Share

Hubungan Sepihak

Penulis: Smilegummy
last update Tanggal publikasi: 2026-09-01 15:22:06

Dari balik kolong meja, Davina menahan napasnya, mencengkeram erat rok kerjanya. Pengakuan itu seolah mematahkan semua kata-kata Elsa usai meeting kemari.

"Sebagai adik?!" Suara Elsa meninggi, tak lagi peduli pada citra anggunnya. Nada suaranya bergetar hebat antara amarah dan ketidakpercayaan.

"Setelah semua yang aku lakukan untuk Kak Trian? Setelah aku yang menemani Kakak melewati masa kritis saat kecelakaan lima tahun lalu?! Tante Sandra sendiri yang merestui kita!"

"Saya sangat mengh
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Intan Malik
lanjutkan lagi thorr, makin seruuu
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pak Bos Galak, Tidak Mau di Tolak?!   ( TAMAT ) Salju Tipis di Swiss

    Salju tipis mulai turun membasahi sudut-sudut kota Zurich, melapisi dedaunan musim dingin dengan warna putih yang tenang. Di sebuah taman kota yang tak jauh dari danau, Kamari kecil berlari-lari kecil dengan jaket tebal berwarna merah muda, menertawakan kepingan salju yang hinggap di sarung tangannya. Nyonya Sandra duduk di bangku taman seraya memperhatikan cucunya dengan senyum terkembang, sementara Davina berdiri beberapa langkah di depannya, menggenggam cangkir cokelat hangat dengan tatapan menerawang ke arah danau yang berkilau. Empat bulan telah berlalu sejak kepulangannya ke Swiss. Masa iddah-nya telah resmi berakhir beberapa hari yang lalu. Selama empat bulan itu, ketenangan Zurich membantunya menyembuhkan seluruh luka batin, penyesalan, dan riak emosi dari masa lalunya. "Mama! Lihat! Ada burung angsa besar di sana!" seru Kamari gembira seraya menarik-narik ujung mantel Davina. Davina

  • Pak Bos Galak, Tidak Mau di Tolak?!   Dua Mantan Suami

    Usai pengurusan perceraian di Pengadilan Agama selesai secara legal dan resmi, Davina mengambil keputusan besar. Untuk menenangkan jiwa serta melengkapi proses pemulihan batinnya, ia memilih menyusul Nyonya Sandra dan Kamari ke Zurich, Swiss, sambil menghabiskan masa iddah-nya di sana sebelum kelak siap menikah kembali dengan Trian. Pagi itu, di Bandara, ketiganya kembali berdiri dalam lingkaran yang sama. Namun atmosfer kali ini terasa jauh lebih tenang dan ikhlas tanpa ada ketegangan rahasia yang menghimpit. "Mas Trian, aku jalan dulu ya..." ujar Davina lembut seraya menatap Trian. Trian menggenggam kedua tangan Davina, mengusap punggung tangannya dengan penuh kerinduan yang ditahan. "Jaga dirimu baik-baik di sana, Dav. Sampaikan peluk ciumku untuk Kamari dan Ibu. Begitu masa iddah-mu selesai, aku akan langsung terbang ke Zurich untuk menjemputmu dan membawa kalian pulang." "Iya, Mas.

  • Pak Bos Galak, Tidak Mau di Tolak?!   Talak Satu

    Malam harinya, keheningan menyelimuti kamar tidur utama. Pendar lampu tidur yang temaram memantulkan bayangan dua insan yang berdiri berhadapan di samping ranjang—tempat yang semalam menjadi saksi bisu penyatuan mereka. Biru memandang Davina dengan tatapan yang begitu dalam, lembut, dan penuh penghormatan. Ia meraih kedua tangan Davina, menggenggam jemari yang terasa dingin itu dengan erat. "Davina..." panggil Biru, suaranya terdengar amat tenang namun bergetar pelan oleh gejolak emosi di dadanya. Davina mendongak, menatap wajah Biru tanpa kacamata. "Iya, Biru?" "Sesuai dengan kesepakatan ," Biru menarik napas panjang, menetralkan dilema di dalam dadanya. "Malam ini, di hadapan Tuhan yang Maha Menyaksikan, saya menjatuhkan talak satu kepadamu, Davina binti Ahmad. Kamu bukan lagi istri saya." Kata-kata itu meluncur dengan tegas. Seketika itu pula, air mata Davina menetes me

