Share

Bab 247

Author: Runayanti
last update Last Updated: 2025-11-11 10:08:21

Ia menghela napas panjang, lalu menatap ke arah ranjang.

Kakek tampak damai dalam tidurnya, sementara Maya memeluk tangan tua itu dengan erat.

***

Pagi itu, cahaya mentari yang masuk lewat tirai rumah sakit seolah terlalu tajam untuk mata Deon yang sudah tak tidur semalaman.

Ia masih berdiri di dekat jendela, memandangi jalanan yang mulai ramai, sementara pikirannya masih kalut.

Sejak semalam, ia menunggu kabar dari tim yang ditugaskannya untuk menelusuri semua data perjalanan internasional dan catatan imigrasi. Ia berharap akan menemukan jejak kecil, sekadar petunjuk bahwa perempuan itu masih ada di dunia ini.

Namun, panggilan telepon pagi itu justru membawa sesuatu yang sama sekali tak ia duga.

Ponselnya bergetar di atas meja kecil.

Nama yang tertera 'Cahyo.'

Asisten pribadinya yang dulu bekerja untuk Kakek Robert, dan kini kembali di bawah kendalinya.

“Ya?” suara Deon terdengar berat.<

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Oliva Loda
ada kemungkinan Cahyo ada di tim Afgan,, sehingga mengarang Khabar ada kapal tenggelam dan janah ,Afgan masuk daftar penumpang, padahal mereka mau hampir bulan madu di Jerman,...... ayo Deon,, lebih cerdas lagi dong...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pak Deon, Istrimu Menolak Kembali   Bab 326

    Nila segera berdiri dan melangkah mendekati Deon lalu memapah tubuh Deon yang mulai tidak bisa berdiri tegak."Lepaskan aku, Nila! Katakan kepadaku! Di mana Amara?"Tangan Deon terasa panas, keringatnya menetes dari pelipis, dan langkahnya mulai goyah seperti orang kehilangan pusat gravitasi.“Pak Deon, Anda baik-baik saja?” suara Nila terdengar manis dan justru membuat Deon semakin kehilangan fokus.Sesekali, dalam pandangannya, wanita itu malah mirip Jannah."Jannah?"Deon menepuk keningnya dan menggelengkan kepalanya, berusaha mendapat pandangan yang tidak kabur.“N… Nila?” Deon mengerjap beberapa kali. Pandangannya bergetar, berbayang, seolah dinding villa itu memanjang dan menyempit seperti sedang menghirup napas sendiri.“Di… di mana Amara? Kenapa kamu di sini? Kenapa… pandanganku berputar?”"Jangan jebak aku, Nila. Aku... aku akan membu... nuhmu!" geram Deon

  • Pak Deon, Istrimu Menolak Kembali   Bab 325

    Dua pelayan itu melanjutkan langkahnya sementara Deon masih juga mencium aroma yang aneh dan asap yang mulai terlihat semakin banyak.Aroma itu bukan aromaterapi."Ini bukan dupa! Ini obat. Sesuatu yang kalian semprotkan ke udara!" pekik Deon.Ketika ia berhenti melangkah, para pelayan otomatis berhenti.“Aku tidak akan melangkah lebih jauh,” desis Deon. “Di mana orang yang menyuruhku datang?”"Amara tidak ada di sini bukan?" geramnya!Kedua pelayan saling menatap sekilas, lalu pelayan pertama menjawab, “Tuan akan bertemu dengan Amara yang sangat merindukan Anda.”“Di mana— Amara...”Tiba-tiba Deon merasa ruangan berputar sedikit. Dinding putih tampak mengerut lalu kembali normal. Lampu-lampu remang tampak lebih terang dari seharusnya.Ia mengedip keras, mencoba fokus.'Jangan pingsan. Jangan kehilangan kesadaran. Jannah sendirian. Amara belum dit

  • Pak Deon, Istrimu Menolak Kembali   Bab 324

    Jam menunjukkan pukul 18.53 ketika mobil Deon berhenti tepat di depan sebuah bangunan megah yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Villa itu berdiri angkuh di tengah hutan pinus, bangunannya putih dengan pilar-pilar tinggi, lampu-lampu temaram menyinari halaman depan yang luas dan sunyi. Tidak ada kendaraan lain. Tidak ada penjaga. Tidak ada tanda kehidupan.Dari kejauhan, villa itu tampak seperti tempat liburan para bangsawan di tengah-tengah kota Berlin yang padat.Tapi dari dekat…Ada sesuatu yang membuat tengkuk Deon meremang.Terlalu tenang. Terlalu rapi.Terlalu berbahaya… seolah menunggu dirinya.Ia turun dari mobil dengan waspada. Udara malam seharusnya dingin, tetapi Deon merasakan hawa hangat yang tidak normal, seperti ada api yang tersembunyi di balik dinding villa. Tangannya meraih ponsel, memastikan baterai penuh dan lokasi Jannah masih diam di rumah.Ia mengetukkan jari ke pintu besar itu. Han

