waktunya, lalu apalagi yang mesti kita bicarakan?” balas Jessica mulai kehilangan kontrol emosinya juga. “Kenapa sih kamu kayak gitu? Aku kayak ngomong sama robot, kamu itu manusia Jessica!” sembur Adrian kesal. Jessica benci mendengar kata-kata itu. Dulu Joe juga sering mengatakan hal itu padanya. “Kamu maunya apa? Maunya aku nangis-nangis merengek? Kamu mau aku seperti fans yang sampai nangis guling-guling?” sindir Jessica dengan suara tinggi. Seperti biasa, pada akhirnya emosi Adrian menular pada Jessica. Seharusnya memang dia langsung kembali ke rumah sakit tadi! Pria itu memandangnya dengan tidak percaya. “Sialan kamu Jessie,
Karena kasus tabrakan itu, Adrian bagaikan menjadi tahanan rumah. Dia hanya dapat izin dari Lionel keluar dari kondominiumnya saat syuting iklan permen karet. Sialnya, mereka berada di penghujung musim gugur, sedangkan sang editor kreatif tetap mau iklan permen karet itu direkam dengan latar musim panas. Adrian yang sepi kerjaan mau tak mau mengikuti apa yang diminta, karena ada denda yang harus dia bayar. Berlarian dengan gembira di air pantai yang dingin bukan hal yang baik, apalagi kalau syuting sampai berhari-hari. Sakit. Yah pada akhirnya Adrian yang kokoh seperti kerbau itu, demam tinggi. Tapi, sepertinya berendam di air laut yang dingin itu hanya sebagian kecil penyebab Adrian sakit.Sesungguhnya, dia sangat merindukan Jessica. Kemungkinan besar wanita itu pasti tak akan sempat memikirkan Adrian sama sekali. “Pasti dia sibuk dengan Joe,” desah Adrian sambil menahan pusing di kepalanya. Demamnya sud
Menyadari kalau Louise dan Jessica yang akan jaga malam berdua, Joe segera mengambil inisiatif.“Saya nggak harus pulang kok Dok saya masih kuat bisa jaga lagi,” ucap Joe cepat. “Kalau Lihat di status, kamu udah jaga tiga kali, jadi sebaiknya kamu pulang dan istirahat. Ini perintah ya Joe!” Dokter Poppy lalu menatap Jessica. “Jes, gimana kabar si Adrian? Saya mendapat berita kalau proses syuting akan mundur dikarenakan masalah casting ya, kemaren mereka minta izin mundurin jadwal.” “Oh… dia baik-baik saja.” Jessica menjawab sekenanya, mengingat Adrian bisa berenang di air dingin berarti dia baik-baik saja kan? “Masa sih? Tadi di IG-nya dia bilang, dia kurang enak badan? Tapi yah kamu kan pacarnya, kamu lebih tau lah ya,” ucap Dokter Poppy tertawa lalu lanjut memeriksa pasien. Jessica menunduk malu karena asal bicara. Sesungguhnya dia tak tahu apa-apa tentang Adrian. Pria itu benar-benar menghilang dari radar. Kare
“Jes kamu denger nggak, mamanya Nico ngajak kita makan-makan!” ujar Joe datang dengan senyum lebar. Pria itu dengan santai duduk di samping Jessica lalu menopang dagunya. Wanita itu segera menutup handphone Sudah saatnya kembali ke realita, Adrian tak akan tiba-tiba muncul. Sudah cukup dia diceramahi Joe kemarin. Pria itu kini malah rutin mengirimkan artikel tentang kasus para stalker artis yang mengerikan. “Aku tadi ditanyain mamanya, restoran kesukaan kita apa. Aku bilang ke Baileys ajah.” Pria itu menepis poninya ke belakang. Hari ini Joe mengenakan sweater biru muda dengan kemeja putih di dalamnya. Celana coklat tuanya sudah beberapa kali pakai, tapi warnanya sungguh sesuai sehingga Joe bagaikan model di majalah kedokteran. Biasanya pemandangan itu membuat Jessica mengagumi ketampanan pria itu. Tapi kali ini Jessica malah kembali membaca status. “Aku sepertinya nggak bisa, kalau semua pergi, lalu siapa ya
“Kalian gila! Kalian bisa saya tuntut ya, ini adalah penganiayaan!” Adrian mendengar suara riuh saat dia masuk ke rumah sakit. Awalnya Adrian tidak yakin pada rumah sakit ini. Rumah sakitnya kecil dan lebih tidak terawat, kenapa Jessica memilih rumah sakit kelas dua begini?Awalnya dia tidak mengerti mengapa, tapi kini dia tahu kenapa. Karena. Menghindari fansnya. Hati Adrian kembali terasa sakit. Wanita ini terlalu banyak berkorban untuk dirinya. Pria itu segera mendekati kerumunan walau masih mengenakan perlengkapan penyamaran. “Dia yang minta! Tadi malam bilang jatuh cinta hingga mau menikah sekarang udah sama cowok lain! Dasar pelacur!” Adrian segera ingin menarik Jessica. Namun berhenti saat melihat Joe di sana. “Bukannya katanya Ellie yang menjemput?” Kali ini perut Joe yang terasa aneh. Jessica jelas berbohong padanya. Joe yang menjemput dan mengantarnya ke rumah sakit. Melihat Joe menjadi pahlawan bagi Jessica s
Semenjak kedatangan Adrian di rumah sakit, hati Joe memang tidak pernah tenang. Walau Jessica selalu mengelak, Joe merasa kalau memang ada sesuatu di antara mereka. Dari dulu memang Joe selalu ingin kembali bersama Jessica, tapi semenjak bertemu dengan Adrian, Joe tahu kalau dia harus bertindak lebih cepat. Seakan memang langit menyetujui, Joe mendapatkan kesempatannya. Dia bisa meluruskan kesalahan waktu itu, sekaligus merebut Jessica kembali. Wanita itu harus tahu kalau Jessica sudah menjadi obsesi hatinya dari awal mereka bertemu. “Aku nggak tahu Joe, aku masih ingat hari itu, ciuman itu terlihat serius.” Jessica mencoba menarik tangannya tetapi Joe bertahan. “Enggak, kamu enggak lihat karena kamu pergi, aku langsung melepaskan diri! Nggak ada apa-apa antara aku sama Louise!” sembur Joe. “Bahkan, aku nggak pernah ketemu dia lagi semenjak hari itu. Baru kemarin aku ketemu dia lagi!” sambung Joe lagi.Namun belum







