Home / Urban / Pacarku, Artis / Ch. 97 Dijebak!

Share

Ch. 97 Dijebak!

Author: Pinnacullata
last update publish date: 2026-06-08 10:20:20

Joe sebenarnya tak akan membiarkan Jessica jalan sendiri ke kantor polisi.

Namun, entah kenapa Louise bisa terlibat pertengkaran dengan dua dokter residen. Memang banyak yang berubah dari Louise akhir- akhir ini. Wanita itu seakan menjelma menjadi wanita baru yang Joe tidak kenal.

Masalahnya mereka bertengkar serius sampai bisa-bisanya dokter residen itu menampar dan menjambak Louise.

“Aku bisa sendiri, ini bukan masalah gede, sepertinya aku pasang charger yang dah rusak jadi korslet. Kemar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pacarku, Artis   Ch. 97 Dijebak!

    Joe sebenarnya tak akan membiarkan Jessica jalan sendiri ke kantor polisi. Namun, entah kenapa Louise bisa terlibat pertengkaran dengan dua dokter residen. Memang banyak yang berubah dari Louise akhir- akhir ini. Wanita itu seakan menjelma menjadi wanita baru yang Joe tidak kenal. Masalahnya mereka bertengkar serius sampai bisa-bisanya dokter residen itu menampar dan menjambak Louise. “Aku bisa sendiri, ini bukan masalah gede, sepertinya aku pasang charger yang dah rusak jadi korslet. Kemarin aku dah liat percikan api tapi aku lupa cabut.” Tentu saja Jessica berbohong. Tapi, Joe tak boleh tau. Jessica tau ini pasti ada hubungannya dengan si pengancam berantai. “O… oke, maaf ya aku nggak bisa nemenin, ini Louise…” Joe melambai sambil berlari ke arah ruangan yang lain. Operasi sudah selesai sehingga Jessica bebas, dan pikirannya segera kembali ke Adrian. Apalagi saat membaca pesan resmi yang terkirim di handphonenya. Wanita itu segera sampai ke kantor polisi. Awalnya dia merasa

  • Pacarku, Artis   Ch. 96 Tidak Bersalah

    Sam memperhatikan wajah Adrian yang polos. Berlagak polos untuk lebih tepatnya. Polisi muda yang tidak berpengalaman seperti Dennis pasti langsung tertipu dengan gelagat Adrian, namun tidak bagi Samuel yang sudah berpengalaman sebagai penyelidik.Polisi yang beruban itu segera menyadari arah tangan Adrian yang menuju kantong bajunya itu adalah untuk sesuatu tetap ada di dalam kantung itu. Apa itu Samuel tidak tahu tetapi Samuel tidak punya hak untuk memeriksa atau menggeledah Adrian saat ini. Ia butuh surat perintah. Tatapan mereka bertemu dan jantung Adrian seakan berhenti sekejap. Polisi tidak boleh tahu kalau dia sedang diancam? Apakah dia akan memeriksa dan menggeledahnya? “Kalau seperti ini, saya mau minta izin menelpon as… “ Tapi belum sempat Adrian menyelesaikan kata-katanya, Edo sudah berlari masuk ke dalam ruang interogasi dengan terengah-engah. “Dia tak bersalah!” Teriakan Edo dengan keras sambil buka pintu sehingga suaranya menggelegar di dalam ruangan periksa yang k

  • Pacarku, Artis   Ch. 95 Ketahuan!

    Entah bagaimana, Adrian bisa melewati rombongan wartawan yang memenuhi lantai dasar, di depan pintu masuk rumah sakit. Sepertinya para wartawan sudah belajar dari pengalaman tadi, kali ini mereka tak masuk ke dalam rumah sakit. Namun hujan flash kamera dan pertanyaan wartawan yang seperti dengung lebah mengikuti Adrian, sampai pria itu masuk ke dalam mobil polisi. “Heran, emang para wartawan itu nggak tidur, nggak makan kah?” tanya polisi yang berada di belakang setir. “Ya nggak laah, emang lo kalo lagi ngikutin orang ada waktu buat makan? Ke toilet aja susah.” Temannya yang duduk di sebelah mendengus sambil melirik ke arah Adrian. “Untung yang ini nurut, klo nggak lewatin segini banyak orang gimana?” dengusnya lagi dengan nada mengejek. “Yah gitu deh orang cari makan,” desah polisi pertama sambil menyalakan mobil, lalu mobil melaju dengan cepat ditemani suara sirene yang memekakkan telinga Adrian. “Adrian, senang bertemu denganmu, saya Bripka Vald, Samuel Vald.” Pria itu mengul