  • Pak Deon, Istrimu Menolak Kembali   Bab 323

    “Deon, tunggu. Apa yang terjadi? Kau terlihat… takut.”"Apakah itu sesuatu tentang Amara?"Deon menarik napas berat, mencoba menahan gemetar.“Tidak, ini tentang salah satu pabrik di Indonesia, bukan petunjuk tentang Nila atau Amara.”"Aku hanya akan pergi untuk bertemu dengan salah satu investor." Deon berusaha berbohong dengan wajah yang terlihat tenang, namun hatinya panik.Jannah terdiam sesaat, lalu mengangguk. “Kalau begitu aku akan menunggumu pulang.”“Tidak.”Deon memegang bahunya. “Kamu harus istirahat dulu, tidak usah menungguku. Kamu harus jaga Alfie.”Jannah mengerutkan kening sedikit curiga."Maksudku, aku mungkin pulang agak malam." Deon memperbaiki kalimatnya dengan canggung.Jannah terdiam, masih berpikir dan merasakan sebuah firasat yang aneh dari gestur Deon.Tatapannya malah membuat Deon semakin canggung dan serba salah.“Aku bukan melepas tangan untuk mencari keberadaan Amara, aku... aku hanya... aku tidak bisa meninggalkan bisnisku dan harus mencari investor di Je

  • Pak Deon, Istrimu Menolak Kembali   Bab 322

    "Pak Deon adalah pria yang terhormat, dia tidak akan mungkin menyentuh tubuh wanita yang bau, apalagi berstatus rendah sepertimu," kekeh salah satu dari mereka sambil tertawa."Lihat dirimu, kampungan dan rendahan. Seorang pria seperti Pak Deon tidak akan menyentuhmu walau dirinya sedang mabuk, mengerti?""Untuk itulah, kami diutus... membuatmu menjadi seperti Nyonya Jannah!""Sekarang, diam dan pakai dress tidur ini atau kami akan memaksamu lagi dengan kasar!" perintah pelayan senior tadi dengan ekspresi dingin dan ketus.Nila tidak punya pilihan.Jadi ia mengenakannya, meski tubuhnya bergetar, meski harga dirinya terasa dicabik.Lalu para pelayan menaikkan rambutnya, merias wajahnya dengan rapi dan memesona. Warna lembut, bulu mata lentik, bibir mengilap. Seolah ia bukan tawanan, tetapi wanita yang akan menyambut kekasih.Yang membuatnya semakin takut.Setelah dia siap, mereka membawanya ke sebuah kamar yang letaknya di ujung lorong.Dua orang pria yang tadi berjaga di depan pintu s

  • Pak Deon, Istrimu Menolak Kembali   Bab 321

    Nila berusaha tidur di ruangan penggap bawah tanah. Tubuhnya terasa perih karena pelecehan yang dilakukan Afgan tadi.Di dalam ruangan basement yang gelap itu tidak ada kasur sama sekali dan ruangannya terasa bau nan menyengat hidung.Tubuh Nila yang mulai kehilangan tenaga berusaha berbaring di lantai yang sedikit lembab dan dingin.Namun, baru saja dia hampir tertidur, tiba-tiba pintu basement terbuka lebar. Cahaya yang masuk dari pintu menyilaukan kedua matanya.Dua orang pria masuk dan segera menarik kedua tangannya."Kalian mau apa? Lepaskan!"Teriakannya tidak didengar sama sekali. Tubuhnya diseret menuju ke sebuah tempat yang tidak sanggup ia kenali karena panik."L-lepaskan! Kalian mau apa?"Kedua pria itu melepaskan tangannya dan mendorong tubuhnya dengan kasar ke arah depan."Kalian siapa? Mau apa?"Ada banyak perempuan berdiri di hadapannya dengan wajah yang dingin."M-mau apa?" Nila semakin panik.Tidak ada jawaban. Nila berusaha mempertahankan diri ketika empat perempuan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status