Share

Bab 109

Author: Elenor
Clara tahu Edward tidak izinkan dia dekati ruang kerjanya, jadi dia menunggunya di kamar tidur sambil baca buku.

Sudah hampir jam satu pagi ketika Edward kembali ke kamar.

Melihatnya masuk, Clara letakkan buku itu dan menatapnya. Edward yang menyadari hal itu pun bertanya dengan tenang, "Ada apa?”

Clara tidak bertele-tele dan berkata langsung, "Kudengar lusa bakal ada lelang amal di Pusat Lelang Caraka..."

Edward melepas dasi di lehernya dengan anggun, meliriknya dan berkata, "Kamu mau dapat und
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (72)
goodnovel comment avatar
Putra Mjt
sakit hati yang di alami Clara kok sampai sini yaaa,,,, kapak mana kapak.........
goodnovel comment avatar
Siti Rofikoh
di bab brp sih...peran utamax bersatu?,ato peran utamax si vanesa yaa slx hidup vanesa dijunjung bangeeeet siiih
goodnovel comment avatar
Dia Viekone
buka kuncinya lama, ceritanya muter2 disitu. keseelll banget mending langsung ending aja lah capek bacanya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 733

    Gading hanya sedang iseng karena merasa bosan, dia tidak menyangka Edward akan menjawab pertanyaannya itu.Namun, Edward ternyata menjawab: [Menurutmu apa?]Gading: [… Aku mana tahu.]Gading: [Justru karena aku nggak tahu, makanya aku tanya.]Dani sebenarnya juga sedikit penasaran tentang hal itu.Meskipun mereka sesekali menyebut-nyebut nama Clara secara pribadi, namun mereka jarang bertanya kepada Edward tentang perasaannya saat ini terhadap wanita itu.Beberapa tahun yang lalu, mereka semua tahu Edward tidak pernah menyukai Clara, tetapi selama dua tahun terakhir ini, setelah dipikirkan lagi, sikap Edward terhadap Clara sebenarnya telah berubah.Vanessa juga penasaran.Dani dan yang lainnya mungkin tidak tahu, tetapi dia tahu persis bahwa Edward akhir-akhir ini mulai sangat memperhatikan Clara. Meskipun perhatian Edward pada Clara berhenti setelah dia menyelamatkan pria itu terakhir kali, namun dia juga dapat merasakan bahwa Edward masih peduli padanya seperti dulu.Namun, mereka ja

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 732

    Melihat telepon yang telah ditutup sepihak, Riko berbalik dan kembali menelepon Dylan. "Pak Dylan, Bu Clara nggak menerima permintaan maaf saya dan mengatakan kalau Morti Group nggak akan bekerja sama dengan kami …."Dylan menjawab, "Saya menghormati keputusannya."Kata-kata Riko langsung terhenti saat mendengar itu.Setelah tadi berkomunikasi dengan Clara, dia samar-samar bisa merasakan bahwa pernyataan Clara tentang tidak akan bekerja sama dengan mereka bukanlah sekadar luapan kemarahan, dan juga bukan tindakan sengaja untuk mengulur waktu.Sekarang, respon Dylan pun ternyata sama tegasnya.Pada titik itu, Riko baru menyadari Clara dan Dylan sejak awal memang tidak pernah berniat untuk bekerja sama dengan mereka.Riko tertegun beberapa detik sebelum akhirnya berbicara, "Pak Dylan dan Bu Clara sungguh memiliki hubungan yang sangat baik."Sebelum menghubungi Dylan, dia benar-benar percaya masih ada ruang untuk negosiasi.Dia tidak menyangka Dylan akan benar-benar meninggalkan proyek se

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 731

    Ketika orang tua Dylan mengucapkan kata-kata itu, mereka tampaknya tidak hanya sekadar basa-basi, mereka sepertinya benar-benar menyukai Clara.Anggi tidak menyangka mereka ternyata sangat menyukai Clara.Dia pun mengerutkan kening.Anggi tidak mengerti mengapa mereka bisa begitu menyukai Clara.Gimanapun, meskipun Clara telah menerbitkan beberapa jurnal dan cukup berprestasi, tetapi masih banyak perempuan yang lebih hebat darinya. Clara tampaknya bukan pilihan terbaik untuk menjadi menantu buat mereka.Tak lama setelah Anggi pergi, Dylan menerima telepon dari kakaknya Anggi yang bernama Riko Subagja."Saya sudah mendengar tentang apa yang terjadi antara adik saya dan Bu Clara. Itu memang kesalahan Anggi. Sebagai permintaan maaf, saya ingin mengundang kalian berdua makan malam agar Anggi dapat meminta maaf dengan pantas kepada Bu Clara. Pak Dylan, kapan kalian berdua punya waktu?"Bukan hanya Anggi, tetapi Riko juga merasa Dylan dan Clara sebenarnya tidak ingin kehilangan proyek mereka