  • Pacarku, Artis   Ch. 94 Karir Yang Hancur

    Karena dipenuhi wartawan, Jessica tak dapat melihat Adrian yang tadi keluar duluan. Namun yang lebih parah adalah, karena wartawan memenuhi lorong rumah sakit, tempat tidur pasien yang selesai dioperasi tadi, jadi tak bisa lewat. “Permisi,” ucap perawat yang mendorong tempat tidur pasien dengan wajah kesal. Tapi wartawan entah pura-pura tak dengar entah memang tak dengar, tak ada yang memberi jalan agar pasien bisa lewat. “Permisi!” ucapnya lagi dengan suara lebih keras sambil menatap Jessica dengan kesal. Jessica segera berusaha menyingkirkan wartawan, namun mereka malah sibuk bertanya, akhirnya sambil merayap menempel ke dinding, Jessica berjalan keluar melalui tangga darurat agar rombongan wartawan mengikutinya. Setidaknya kini pasien bisa masuk ke ruang pemulihan yang tadi tertutup oleh wartawan. Namun, kini masalahnya semakin pelik. Jessica terperangkap dengan para wartawan itu dalam tangga darurat yang sempit tanpa ventilasi yang cukup. Berdesak-desakan dengan para kuli t

  • Pacarku, Artis   Ch. 93 Gila Media

    Louise bingung saat melihat ada sosok yang masuk lalu keluar lagi dari ruang operasi.Namun, karena memang wajahnya sungguh viral, hanya dengan sekilas saja semua sudah tahu siapa orang itu. “Buset! Nggak salah tuh!” “Gila tu cewek! Nggak salah dia ajak pacarnya datang?” “Mantan! Dah mantan!” “Lah itu! Muncul lagi? Kenapa nggak sekalian aja dia pasang kamera, gila pansos banget sih!” Ucapan sumbang itu segera membuat Louise segera turun menuju ruangan operasi, mungkin Adrian tersesat, mungkin Adrian ada perlu penting, yang pasti bukan Jessica yang mengundang pria itu datang. Louise sangat mengenal sahabatnya itu. Jessica bingung saat perawat senior mendekatinya. “Maaf, sepertinya kamu harus keluar sekarang,” ucap wanita beruban itu dengan suara berbisik namun mendesak. “Hah, kenapa?” tanya Jessica dengan terkejut. Wanita beruban itu melirik pintu seakan memberi tanda sehingga Jessica melirik ke pintu dan terkesiap saat mengenali bagian belakang seseorang. Hanya dengan meliha

  • Pacarku, Artis   Ch. 92 Foto Keempat

    “Sebenarnya menang aneh. Kenapa bisa mereka yang masuk? Kan nggak ada hubungannya?” desis suara di balik tembok. “Bener! Ini kan urusan dokter bedah, kenapa malah mereka yang dokter jantung malah masuk? Itu kan jatahnya residen bedah toraks dong!” jawab suara sumbang yang lain. Mereka saling sikut saat menonton operasi yang belum dimulai. “Ada yang mau protes malah, tapi percuma sih protes kan operasinya sekarang? Emang bisa diulang?” sembur yang satu lagi dengan penuh emosi. “Kapan sih kita bisa dapat adil, itu perempuan kan emang diratukan di mana-mana mentang- mentang pacar… eh… mantan artis itu, cih jangan-jangan dia emang mo jadi artis juga!” desis temannya sambil mendesah pelan. “Kalo liat gayanya yang sok cakep itu sih, kayaknya sih bisa-bisanya nanti jadi artis, jadi dokter otaknya nggak nyampe, jadi artis deh,” ucap lawan si sinis dengan jahat. Louise pura-pura tak dengar semua itu, dia harus sabar agar tidak merusak kesempatan Jessica dan Joe. Memang sejak d

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status