  • Pak Bos Galak, Tidak Mau di Tolak?!   Semua Sudah Berakhir

    "Apa kamu dan Davina sudah...?" Trian meneguk ludahnya yang terasa begitu pahit dan berat, seolah ada bongkahan batu besar yang menyumbat tenggorokannya. Kalimat itu menggantung pasrah di udara, menyisakan ketakutan luar biasa akan jawaban yang akan meluncur dari bibir asisten pribadinya. Biru menatap lurus ke dalam manik mata Trian yang merah berair. Tidak ada lagi keraguan di wajah Biru, hanya ada ketenangan matang seorang pria yang telah menuntaskan tugas tersulit dalam hidupnya. "Malam ini, saya akan menjatuhkan talak untuk Mbak Davina..." sahut Biru pelan namun mantap. Jawaban singkat itu menghantam dada Trian bagaikan godam besar. Detik itu juga, Trian mengerti sepenuhnya. Kata-kata Biru adalah sebuah konfirmasi tak kasat mata atas apa yang terjadi di atas ranjang itu semalam. Persyaratan syariat yang menjadi benteng pemisah antara dirinya dan Davina kini resmi telah terpenuhi secar

  • Pak Bos Galak, Tidak Mau di Tolak?!   Tumpah di Perut

    "Sshhh... lebih cepat, Biru..." perintah Davina dengan suara lemah yang sarat akan pasrah dan gairah. Mendengar bisikan itu, Biru—yang hanya memiliki pengalaman bercinta dari film dewasa yang pernah dilihatnya secara sembunyi-sembunyi—mencoba menurut. Ia mempererat cengkeramannya pada pinggul Davina, lalu menggenjot wanita itu dengan gerakan yang jauh lebih kasar, cepat, dan penuh intrik. "Ashhh... hngghh!" Davina merasakan geli hebat di sekujur tubuhnya, menjalar bagaikan aliran listrik yang menyengat dari pusat tubuhnya hingga ke ujung jari. Begitu pula dengan Biru. Sensasi kedutan hebat di dinding liang intim Davina karena akan mencapai orgasme membuat kejantanan Biru terasa dijepit paksa dengan begitu erat. "Aassrgh... Saya akan keluar lagi, Dav!" erang Biru parau dengan napas terengah-engah. Davina tidak mampu menjawab sepatah kata pun karena ia sendiri pun sedang meremas sprei, ters

  • Pak Bos Galak, Tidak Mau di Tolak?!   Masih Perjaka

    Sensor kehangatan di pusat tubuhnya memberi sinyal bahwa gairah itu telah mencapai titik puncak. Biru merasakan sensasi kedutan hebat di pangkal kejantanannya, menandakan bahwa ia akan segera mencapai puncak orgasme. Sebelum terlambat, pria itu dengan sigap dan buru-buru mencabut miliknya dari liang kewanitaan Davina yang sudah terbalut cairan basah melimpah. Biru mengarahkan puncaknya dan menyemprotkan benih hangatnya bertubi-tubi di atas permukaan bokong Davina yang pejal dan mulus. "Arrrgghh..." erang Biru dengan suara bariton yang pecah, tubuhnya menegang kaku selama beberapa detik saat pelepasan nikmat itu menghantam seluruh kesadarannya. Usai pelepasan itu mereda, seluruh tenaga Biru seolah terkuras habis. Pria itu ambruk membiarkan tubuhnya berbaring menyamping, merangkul dan memeluk erat tubuh polos Davina dari belakang. Peluh membasahi dada bidangnya yang beradu langsung dengan pu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status