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 730

    Ekspresi Anggi tampak muram.Namun karena masalahnya sangat mendesak, dia harus tetap menemukan solusi.Dia lalu menghubungi Vanessa. "Dia nggak mau melunak. Aku mau mencari seseorang untuk bisa menjadi penengah. Siapa kira-kira yang bisa kumintai bantuan?"Vanessa tertegun sejenak, lalu berkata, "Sepertinya ... nggak ada.""Nggak ada satu orang pun?""Hubungannya nggak baik dengan orang-orang kita di sini. Lagipula, ini juga berkaitan denganku. Walaupun ada yang membujuknya, kemungkinan dia setuju sangat kecil."Namun, Anggi tidak menyerah, dia berkata, "Walaupun hubungan Clara dan Dylan sangat baik, dan mulai memiliki pengaruh di Morti Group sekarang, tapi ini adalah proyek besar. Kalau mereka mau bekerja sama dengan kami, Morti Group bisa untung banyak. Kurasa Morti Group sebenarnya pasti ingin bekerja sama. Alasan Clara menolakku mungkin hanya ingin melampiaskan amarahnya saja. Aku sampai memohon padanya sekarang hanya karena situasinya sudah mendesak dan nggak bisa ditunda lagi."

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 729

    Anggi tentu saja tahu bahwa perkataan Sarah tentang Clara yang tidak ada di tempat hanyalah sebuah alasan. Clara mungkin sengaja mengabaikannya karena menyimpan dendam padanya atas apa yang terjadi sebelumnya.Tetapi sekarang proyek perusahaan mereka sedang bermasalah, dan Morti Group adalah pilihan terbaik mereka. Meskipun tahu Clara sengaja mempersulit keadaan, Anggi tetap sabar dan berkomunikasi dengan Sarah. "Kalau begitu, kapan Bu Clara akan kembali?"Sarah menjawab, "Maaf, Bu Clara nggak memberi tahu, saya juga nggak begitu yakin."Anggi tahu mengatakan lebih banyak pun akan sia-sia.Dia tidak mendesak lagi, hanya meninggalkan ucapan singkat, "Kalau begitu, saya akan datang lagi lain kali," lalu pergi.Kemudian, Anggi menelepon Vanessa dan menanyakan apakah dia memiliki nomor telepon Clara.Vanessa menjawab, "Nggak punya."Anggi bertanya, "Apa kau bisa tolong tanyakan pada Edward?"Vanessa tahu mengapa Anggi ingin menghubungi Clara dan berkata, "Tentu saja."Anggi duduk di mobiln

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 728

    Edward tidak mengatakan hal lain seperti, "Aku sudah membaca semua makalah yang kau terbitkan," atau "Kau memang layak mendapatkan penghargaan itu."Setelah mengucapkan selamat, Edward memulai topik pembicaraan tentang Elsa, dan mereka bertiga pun mengobrol santai.Hari itu, setelah menemani Elsa, Clara masuk ke mobilnya dan pergi.Elsa duduk di mobil Edward, memperhatikan arah mobil Clara pergi dengan ekspresi ragu seolah ingin berbicara sesuatu.Edward berkata, "Ada apa? Apa kau lupa memberi tahu mamamu sesuatu?"Elsa menggelengkan kepala dan berkata, "Bukan begitu .... Aku cuma penasaran kapan mama akan menyelesaikan pekerjaannya dan pulang ke rumah untuk tinggal bersama kita lagi."Saat itu, dia memang bisa pergi ke rumah Keluarga Hermosa kapan pun dia mau, dan pulang untuk bersama Edward sesuka hati. Dia pikir kondisi seperti itu baik-baik saja, tetapi tetap saja dia masih ingin ibunya kembali pulang.Namun, ibunya selalu sibuk dan mengatakan kembali ke rumah akan sangat merepotka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status