Share

46. —Rasanya Menang

Author: Purple Bubble
last update publish date: 2025-09-23 09:33:44

“Sama kayak ini, Kang,” Aya menunjukan Chanel 25 miliknya. Ia sempat-sempatnya kembali ke mobilnya dan mengambil tas sebelum naik ke rumah dan duduk dengan Tris di sofa teras belakang.

Tris memandangi tas Aya.

“Ini tas, itu tas. Sama. Fungsinya juga sama,” Aya menjelaskan sambil menunjuk ransel yang berada di samping Tris.

“Hm,” Tris mengangguk.

“Harga tas ini lebih dari seratus juta,” ucap Aya yang membuat Tris membelalak.

Ekspresi Tris membuat Aya mengikik kecil.

“Gimana rasanya bawa tas harg
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pacarku Direbut, Juragan Teh Menjemput   59. —Tempat yang Seharusnya

    Aya pikir, ia akan sulit beradaptasi di tempat baru ini. Awalnya iya. Malam pertama di rumahnya, ia tidak bisa tidur. Karena suara binatang-binatang malam yang Aya takutkan akan masuk melalui celah-celah dinding, kasur Ari yang dingin, dan tempat baru yang membuatnya jadi menoleh ke kiri dan kanan karena asing. Malam itu Tris menemaninya di rumah Abah. Lelaki itu bersedia tidur di ruang tamu. Sampai subuh. Lelaki itu masih ada saat Aya keluar kamar setelah hanya bisa menutup mata sebentar. Alarm tubuhnya yang biasa bangun jam empat memaksanya membuka mata. Dingin menusuk meski tanpa AC central seperti di kamarnya dulu, nyatanya selimut tipis milik Ari tidak bisa menghalau dingin itu. Aya pilek. “Aku sungkan mau buka lemari Ari,” katanya jujur. “Tapi Ari udah ngasih kamu izin, kan?” tanya Tris begitu mereka duduk di kursi yang sama. Setelah Tris membuatkan teh hangat untuk Aya. Aya mengangguk. “Mungkin siang ini aku akan coba beresin.”“Mau saya bantu?”Kepala Aya menggeleng. “Aku

  • Pacarku Direbut, Juragan Teh Menjemput   58. —Memilih Menjadi Anak

    Suara jangkrik dan binatang-binatang malam yang tidak terlihat bentuknya terdengar oleh Aya. Ia menoleh ke kiri dan kanan. Menatap kebun di kiri kanan rumah abahnya. Mencari sumber suara yang memuatnya waspada. Bukan tidak pernah, tapi di tempat yang asing dan dengan suara-suara yang tidak bisa ia kenali bentuk dan jenisnya. Itu sedikit menyeramkan, bukan? Tangannya mendorong pintu mobil kembali menutup. “Jadi kamu yang namanya Aya?”Aya menoleh mendengar suara berat itu. Berbeda dengan suara ramah Papa, suara Abah membuat Aya menoleh kaget. Pelan, ia menarik napas dan berusaha menguasai diri. Ini bukan perjalanan dinas yang membuatnya bisa jauh-jauh ke London. Ini perjalanan yang menguras emosinya. Sepagi tadi ia harus menahan perasaan saat berpisah dengan semua keluarganya, lalu berkendara dengan perasaan hampa dan kehilangan. Setelah itu dihadapkan lagi pada kenyataan kalau ia harus menghadap orang tuanya sendiri. Abahnya, ayahnya yang Ari bilang tidak pernah membuat Ama bahagia

  • Pacarku Direbut, Juragan Teh Menjemput   57. —Bahagia

    Rumah itu apakah layak disebut rumah?Aya menahan napasnya. Bahkan sepertinya mobil ini lebih mahal dari bangunan di depannya. Dari semua yang bisa Aya hitung, itu bahkan tidak setengahnya. Bagaimana tembok setengah dengan anyaman bambu di sisa tembok sampai ke atap. Atap ringan yang bisa saja terbang saat tertiup angin. Lalu lantai yang masih tanah.Bangunannya memang tidak sekecil itu. Tapi, dengan keadaan seperti ini, pantas kalau Ari bilang Ama tidak pernah bahagia.Ari juga sepertinya tidak.Mesin mobil dimatikan Tris. Lelaki itu kemudian menoleh pada Aya yang terlihat ragu-ragu. Meski ia sudah menjawab dua kali kalau ini benar rumah abahnya Aya. Sungguh, Tris tidak mau menjudge Aya begitu saja. Kalau saja ia tidak tahu di mana Aya tinggal selama ini.Di dalam sebuah rumah yang lebih layak disebut istana. Yang kamarnya saja lebih besar dari ruang tamu di rumahnya. Yang bahkan kamarnya saja punya dua ruangan lain selain ruang untuk menyimpan kasur. Yang lemarinya saja bisa jadi ka

  • Pacarku Direbut, Juragan Teh Menjemput   56. —Menapaki Jalan Pulang

    Hamparan hijau kebun teh menyapa Aya yang hampir saja mabuk darat. Benar kata papanya, Maserati-nya tidak akan cocok meski mama bilang kalau mobil itu akan tetap jadi mobil Aya. Sebagai gantinya, Jimny berwarna kuning itu menjadi mobil hadiah dari mama dan papa. Sekarang Aya mengerti, jalan yang berbatu dan kecil, memang tidak cocok untuk kesayangannya. “Sayang banget kalau mobil kamu dipaksa kesini, Aya,” ucap Tris sambil memutar roda kemudi. Kepala Aya mengangguk-angguk. Sejak tadi mereka tidak berhenti menanjak. Jalanan berbatu, kadang berlumpur dan becek, lalu menanjak jauh, dengan belokan-belokan yang membuat perut Aya teraduk-aduk. Ia yang biasa melintasi jalanan Jakarta yang datar dan lurus merasa kalau ini akan membuatnya mabuk. Bedanya juga, di Jakarta kiri kanan adalah beton. Di sini, sepanjang jalan yang ia lewati adalah pepohonan hijau. Sejuk, membuat matanya mengerjap karena belum pernah melihat hutan serapat itu, atau kebunan bambu yang menyeramkan seperti itu. Ia han

  • Pacarku Direbut, Juragan Teh Menjemput   55. —Pamit

    Mei memeluk Aya sekali lagi. Putri kecilnya yang tumbuh dewasa bersamanya kini harus ia relakan. Saat semua teman seusianya melepaskan putri mereka dipinang jodohnya, ia malah harus melepaskan Aya untuk kembali pada orang tua kandungnya. Saat semua temannya menyambut menantu, ia harus kehilangannya juga. Zayn juga sudah tidak datang sejak dua minggu yang lalu.Tidak apa-apa untuk Mei. Ari bisa mencari pelan-pelan. Zayn memang bermasalah sejak dengan Aya. Jadi ia akan membiarkan Ari mencari lelaki yang cocok untuknya.Dan untuk Aya, Mei akan selalu menganggapnya sebagai anaknya juga. Tidak ada yang lebih baik dari Cahaya Anindiya. Entah kapan, tapi Mei mengetahui dari asprinya kalau Aya sudah melepaskan nama Sudira dari namanya. Sella yang mengurus semuanya. Sambil menangis dan mengatakan kalau ia tidak akan tahu apa yang akan dilakukannya setelah ini.Untuk Sella, Aya juga sudah membuat surat rekomendasi yang akan membuatnya diterima di mana saja gadis itu akan memulai kembali. Menjad

  • Pacarku Direbut, Juragan Teh Menjemput   54. —Pekerjaannya Sudah Selesai

    Tok! Tok! Tok! Chandra mengangkat wajah sekilas dari dokumen yang ada di depannya saat mendengar pintu ruangannya diketuk. “Masuk,” katanya memberi izin. Lalu kembali menekuri kertas-kertas di depannya. Ia menyangka kalau yang mengetuk adalah Jinni, sekretarisnya. Sudah kali keberapa siang ini pintunya diketuk. “Pak Chandra, saya izin masuk.” Suara itu bukan suara Jinni. Chandra menoleh, mendapati Aya yang masuk dan menutup pintu sambil tersenyum padanya. Kaki dengan louboutin sepuluh centi itu mengetuk lantai marmer saat Aya berjalan. Ruangan Chandra berada sepuluh lantai di atas ruangannya. Ruangan yang tentu saja lebih besar dari ruangannya sendiri. Kakaknya sekaligus CEO Surya Corp berada di sana, duduk di kursi hitam dengan roda aerodinamis di balik meja yang MacBooknya terbuka dan lembaran kertas di depannya. Ia sengaja datang sebelum rapatnya besok. Ia juga sengaja ingin bicara dengan Chandra. Setelah kemarin seharian merasa canggung, setibanya mereka dari Jepang. Sungguh

  • Pacarku Direbut, Juragan Teh Menjemput   52. —Ketahuan

    Empat harinya di Jepang tidak membuat Aya menikmati liburnannya. Ia tetap menerima jadwal meeting yang dibuat Sella untuknya. Meski hanya melihat lewat layar iPad-nya. Aya juga tetap membereskan dokumen yang harus diperiksanya.“Belum selesai?” Tris menyimpan segelas butter beer di hadapannya dan s

  • Pacarku Direbut, Juragan Teh Menjemput   51. —Rencana Aya

    Tangan Aya kembali terangkat untuk menutup mulutnya yang menguap.“Maaf, Pah, Mah,” katanya sekali lagi sebelum menyuapkan dada ayam panggang saus madu yang dimintanya sejak subuh tadi ke dapur rumah. Mengunyah sambil mencuri-curi pandang pada ipad di pangkuannya.“Kamu keliatan gak sehat,” Chandra

  • Pacarku Direbut, Juragan Teh Menjemput   50. —Yang Mereka Butuhkan

    ‘Bagaimana bisa anak manis yang selalu ia jahili dan menjahilinya balik ini ternyata bukan adiknya?’Chandra tertegun sendiri melihat Aya yang membungkuk di depan wastafel dan membasuh wajah dan matanya yang perih. Tangannya memegangi rambut panjang Aya yang terurai ke atas wastafel basah, menahann

  • Pacarku Direbut, Juragan Teh Menjemput   49. -Sisi Bodoh Aya

    Ari tidak terima! Kenapa kesannya Aya memutuskan Zayn karena kasihan padanya? Kenapa rasanya seperti Aya sengaja melakukannya karena ia adalah anak kandung Mama dan Papanya? Kenapa rasanya seperti bukan kemenangan yang ia banggakan siang tadi?Benar, ia mendengar smeua perkataan Aya dan Tris di tan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status